Cinta Cuma-Cuma

Cinta Cuma-Cuma
CCC- Bab 38


__ADS_3

Sepuluh menit berlalu sejak kejadian Jasmine pingsan, kini Darren meminta penjelasan tentang apa yang sebenarnya terjadi.. Ia paham benar jika aldin dan Ellena pasti mengetahui segala sesuatu pada diri Jasmine..


"Dia melewatkan sarapannya tadi pagi kak, mungkin itu yang menyebabkan dia pusing dan pingsan" Ellena menggaruk tengkuknya yang tidak gatal..


"Jangan mengatakan hal yang seolah aku baru mengenalnya.. aku mengenalnya sejak dia lahir ke dunia ini.. Jadi carilah alasan yang lebih bagus" Darren terlihat sedang mengintimidasi Ellena agar mengatakan yang sesungguhnya..


Kini Ellena sudah tak kuat menyimpan ini sendirian, ia menceritakan kronologi kejadian yang dialami oleh Jasmine dengan berderai air mata..


"Ia sungguh tak membencimu kak, ia sangat menyayangimu.. Ia bahkan melarang siapapun memberitahukan kondisinya kepadamu.. Ia tak ingin kau khawatir sehingga kau bertindak bodoh dengan meninggalkan perusahaanmu demi menemuinya karena apa yang di deritanya"


Darren yang mendengar cerita tentang penderitaan yang dialami Jasmine membuatnya menggila dan berkali-kali meninju tembok di hadapannya hingga tangannya berdarah.. Sungguh ia tak pernah menyangka Jasmine akan mengalami hal yang mengerikan seperti ini, bahkan tak ada dokter yang mampu menanganinya.. Ellena berusaha menghentikan aksi Darren untuk melukai dirinya "Hentikan kak, Jasmine sangat tak menyukai kondisimu yang seperti ini, bahkan ia tak membiarkan dirimu tak memakan makananmu bukan"


Apa yang dikatakan oleh Ellena benar, Jasmine tak boleh melihatnya terpuruk.. Jasmine saja sanggup untuk bertahan mengapa ia selemah ini.. Benar Jasmine lah kelemahannya, kelemahan satu-satunya yang ia miliki.. Ia tak akan bisa hidup tanpa melihat wajahnya dan mendengar suaranya.. Ia merapikan dirinya dan menyuruh Ellena untuk kembali ke ruangannya.. Ia menuju kamar rahasianya dan menunggu Jasmine siuman.. Darren terus saja menggenggam tangan Jasmine, hingga akhirnya Jasmine membuka matanya..


"Katakan apa yang kau rasakan saat ini?" tanya Darren


"Terima kasih aku sudah lebih baik saat ini, ada apa dengan tanganmu?"


"Tak apa, sedikit frustasi melihatmu tak sadarkan diri"


Jasmine meraih tangan Darren yang terluka mengambil kan kompres untuk meredakan bengkaknya.. "Katakan apa ini sakit?" Jasmine sangat khawatir.. Darren tersenyum dan menggeleng dengan cepat..


"Jangan melukai dirimu sendiri, itu tak baik" ucap Jasmine sambil mengompres tangan Darren.. Darren menarik tubuh mungil Jasmine dan memeluknya dengan erat, Jasmine hendak melepaskan diri namun apa daya kekuatan Darren lebih besar darinya sehingga ia membalas pelukan Darren.."Ini sebagai ucapan Terima kasihku karena kau tadi telah memelukku saat aku pusing"


"Kau bisa kapanpun memelukku jika kau mau"


"Aku terbiasa dengan pelukan Aldin"


"Menikahlah denganku"

__ADS_1


"Aku sudah mempunyai kekasih"


"Aku tak peduli"


"Hentikan ini aku harus kembali bekerja" Jasmine menjauhkan tubuh Darren dan berjalan kembali ke mejanya seolah tak terjadi apapun.. Darren tersenyum getir melihat gadis manis dihadapannya itu sekarang sudah berubah menjadi gadis yang dewasa.. Ia menyembunyikan rasa sakitnya dan memilih menderita sendiri..


Tak terasa hingga jam pulang kantor pun tiba, Jasmine mengemasi barangnya dan segera pulang.. Ia merindukan kasur empuknya saat ini, ia berpamitan pada Darren dan menjemput sahabatnya di lantai 7 untuk pulang bersama.. Setelah menunggu beberapa saat untuk Ellena bisa menyelesaikan pekerjaannya akhirnya mereka bisa pulang.. Mereka segera menuju lantai 1 dan tak sengaja mereka bertemu dengan Darren dan Mike yang memberi tumpangan pada mereka.. Tentu saja langsung disetujui oleh Ellena tanpa memikirkan perasaan sahabatnya..


Mereka benar-benar tak mengajaknya pulang tapi ke sebuah restauran untuk makan malam berempat.. Sepanjang perjalanan Mike terlibat obrolan tak penting dengan Ellena, berbeda dengan Jasmine yang diam saja memperhatikan jalanan..


Sesampainya di restauran, mereka memesan hidangan yang mereka inginkan dan tanpa basa-basi langsung melahap habis semuanya.. Jasmine sendiri tampak memperhatikan sekeliling restauran.. Hari sudah larut dan mereka memutuskan untuk pulang namun di tengah perjalanan Jasmine meminta untuk berbelok ke arah yang justru menjauhi apartemen tempatnya tinggal...


"Hei Jasmine katakan kita mau kemana?" Mike tampak frustasi mendengarkan permintaan Jasmine yang harus belok kanan dan kiri sesuka hati.. Namun Jasmine mengabaikan pertanyaan itu..


"Apa kau punya musuh?" Jasmine menatap Darren..


"Aku merasa tak punya musuh.." Darren mencoba mencerna kata-kata Jasmine..


"Ya aku memiliki tim pengacara yang handal.."


"Baiklah" Jawab Jasmine singkat lalu menoleh ke arah Ellena serta mengangguk..


"Hentikan mobilnya!!" ucap Ellena.


"Ada apa dengan kalian berdua? Kenapa dengan seenak hati memerintahku seperti itu?"


"Kami lelah diikuti terus, lebih baik kita menghabisinya dan masalah selesai.. Daripada kita harus berputar-putar seperti ini terus" celoteh Ellena


Darren dan Mike spontan melihat dua mobil dibelakang mobilnya yang sialnya benar-benar mengikuti mereka..

__ADS_1


"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Mike


"Berhenti dan jangan jadi pengecut" ucap Ellena


Tak Terima dengan kata-kata Ellena yang terdengar meremehkan, Mike benar-benar menghentikan mobilnya dan benar saja orang-orang dari dua mobil yang mengikuti mereka keluar..


"Olahraga dulu kawan" Ellena menyunggingkan senyuman..


Mereka berempat turun dan melawan komplotan penjahat yang membututi mereka, Jasmine yang sangat pandai bela diri pun tak segan-segan mematahkan tangan ataupun kaki dari lawannya.. Mike sampai terperangah dengan aksi bela diri dari dua wanita itu.. Mereka terlihat seperti profesional, ini seperti adegan film action yang secara nyata.. Bahkan tubuh mereka mampu membanting lawannya yang memiliki tubuh kekar..


Dua mobil berhasil mereka lumpuhkan dan kini datang lagi satu mobil dengan menggunakan senjata.. Mereka bersembunyi di balik mobil untuk menghindari peluru yang terarah pada mereka.. Jasmine memakai sarung tangan dan berhasil mendapatkan senjata dari kawanan yang sebelumnya berhasil dilumpuhkan..


"Hei Jasmine apa yang akan kau lakukan?" Mike terlihat panik..


"Diam dan lihatlah ia bekerja" Ellena membentak Mike..


Hanya ada dua peluru, setelah Jasmine memeriksanya.. Ia menembakkan satu peluru nya di ban mobil itu dan bidikannya sesuai sasaran.. Bannya menjadi kempes, seketika mobil berputar karena kehilangan kestabilan.. Detik berikutnya Jasmine menembak tanki bensin mobil itu hingga meledak dan mobil itu jatuh ke dalam jurang beserta isinya..


"Selesai" ucap Ellena enteng..


"Hubungi kantor polisi dan cari tahu siapa mereka Mike" ucap Jasmine, namun Mike masih melongo dengan apa yang dilihatnya..


"Apa kalian benar-benar wonder woman??" pertanyaan unfaedah itu meluncur dari mulut Mike..


"Bukan.. kami adalah anggota sailormoon" jawab Ellena..


"Aku melewatkan banyak hal tentangnu sepertinya" Darren mengacak rambut Jasmine..


"Aku masih sama seperti yang dulu" elak Jasmine..

__ADS_1


Darren tersenyum karena gadis manisnya bisa berubah menjadi gadis garang bila ada yang berani mengusiknya.. Tindakannya kali ini sungguh diluar dugaan, sebelumnya Darren tahu bahwa Jasmine belajar bela diri namun ia tak tahu jika ia ahli dalam hal membidik sasaran dan tidak kenal ampun..


__ADS_2