
Hari yang dijanjikan Satya untuk mengajak Bhina ke London akhirnya tiba.. Satya mampu meyakinkan kedua orang tua Bhina untuk menjaga Bhina dengan baik selama di London bahkan Satya beralasan sekalian ingin foto prewedding.. Akhirnya kedua orang tua Bhina memberi izin karena Shella juga ikut bersama dengan mereka..
Satya terbang bersama kedua sahabat somplak yang membuatnya malu dengan tingkah dan obrolan keduanya..
"Bhina, itu permen lollipopnya lucu banget sih bentuknya... kita beli yuk" Ajak Shella saat hendak masuk ruang tunggu VIP...
"Ya elaaahh bentuk lope-lope doang kamu bilang lucu Shell..kirain bentuk kuda poni atau hello Kitty" Bhina membulatkan matanya melihat lollipop yang diinginkan Shella..
Percayalah Satya bagai mengantarkan dua anak TK yang sedang jalan-jalan.. Ia hanya menghela nafas..
"Ya kali kalau kamu makan bisa nambah kadar cinta kamu ke kak Satya.."
"Dia aja kagak cinta sama aku, ngapain aku nambah kadar cintaku ke dia..betul kan kak??" Bhina berkacak pinggang..
"Uhuuukk..." Satya tersedak ludahnya sendiri ketika mendengar ucapan sahabat adiknya yang akan menjadi istrinya itu...
Shella yang masih tak mengerti arah pembicaraan Bhina lebih memilih menyimpan semua dalam hati.. Nanti ia akan menanyakan di waktu yang tepat.. Sekarang tiba waktunya bagi mereka untuk menaiki pesawat yang akan mereka tumpangi.. Shella mendapatkan tempat duduk yang terpisah sedangkan Bhina dan Satya duduk bersebelahan..
"Shell, tukeran aja deh.. kamu sama kak Satya..biar aku yang di sana"
"Ga bisa!!! Lu di sini aja temenin gue.." Satya mendorong tubuh Bhina agar duduk di dekat jendela..
"Kakak apaan sih.. Ga pengen jauh-jauh dari aku ya?? Tuh kan jatuh cinta beneran sama aku" Bhina mengedipkan mata genitnya...
"Ya elah ni bocah stok PDnya selangit... gue cuma membantu pramugarinya biar ga bingung" Gue ga pengen elu jauh-jauh dari gue bhi.. Gengsi Satya terlalu tinggi untuk mengungkapkan itu semua karena ia masih belum yakin dengan perasaannya...
__ADS_1
Sepanjang perjalanan, Bhina lebih banyak menggoda Satya yang terus saja bersikap dingin dan irit bicara.. Walaupun wanita di sebelahnya itu berisik, tapi hal itu yang membuat hati Satya menghangat.. Satya menyukai bagaimana cerewetnya gadis itu dan gelak tawanya.. Hingga akhirnya ia lelah dan tertidur di bahu Satya..
Tak terasa perjalanan panjang pun telah mencapai tujuannya.. Satya yang sama tertidur dengan Bhina pun harus terbangun karena ulah Shella.. Sebelum membangunkan mereka, terlebih dulu Shella mengambil foto keduanya dan menjadikan story di berbagai status media sosial miliknya.. Sejagat maya gempar berkat ulah Shella, mengingat Bhina yang seorang model dan juga artis tentu saja membuat media sosial Bhina menjadi buruan para fansnya... Banyak yang memuji serta mendoakan supaya Bhina dan Satya berjodoh namun banyak juga yang patah hati tentu saja ini terjadi pada fans laki-laki Bhina yang sangat mengidolakannya..
Begitu menyalakan ponselnya, Bhina terkejut melihat banyaknya notifikasi yang masuk... Sang pelaku hanya cengar-cengir dan memilih menjaga jarak agar Bhina tak melemparnya dengan sepatu yang dikenakan..
"Waahh parah kamu Shell, jadi bahan gosip nih gara-gara kamu.." Bhina mengerucutkan bibirnya melihat foto unggahan calon adik iparnya..
"Kalian tuh serasi banget tau!!!" Jawab Shella..
"Iya pas tidur doang, coba kalau pas sadar gini..." Bhina menggidikkan bahunya..
Satya tersenyum saat melihat fotonya dan juga Bhina, bahkan dengan sengaja ia memposting di media sosial pribadinya.. Ini postingan pertama Satya, walaupun ia memiliki sosial media namun tak pernah sekalipun ia memposting mengenai kehidupan pribadinya.. Tentu saja hal ini menarik perhatian dari teman-teman serta rekan bisnisnya.. Sosial media milik Satya menuai banyak doa dan pujian... Bhina menjadi semakin kesal di buatnya..
"Kakaaaakkkk!!!!!" Bhina mencubit lengan Satya karena kelakuannya itu..
"Iyaa tapi habis itu 3 bulan lagi muncul berita kandas...." Belum sempat Bhina melanjutkan kata-katanya ia mendengar namanya dipanggil oleh seseorang..
"Bhiiiii, Abhiiiiii...." Seorang pria tampan dan bertubuh atletis melambaikan tangan ke arah Bhina..
"Maaaasss gilaaaaaaaaaang" Bhina berlari dan memeluk lelaki bernama Gilang tersebut...
Hati Satya yang baru saja gembira mendadak menjadi sakit melihat Bhina memeluk pria lain.. "Siapa sih itu dek??"
"Ihhh kakak ga denger apa gimana? Bhina aja tadi teriak panggil namanya..."
__ADS_1
'Iya tau.. Gilang itu siapanya Bhina???" Satya ingin tahu apakah Bhina memiliki hubungan khusus dengan Gilang atau tidak..
"Ciieee cemburu yaaaa... dijawab enggak ya enaknya" Shella sengaja membuat kakaknya penasaran dan ia sangat menikmati itu..
"Terserah!!!" Satya memutar bola matanya jengah.. Ia lebih memilih berjalan ke arah mereka lalu menarik Bhina ke dalam pelukannya..
"Hai Gilang, gue Satya calon suami Abhi" Bhina melongo mendengar Satya memperkenalkan dirinya sebagai calon suaminya.. Habis kejedot apa tuh kepalanya.. bisa-bisanya ngomong kayak gitu...
"Oh iya..ibu udah cerita tentang kamu tadi..katanya bulan depan kalian menikah ya.. Selamat yaa untuk kalian"
"Hmmm.. mas Gilang, masih ingat sama Shella ga?? Yang dulu aku ajak liburan ke Jogja" Ini adalah pengalihan pembicaraan pernikahan yang terdengar semakin lama semakin menyakitkan bagi Bhina..
"Ingat lah bhi, masa aku lupa sama kalian berdua yang selalu nyusahin aku.." Gelak tawa pun menyambut kata-kata Gilang dimana kejadian saat itu Bhina dan Shella jatuh ke sawah karena demi foto di tengah sawah... Bukannya foto yang di dapat malah adonan tanah yang menempel di seluruh tubuh dua gadis somplak kala itu..
Shella menghentikan tawanya dan berkata "Mas Gilang, kak Satya ini kakak aku.. Jadi Bhina besok nikahnya sama kakak aku"
"Waaahhh.. jodoh emang ga jauh-jauh ya ternyata.."
"Hmm.. Shell udahan kenapa sih lihatin mas Gilang.. ciiieeee naksir yaaa??" Bhina menangkap sinyal-sinyal cinta Shella yang jelas terpancar dari wajahnya..
"Lah kamu sendiri ngapain nempel terus sama kak Satya??" Shella ganti menyoroti calon pengantin yang masih berpelukan mesra..
"Kalau kita kan sebentar lagi emang menuju SAH... iya kan sayang??" Bhina tersenyum menggoda Satya..
Satya salah tingkah mendengar kata sayang yang diucapkan gadis somplak yang berada di pelukannya itu.. cantik bener sih lu bhi kalau senyum gitu..
__ADS_1
Gilang mengantar rombongan itu menuju hotel yang sudah dipesan oleh Satya.. Sepanjang perjalanan Gilang dan Satya banyak terlibat dalam obrolan mengenai bisnis.. Sedangkan Shella dan Bhina dengan hebohnya mengomentari pria-pria bule yang tampan sepanjang perjalanan yang mereka lihat.. Sesekali Satya melihat kaca spion untuk meyakinkan bahwa dirinya juga tak kalah tampan dari pria yang di puja-puja oleh dua gadis somplak itu...