Cinta Cuma-Cuma

Cinta Cuma-Cuma
CCC- Bab 51


__ADS_3

"I love you Darren" Jasmine berbisik di telinga suaminya yang masih terpejam..


"I love you more Jasmine" jawab Darren dengan senyum merekah di wajahnya tanpa membuka matanya.. Itu artinya Darren sedang berpura-pura tidur saja dan menunggu apa yang akan dilakukan istrinya..


Mendengar pernyataan tulus dari istrinya, hatinya menghangat dan ia merasa sangat bahagia.. Bukannya bangun, Jasmine malah mengeratkan pelukannya.. Jika seperti ini terus bisa-bisa mereka melewatkan sarapan sekaligus makan siangnya karena Darren tak tahan melihat istrinya yang menggemaskan itu..


"Bangun sayang, aku lapar" rengek Jasmine..


"Apa kau tak tahu kalau adik kecilku sudah bangun dari tadi dan belum mau tidur lagi.. Bahkan aku siap untuk memakanmu"


"Hiiiisss, bukan itu maksudku.. ayolah aku perlu banyak makan..aku sangat lapar"


"Kenapa akhir-akhir ini makanmu banyak? Selera makanmu juga berubah, aku perhatikan kau lebih suka makanan berlemak akhir-akhir ini..bukannya dulu kau anti dengan makanan itu karena bisa membuatmu gemuk?"


"Entahlah, aku hanya ingin memakannya dan aku sangat kecewa jika tak bisa menikmatinya.. Dan untuk apa aku khawatir dengan berat badanku, aku sudah sold out.."


Darren tergelak mendengar penuturan istrinya, ia segera bangun dan mengacak rambut Jasmine lalu segera mandi sebelum ia meminta sarapan hot dari istrinya...


.


.


.


Berbeda dengan ellena yang wajahnya merona merah ketika melihat Mike yang masih tertidur di sofa, semalam mereka banyak menghabiskan waktu untuk bercerita satu dengan yang lain sembari menunggu Emily yang tak kunjung kembali.. Karena Ellena sudah sangat mengantuk dan Mike tak tega meninggalkan wanita itu sendirian makanya Mike memutuskan untuk menemani Ellena..


Sedangkan Emily yang mulai terbangun dari tidurnya langsung tersentak tatkala melihat tubuh polosnya hanya di balutkan oleh selimut.. Semua pakaiannya sudah berserakan di lantai, dengan cepat ia mencari sosok yang ada dalam pikirannya.. Tak ada seorang pun di kamar itu namun ada suara gemericik air dari dalam kamar mandi.. Emily segera memakai seluruh pakaiannya dengan segera sebelum orang itu keluar dari kamar mandi.. Emily yang sudah mengenakan pakaiannya dengan lengkap bertepatan dengan Aldin yang keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada dan rambut yang masih basah.. Percayalah Aldin terlihat lebih sexy dan tampan dalam mode ini, bahkan Emily tak bisa menolak pesonanya.. Ia segera mengembalikan kesadarannya saat itu lalu melempar Aldin dengan vas bunga yang ada di samping tempat tidur namun dengan cepat Aldin menangkis nya..

__ADS_1


"Brengsek, apa yang kau lakukan padaku semalam haa?"


"Aku tak melakukan apapun, harusnya kau berterima kasih padaku karena jika aku tak berada di sana mungkin saja pagi ini kau sudah terbangun bersama pria asing"


"Cih!! Kau sama saja dengan laki-laki di luar sana yang hanya memanfaatkan wanita saat sedang mabuk dan kau mengambil kesempatan dari hal itu!!"


"Apa aku seburuk itu?"


"Ya!! Kau harusnya tak melakukannya jika kau memang pria baik-baik"


"Aku memang tak melakukannya.. Apakah kemaluanmu terasa sakit nona?? Jika aku melakukannya maka aku akan membuatmu tak bisa berjalan pagi ini..." Aldin melirik ke bawah dan Emily mengikuti arah mata Aldin..


'Benar juga, aku tak merasakan intiku sakit, apa dia benar-benar tak melakukannya? Aaahhh tapi tetap saja ia sudah melihat tubuh polosku' Emily menggigit bibir bawahnya


Seakan tahu apa yang dipikirkan oleh wanita di hadapannya, Aldin segera menjawab "Kau sendiri yang membuka bajumu dan menggodaku nona.. Untung saja imanku sangat kuat sehingga aku bisa menolak ajakanmu saat mabuk.. Namun jika kau mengajakku dengan sadar tentu saja aku tak akan menolaknya.. Untuk pernyataan cintamu semalam, aku sangat menyukainya.. Sungguh aku tak berkeberatan jika harus menikahimu hari ini juga jika kau menuntut pertanggungjawaban dariku karena sudah melihat tubuh polosmu"


"A-apa yang sudah ku katakan padamu semalam?" Jantung emily berdegup lebih keras, wajahnya merona saat ini..


"A-aku aku mabuk dan aku tak sadar jangan anggap semua itu serius!!"


"Baiklah, aku akan melupakannya jika begitu" Dengan santainya Aldin berbalik badan dan memakai kaos meninggalkan emily yang masih terdiam karena sibuk dengan segala pemikirannya..


Mengapa emily menyesali perkataannya barusan, bukankah ia memang benar mencintai saudara kembar Jasmine itu.. Kenapa ia harus berbohong untuk menutupi perasaannya jika Aldin pun dengan terang-terangan mengakui perasaannya... Namun untuk mengatakan yang sebenarnya ia sangat gengsi.. Hatinya menjerit kali ini karena kebodohannya..


"Mengapa masih diam saja di tempatmu, segeralah mandi dan ku tunggu di bawah untuk sarapan bersama dengan yang lainnya"


Emily tersadar dari lamunannya dan hanya mengangguk patuh menuju kamar mandi, Aldin segera menuju restauran untuk mengisi perutnya pagi ini setelah semalam bekerja keras dengan sabun tentunya.. "Ck, menggelikan!!" Aldin berdecak kesal jika mengingat momen semalam dimana ia harus menjadikan sabun sebagai partnernya...

__ADS_1


Selesai mandi, Emily tak melihat sosok Aldin ada di kamarnya, itu artinya Aldin sudah meninggalkannya lebih dahulu.. Entah apa yang di inginkan hatinya, saat dekat dengan pria itu Emily selalu mengusirnya, saat pria itu pergi Emily sangat merindukannya.. Dasar hati tak tahu diri.. Umpat Emily dalam hati.. Hatinya menginginkan lebih tapi mulutnya selalu saja melakukan hal yang tak sesuai dengan apa yang hatinya rasakan.. Bukankah saat ini ia terlihat seperti seorang wanita yang munafik.. Astaga, ia sangat membenci hal ini..


"Memangnya siapa dia sehingga aku jatuh cinta padanya??" gumam Emily


Sudah cukup lama Emily sibuk dengan pikirannya sendiri hingga ponselnya berdering.. Dari siapa jika bukan dari pria yang sudah melihat tubuh polosnya semalam..


"Hallo"


"Hallo, semua sudah menunggumu untuk sarapan...apa kau ingin ku bawakan sarapan ke kamarmu?? "


"Tidak, aku akan segera turun.." Emily memutuskan panggilannya dan segera menuju restauran.. Semua sudah berkumpul di sana untuk menikmati sarapan..


"Hai, maaf jika kalian sudah menunggu lama" sapa Emily dengan ramah..


"Tak masalah em, apa kau baik-baik saja? Aldin berkata jika kau sedang tidak enak badan?" tanya Jasmine..


"Aahh iya, aku hanya sedikit pusing saja tapi itu tak jadi masalah untukku.. Mari kita segera sarapan dan ada apa dengan sarapan pagi ini?" Emily memperhatikan menu makanan yang lebih cocok di santap sebagai makan siang ataupun makan malam karena semua jenis masakan berlemak ada di sana..


"Istriku yang menginginkannya dan aku hanya mengabulkannya" ucap Darren


"Kalian memang pasangan yang sangat manis" Puji Emily..


"Aku bahkan bisa melakukan hal yang sama jika kau mau" ucap Aldin dengan santai..


"Sepertinya kembaranmu sangat PD dan kau seperti seseorang yang sedang hamil Jasmine, ingin memakan segalanya"


Darren tersentak dengan pernyataan Emily barusan, apa mungkin yang dikatakan Emily benar? Melihat perubahan pada istrinya...

__ADS_1


"Aku tak merasa seperti itu em, sepertinya aku terlalu bahagia karena menikah dengan Darren sehingga kini aku tak perlu diet lagi.. Aku baru sadar jika semua makanan yang dulunya pantang sekali ku makan ini sungguh sangat lezat"


Ah, pernyataan Jasmine selanjutnya membuat Darren kembali kepada fakta yang memang sekarang Jasmine tak melakukan diet lagi untuk menjaga berat badannya..


__ADS_2