Cinta Cuma-Cuma

Cinta Cuma-Cuma
CCC- Bab 95


__ADS_3

Tiga jam lamanya Aldin dan Emily menghabiskan waktu berdua dan Emily lah yang lebih banyak bicara.. Aldin hanya sebagai pendengar yang baik, ia hanya akan merespon jika Emily menceritakan soal Feli selebihnya ia hanya akan duduk diam mendengarkan...


Pemandangan danau buatan itu memang sangat indah tapi entah mengapa Aldin tak bisa menikmatinya.. Ia hanya ingin di dekat istrinya saja saat ini... Dalam otak Aldin dipenuhi dengan pertanyaan apa yang sedang dilakukan oleh istrinya saat ini, dia sangat merindukan Feli... "Ini harus segera diakhiri, aku tak sabar ingin memeluknya..." batin Aldin


"Emily, kita sudah terlalu lama di sini dan anginnya begitu kencang, kau bisa masuk angin.. Sebaiknya kita kembali ke kamarmu"


"Baiklah" jawab Emily walaupun sedikit kecewa dengan sikap Aldin yang sudah tak sehangat dulu..


Aldin mendorong kursi roda Emily menuju ruang rawat Emily, setibanya di sana Aldin dan Emily sedikit terkejut dengan tampilan kamar yang berbeda dan terlihat feminim..


"Pasti Feli yang melakukan ini semua.. Aku menyukainya..." gumam Emily..


Aldin membantunya untuk naik ke atas ranjangnya, tanpa sengaja perhatiannya terfokus pada foto yang ada dalam bingkai itu.. Aldin sedikit menyunggingkan senyumnya melihat wajah istrinya yang sangat cantik di sana... Senyum Aldin turut membawa mata Emily menuju objek yang sedang di lihat oleh Aldin... Emily juga turut tersenyum melihat fotonya bersama Feli ada di sana..


"Ohh.. Ada surat di sini.. apakah Feli yang menulisnya... Ada apa dengan anak itu, tak biasanya ia menulis surat seperti ini..." Emily bermonolog sendiri sembari membuka suratnya.. Aldin memilih untuk berpamitan untuk menuju ruang rawat Jasmine...


"Al tunggu..." Emily menghentikan langkah Aldin..


"Ada apa?"


"Feli pergi..."


"APAAA???" Aldin mengambil surat itu dan membacanya...


_______________________________________

__ADS_1


Dear kakak Emily tersayang,


Selamat untuk kesembuhanmu, mulai hari ini berjanjilah padaku untuk selalu hidup dengan baik.. Kau selalu mengatakan jika kau ingin hidup bahagia bersama dengan Aldin bukan?? Aku berdoa dengan setulus hatiku semoga kalian bisa hidup bahagia..


Maaf aku tak memiliki banyak uang untuk memberimu hadiah.... Aku hanya memiliki foto kita berdua dan ku pikir aku akan mencetaknya untukmu.. Jika suatu saat kau merindukanku kau bisa melihat fotoku... Hehehe..


Aku pergi kakak untuk mewujudkan mimpiku menjadi dokter yang sukses.. Aku sudah menyelesaikan pendidikan ku dan sekarang aku akan meniti karirku... Maaf jika cara berpamitanaku seperti ini karena aku yakin kau tak akan membiarkanku pergi jika aku berpamitan secara langsung padamu.... Maafkan aku kakak.... Semoga suatu saat nanti Tuhan masih mengizinkan kita untuk bertemu..


Salam sayang


Felicia Derick


_______________________________________


Sedangkan aldin berlari menuju ruangan Jasmine setelah membaca surat itu, ia bahkan merasa sangat ketakutan jika Feli benar-benar pergi meninggalkannya...


BRAK.. Aldin membuka kasar pintu ruang rawat Jasmine dengan kasar.. Ia terkejut mendapati kedua orang tuanya yang juga berada di sana... Bhina menatap tidak percaya pada Aldin yang sudah berdiri dengan sempurna di hadapannya...


"Aldin..." Bhina terisak membuat Aldin mendekat dan memeluk mommynya..


"Mommy.. Aldin sudah sembuh.. Kau bisa lihat sendiri dan jangan menangis mom.. Sehari ini aku sudah banyak melihat wanitaku menangis dan kini mommy juga menangis..."


"Wanitamu??" Bhina mengerutkan dahinya..


"Istriku mom.. Maaf aku mendadak menikah tanpa memberitahukanmu dan juga daddy.."

__ADS_1


"Aldin.." Satya menggeram


"Ayolah dad, aku tak menghamilinya sebelum menikah sungguh...Nanti saja jikalau ingin memarahiku..."


Aldin beralih pada Jasmine lalu mencium puncak kepalanya "Apa Feli tadi kemari?? Aku menyuruhnya untuk menunggu di sini..."


"Ya tiga jam yang lalu, dia mengucapkan selamat untuk kehamilanku.. Kami sedikit berbincang tapi itu tidaklah lama dan dia bilang jika ia harus memeriksa pasiennya yang lain... Begitulah katanya... Kau dari mana saja? Sudah sejam yang lalu aku menghubungimu karena mom dan dad ada di sini tapi kau tak meresponnya..." jawab Jasmine panjang lebar..


"Maaf aku tadi sedang menemui Emily..." jawab Aldin yang membuat Jasmine terkesiap..


"Aldin apa ini???" tanya Jasmine..


"Sudah nanti aku akan menjelaskannya.."


"Omong-omong soal Emily, tadi mommy dan daddy bertemu dengan gadis yang berwajah sangat mirip dengan Emily di bandara... Daddy pikir ia Emily tapi ternyata dia seorang dokter.. Seingat daddy bukankah Emily seorang anggota kepolisian..." Satya menceritakan pertemuannya dengan gadis yang dikira Emily di bandara..


"Ba-bandara dad???" Aldin terbata-bata bahkan kini ia mengeluarkan banyak keringat sebesar biji jagung, wajahnya pucat...


Satya mengangguk membuat Aldin segera berlari ke ruang rawat Feli tempat dimana tadi pagi mereka menghabiskan waktu untuk mandi berdua... Dengan nafas tersengal-sengal Aldin membuka pintu dan mencari Feli di seluruh ruangan tapi hasilnya nihil... Ketakutan Aldin semakin bertambah saat ia menemukan beberapa berkas dan juga surat di atas meja.. Betapa terkejutnya Aldin di sana ada surat gugatan perceraian yang sudah ditandatangani oleh Feli dan ketika ia membuka surat nya yang hanya berisi


...Aku pergi dan jangan mencariku.. Selamat tinggal Aldin, Terima kasih untuk semuanya... Aku tak akan pernah melupakannya... Semoga kau bahagia... ...


Aldin merobek semua berkas gugatan perceraian itu, demi apapun dia tak akan pernah mau bercerai dari Feli.. Bandara, dia harus segera ke bandara untuk memastikan apakah Feli sudah benar-benar pergi meninggalkannya atau belum... Jika belum maka ia akan menyeretnya pulang dan mengurungnya agar jangan pernah berani pergi darinya lagi...


"Jangan pergi Feli ku mohon..." ucap Aldin sembari memacu mobil kesayangannya dengan kecepatan diatas rata-rata...

__ADS_1


__ADS_2