
"Cepatlah menikah, aku ingin melihatnya... Mau beralasan apalagi jika semua orang sudah merestuimu haa??" Ucap Aldin dengan suara yang semakin melemah..
"Baiklah.. berjanjilah untuk sembuh... Kau harus membayar permintaan konyol mu ini dengan mengadakan pesta mewah untukku.." Jasmine meletakkan kepalanya di dada Aldin...
"Hehe.. Adikku... kau punya seorang daddy yang kaya raya, apalagi darren... Kau masih saja meminta uang dariku... Apa kau meragukan kekayaan mereka hmm???" Aldin sedikit tertawa dengan permintaan Jasmine sedangkan tangan kanannya membelai lembut rambut kembarannya...
"Kau yang memintaku menikah di rumah sakit Aldin, dan kau tahu aku tercatat akan menikah dua kali di rumah sakit tanpa adanya pesta yang mewah... Kau harus membayar mahal ini semua.."
"Kau boleh mengambil semua uangku...."
"Entah kenapa aku benci dengan jawabanmu.. Kau terlihat pasrah dan itu bukan gayamu..."
"Ck, wanita sungguh rumit... Tapi kenapa aku sangat menyayangimu...."
"Aku juga sangat menyayangimu..."
Setelah percakapan itu para tetua datang untuk meresmikan pernikahan antara Darren dan juga Jasmine.. Beruntung ada Mike dan Edward yang dengan sigap membantu segala keperluannya...
Dengan saling bergandengan tangan dan kedua netra yang saling beradu, Darren dan Jasmine mengucapkan ikrar janji suci mereka.. Di saksikan oleh keluarga dan beberapa tim medis yang berada di sana.. Selesai mendengar janji suci, perlahan mata Aldin mulai tertutup... Semua orang berlari mendekat dan berusaha membangunkan Aldin dengan memanggilnya.. Namun usaha mereka sia-sia.. Aldin lebih memilih untuk menutup matanya... Jasmine meraung melihat Aldin saat ini.. Tim medis segera membawa Aldin ke ruang operasi karena ada pendarahan di otaknya dan juga kakinya akibat benturan yang sangat hebat pada saat kecelakaan...
Emily hanya bisa membatu di balik pintu, sejak Aldin sadar ia tak berani untuk masuk.. Ia hanya melihat dan mendengarkan semua dari luar.... Betapa hancur hatinya saat mengetahui kondisi Aldin yang sangat parah..
Karena stok darah yang sesuai dengan golongan darah Aldin di rumah sakit tersebut habis, maka dokter bertanya pada keluarga yang mengantarnya..
"aku.. aku adalah kembarannya.. Golongan darah kami sama.. Ambilah sebanyak yang kau mau tapi tolong selamatkan kakakku..." ucap Jasmine
"Ya kami akan berusaha nona, mari ikut kami untuk pengambilan darah.."
__ADS_1
"Sayang.." Panggil Darren..
Jasmine memeluk suaminya dan berkata "aku akan baik-baik saja..Istirahat lah, lukamu belum sembuh.. Aku akan segera kembali.."
"Aku dan angel membutuhkanmu.. jangan membuatku khawatir lagi..."
"Kau berlebihan tuan Wilson.." Jasmine tersenyum dan melepaskan pelukannya.. Ia segera menuju ruang pengambilan darah..
Semua orang benar-benar sedang mendoakan keselamatan Aldin saat ini.. Mereka adalah keluarga yang sangat hangat, tak pernah meninggalkan salah seorang jika sedang dalam kondisi yang terpuruk sekalipun..
Selesai mendonorkan darahnya, Jasmine menghampiri keluarganya "Mom dad pulanglah.. aku akan menjaga Aldin di sini"
"Kau juga butuh istirahat... Sebaiknya kalian semua pulang dan beristirahat.. Aku dan Ellena yang akan menjaga Aldin... Jika ada hal penting segera kami akan memberikan kabar..." perkataan mike barusan juga turut mendapat anggukan dari Ellena..
"Tapi...."
"Tak ada bantahan Jasmine, Aldin juga sudah seperti saudaraku sendiri.. Aku akan menjaganya dengan baik... Pulang dan kembalilah esok hari..."
"Dan kau menyayangiku yang keras kepala ini Jasmine Wilson"
*blush* pipi Jasmine merona saat Ellena memanggilnya dengan nama belakang Darren.. Hal itu tentu saja membuat Darren tertawa karena Jasmine sangat tersipu malu..
"Istriku.. kenapa sekarang kau menjadi seorang yang pemalu.." goda Darren..
"Hiisss.. menyebalkan.. Tutup mulutmu atau aku akan mengirimkan surat gugatan padamu tuan Wilson..."
Ancaman Jasmine kali ini membuat Ellena dan Mike tertawa terpingkal-pingkal karena melihat ekspresi wajah Darren yang memelas... Dengan santainya, Jasmine pergi dan menggandeng kedua orang tuanya lalu mengajaknya pulang... Darren pun turut menyusul mereka.. Jasmine memutuskan untuk membawa kedua orang tuanya ke hotel milik Elvano yang letaknya tak jauh dari rumah sakit di mana Aldin di rawat... Melihat kondisi yang tidak memungkinkan, Angel dibawa oleh keluarga Elvano untuk dirawat sementara waktu hingga keadaan lebih baik lagi...
__ADS_1
Setelah mendapatkan kamarnya, Jasmine dan Darren masuk tanpa mengobrol sedikitpun... Darren bingung harus memulai semua dari mana.. Ia sadar bahwa ia sangat bahagia bisa menikah dengan Jasmine.. Namun ia tak yakin Jasmine memiliki perasaan yang sama, mungkin saja Jasmine menikah dengannya karena permintaan Aldin... Jasmine segera masuk ke kamar mandi untuk membersihkan dirinya... Tubuhnya sangat lelah, bahkan terdapat beberapa luka memar di punggungnya karena sebelum mobilnya meledak, Jasmine dan Aldin melompat keluar.. Tubuh mereka berguling2 di jurang hingga sebuah batu besar yang jatuh akibat ledakan mobil menindih kaki Aldin...
Jasmine keluar dengan mengenakan jubah mandi, ia berjalan dengan pelan sembari menahan sakit di tubuhnya.. Ia sungguh tak melihat Darren yang sejak tadi terdiam menunggunya.. Menunggu sepatah kata keluar dari mulut istrinya.. Jasmine duduk di sofa dan memejamkan kepalanya, sesekali ia sedikit meringis karena rasa sakitnya..
"Apa kau tidak nyaman dengan keberadaanku? Aku bisa memesan satu kamar lagi jika begitu" Hal ini sudah benar-benar dipertimbangkan sejak tadi oleh Darren.. Ia tak ingin memaksa Jasmine untuk menerimanya..
"Istirahatlah di sini.." Jawab Jasmine dengan mata terpejam..
"Kau seperti terusik dan aku tak ingin mengganggumu..."
"Apa kau bisa membantuku??" Jasmine terlihat kesakitan membuat Darren segera mendekat..
"Apa yang terjadi?? Apa kau baik-baik saja??"
"Ya aku baik-baik saja.. tenanglah.. Oleskan ini di punggungku..." Jasmine menyerahkan krim oles kepada Darren lalu duduk memunggungi Darren.. Perlahan ia membuka jubah mandinya dan menurunkannya dan betapa terkejutnya Darren mendapati banyak luka lebam di punggung istrinya..
*Astaga Jasmine, kita harus melakukan pemeriksaan..."
"Ini baik-baik saja kak.. perlahan akan sembuh dengan sendirinya... oleskan saja obatnya"
Dengan sabar Darren mengobati lukanya dan percayalah air matanya tak tertahankan melihat banyaknya luka di punggung istrinya..
"Ini pasti sangat sakit..."
Jasmine berbalik badan dengan bertelanjang dada, peduli amat dengan harga dirinya karena lelaki di hadapannya adalah suaminya.. Ia menangkup wajah suaminya dan mengusapnya lembut..
"i love you..." Jasmine mengecup singkat bibir suaminya dan menjatuhkan dirinya ke dalam pelukan Darren..
__ADS_1
"i love you more more more and more Jasmine ku... Ku harap kita bisa bersama selamanya... Aku tak ingin berpisah lagi darimu, hal itu membuatku serasa ingin mati saja..."
"Mulai saat ini kita akan selalu bersama.." Darren menganggukkan kepalanya sebagai jawaban kemudian menggendong istrinya ke tempat tidur.. Keduanya tertidur bersama dengan saling berpelukan satu dengan yang lain..