Cinta Cuma-Cuma

Cinta Cuma-Cuma
CCC- Bab 7


__ADS_3

Shella dan Bhina membanting tubuh mereka di kasur empuk hotel bintang lima yang dipesan oleh Satya.. Karena lelahnya perjalanan mereka lebih memilih untuk mengistirahatkan tubuh mereka sambil bercerita..


"Bhi, kamu cinta ga sih sama kak Satya? Aku ngerasa ada yang kalian sembunyikan.."


Bhina menghirup oksigen sebanyak-banyaknya sebelum ia menjawab pertanyaan Shella.. "Itu dia masalahnya Shella, aku ngerasain rasa yang berbeda kalau pas lagi sama kakak kamu.. Kayaknya aku jatuh cinta deh sama kakak kamu.. Tapi kakak kamu ga cinta sama aku.."


"Masa sih???" Shella ingat betul wajah cemburu Satya saat Bhina memeluk Gilang tadi saat di bandara..


Bhina mengangguk lalu melanjutkan jawabannya "Kak Satya cuma mau nikah sama aku tuh selama 3bulan.. Habis itu aku disuruh selingkuh biar kita bisa berpisah.. Kelihatan banget kan kalau kak Satya ga ada rasa sama aku..ya udah kayaknya aku harus berusaha ngelupain rasa cinta ini sejak awal... Aku takut kalau besok bakalan sakit banget Shell..Aku takut.."


"APAAAAA??? Jadi ini alasan kamu mau vakum dari karir kamu selama 3 bulan ??? Benar-benar nih yang namanya SATYA PRADIPTA!!!!! Dasar bule sableng!!!" Shella sangat marah mendengar ide gila kakaknya yang menurutnya akan melukai hati sahabatnya itu..


"Shell, janji ya ini rahasia kita... Jangan kasih tahu ke siapapun"


"Apaan sih bhi?? Bener dia kakakku tapi ga bener dong kalau dia nyakitin kamu.."


"Udahlah Shell gapapa juga, aku malah hutang banyak sama kak Satya"


"Hah??? Hutang apaan?"


"London Fashion Week"


"Ya udah terserah kamu kali ini, tapi aku ga bakal tinggal diam kalau kamu nanti sampe nangis"


"Aku janji Shella Pradipta" Bhina tersenyum seraya kedua tangannya membentuk angka dua..


Tak lama kemudian bel kamar mereka berbunyi dan ternyata Gilang datang dengan membawa sekantong makanan untuk bisa mereka santap bersama... Baru saja Bhina akan memasukkan makanan ke dalam mulutnya, tiba-tiba saja ponselnya berdering


..


Dert.dert.dert


Bhina meraih ponselnya yang ia letakkan di meja samping tempat tidurnya dan melihat nama Satya di layar ponselnya...

__ADS_1


^^^"Hallo kak"^^^


^^^cepetan lu ke kamar gue^^^


^^^"Ogaahh, ngapain juga aku ke sana??"^^^


^^^bantuin gue beresin barang-barang gue atau kamu mau kita pulang sekarang..^^^


^^^"Ehhhh enggak-enggak.. okay aku ke sana sekarang.. tunggu!!"^^^


Bhina memutuskan panggilannya lalu bangkit berdiri meninggalkan makanan yang sudah siap untuk disantap dan hendak menuju ke kamar Satya..


"Mau kemana? Makan dulu!!" Shella mencoba menghalangi Bhina yang akan pergi..


"Ke tempat kakak kamu, udah minggir dulu urusan hidup dan mati nih.." Bhina mendorong tangan Shella yang terentang di hadapannya dan tergesa-gesa menuju kamar Satya..


"Calon pengantin sableng..." Shella menggerutu tapi masih bisa di dengar oleh Gilang..


Akhirnya Shella makan berdua bersama Gilang, ada rasa canggung bagi Shella karena Shella memendam rasa suka pada Gilang... Ia tak berani mengungkapkannya karena pasti lelaki setampan Gilang mana mungkin belum punya pacar.. Dan juga, Gilang datang karena menemui sepupunya yang juga sahabatnya itu bukan semata-mata menemui Shella..


"Ngapain lu duduk di situ? Mau ngemis cinta gue?" Tubuh tinggi Satya sudah berada di hadapan Bhina


"Cih!! Ngapain juga aku ngemis cinta dari orang yang ga cinta sama aku.. Maleesss!!!"


"Lah bukannya itu yang elu lakuin ke si ayam lu itu..." Ucap Satya sambil membuka pintu kamarnya..


"Ayank kak bukan ayam!!!Tapi kan sebenernya dia juga cinta sama aku, setidaknya usahaku ga sia-sia..." Bhina turut berdiri dan masuk kamar Satya lalu duduk di sofa panjang yang terlihat menggiurkan untuk merebahkan badannya


"Nih minum dulu.." Satya menyodorkan orange juice yang langsung dihabiskan oleh Bhina..


"Makasih kak.. btw bentar lagi ya aku beresin barang-barang kakak.. aku masih capek" keluh Bhina sambil tiduran dan meluruskan kakinya..


"Udah beres jadi kamu ga perlu beresin.. istirahat aja dulu yang penting jangan berisik, aku ada virtual meeting.."

__ADS_1


"Oh okay" mata Bhina sudah sangat berat hingga ia tak banyak bertanya lagi.. Ia lebih tertarik untuk pergi ke alam mimpi daripada melanjutkan perdebatannya dengan Satya.. Satya duduk di sofa tempat Bhina tertidur, ia mengangkat kepala Bhina dan meletakkannya di pangkuannya.. Dia mengatur posisi kamera agar hanya wajah dan separuh badannya saja yang terlihat di layar karena saat ini Satya sedang membelai lembut rambut Bhina.. Meeting pun dimulai dengan serius karena ini merupakan rapat umum pemegang saham yang dihadiri oleh papi Satya juga..


Setengah jam berlalu dan Bhina merasakan sesuatu menyentuh rambutnya.. Perlahan ia membuka matanya dan melihat seorang lelaki sedang membelai rambutnya, spontan Bhina bangun dan berteriak, rapat terhenti karena aksi mereka menjadi tontonan seluruh hadirin rapat.. Rendra yang menyaksikan adegan Satya berdua dengan Bhina harus sekuat tenaga menahan tawanya... Papi Satya hanya bisa menggelengkan kepalanya melihat kelakuan putra dan calon menantunya.. Karena malu, Satya mematikan koneksinya..


"Apa-apaan sih lu?? gue lagi ada rapat penting.." Satya menjambak rambutnya kasar..


"Kakak yang apa-apaan?? Ngapain juga pakai belai-belai rambut aku?? Kan aku takut kalau diculik terus mau di per...." Bhina menyilangkan kedua tangannya di dadanya sedangkan Satya tersenyum licik karena muncul ide untuk menggoda Bhina..


Satya terus mendekati Bhina sementara Bhina mundur secara perlahan karena takut jika Satya hingga berbuat nekat..Keringat dingin sebesar biji jagung mulai keluar dari dahi Bhina, kulit Satya yang menyentuh kulit Bhina mampu membuat Bhina merinding.. Bhina gugup dan sangat ketakutan, sayangnya Satya justru sangat menikmati ketakutan Bhina..


Bhina mundur hingga ke ujung sofa dan inilah akhirnya ia tak bisa mundur lagi, Satya semakin menggila mengerjai wanita yang akan menjadi istrinya itu.. Kini tubuh mereka sudah berjarak kurang dari 2 centimeter, Bhina menutup wajahnya dengan kedua tangannya karena ketakutan... Namun sesuatu di bawah sana secara tidak sengaja berdiri dengan tegak layaknya tower yang mendapatkan sinyal yang teramat kuat..


Shit.. kenapa sih gue? gue yang mau ngerjain dia malah gue yang menderita... Satya menjauhkan tubuhnya dari Bhina dan menjambak rambutnya kasar...


"Kakaaaakkkk.. bercandanya ga lucu ah"


"Lah elu juga aneh,kita kan udah pernah ciuman terus kemarin juga pas di kamar Shella elu kan tidur gue kelonin.. kagak protes lu? Sekarang dibercandain bukannya minta lebih, malah berasa jadi hantu gue bikin elu sampe merinding gitu.." Satya berjalan mengambil sebotol minuman di kulkas


"Kakak aku takut" lirih Bhina dan air mata Bhina jatuh tanpa bisa berhenti.. Melihat Bhina menangis ada perasaan bersalah di hati Satya.. Apakah mungkin cewek somplak seperti Bhina sesedih itu cuma karena bercanda atau mungkin dirinyalah yang sudah keterlaluan.. Tanpa pikir panjang Satya mendekati Bhina dan menangkup wajahnya..


"Hei lu kenapa? Gue nyakitin elu ya? Sorry gue minta maaf.. gue cuma bercanda tadi.." Satya dengan tulus meminta maaf atas perbuatannya namun Bhina memeluk tubuh Satya.. Satya dapat merasakan jika tubuh Bhina bergetar hebat seolah ia sedang sangat ketakutan. Satya membalas pelukan Bhina dan menunggu hingga gadis itu lebih tenang.. Setelah mampu mengendalikan dirinya, Bhina melepaskan pelukan Satya..


"Gue minta maaf Bhi.." Satya tertunduk lesu..


"Kakak ga salah kok.. aku aja yang masih trauma.."


"Elu trauma kenapa?cerita ke gue.." Satya penasaran akan trauma yang dialami oleh Bhina..


"Hari itu adalah hari dimana aku dan Shella lulus SMA, kami dan teman sekelas menginap di puncak untuk merayakan kelulusan kami.. Ada seorang teman pria yang memang menyukaiku namun aku tak pernah menyukainya..Ia sangat terobsesi denganku.. Malam itu kami mengadakan pesta bbq, namun karena aku merasa kurang enak badan aku memutuskan untuk istirahat di kamar.. Secara diam-diam dia mengikutiku dan dia hendak memperkosaku... Ia sudah berhasil merobek lengan bajuku, sungguh saat itu saat yang paling menakutkan dalam hidupku...Beruntung Shella datang diwaktu yang tepat dan menyelamatkanku.. Aku tak tahu bagaimana nasibku saat ini jika Shella tak datang... Hingga saat ini aku tak pernah bisa melupakan ketakutanku.. Maka dari itu ayah sama ibu selalu ngelarang aku pergi jauh-jauh tanpa ada orang yang mereka percaya.." Bhina menghapus sisa air mata yang masih membasahi pipi mulusnya.. Mendengar cerita Bhina, berbagai rasa yang Satya rasakan, mulai dari rasa penyesalan karena perbuatannya tadi hingga rasa amarah terhadap pria yang berani menyentuh Bhina..


Satya memeluk Bhina dan mencium puncak kepalanya "Maafin gue, gue janji bakal jagain elu"


"Kalau kayak gini kita kayak orang pacaran beneran ya kak"

__ADS_1


Satya menjauhkan tubuh Bhina dan menggelengkan kepalanya "Elu tuh ya bhi.. Ngerusak suasana aja..Ibaratnya nih ya gue kayak lagi terbang tapi elu jatuhin ujung-ujungnya.."


Bhina mengacuhkan ocehan lelaki di hadapannya itu dan memilih untuk memeluk tubuh Satya yang sangat nyaman untuk dijadikan tempat bersandar.. Satya tak menolak, ia bahkan membelai rambut panjang Bhina.. Mereka menghabiskan waktu hanya dengan berpelukan tanpa ada perdebatan lagi...


__ADS_2