Cinta Cuma-Cuma

Cinta Cuma-Cuma
CCC- Bab 81


__ADS_3

Pagi-pagi sekali Jasmine sudah mengantarkan Aldin ke rumah sakit untuk melakukan terapi...Jika bukan karena Jasmine mengancam tak akan peduli lagi dengannya maka ia tak mau menuruti wanita yang ia cintai setelah mommynya itu..


"Percayalah kau akan sembuh Al..." ucap Jasmine sembari mendorong kursi roda aldin..


"Harusnya kau tak perlu melakukan hal seperti ini.. Ini sangat merepotkanmu..." ujar Aldin malas..


"Aku senang dan tidak merasa direpotkan..."


"Lihatlah mommymu yang keras kepala itu sayang.. Dia menyebalkan..." ucap Aldin pada Angel yang berada di pangkuannya..


"Jangan mencari pembelaan dari putriku Al..Yang kita lakukan sudah benar..."


Aldin tak memperdulikannya dan lebih memilih bercanda dengan Angel hingga mereka tiba di depan ruang VIP yang sudah dipesan khusus oleh Jasmine..


"Kita sudah sampai.. Mari kita masuk.." Jasmine kembali mendorong kursi roda Aldin ke dalam yang disambut oleh salah seorang perawat..


"Selamat pagi Nyonya Wilson dan Tuan Pradipta..." sapa perawat itu dengan ramah.. Aldin hanya sekilas memandang tanpa berniat menjawabnya berbeda dengan Jasmine yang mengembangkan senyum di bibirnya lalu menjawab sapaan perawat tersebut "Selamat pagi apa dokter Max ada??"


"Maaf nyonya, mendadak dr max mendapat panggilan gawat darurat untuk segera melakukan operasi... Dia sangat menyesal tak bisa bertemu dengan nyonya dan tuan pagi ini.. Namun, dokter max sudah mempersiapkan seorang dokter muda yang sangat cerdas dan berpengalaman untuk Tuan Pradipta.. Apakah nyonya berkenan? Jika iya maka saya akan memintanya segera kemari.."


"Ya.. Tentu saja..." jawab Jasmine dengan segala keramahannya...


Perawat itu segera menghubungi dokter muda itu agar segera datang, tak lama berselang dokter itu masuk ke ruangan dan tersenyum hangat..


"Selamat pagi Nyonya Wilson dan Tuan Pradipta.." sapa dokter itu..


"Pagi... Jadi kau dokter muda itu??" tanya Jasmine sedangkan Aldin sibuk berinteraksi dengan Angel..


"Iya nyonya... Apakah sudah bisa kita mulai terapinya??" tanya dokter itu..


"Ohh baiklah... Silakan jika begitu.." Jasmine mendekat pada Aldin dan mengambil alih Angel darinya..


"Aku sedang bermain dengan putriku dan kau merebutnya..."


"Semakin cepat kau menyelesaikan terapimu maka akan semakin cepat pula kau akan bermain dengan Angel kembali.. Jangan menyusahkan dokter itu!!" Jasmine mengusap wajah Aldin dan menciumnya...

__ADS_1


Dokter muda itu tersenyum melihat kehangatan sebuah keluarga di depannya yang saling mendukung dan menyayangi satu sama lain.. Namun senyumnya mendadak pudar saat ia melihat benar-benar wajah Aldin.. Ia meremas jas putihnya, percayalah ia sangat gugup saat ini...


"Aku akan meninggalkannya sebentar, hubungi aku jika dia merepotkanmu..."


"Ba-baik nyonya..." jawab dokter muda itu tergagap karena melihat tatapan Aldin yang penuh dengan intimidasi..


Kini hanya tinggal Aldin dan dokter wanita itu yang berada di ruang terapi VIP..


"Dokter Felicia" ucap Aldin..


"Yaa.. Bagaimana Tuan bisa mengetahui nama saya padahal saya belum memperkenalkan diri.." jawab Feli dengan sangat gugup..


"Tentu saja dari name tag mu" jawab Aldin malas..


Felicia menatap name tag yang tersemat di jas putihnya dan merasa dia sangat bodoh seketika.. "Ahh, yaaa.. maafkan aku Tuan.. apa bisa kita mulai sekarang terapinya??"


Aldin mengangguk dan mengikuti semua instruksi dari Felicia.. Selama terapi, Felicia tidak mampu menatap wajah Aldin membuat Aldin menjadi bertanya-tanya dalam hati...


"Jadi kau seorang dokter?" tanya Aldin..


"Angkat kepalamu!!" perintah Aldin yang dijawab dengan gelengan kepala wanita itu..


"Angkat kepalamu ku bilang..." Aldin mengeraskan suaranya hingga membuat Feli tersentak dan mengangkat kepalanya...


"Apa jaminanmu tak akan lari dariku hah??"


"Aaakuuu tak memiliki apapun selain jiwa dan ragaku ini Tuan.. Dan aku merasa bersalah pada anak dan istri anda.."


"Apa urusannya dengan Jasmine dan Angel?? Yang ku bicarakan hanya kau dan aku.."


"Akh yaaa... Maafkan aku Tuan... Jadi apa kau bisa memberiku waktu untuk melakukan hal itu??" tanya Feli dengan sangat ragu-ragu..


"Mencoba membuat penawaran huh??"


"Bu-bukan begitu maksud saya.. Tapi Tuan, apakah saya boleh minta satu hal??"

__ADS_1


"Apa itu??" Aldin mengernyitkan dahinya..


"Apakah Tuan bisa menikahi saya??"


Mata Aldin membelalak saat mengetahui permintaan gadis di hadapannya itu.. Namun dengan segera gadis itu menyela..


"Maaf Tuan, saya tidak bermaksud apa-apa.. Saya tidak menginginkan harta Tuan dan juga nama belakang Tuan.. Hanya saja saya tidak mau menambah daftar dosa saya..." Feli tertunduk lesu..


"Siang ini juga kita menikah" jawaban telak Aldin ini langsung membuat Feli tidak percaya.. Bagaimana bisa Aldin menyanggupi permintaannya tanpa memikirkan anak dan istrinya yang begitu menyayanginya.. Dan buruknya, siang ini juga mereka akan melangsungkan pernikahan..


Aldin mengambil ponselnya dan menghubungi Jasmine untuk tidak menjemputnya.. Selesai terapi, ia mengajak Feli ke kantor catatan sipil.. Sungguh aneh, di keluarga Pradipta yang sangat kaya raya itu tak pernah terjadi yang namanya pernikahan mewah dari mulai Satya, Jasmine dan kini Aldin.. Apakah ini sebuah kutukan atau bagaimana, mereka menikah dengan cara yang unik...


Tak ada gaun pernikahan maupun riasan wajah yang mengagumkan, yang ada hanya tanda tangan di surat pernikahan... Kini Felicia sudah resmi menjadi istri Aldin, Otak cerdas nya terus saja bekerja kenapa Aldin mau melakukan hal seperti ini...


Setelah menyelesaikan keperluan administrasi, Aldin mengajak Feli ke sebuah apartemen mewah miliknya...


"Apa Tuan tinggal di sini??" tanya Feli sembari memandangi apartemen mewah Aldin..


"Ya dan kau juga..."


"Apa Tuan bilang???"


"Kau tinggal di sini.. Bukankah kita sudah menikah hah??".


"ma-maksud saya, bagaimana dengan nyonya Jasmine???"


"Aku sudah berbicara dengannya jika akan tinggal di sini.."


Feli hanya berpikir mengapa Jasmine dengan mudah mengizinkan suaminya tinggal di apartemen dengan kondisinya yang seperti ini..


"Aku bilang kau tinggal bersamaku makanya ia setuju" ujar Aldin yang seolah mengetahui jalan pikirannya...


Feli semakin bingung mengapa Jasmine tak keberatan jika suaminya tinggal satu atap dengan wanita lain yang sekarang menjadi istrinya juga..


"Ohh Tuhan.. aku sekarang sudah menjadi pelakor..." batin Feli menjerit...

__ADS_1


Dia tak bisa membayangkan bagaimana hidupnya setelah ini, dalam hati ia mengumpat dirinya sendiri yang telah lancang menjadi wanita simpanan... Sementara itu ia sangat merasa bersalah pada Angel...


__ADS_2