
Satya dan juga Aldin menunggu dokter selesai melakukan pemeriksaan.. Mereka berdiri di depan ruang rawat Bhina, ini kali kedua bagi Satya harus melihat Bhina terbaring lemah.. Satya merasa putus asa, ia tak ingin kehilangan istrinya.. Berbagai pikiran buruk melintas di kepalanya namun semua terhenti ketika ada yang berlutut dan memeluk kakinya..
"Sejuta permintaan maaf dariku tak akan cukup untuk mengembalikan semuanya.. Dengan tulus aku mohon maafkan aku atas kekacauan yang ku buat"
"Jasmine..." tangis Satya pecah, ia tak percaya bisa melihat putrinya.. Ini seperti mimpi.. Satya dan Aldin membantu Jasmine untuk berdiri..
"Dad.." Jasmine menangis tersedu-sedu..
"Sayang.. Putri kesayangan daddy.. Daddy tak percaya ini.. Kau????" Satya segera memeluk Jasmine dengan sangat erat..
"Ya daddy, ini aku Jasmine putri daddy.. Jasmine datang dad.. Bagaimana dengan mommy???"
Satya melepaskan pelukannya, menghapus air mata di pipi putrinya dan berkata "Ia hanya merindukanmu, daddy percaya setelah ini mommy akan segera sembuh sayang.."
"Itu benar.. Kemana saja kau heemmm?? Tega sekali meninggalkanku.." Aldin juga turut menangis
"Maaf aku yang salah.." Jasmine memeluk saudara kembarnya itu untuk mengobati segala kerinduan yang ada..
Elvano hanya bisa tersenyum melihat Jasmine bisa bertemu dengan keluarganya.. Sejak awal sebenarnya Elvano sudah membujuk Jasmine agar memberitahu keberadaannya pada keluarganya namun Jasmine menolaknya..
Dokter keluar dari ruang rawat Bhina dan mengatakan jika Bhina sudah siuman.. Mereka semua bergegas masuk untuk melihat kondisinya...
"Mommy.." panggil Jasmine..
"Jasmine?????" Bhina langsung duduk melihat putrinya datang.. Jasmine berlari dan memeluknya..
"Mommy.. maafkan Jasmine mom... Ini semua salah Jasmine..."
"Jasmine mommy sudah kembali..Mommy sangat merindukanmu nak..." Bhina menangkup wajah putrinya dan menciumi seluruh wajahnya..
"Kenapa mommy kurus sekali, apa mommy tidak memakan makanan mommy dengan baik??"
"Mommy merindukanmu sayang, bagaimana mommy bisa memakan makanan mommy dengan baik saat mommy tidak tahu apakah putri mommy sudah makan atau belum... Dan kau tampak lebih berisi sekarang..."
Jasmine tersenyum dan membawa telapak tangan mommy nya ke parutnya yang sedikit buncit.. "Ada kehidupan di sini dan aku harus banyak makan"
__ADS_1
Perkataan Jasmine barusan membuat keluarganya terkejut.. Bhina mengelus perut putrinya dan melihat kehadiran Elvano di sana..
"Elvano??" panggil Bhina..
"Ya aunty.." jawab Elvano..
"Kalian sudah menikah??"
"Itu benar aunty, maafkan aku karena sudah menikahi putri aunty.. Aku sangat sangat mencintainya, aku mohon doa restu aunty untuk pernikahan kami.."
"Bagaimana bisa kau selalu lupa caranya memanggil kami??? Bahkan kau sekarang sudah menjadi suaminya"
"Maafkan aku mom, ku pikir aku akan menikahimu.. Untung saja putrimu mau denganku" Elvano sedikit bercanda untuk memecahkan suasana yang sendu..
"Dasar mantu kurang ajar.." ucap Satya sambil tertawa dan memeluk Elvano
"Dad.." mata Elvano berkaca-kaca..
"Terima kasih sudah mencintai dan menjaga putri kesayanganku.." ucap Satya dengan tulus..
Uweeeekkk
Tiba-tiba Jasmine mengalami mual dan ia segera berlari ke kamar mandi, semua khawatir dengan Jasmine yang terus saja memuntahkan seluruh isi perutnya.. Elvano dengan sabar membantu Jasmine membersihkan muntahannya di kamar mandi..
"Apa kita perlu ke dokter??" Elvano tampak tenang saat mengucapkannya walaupun hatinya penuh dengan kekhawatiran..
"Hufh.. tidak perlu.. Maaf aku lupa meminum vitamin ku.. Apa kau bisa mengambilkannya untukku?? Aku meninggalkannya di mobil"
"Tentu saja.. Tunggulah di sini sebentar.." Elvano memapah tubuh istrinya ke sofa besar yang ada di ruang rawat Bhina kemudian segera mengambil vitamin milik istrinya...
"Sayang.. apa kau baik-baik saja?" Satya membantu Bhina berdiri agar bisa mendekati putrinya..
"Aku baik-baik saja mom, bukankah ini hal yang wajar" Jasmine berusaha menenangkan kedua orang tuanya yang panik, walaupun dulu Bhina juga pernah merasakannya namun ia tidak tega melihat putrinya tampak lemas..
"Kakak pasti sudah tahu jika mommy sakit bukan?? Aku mohon jangan pernah katakan dimana keberadaanku padanya.. Aku akan menghubungi kalian sebanyak yang aku bisa nanti.."
__ADS_1
"Tapi dia menyayangimu nak.. bagaimana pun juga sejak lahir kau tumbuh bersamanya.. apa ini tak keterlaluan untuk Darren?? Ia sangat mengkhawatirkan dirimu.."
"Mom dad.. biarkan dia hidup bahagia dengan Sonia hingga tak ada lagi dendam di hati Sonia.. Kemunculanku di hadapan kakak hanya akan memancing kemarahan Sonia.. Ayah mertuaku sedang berusaha mengeluarkan chip ini dari dalam tubuhku.."
"Yang dikatakan Jasmine benar, kita harus melindungi Jasmine hingga chip itu berhasil dikeluarkan.." Aldin membenarkan tindakan Jasmine..
Tak lama setelah itu, Elvano datang dengan membawa bungkusan obat dan vitamin yang diresepkan dokter untuk kehamilan Jasmine..
"Honey.. apa kau sudah merasa lebih baik??" Elvano mengambil vitamin yang harusnya diminum oleh Jasmine.. Ia menyuapkan vitamin itu pada Jasmine dan memberi nya segelas air..
"Terima kasih.. aku sudah merasa lebih baik sayang..." Jasmine menangkup wajah suaminya lalu mencium pipinya..
Elvano mengacak rambut Jasmine kemudian mencium perut Jasmine, tak lupa ia selalu mangajak bicara baby nya "Hallo sayang.. Jangan merepotkan mommy mu okay.. Jadilah anak yang baik, kau bisa meminta apapun pada daddy nanti saat kau sudah hadir ke dunia ini.." Elvano mencium perut Jasmine..
"Hufh, kenapa anak ini menurut sekali padamu.. Aku bahkan sudah tidak merasa mual sekarang..." gerutu Jasmine..
Elvano hanya tersenyum mendengar celotehan sangat istri, jika saja ia menjawab akan menjadi masalah besar nantinya.. Jasmine akan mengajaknya berdebat sepanjang malam hingga Elvano harus mengakui jika Jasmine lah yang benar.. Elvano melepaskan sepatu yang dikenakan oleh Jasmine dan membawa kaki istrinya ke pangkuannya.. Dengan perlahan ia memijit kaki istrinya, semua ini ia lakukan karena ia sangat mencintai Jasmine bukan karena label suami-suami takut istri..
Melihat betapa besar cinta Elvano terhadap putrinya, Satya menitikkan air mata..
"Daddy menangis???" tanya Jasmine..
"Ya.. daddy teringat saat mommy mu hamil dan daddy tak bisa menemaninya seperti yang dilakukan oleh Elvano kepadamu saat ini..pasti mommy kalian sangat menderita saat itu.. "
"Sudahlah sayang.. aku tak mempermasalahkan hal itu lagipula anak-anakmu sangat pengertian.. mereka sama sekali tak merepotkanku kala itu.." Bhina berusaha menghibur suaminya..
"Aku ingin menjadi seperti Elvano, bagaimana jika kita juga membuatkan adik untuk Aldin dan Jasmine??" goda Satya...
"DADDDYYYY!!!!!!" Teriak Aldin dan Jasmine bersamaan..
"Ohh kalian.. ini yang daddy rindukan dari kedua anak daddy.. Teriakan kalian membuat daddy bersemangat" Satya dan Elvano kompak terbahak-bahak.. Berbeda dengan Aldin dan Jasmine yang seperti sudah siap menyantap daddy nya hidup-hidup...
"Bukankah lucu jika kalian punya adik??" Satya mencoba membayangkan jika hal itu benar terjadi..
Aldin dan Jasmine kompak merotasikan bola matanya jengah.. Mereka membayangkan di usianya yang sekarang harus memiliki adik bayi.. Mau ditaruh dimana muka mereka jika hal itu benar-benar terjadi...
__ADS_1