
Elvano melepaskan pelukan Jasmine dan berbalik badan, keduanya saling bertatapan.. Menyadari tindakannya yang berlebihan, Jasmine tersenyum dan meminta maaf karena sudah lancang memeluk Elvano kemudian menjauhkan badannya namun dengan segera Elvano menariknya ke dalam pelukannya..
"Tak perlu meminta maaf, kau boleh memelukku sebanyak yang kau mau dan kau bisa kembali jika kau merindukan keluargamu Jasmine.. Mereka pasti juga sangat merindukanmu" Elvano mencium puncak kepala Jasmine dengan penuh kasih sayang..
"Saat ini, menjauh adalah keputusan yang paling tepat dan aku ingin bersamamu jika kau tak keberatan dengan keberadaanku El"
"Tentu saja tidak, aku bahkan tak dianggap anak oleh mommy jika tak bisa membawamu pulang.. Ku rasa keluargaku sudah jatuh hati pada pesonamu.."
"Ahh yaaaa... sama sepertimu bukan?? Terima kasih untuk cinta kalian untukku.."
"Jasmine.. "
"Hemmm.. "
"Berjanjilah untuk selalu bernafas walau bukan untukku, aku bisa menjauh darimu seperti yang ku lakukan dulu...Melihatmu dalam kondisi koma seperti kemarin membuatku sangat hancur.. Ku mohon kali ini berjuanglah untuk mengeluarkan chip itu.. Tak penting kau tak mencintaiku namun tetaplah bernafas dan hiduplah dengan bahagia"
Jasmine mendongak dan menangkup wajah Elvano "Terima kasih untuk pengorbananmu Elvano, aku mau mengeluarkan chip itu untuk mu dan jika aku selamat nanti berjanjilah untuk selalu bersamaku"
"Aku janji..."
Keduanya saling tersenyum dan kembali berpelukan..
"Apa kau memiliki kekasih el?? Aku takut dia salah paham dengan keberadaanku??"
'Hadeeeehhh, kenapa ini bocah merusak kebahagiaanku dengan membahas wanita lain... Apa dia masih belum mengerti jika aku sangat mencintainya, aku bahkan tak menginginkan wanita lain selain dirinya... Pertanyaannya barusan sungguh merusak moodku' batin Elvano
"El??"
"Ahh.. tidak.. aku tidak memiliki kekasih.. Pergilah mandi aku akan menyelesaikan ini dulu"
Jasmine mengangguk dan menuju kamar mandi yang ada di kamar Elvano karena apartemen itu hanya memiliki satu kamar yang besar dan juga mewah.. Jasmine berendam di dalam bathup untuk beberapa saat, untuk sejenak ia merilekskan badannya karena sedikit kelelahan.. Setelah puas berendam, ia segera bangkit namun ia melupakan satu hal... Ia pergi dari rumah tanpa membawa baju kecuali yang dipakainya... Jasmine menggaruk tengkuknya yang tidak gatal lalu menuju walk in closet milik Elvano.. Terpaksa ia harus memakai kemeja Elvano yang kebesaran di tubuhnya..
Jasmine keluar menuju tempat makan, Elvano yang sedang menunggunya pun susah payah menelan salivanya...
__ADS_1
'Sial.. kenapa dia memakai baju kebesaran dan memperlihatkan kakinya yang mungil itu...' Elvano mengerang dalam hati...
"Kau memakai bajuku??"
"Aku tak punya baju.. Apa tidak boleh aku meminjamnya? "
"Astagaa.. aku melupakan hal itu... Baiklah akan ku perintahkan asisten pribadiku untuk menyiapkan segala keperluanmu"
Elvano segera pergi mandi dengan cepat kemudian memakai kaos putih dan celana pendek.. Ia segera menemui Jasmine setelah mandi untuk makan malam, ia tak ingin Jasmine menunggunya terlalu lama..
"Kenapa kau tak makan duluan saja hemm??"
"Aku ingin makan berdua denganmu"
Jasmine mengambilkan piring dan makanan untuk Elvano seperti yang biasa dilakukan mommy nya kepada daddynya..
"Apa segini terlalu banyak untukmu??" Jasmine memperlihatkan porsi yang ia ambil untuk Elvano..
"Itu untukku??"
"Aku.. aku aku akan menghabiskan semua yang kau ambilkan untukku" Elvano tak percaya ini, Jasmine melayaninya seperti suaminya sendiri.. Setelah itu Jasmine mengambil piring untuknya, ia mengambil makanan yang dimasak oleh Elvano dan segera menyantapnya...
"Hmmm... ini lezat sekali.. Aku tak tahu jika kau sangat pandai memasak... Kau seperti seorang chef, ini sungguh enak.. Katakan padaku bagaimana kau bisa melakukannya?? Aku malu karena tak bisa memasak.."
"Apa kau menyukainya??"
Jasmine hanya mengangguk sembari memperhatikan makanannya dan tak berhenti memasukkan makanan ke dalam mulutnya..
"Apa kau senang dengan pria yang pandai memasak??"
"Ya.. kesejahteraan perutku tak akan diragukan jika aku memiliki pria yang pandai memasak sepertimu"
"Hahahaha... kenapa kau sangat lucu.." Elvano memperhatikan cara Jasmine makan yang sangat lahap..
__ADS_1
"Apanya yang lucu?? Apa tidak bisa memasak itu lucu el?? Jika begitu sebaiknya aku menikah dengan seorang chef"
"Apa kau mau menerimaku jika aku menjadi seorang chef???"
"Uhuuuuukkk.." Jasmine tersedak hingga terbatuk-batuk mendengar pertanyaan terakhir Elvano... Elvano dengan cepat mengambilkannya air putih.. Setelah merasa lebih baik Jasmine sengaja berdehem untuk menetralkan suasana..
"Maaf aku suka terbawa perasaan dan melupakan janjiku Jasmine... lupakan soal tadi"
"Sejak tadi ku perhatikan kau tak menyentuh makananmu El.. aku ingin membicarakan suatu hal denganmu tapi kau harus mengisi perutmu terlebih dahulu sebelum kita bicara"
"Apa sesuatu yang buruk akan terjadi???" Elvano merasa sangat panik sedangkan Jasmine hanya menggidikkan bahunya.. Jasmine menarik piring milik Elvano dan mulai menyendokkan makanan kepada Elvano.. Elvano melahapnya hingga habis, bahkan ia meminta tambah hingga semua makanan ia habiskan karena ini baru pertama kalinya Jasmine menyuapi nya...
"Selesai... Anak pintar" Jasmine mengacak rambut Elvano seperti seorang anak kecil..
"Jasmine, apa yang ingin kau katakan??" Elvano menggenggam tangan Jasmine bahkan tangannya ikut berkeringat karena gugup..
"Hmm.. aku ingin menikah denganmu besok pagi" ujar Jasmine
"APAAAA???" Elvano terkejut tak percaya
"Aku tahu permintaanku ini berlebihan tapi aku ingin.... ahh lupakan... sepertinya ini konyol" Jasmine merotasikan matanya..
"Aku setuju, besok pagi kita akan menikah"
"Elvano??? Bagaimana dengan keluargamu??"
"Mereka.. jangan tanya lagi... mereka pasti sangat bahagia.. percayalah..."
"Karena aku sangat mencintaimu Jasmine, aku hampir mati karena tak bisa bernafas saat kau mengajakku menikah.. Ini seperti mimpi.."
"Tapi maukah kita membangun semua ini dari awal?? Aku tahu ini tak adil bagimu, mungkin aku belum bisa menjadi istri yang sesungguhnya untukmu.. tapi aku mau belajar, bagaimana jika kita berpacaran dulu setelah menikah???"
"Tentu saja, aku akan dengan sabar menunggumu hingga kau benar-benar siap kumiliki seutuhnya..." Elvano merengkuh tubuh mungil wanitanya dan memeluknya, menghirup aroma tubuhnya yang menenangkan...
__ADS_1
Keduanya terhanyut dalam suasana yang romantis dengan saling berpelukan... Jasmine menyerahkan kebahagiaannya di tangan Elvano, lelaki yang pernah ia kecewakan namun tetap mencintainya... Ia menutup kisah masa lalunya dan menukarnya dengan kebahagiaan bersama Elvano, walaupun ia masih mencintai Darren.. Jasmine akan melupakan semua kisahnya, mulai hari ini hanya akan ada Elvano baginya..