Cinta Cuma-Cuma

Cinta Cuma-Cuma
CCC- Bab 39


__ADS_3

Polisi datang ke tempat kejadian dan mengamankan orang-orang yang berhasil dilumpuhkan.. Nantinya mereka akan di selidiki siapakah bos mereka sesungguhnya.. Mereka berempat melanjutkan perjalanan pulang..


"Jasmine kau berhutang penjelasan kepadaku, bagaimana kau bisa melakukan itu semua?"


"Apa yang harus ku jelaskan ketika kau sudah melihatnya sendiri Mike"


"Melihat cara kalian berkelahi dan juga menembak, aku rasa kalian bukan orang yang bisa diremehkan, bahkan kalian bisa membaca situasi..siapa kalian sebenarnya?" Mike penasaran..


"Sailormoon!!" jawab Jasmine dan juga Ellena kompak..


Darren tertawa terbahak-bahak mendengar ekspresi wajah Mike yang kesal atas jawaban kedua gadis yang berada di bangku penumpang itu..


"Dude, sebaiknya kita menurunkan mereka di sini.. mereka menyebalkan" kesal Mike..


"Saranku lebih baik kau menjadi anak yang baik Mike Anderson sebelum besok pagi kau jatuh miskin" Goda Jasmine..


"Aku bahkan tak memberitahumu nama belakangku, darimana kau mengetahui tentangku nona??"


"Jadi ada berapa total saldo di rekeningnya Ell?" Jasmine memainkan kuku lentiknya..


"Sekitar 7 Milyar, tak terlalu buruk untuk seusianya" Ellena bersedekap melirik ke arah Mike..


"Astagaa, siapa kalian sebenarnya hingga bisa mengetahui saldo tabunganku di saat yang tahu hanya diriku sendiri.. Apa kalian punya indera ke enam juga?" Mike mulai cemas..


"Kami bahkan tahu daftar wanita yang sudah kau kencani, tak ku sangka kau seorang cassanova" Ellena bergeridik ngeri saat mengatakannya..


"Ohh dude, segera beri mereka nilai yang bagus agar mereka tak perlu berlama-lama di perusahaan kita.. Ini Bahaya" ucap Mike frustasi saat dua gadis itu mengetahui segalanya tentang dirinya


"Sayang sekali aku masih ingin menikmati kebersamaan ku bersama Jasmine" Darren menatap Jasmine penuh arti..


Tak terasa kini mereka sudah berada di depan apartemen yang ditinggali oleh Jasmine dan juga Ellena.. Darren dan Mike turut mengantarkan mereka untuk masuk.. Saat membuka pintu, Aldin tengah santai menonton TV..


"Sejak kapan kau di sini? Kenapa tak menemani mommy dan daddy?" cecar Jasmine


"Aku merindukanmu, aku lelah menemani nyonya besar berbelanja adikku.. Lebih baik aku bersembunyi di sini daripada harus mengikutinya berbelanja"


"Peluk?" tawar Aldin..


Jasmine menghambur ke pelukan kembarannya di hadapan Darren, Mike dan juga Ellena..


"Bagaimana harimu? Apa semua berjalan dengan baik? Aku merasakan sesuatu yang buruk terjadi padamu, perasaanku sungguh tak nyaman namun kau tak menghubungiku.. Katakan apa aku terlalu mengkhawatirkanmu?"


"Ya semuanya berjalan dengan baik Al.. Terima kasih sudah mengkhawatirkanku.."

__ADS_1


"Aku iri denganmu yang selalu mendapat pelukan dari Jasmine, bahkan aku tak mendapatkan pelukan seperti yang kau dapatkan itu dude" sindir Darren..


"apa dia sedang cemburu adikku?"


"Entahlah, aku tak memiliki kamus untuk mengartikan kata-kata nya.."


Aldin tertawa terbahak-bahak atas jawaban Jasmine.. Ia sungguh menikmati wajah frustasi Darren yang berharap agar Jasmine bisa kembali menyayanginya seperti dulu..


Ellena dan Jasmine meninggalkan ketiga pria itu untuk saling berbincang.. Jasmine melepas penat dengan segera mandi, berbeda dengan Ellena yang sibuk mengoperasikan laptop miliknya.. Selesai mandi tangan Jasmine ditarik oleh Ellena ke arah laptopnya..


"Lihatlah ini Jasmine"


"Apa itu??" Jasmine hanya melihat sinyal merah di sebuah tempat..


"Dia yang membuatmu seperti ini ada di Milan Jasmine, lihatlah yang merah itu adalah posisi remote yang terhubung dengan chip di tubuhmu"


"Siapa mereka?"


"Aku belum mendapatkan info soal itu, aku akan berusaha mengambil alih kendali remotenya.."


Jasmine membuang nafasnya dengan kasar, ia membanting tubuhnya ke kasur empuk miliknya.. Pikirannya melayang jauh "Ell, kalau nanti terjadi sesuatu padaku.. aku titip Aldin padamu ya.. Tolong peluk dia seperti yang ku lakukan" air matanya jatuh di pipi mulusnya..


"Apa yang sedang kau katakan haa? Kita pasti akan menemukan jalan keluarnya..aku tak suka jika putus asa mulai menyerangmu lagi"


Ellena meletakkan laptopnya dan memeluk sahabatnya, keduanya menangis bersama untuk saling menguatkan satu sama lain.. Di balik pintu kamar itu ada Darren dan Aldin yang sedang mendengarkan percakapan keduanya.. Betapa menyayat hati kata-kata yang diucapkan Jasmine, Aldin merasa gagal sebagai seorang kakak untuk Jasmine..


"Aku berjanji akan menghabisi siapapun yang sudah berani membuatmu seperti ini" ucap Darren dengan tangannya yang mengepal..


Tak lama kemudian ellena keluar dengan membawa laptopnya ke hadapan tiga pria yang sedang berusaha memecahkan teka-teki yang membuat Jasmine menjadi menderita seperti ini..


"Apa dia sudah tidur??" tanya Darren dan Ellena membenarkan hal itu..


Ellena mulai menjelaskan soal temuannya baru saja, remote control yang digunakan untuk mengontrol Jasmine ada di Milan dan hal itu membuat ketiganya terkejut termasuk Mike yang baru saja mengetahui hal semengerikan ini..


"Aku ingin mencoba mengambil alih kendalinya tapi aku tidak yakin.." Ellena menghentikan kata-katanya..


"Kenapa?" Tanya Darren..


"Aku takut Jasmine merasakan kesakitan yang luar biasa karena aku mengaktifkan chip yang tertanam di tubuhnya"


Darren dan Aldin merasa frustasi mendengarnya, mereka tak akan mampu melihat Jasmine kesakitan..


"Apa tak ada cara lain?" tanya Mike

__ADS_1


"Hanya itu satu-satunya cara" kini tangis Ellena pecah membayangkan kesakitan yang akan dialami oleh sahabatnya..


"Aku sudah mendengar semuanya.. Lakukan itu" kalimat itu membuat semua orang terhenyak dan menoleh ke sumber suara.. Mereka tak menyangka Jasmine sudah berdiri di sana dan entah sejak kapan ia mendengarkan hal itu...


Aldin berdiri dan memeluk Jasmine "Tidak akan pernah, kau tak boleh menderita"


"Aku bisa menahannya Al, kau tak perlu khawatir seperti ini.. Semua pasti akan baik-baik saja" Jasmine berusaha meyakinkan saudara kembarnya..


"Princess.." lirih Darren..


"Kau dan Mike juga sudah mengetahuinya, aku harap kalian jangan pernah merasa iba dan kasihan padaku.. aku benci hal itu"


Mike seperti tertampar akan kata-kata Jasmine karena memang itu benar adanya, ia merasa iba dengan kondisi Jasmine yang sesungguhnya..


"Lakukan Ellena" perintah Jasmine sembari duduk di sofa..


"Tapi Jasmine" bantah Ellena


"Kalau tidak dicoba kita tak akan tahu bagaimana hasilnya bukan?? Mari kita mencobanya" Jasmine menghapus air mata di pipi sahabatnya.. Aldin duduk di sebelah Jasmine untuk mendampinginya..


Ellena mulai mencobanya, benar saja Jasmine merasakan sakit kepala seperti yang ia rasakan sebelumnya.. Ia memeluk Aldin mencoba mencari ketenangan untuk mengalahkan rasa sakitnya.. Mike yang melihatnya tak mampu membayangkan betapa sakitnya Jasmine saat itu.. Ellena berhasil menonaktifkan 10% dari chip itu, untuk menonaktifkan lebih banyak lagi sama saja menambah rasa sakit yang diderita oleh Jasmine.. Namun Jasmine menggenggam tangan Ellena untuk terus melakukan tugasnya..


Saat Ellena mulai bekerja lagi, Jasmine memeluk Aldin namun kali ini ia tidak bisa fokus sehingga rasa sakitnya begitu dominan..


"Apa kau tak bisa melakukannya dengan cepat??Lihatlah Jasmine sangat menderita" Aldin tak bisa menyembunyikan ketakutannya melihat saudara kembarnya tersiksa..


"Biarkan aku yang memeluknya" Darren menarik tubuh Jasmine ke dalam pelukannya "Hei, aku di sini.. aku ada di sini.. tak ada yang bisa menyakitimu princess.. kau akan segera sembuh dan kita akan segera menikah.. aku mencintaimu.. kita akan hidup bersama seperti mommy dan daddy"


Ajaib setiap kata yang dikeluarkan Darren dan setiap sentuhannya mampu membuat Jasmine menjadi lebih tenang dan hal itu mengurangi rasa sakit dalam dirinya.. Ia memberikan respon yang baik ketika Darren yang memeluknya tentu saja itu memudahkan Ellena untuk menonaktifkan chip nya sebanyak 50%..


"Cukup untuk hari ini" ujar Ellena sembari menutup laptopnya..


"Kenapa tidak kau selesaikan sekalian?" tanya Aldin


"Jasmine tak akan kuat menahan rasa sakitnya Al, dia butuh energi untuk menahan rasa sakitnya.. Lihatlah dia sudah sangat lemas.. Besok kalau dia sudah fit kita bisa mengulanginya sedikit demi sedikit dan lihatlah kemampuan chip itu sekarang hanya sebesar 50% saja, itu artinya Jasmine tak akan mengalami sakit kepala yang menyakitkan seperti biasanya yang ia rasakan"


Darren lebih memilih menggendong Jasmine ke kamarnya dan membaringkannya di kasur, "Aku mencintaimu" bisik Darren..


"Aku lebih mencintaimu" ucap Jasmine dengan mata terpejam..


Darren menyelipkan rambut Jasmine ke belakang telinganya, ia mendekatkan wajahnya dan kini hidung mereka saling bergesekan..


CUP

__ADS_1


Bibir Darren mengecup bibir Jasmine yang masih tampak pucat.. Darren naik ke ranjang Jasmine dan membawanya ke dalam pelukannya, seperti yang ia lakukan sejak kecil, tak ada penolakan dari Jasmine sama sekali, mengobati kerinduan yang selama ini terpendam.. Malam ini adalah tidur ternyenyak Jasmine setelah 5 tahun lalu ia berpisah dengan Darren..


__ADS_2