Cinta Cuma-Cuma

Cinta Cuma-Cuma
CCC- Bab 72


__ADS_3

Malam hari di kediaman Jasmine,


Ellena sedang bermain dengan Angel yang duduk di baby chair, sedangkan Jasmine sibuk menghidangkan hasil masakannya...


"Woooww,, hari ini lo masak banyak banget.. Enak-enak pula... Buat siapa??" Ellena takjub dengan meja makan yang penuh dengan hidangan..


"Buat kita, gue gabut el.. Makanya gue masak buat ngisi waktu.."


"Lo galau ya habis ketemu kak Darren??"


"Ish.. apaan sih.. Suka ngawur lo kalau ngomong.."


"Lo ga mau cerita yang sebenarnya ke kak Darren??"


"GAK!!!! Awas lo sampe cerita-cerita.,"


Sejak mereka berdua pergi meninggalkan Indonesia, jika sedang berdua mereka selalu berbicara dengan bahasa Indonesia dan sebutan lo gue untuk mengobati rasa rindunya terhadap negara kelahirannya..


Ting Tong..


Suara bel rumah Jasmine berbunyi membuat Jasmine dan Ellena menjadi waspada.. Biasanya Edward jika datang selalu saja langsung masuk karena ia mengetahui password rumahnya.. Mereka juga tak pernah mendapatkan tamu karena rumah mereka jauh dari hunian yang lain, bisa dibilang rumah Jasmine adalah surga tersembunyi..


Ellena dan Jasmine segera mengambil senjatanya dan Jasmine menggendong Angel.. Ellena membuka pintu dan keduanya kompak menodongkan senjata tepat di wajah para tamunya..


"Wooi ini kita.. kita bukan penjahat"


"Maaf aku kira ada beruang bertamu malam-malam begini" ucap Ellena..


"Apa di sini banyak binatang buas??" Mike segera menutup pintu rapat-rapat dan melompat ke pelukan Ellena..


"Cih!! Modus.." Jasmine merotasikan bola matanya membuat Darren mengacak rambut nya sepeti yang dulu ia sering lakukan kepada Jasmine..


"Haaii malaikat kecilku.. aku merindukanmu..." ucap Darren..


"Da-ddy" Angel tertawa terbahak-bahak


"Apa kau ketakutan tadi saat mommy mu bermain-main dengan pistol?? Seorang malaikat kecil tak pantas melihat hal seperti itu"


"Malaikat baik hati pun harus di latih menjadi malaikat pencabut nyawa jika mendapatkan tamu yang meresahkan seperti kalian" sinis Jasmine..


"Oh sayang.. Aku ragu jika kau adalah putri dari Jasmine.. Kau lebih cocok jadi putriku.."


"Berhenti mengejekku kakak.. apa yang sedang kalian lakukan di sini??"

__ADS_1


"Kami hanya berjalan-jalan" Darren menggidikkan bahunya..


"Apa kalian sehat berjalan-jalan di tengah hutan??"


"Tentu saja dan kami tidak sengaja lewat depan rumahmu.. Alangkah baiknya untuk mampir demi menjaga silaturahmi..."


Jasmine mencibik kesal, dia mengambil alih putrinya dan membawanya ke meja makan kemudian mengambilkan makan malam untuk Angel.. Namun piring Angel ditarik oleh Darren "Biarkan aku yang melakukannya.." pinta Darren..


Jasmine diam saja ketika Darren mengambil piring Angel dan dengan telaten menyuapinya sama seperti dulu saat ia yang selalu menyuapi Jasmine sejak kecil..


"Kau lucu sekali, pipimu sangat chubby seperti mommymu waktu kecil.." Darren mencubit gemas pipi gembul milik Darren.. Ucapan Darren barusan membuat Jasmine tersedak saat mendengarnya..


"Hati-hati..." Edward tiba-tiba muncul dan mengambilkan segelas air untuk Jasmine, setelah itu mencium pipi Jasmine dan memeluknya..


"Kau baru datang? Sendiri?" Jasmine tampak melihat ke arah pintu..


"Aku bersama seseorang tapi ia enggan turun dari mobil.. sepertinya ia sedang marah padaku.."


"Jangan keterlaluan ed.."


"Aku akan menemuinya setelah ini.. Aku sangat merindukan putriku Angel.."


Darren meletakkan piring milik Angel dan melihat bagaimana Angel menyebut Edward dengan sebutan Daddy.. Mereka terlihat sangat dekat dan Darren menyimpulkan bahwa Edward adalah suami dari Jasmine..


"Ya.. aku sudah lama tak berjumpa dengan Jasmine jadi aku memutuskan untuk kemari.. Apa kau merasa keberatan??"


Edward mengernyitkan dahinya "Tentu saja tidak, kau bisa datang kemari kapanpun kau mau asal Jasmine tak mengusirmu.." Edward terkekeh setelah mengucapkannya...


"Kembalikan Angel padaku.. Dia sudah mengantuk, aku akan menidurkan nya.." Jasmine mengambil alih Angel dan masuk ke dalam kamarnya..


"Silakan menikmati makan malam kalian, maaf aku harus ke mobil sebentar" Edward berpamitan pada semua..


Entah mengapa kedatangan Edward membuat Darren menjadi sangat sedih.. Ia butuh angin segar dan memutuskan untuk berjalan-jalan di sekitar rumah Jasmine.. Namun ketika ia berjalan ke taman tiba-tiba ia melihat Edward berciuman dengan seorang wanita di dalam mobil.. Melihat hal ini Darren sangat marah dan ia langsung memaksa Edward keluar dari mobil lalu menghadiahinya dengan beberapa bogeman..


"Kau sudah memiliki Jasmine dan Angel.. Kenapa kau melakukan hal ini padanya huh??"


"Apa maksudmu dude?" ucap Edward sembari menyapu darah yang ada di sudut bibirnya..


"Pergi dari kehidupan Jasmine jika kau masih ingin bersama wanita itu" Darren kembali masuk ke rumah dengan amarah yang masih membara, sampai di ruang tamu Darren menarik tangan Jasmine hingga Jasmine harus berdiri menatap Darren..


"Apa yang kau lakukan di sini hemm??"


Jasmine tampak kebingungan dengan pertanyaan Darren "Aku hanya mengobrol dengan Mike dan juga Ellena.."

__ADS_1


"Apa kau tidak tahu jika di luar sana Edward sedang bersama..."


"Xena??"


"Kau mengenal wanita itu??"


"Ya tentu saja.."


"Bagaimana bisa kau menjalin hubungan dengan pria seperti itu Jasmine??"


"Edward?? Ada apa dengannya??" Jasmine mengernyitkan dahinya..


"Dia berciuman dengan Xena.. Bagaimana bisa dia melakukan ini disaat dia sudah memilikimu dan juga Angel?"


"Karena Edward bukan suamiku dan mereka berdua memang berpacaran.."


"Apa?? Jadi siapa ayah Angel?? Dimana dia?? Apa dia tak mengkhawatirkan Angel yang baru saja dilemparkan dari lantai atas??"


"Elvano sudah tiada.." Sahut Edward


Dengan cepat Jasmine menoleh ke arah Edward dan menatap Edward agar tak menceritakan hal yang sebenarnya..


"Maafkan aku kakak.. Akulah yang mengundang Darren dengan alasan kerja sama.." Edward mengiba..


"Hentikan Ed.." air mata Jasmine terjatuh kali ini..


"Ceritakan semuanya..." perintah Darren..


"Jasmine dan Elvano menjalani kehidupan yang sangat bahagia.. Baginya Jasmine adalah hidupnya dan kebahagiaan Jasmine adalah prioritasnya.. Mereka hidup bahagia dan memiliki seorang putri bernama Angel.. Saat Angel berusia satu bulan, kami semua berusaha mengeluarkan chip yang ada pada tubuh Jasmine.. Tapi Sonia tiba-tiba muncul untuk membunuh Jasmine namun Elvano memeluknya hingga peluru menembus jantung Elvano.. Elvano ingin Jasmine tetap hidup dan bahagia, di saat terakhir hidupnya Elvano memintaku untuk menyatukanmu dan Jasmine.. Elvano hanya percaya kau yang bisa membahagiakan Jasmine dan Angel..."


"Princess.." Lirih Darren


"Jangan mengasihaniku kakak!!! Aku bisa menjaga Angel dan yaa aku bahagia memiliki Angel.."


Darren menangkup wajah Jasmine yang sudah sembab "Aku mencintaimu.. mencintaimu.. Sampai kapanpun aku mencintaimu.. Aku tak menginginkan wanita lain selain dirimu..."


Jasmine memalingkan wajahnya "Maaf aku tidak bisa.."


"Jangan bohongi perasaanmu Jasmine" ucap Ellena..


"Aku mengantuk, jika urusan kalian sudah selesai silakan untuk meninggalkan rumahku.."


"Aku akan bermalam di sini" pinta Darren..

__ADS_1


Jasmine mengacuhkannya lalu meninggalkan semua orang ke kamar.. Jasmine mengunci pintunya rapat-rapat kemudian membaringkan tubuhnya di samping Angel..


__ADS_2