
Satya memijit pelipisnya ketika mendengar kabar hilangnya Shella, ia segera menghubungi Rendra untuk melacak keberadaan adik semata wayangnya saat ini..Rendra tak kalah cemas saat mengetahui kabar ini, sedangkan Bhina sibuk mondar-mandir di hadapan suaminya bagai setrika..
"Ay, duduk Napa? Pusing lihatin kamu dari tadi mondar-mandir Mulu" protes Satya..
"yank, Shella kemana ya??" Bhina menggigit jarinya karena cemas..
"Entahlah, aku sama Rendra lagi berusaha nyariin dia.. Kenapa sih sama tuh bocah.. Emang bocah seusianya masih dalam tahap labil.." Satya tak sadar jika istrinya adalah sahabat dari adiknya dan tentu saja mereka seusia.. Dan apa tadi Satya bilang? Labil? Oh Satya yang malang, kali ini kamu dalam masalah yang besar sepertinya..
"MAKSUDNYA LABIL???? Kakak lupa kalau aku seumuran sama shella.. Kakak nyesel nikah sama bocah labil juga???"
"Eh bu-bukan gitu maksud aku ay, kamu salah paham"
"Lalu kakak mau bilang aku mengalami gangguan pendengaran gitu???"
"Ya Allah ay, demi apapun aku cinta sama kamu..please jangan panggil kakak lagi dong"
"Terus maunya dipanggil apa? Om? Bapak? Biar kelihatan kalau nikah sama bocah labil"
"Sayang.. udah ya debatnya.. aku minta maaf.. aku yang salah.. udah ya??? Maafin aku"
"Hmmm.. aku mau pergi sendiri.. awas kalau kakak ngintilin aku.. tiada ampun bagimu.."
Bhina mengambil tasnya dan pergi meninggalkan Satya.. Satya menarik nafasnya panjang dan menghembuskannya dengan kasar.. Kini masalahnya bertambah, adik dan istrinya sungguh sahabat yang kompak untuk mengerjainya kali ini..
Walaupun dilarang tetap saja Satya membuntuti istrinya karena ia tak ingin istrinya sepemikiran dengan adiknya yang kabur entah kemana.. Merasa diikuti, Bhina menghentikan langkahnya dan berbalik badan "Stop!!Kan aku udah bilang jangan ngikutin aku"
"Terserah mau marah kayak gimana pokoknya kemana kamu pergi aku pasti ikut.. Bukannya gimana-gimana nih cuman aku takut istriku diambil orang"
"Ga lucu.." Bhina bersedekap dan Satya hanya diam mengalah karena tak ingin istrinya lebih marah..
__ADS_1
Bhina melanjutkan langkahnya dan berjalan namun kini ia merasa tak diikuti lagi..Mengapa hatinya sangat kesal saat Satya tak lagi membuntutinya.. Ia membalikkan badannya ke arah Satya yang masih berdiri di tempatnya..
"Kenapa kakak ga ngikutin lagi?? Udah ga cinta ya sama aku??"
Oh My God..Diikutin marah, ga diikutin marah juga...
"Tadi katanya ga mau diikutin??"
"Ya tapi kan.. aku kira kita bakalan kayak yang di film-film yang aku tonton gitu.. Kalau ceweknya ngambek terus di bujuk biar ga marah terus akhirnya ciuman mesra.. Kan romantis"
Satya terkekeh dengan pernyataan sang istri, ternyata memang benar jika ia masih labil tapi sayangnya dia sangat mencintai wanita yang ia sebut labil itu..
"Itu hanya ada di film sayang.. aku emang ga bisa jadi kayak yang di film-film itu tapi aku pastiin yang di film-film itu ga akan bisa berlakon seperti aku.."
"Kok gitu???"
"Tenda bergoyang???Kakak pernah melakukannya di tenda maksudnya???Sama siapa??????"
"Bu-bukan gitu, itu hanya fantasiku saja.. Tapi beneran aku belum pernah ay, sama kamu yang pertama.. Sumpah"
"Kalau begitu aku ingin melakukan yang menjadi fantasimu itu"
"Baiklah, aku atur besok ya..yuk ah balik ke kamar dulu bentar lagi Rendra mau datang"
Satya menjambak rambutnya karena kesalahannya dalam memilih kata-kata membuatnya terjerumus dalam hal yang sulit.. Mewujudkan tenda bergoyang sungguh tidak mudah, ia harus memikirkan tempat dan waktu yang tepat untuk itu..
Tak berselang lama setelah sepasang suami istri itu masuk ke kamarnya, Rendra datang untuk membicarakan menghilangnya Shella.. Lagi dan lagi, mata sucinya harus ternodai dengan sepasang suami istri yang minim akhlak itu.. Bisa-bisanya Bhina duduk dipangkuan suaminya, membuat Rendra jadi belingsatan..
"Kalian berdua bisa ngobrol yang bener gak sih?? Masa pangku-pangkuan gitu, ga kasian sama gue??" protes Rendra
__ADS_1
"Bodo amat, sebel aku sama calon kakak ipar kamu..males lihat mukanya, mendingan juga gini ga kelihatan" sambung Bhina..
Rendra memperhatikan tangan Satya yang melingkar di perut istrinya... "Cih!!Males lihat mukanya tapi demen di grepe-grepe lu..tapi gue maafin lah soalnya elu yang paling paham dan mau Nerima kalau kita bakal jadi ipar"
"Makanya baik-baik sama aku, percaya jalanmu bakalan lurus" kalimat Bhina barusan membuat dirinya merasakan bokongnya diremas oleh Satya..
"Kakaaaakkkk!!!!!" teriak Bhina yang membuat Rendra melonjak karena kaget..
"Sayang, udahan dong panggil kakaknya dan satu lagi jangan kasih restu Rendra jadi adik ipar" gerutu Satya yang masih terdengar jelas oleh Rendra..
"Marah aja bhi, jangan kasih ampun... Gue dukung elu pokoknya.. Ga jadi iparan, jadi suami pengganti buat lu juga gue rela bhi kalau suami lu masih ingat sama perjanjian pranikah kalian" Rendra memprovokasi Bhina namun respon Bhina justru sebaliknya. Ia menoleh ke arah Satya dan memeluk suaminya..
"Jadi beneran kakak mau ninggalin aku ya??" Air mata Bhina terjatuh di pipi mulusnya..Satya mendelik kesal ke arah Rendra yang tengah terkekeh melihat kepanikan di wajah bosnya..
"Enggak sayang, aku bahkan tak bisa jauh-jauh darimu" Satya mencoba menenangkan istrinya dengan mengelus-elus punggung istrinya..
"Cium aku" pinta Bhina dan tentu saja langsung di sambar oleh Satya.. Kini keduanya berciuman dihadapan seorang jomblo yang sedang memaki calon kakak iparnya di dalam hati..Satya sengaja membuka matanya dan menaikturunkan alisnya untuk menggoda Rendra yang ia yakini jiwanya sedang meronta melihat kemesraan suami istri di hadapannya..
"Dasar pasangan mesum!!!" celetuk Rendra
"Sayang, apa asistenmu itu belum pernah berpacaran?? Oh tidak tidak bukan seperti itu, ia hanya belum menikah saja sehingga melihat kita berciuman dianggap mesum..Kasihan sekali dia" Bhina menunjukkan mimik muka sedih yang dibuat-buat dan percayalah Satya tertawa terbahak-bahak dengan candaan istrinya..
"Istriku memang cerdas" Satya menurunkan Bhina dari pangkuannya agar bisa duduk di sebelahnya..
"Ya Allah ga nyangka gue kalau mereka pasangan yang cocok.. Sama-sama mesum dan yang paling parah sama-sama suka menghina gue... Terus-terusin aja nyiksa gue... Doa orang teraniaya didengar sama Allah.. Gue doain semoga kalian dapet adik ipar sebaik gue"
"Najis!!" ucap Satya dan Bhina kompak..
Rendra sampai kehilangan kata-kata jika harus berhadapan dengan dua makhluk di hadapannya kini.. Mereka sungguh tim suami istri yang kompak, bahkan jika ada lomba pasangan yang gemar menghina nan mesum tingkat kecamatan dengan senang hati Rendra akan mendaftarkan mereka agar mereka bisa terdaftar sebagai kandidat pasangan teraneh..
__ADS_1