Cinta Cuma-Cuma

Cinta Cuma-Cuma
CCC- Bab 45


__ADS_3

Seorang gadis dengan balutan gaun berwarna hitam dan lipstik berwarna merah menambah kesan seksi pada penampilannya saat itu. Ia berjalan dengan menggunakan sepatu hak tinggi dengan anggunnya, kulit putih dan mulusnya tak menampakkan bahwa ia seorang pekerja lapangan yang kadang harus terbakar teriknya sinar matahari ataupun lecet karena tak sengaja terjatuh..


Tap


Aldin tak bisa menghentikan tatapan kekagumannya tatkala melihat gadis itu berjalan keluar dari rumahnya untuk menghampirinya yang sedang bersandar di mobil sport hitam mewah yang merupakan salah satu koleksi mobil milik Darren tentunya.


"Cih! Apa kau sangat ingin melihatku sehingga kau sendiri yang datang menjemputku? Ingatkan aku untuk memarahi Darren karena telah berani memberikan alamat rumahku pada orang asing" Emily bersedekap dan membuang pandangannya ke sembarang arah, tak bisa ia pungkiri jika laki-laki dihadapannya itu sangat menawan dan membuat jantungnya serasa ingin melompat keluar..


"Aku bukan orang asing nona.. Aku adalah saudara dari istrinya Darren.. Dan lihatlah kenapa mukamu memerah? Apa kau gugup bertemu dengan pria tampan sepertiku?" Aldin sengaja berbisik di telinga Emily, membuat tubuh Emily menegang seketika..


"Kau terlalu muda untukku, carilah gadis seusiamu!" Emily mendorong tubuh Aldin dan segera masuk ke dalam mobil, Aldin tersenyum dan memutari mobilnya kemudian segera masuk ke bangku kemudi..


"Ternyata kau sangat pintar menebak usia em.. tapi bukankah usia tak bisa menjadi tolak ukur bukan?" Aldin mulai menyalakan mobilnya, Emily menatap rahang kokoh milik Aldin.. Aldin memang lebih muda darinya namun mengapa mampu membuat hatinya berdebar seperti genderang mau perang.. Bukankah ia menginginkan lelaki yang lebih dewasa darinya, Emily segera menggelengkan kepalanya mengenyahkan pikirannya tentang laki-laki di sebelahnya..


"Apa kau sedang memikirkanku honey?" Tebakan Aldin selalu saja tepat sasaran..


"Tidak.. untuk apa aku memikirkan pria sepertimu.."


"Karena kau adalah milikku"


"Apaa?? Sejak kapan?? Aku tak pernah mendengar pernyataanmu dan kau dengan seenak hati mengklaim bahwa aku milikmu? Apa kau sehat?"


"Sudahlah em, aku tahu kau juga jatuh hati padaku.. Apa susahnya untuk mengakui itu.. Dan satu lagi, aku tak butuh menyatakannya padamu,.. Aku hanya perlu menegaskan bahwa kau adalah milikku.."


"Sepertinya jiwamu terganggu" ejek Emily..


"Itu karena kau telah mengalihkan duniaku"


"Diamlah dan perhatikan jalan dengan baik, aku tak ingin merusak suasana hatiku di pesta Darren karenamu"

__ADS_1


"Ck! Kau sungguh membuatku tertantang nona dan aku suka itu.. Bagaimana jika kita langsung menikah malam ini?"


"Tutup mulutmu brengsek!!!"


"Hahaha.." Aldin tertawa renyah.. "Kau terlihat menggemaskan saat marah, selain Jasmine kembaranku kini aku memiliki wanita yang akan membuatku tergoda untuk semakin menggodanya" Aldin mengerling jenaka..


Emily tak lagi menjawabnya karena walaupun mulutnya menolak tapi hatinya berbunga-bunga saat Aldin menyatakan ia adalah miliknya..Sepertinya ia jatuh dalam pesona berondong muda yang menawan hati..


Sepuluh menit berlalu dan akhirnya mereka sampai di hotel bintang 5 milik Darren.. Emily berjalan masuk diikuti oleh Aldin di belakangnya, kedatangannya di sambut Jasmine dengan gembira.. Sama seperti Aldin, Jasmine juga jatuh cinta pada pandangan pertama pada Emily..


"Emily, kau cantik sekali" puji Jasmine dengan tulus..


"Tak ada yang lebih cantik daripada pengantin wanita malam hari ini Jasmine.. Kaulah ratunya" balas Emily sembari memberikan sebuah bingkisan untuk kedua pengantin itu..


"Dan kau adalah ratuku" ucap Aldin melewati Emily dan Jasmine, Jasmine melemparkan pandangannya bergantian ke arah keduanya lalu menarik tangan Aldin..


"Tidak!!! Aku bahkan tak pernah menyatakan cinta seperti yang dilakukan daddy dan juga suamimu"


"Lalu kenapa kau bilang dia adalah ratumu?"


"Aku tak perlu menyatakannya adikku.. Aku akan menegaskannya bahwa dia adalah milikku"


"woooww??? Kau sungguh memalukan Aldin!!!! Ingin sekali rasanya ku tenggelamkan wajah tampanmu itu jika tidak ingat bahwa kau adalah kembaranku.. Saat seperti ini aku menyesal kenapa memiliki kembaran sepertimu"


Aldin hanya menggidikkan bahunya dan bergabung di meja makan.."Maafkan Aldin, walaupun dia menyebalkan percayalah bahwa dia adalah lelaki yang penyayang em" Jasmine mengusap lengan Emily..


"Walaupun dia kembaranmu, aku tak suka jika kau meminta maaf untuknya.. Jangan pikirkan itu lagi, aku sudah sangat lapar.." Jasmine mengelus perutnya yang datar..


"Oh, maafkan aku yang terlalu antusias mengajakmu berbicara.. Mari kita bergabung dengan yang lainnya untuk makan malam" Jasmine menarik tangan emily..

__ADS_1


Melihat kedatangan Jasmine dan Emily, Darren segera menarikkan kursi untuk Jasmine.. Hal serupa juga dilakukan oleh Aldin untuk Emily membuat Emily menjadi canggung terlebih di hadapan kedua orang tua Jasmine dan Aldin yang menunjukkan ketertarikan oleh hal yang dilakukan Aldin.. Mereka segera memulai acara makan malam keluarga, tak ada tamu undangan dan pesta mewah karena Jasmine tak menginginkannya, ada suatu hal yang mengganjal pikirannya jika mengadakan sebuah pesta walaupun ia yakin harta Darren tak akan habis hanya untuk menggelar resepsi mewah ala Sultan..


Makan malam dilalui dengan canda dan tawa, Emily sangat bahagia berada di tengah-tengah keluarga itu.. Ia sangat merindukan kasih sayang kedua orangtua nya yang sudah lama tiada.. Tiba-tiba Aldin menarik piring Emily yang sejak tadi hanya disentuh tanpa dimakan dan mengganti dengan piring Aldin yang sudah ia potong-potong dagingnya.. Emily terkejut, maaf maksudnya semua orang terkejut dengan tindakan Aldin yang sangat manis itu..


"Ohh Aldin, aku tak menyangka kau begitu manis sekali" celoteh Jasmine..


"Aku bisa melakukannya untukmu" ucap Darren...


"Ck! Posesif" ejek Aldin


"Em, nanti pulangnya biar aku yang mengantarmu" ucap Darren..


"Mana bisa seperti itu dude.. Aku yang menjemputnya dan aku yang akan mengantarnya pulang.. Bukan begitu em?" Aldin melirik ke Emily..


"Ck! Posesif" balas Darren yang membuat semua orang tertawa terbahak-bahak.. Percayalah Emily sangat malu saat ini..


"Tentu saja, dia kan milikku" jawaban telak Aldin membuat semua orang menghentikan aktivitas makannya dan memandang Aldin seolah menuntut penjelasan dari ucapannya..


"Ck! Ayolah jangan berlebihan seperti itu" Aldin berdecak kesal namun semua orang masih sama menatapnya bahkan sekarang dengan tatapan intimidasi..


"Apa aku salah? Aku tak keberatan jika harus menikahinya malam ini juga" jawab Aldin santai..


"Bagaimana denganmu Emily? Apa kau menerima lamaran putraku?" Satya menyerukan suaranya..


"Hehehe.. putramu memiliki selera humor yang tinggi uncle.." Emily mencoba mengalihkan topik pembicaraan..


"Dia tak pernah seserius ini sebelumnya nak..aku rasa ia sudah menemukan orang yang tepat" tambah Bhina..


Emily hanya tersenyum canggung karena tak bisa lagi membalas perkataan keluarga pradipta itu sedangkan Aldin jangan ditanya lagi.. Ia sangat menikmati kegugupan Emily, berbeda dengan wajah garang yang ia tunjukkan saat berada di kantor polisi tadi siang..

__ADS_1


__ADS_2