Cinta Cuma-Cuma

Cinta Cuma-Cuma
CCC- Bab 48


__ADS_3

Sejak Jasmine mengatakan kebenarannya pada Elvano, mulai saat itu juga ia menghilang.. Ia benar-benar pergi dari hidup Jasmine.. Ada rasa lega dan bersalah bersamaan dalam diri Jasmine namun ia harus segera menepis perasaan itu karena ia sudah menjadi milik Darren seutuhnya.. Sejak menikah, Jasmine, Ellena dan Aldin tinggal di mansion Darren.. Bahkan Jasmine dan Ellena berangkat magang bersama dengan Darren yang menuju kantor.. Hal ini membuat semua orang merasa iri, namun dengan penuh kepercayaan diri Darren selalu menggandeng istrinya di hadapan semua orang seakan menegaskan bahwa Jasmine adalah miliknya..


"Sayang, mau makan siang apa?" Darren selalu menanyakan hal ini setiap kali mereka akan makan, ia paham jika sang istri tak bisa memasak.. Istrinya tak pernah menginjak dapur karena di samping kedua orangtuanya memiliki pelayan yang banyak, harus diakui bahwa Darren lah yang melarangnya melakukan hal-hal seperti itu.. Darren yang selalu membawakan makanan untuk Jasmine, sejak kecil Darren sudah menjadikan Jasmine layaknya seorang putri kerajaan..


"Hmm.. Pasta, Salad dan jangan lupa juice untukku" Ucap Jasmine sembari menatap layar komputernya..


"Seperti yang kau inginkan.. Kau memakan banyak sekali makanan apa kau lupa caranya diet?" kekeh Darren..


"Kau yang melarangku Darren!!!Belikan juga untuk ellena" Sengit Jasmine


"Tak perlu, Ellena akan keluar makan bersama Mike"


"Wah wah wah.. sepertinya aku sibuk melayanimu di ranjang hingga aku tak mengetahui kabar terbaru mengenai sahabatku.. Apa mereka berpacaran??"


"Hahahaha.. aku suka caramu memanjakanku di atas ranjang honey.. Kau sexy!! Dan untuk mereka berdua, Mike belum menyatakan perasaannya namun ia jatuh cinta pada sahabatmu.. Ellena berhasil meretas hati seorang cassanova seperti Mike"


Tiba-tiba Jasmine menghentikan aktivitasnya dan menyoroti wajah suaminya "Jika Mike seorang cassanova, itu artinya dirimu...."


"Lelaki tetap saja lelaki princess" Sahut Mike yang baru saja datang dan mendengarkan namanya disebut-sebut.. Terjadi perubahan pada raut wajah Jasmine yang membuat Darren menjadi salah tingkah.. Ini semua ulah Mike keparat.. Darren harus bekerja lebih keras agar Jasmine tak merajuk dengan terus melayangkan tatapan horror dengan kata-kata yang sangat irit.. Darren benci itu, Jasmine akan sulit ditaklukkan jika sudah dalam mode ngambeknya..


"Keluar kau brengsek!!" Darren mengusir Mike yang tertawa terbahak-bahak atas ulahnya yang membuat Darren seperti cacing kepanasan..


"Aku hanya membawa makanan pesananmu boss" Mike meletakkannya di meja dan berjalan keluar namun sesampainya di pintu ia berbalik dan berkata "Selamat berpuasa di akhir pekan bossku tercinta.. Hahaha"


"Ingatkan aku untuk memotong gajimu karena membuat keributan seperti ini!!" ancaman Darren yang tak digubris oleh asistennya..


Jasmine duduk di sofa sambil bersedekap dan sedikitpun tak berminat memandang wajah tampan suaminya.. Darren menghembuskan nafas panjangnya dan berjalan mendekat ke istrinya "Makanlah"


"Aku tidak mau"


"Kau butuh energi untuk memarahiku bukan??" Kalimat Darren kali ini membuat Jasmine menatap wajahnya dengan sengit "Jadi itu semua benar?? Kau menyebalkan Darren!!!"


Jasmine mengambil makanannya dan memakannya dengan cepat seperti orang kesurupan..

__ADS_1


"Pelan-pelan Jasmine, kau bisa tersedak"


"Apa pedulimu??" air mata Jasmine terjatuh dengan tidak tahu diri..


"Aku mencintaimu dan kau wanita yang pertama untukku" Darren membelai lembut rambut wanitanya yang sedang terbakar api cemburu..


"Apa itu benar?" Darren hanya tersenyum dan menganggukkan kepalanya, Jasmine mencoba mencari kebohongan di mata suaminya namun tak juga ia temukan yang ada hanyalah cinta yang tulus..


"Kau sangat berarti untukku dan aku rela menunggu untukmu, wanita-wanita di sekelilingku tak ada yang membuatku jatuh hati sepertimu.. Hanya kau orangnya"


"Apa kau pernah menyentuhnya??"


"Bahkan memeluk dan menciumnya seperti yang dilakukan Elvano terhadapmu pun aku tak pernah melakukannya"


"Apa kini kau sedang membalikkan keadaan?"


"Hehehe tidak.. Aku hanya cemburu wanitaku bermesraan dengan pria lain"


"Salahkan berita pernikahanmu dan foto mesramu di majalah-majalah itu Darren!!! Itu semua karenamu"


"Apa kau bahagia bersamaku?"


"Tentu saja.. Kau satu-satunya pencapaian terbaik dalam hidupku"


"Tapi minggu depan aku pulang ke Indonesia.. Aku akan sangat merindukanmu Darren"


Deg


Benar apa yang dikatakan Jasmine, seminggu lagi jadwal magang Jasmine akan berakhir dan itu artinya istrinya harus kembali ke Indonesia untuk menyelesaikan studinya.. Gelar Sarjana tak penting untuk Darren namun reputasi keluarga Pradipta bisa tercoreng jika putrinya DO dari kampusnya belum lagi dengan karir Jasmine sebagai public figure.. Untuk sementara, Darren akan merelakan jika harus menjalani hubungan jarak jauh.. Namun rasanya ia ingin menyerah di awal, meninggalkan perusahaannya juga bukan suatu hal yang mudah.. Darren memutar otaknya mencari cara agar ia tetap berada di samping istrinya..


.


.

__ADS_1


.


Di sisi lain,


Aldin sedang berdiri di depan rumah Emily pagi-pagi sekali, ketika pintu rumah Emily terbuka ia memasang senyuman terbaiknya hingga membuat Emily mengerjapkan matanya karena melihat Aldin sepagi ini di rumahnya..


"Apa yang kau lakukan di sini??"


Seperti biasa, Aldin memberikan kecupan dan mengucapkan selamat pagi lalu melenggang masuk.. Emily kembali terkejut namun juga tak menghindar saat Aldin mencium keningnya..


"Mana kopiku??"


"Cih!! Apa aku ini baby sittermu?" Walaupun begitu tetap saja kakinya berjalan ke dapur dan membuatkan secangkir kopi untuk Aldin..


"Kau sudah menikmati peranmu sayang" ejek Aldin saat Emily menyodorkan secangkir kopi..


"Habiskan atau aku akan menyiramkan kopi ke wajah tampanmu itu"


"Akhirnya kau mengakui jika aku ini tampan.. Mari berkencan emily"


"Aku bukan seorang pengangguran jika kau ingat"


"Ini akhir pekan sayang.. apa kau akan menghabiskan akhir pekan di rumah saja?"


Emily menahan malu, bagaimana dia bisa lupa jika ini akhir pekan.. Oh jawaban yang sangat memalukan em!.


"Apa kau ingin ku mandikan juga?"


"Hiihh.. aku akan segera mandi dan mengirimmu ke rumah sakit jiwa setelah ini!!"


"Dengan senang hati jika kau menemaniku, bukankah kau penyebabku kehilangan akal sehat Hahahaha"


Emily menghentakkan kakinya menuju kamar mandi, Aldin selalu membuatnya terpesona dan sebal dalam waktu yang bersamaan.. Ia segera menyelesaikan mandinya dan berdandan casual lalu menemui Aldin yang menunggunya..

__ADS_1


"Aku sudah siap"


Aldin berdiri dan mengulurkan tangannya untuk menggandeng Emily namun ditangkis dengan segera.. Tak kehabisan akal, Aldin menarik pinggang Emily dan merapatkan ke tubuhnya.. "Sangat pas" ucap Aldin yang mendapat pelototan tajam dari Emily..


__ADS_2