
Seringai mentari pagi ini seperti secercah cahaya terang di hidup Darren setelah ia kembali memiliki Jasmine.. Ia berjanji akan selalu memuliakan Jasmine dalam hidupnya dan tak akan membuat kesalahan yang mampu membuat Jasmine pergi lagi... Itu semua sudah cukup membuat Darren hancur... Hatinya sudah sepenuhnya milik Jasmine dan tak ada tempat bagi wanita lain..
"Kau milikku.. Selamanya.." Darren menghadiahi Jasmine dengan ciuman bertubi-tubi di wajahnya.. Ia tahu ini akan mengganggu tidur istrinya tapi tetap saja Darren tak bisa menahannya..
Jasmine menggeliat dan perlahan membuka matanya kemudian tersenyum "Apakah kau sedang mengagumi kecantikanku??"
"Lebih dari itu.. Aku menggilaimu... Apapun yang terjadi nanti tetaplah bersamaku... Jangan pergi lagi karna jika itu terjadi aku tak yakin apakah Tuhan akan berbaik hati mempertemukan kita kembali.. Aku mohon.." Darren memohon dengan menyatukan kedua tangannya...
"Ceritakan bagaimana pernikahanmu dengan Sonia??"
"Bisa-bisanya kau membicarakan dia... Aku sama sekali tak pernah menikah dengannya.."
"Apa kau menyentuhnya?" Jasmine semakin mengintimidasi
"Ck.. Aku hanya pernah menyentuh seorang wanita bernama Jasmine Pradipta.. Selebihnya aku tak berniat pada wanita manapun selain dirinya... Aku sangat mencintainya..."
Jasmine terdiam sesaat dan larut dalam pemikirannya hingga Darren berdehem untuk menyadarkan Jasmine dari lamunannya..
"Ehm.. apa kakak tak menyesal menikah denganku?? Kau bisa mendapatkan wanita yang lebih baik dariku bukan??"
"Peduli apa aku dengan mereka... Hanya kau yang ku inginkan... Sekarang kau adalah milikku, itu saja sudah cukup bagiku"
"Aku sudah memiliki Angel, putri dari Elvano...." Jasmine menghentikan kalimatnya..
__ADS_1
"Dia putriku walaupun darahku tak mengalir dalam tubuhnya.... Kita akan merawat dan membesarkan Angel bersama-sama...."
"Sungguh??" Jasmine mencoba mencari kebohongan di mata suaminya namun sama sekali ia tak menemukannya... Jasmine menghambur ke pelukan sang suami, ia sangat bahagia Darren tak hanya mencintai dirinya tapi juga putrinya...
Mereka saling berpelukan untuk menumpahkan segala rasa rindu yang selama ini menyiksa.. Darren yang terkenal dingin dan irit berbicara namun menawan di kalangan para wanita yang mengaguminya pun menjadi bucin jika sudah dihadapkan pada Jasmine.. Jasmine menjauhkan dirinya dan hendak berlalu dari hadapan suaminya pun langsung saja dihadang..
"Mau kemana??" Tanya Darren sembari menatap lekat manik mata istrinya bahkan hidung mereka saling bersentuhan.. Jasmine memejamkan matanya merasakan hidungnya saling bergesekan dengan hidung Darren..
"Aku ingin mandi.. apa kau mau ikut?" jawab Jasmine yang berbicara dengan jarak bibir yang hanya tinggal satu centi saja dari bibir Darren... Bahkan Jasmine dapat merasakan hembusan nafas suaminya yang sedikit lebih cepat..
"Aku suka caramu menggodaku honey..." Darren semakin merapatkan tubuhnya dan mengikis jarak diantara keduanya membuat sudut bibir Jasmine sedikit tertarik ke atas..
"Aku hanya bercanda sayang..." Jawab Jasmine dengan tatapan menggoda bahkan tangannya sudah melingkar di leher suaminya...
"Lebih berisi! 38B aku menyukainya..."
"Enyahkan pikiran liarmu itu Darren Wilson" Jasmine merotasikan bola matanya dan Darren pun tergelak saat mendengar kata liar dari mulut Istrinya..
"Liar?? Aku tak bisa menahan diriku jika itu tentangmu...Tapi lupakan itu, aku tak ingin memaksamu... Kau masih terlalu lelah untuk ini semua...Akan ku bantu kau untuk menggosok punggungmu kali ini.. Tapi esok aku tak akan melepaskanmu singa betina ku..."
Kemesraan yang baru saja dimulai ini harus segera berakhir karena panggilan masuk dari Ellena yang membuat Jasmine menangis sejadi-jadinya.. Darren segera membawa Jasmine ke dalam pelukannya untuk menenangkannya walaupun ia juga sama hancurnya dengan Jasmine...
Jasmine hanya rapuh di hadapan suaminya saja dan sama sekali tak menunjukkan kehancurannya dihadapan kedua orang tuanya yang lebih hancur perasaannya saat ini.. Jasmine sekuat tenaga menuntun mommynya yang bahkan tak kuat memijakkan kakinya.. Kakinya terlalu lemas saat mendengar berita dari Ellena... Jasmine tetap dengan ketenangannya karna sebelumnya ia sudah menumpahkan segala kesedihannya pada Darren..
__ADS_1
Para dokter yang merawat Aldin segera menghadap Jasmine dan memberitahu jika hidup Aldin hanya bergantung alat saja.. Seketika emosi Jasmine memuncak, dia tak segan-segan menarik kerah dari satu dari dokter itu, membuat Darren, Mike dan Ellena mencoba untuk menghentikannya sebelum Jasmine berbuat lebih nekat karena sedang emosi..
"Kau adalah seorang dokter dan bukan Tuhan yang mengatur hidup manusia.. Mulai hari ini aku tak mau mendengar perkataan seperti itu lagi di rumah sakit ini... Tugas kalian berusaha!!!! Dan kuperintahkan kalian semua untuk mencari dokter terbaik walaupun sampai ke ujung dunia sekalipun kalian harus menemukannya.. Aku ingin rumah sakit ini menjadi rumah sakit terbaik dan bisa menyelamatkan banyak orang.... Untuk kakakku, jangan lagi kau berbicara lancang seperti itu lagi!!!!" Jasmine semakin menarik kerah dokter itu hingga ia merasa ketakutan pada Jasmine yang terlihat sangat marah.. Beruntung ada Darren yang berhasil menenangkannya...
"Sayang...." panggil Darren dengan lembut, ia tahu bahwa wanitanya saat ini sedang rapuh dan sangat putus asa.. Air mata yang sejak tadi ditahan oleh Jasmine pun kini harus berjatuhan dari manik indahnya..
"Dia keterlaluan..Apa dia akan meninggalkanku??" Jasmine memukul dada bidang suaminya...
"Dia pasti akan bangun...kita akan merawatnya sampai dia lelah tertidur..." Jasmine hanya mengangguk pasrah dan mendekatkan dirinya ke saudara kembarnya, memeluk sebentar mommynya yang menangis sesenggukan di sisi ranjang.. Darren hanya bisa memeluk mommynya tanpa mengatakan sesuatu sebagai bentuk penguatan terhadap mommynya..
"Al... cepatlah bangun.. kita akan hidup bersama bukan?? Kali ini aku tak ingin terpisah lagi darimu... Ternyata rindu itu menyakitkan... Lebih baik fisik kita berjauhan tapi masih bisa mendengar kabar baik tentangmu daripada berdekatan tapi sama sekali mulutmu itu diam tak menggodaku... Bangunlah.. Aku ingin mengeluhkan semua hal tentang Darren kepadamu jika ia berani menyakitiku... Dan kau harus pasang badan untukku walaupun itu tak mungkin terjadi... Pria bodoh itu sangat mencintaiku..."
Darren menyunggingkan senyumnya saat jasmine menyebutnya sangat mencintainya itu..
Tok Tok Tok
Seorang sekretaris rumah sakit masuk dan memberitahu jika Jasmine harus menghadiri rapat direksi.. Ada hal penting yang akan dibahas.. Jasmine segera membasuh wajahnya dan mengubah air mukanya, ia bahkan meminta Darren untuk menemaninya.. Bukan alasan bucin namun ia takut jika ia tak bisa mengendalikan dirinya nanti..
Jasmine berjalan dengan tegap, pandangan matanya lurus ke depan dan memasuki ruang rapat dimana semua direksi sudah berkumpul di sana.. Dengan penuh wibawa Jasmine duduk di kursi kebesarannya dan mulai mendengarkan bahasan rapat yang mendadak ini...
Satu-satunya alasan rapat ini tak lain dan tak bukan ialah Aldin.. Mendengar kemarahan Jasmine tadi, jajaran direksi langsung turun tangan untuk mencari dokter-dokter terbaik untuk Aldin... Ajaibnya, tak butuh waktu lama bagi mereka untuk menemukan dokter yang diminta oleh Jasmine.. Tak ada seorangpun yang bisa menolak penawaran pekerjaan dari rumah sakit nomor satu di London yang berani memberikan gaji yang membuat semua menjunjung tinggi loyalitas kerja... Sepeninggal Elvano, Jasmine mampu membuat rumah sakit ini menjadi rumah sakit terbaik.. Pengalaman Jasmine yang pernah kehilangan Elvano lah yang menjadi motivasinya...
Setelah mendengar beberapa profil dokter yang ditawarkan, Jasmine menyetujuinya.. Ia sangat ingin Aldin sembuh saat ini...
__ADS_1