Cinta Cuma-Cuma

Cinta Cuma-Cuma
CCC- Bab 93


__ADS_3

Hari ini keadaan Feli sudah lebih baik dan tak ada lagi selang infus yang menempel ditubuhnya... Hal pertama yang ingin ia lakukan adalah mandi karena selama menjadi pasien ia tak puas dengan mandi ala kadarnya...


Feli menurunkan kakinya di lantai dan segera ke kamar mandi, baru saja ia akan menarik gagang pintu kamar mandi Aldin sudah berada di hadapannya..


"Astaga, kau mengagetkanku..." Feli mengelus dadanya..


"Hmm.. apa yang akan kau lakukan??" Tanya Aldin dengan tatapan menyelidik...


"Tentu saja mandi..." Feli memutar bola matanya malas lalu masuk ke dalam kamar mandi... Ucapkan selamat pada Aldin yang juga berhasil masuk ke kamar mandi dengan gerakan secepat mungkin..


"Untuk apa kau di sini???" Feli merasa sangat gugup berada di kamar mandi berdua dengan Aldin..


"Tentu saja menunggumu mandi.. Aku tak ingin terjadi apa-apa padamu jadi aku memutuskan untuk menemanimu mandi..."


"Aku baik-baik saja... keluarlah...." Feli menunjuk pintu kamar mandi dengan dagunya...


"Tidak.. Sampai kau menyelesaikan mandimu..." Aldin tetap bersikukuh...


"Jika begitu aku tak jadi mandi..." Feli mencoba keluar dari kamar mandi namun ternyata Aldin mengunci pintunya...


"Berikan kuncinya..." Feli mengulurkan tangannya untuk meminta kunci namun Aldin tak menghiraukannya...


"Aldin.. berikan kuncinya..." Feli merengek seperti anak kecil...

__ADS_1


"Berikan aku ciuman maka kau akan mendapatkan nya" ucap Aldin sembari bersedekap...


"Aku tak mau!!!"


"Jika begitu kita akan menghabiskan waktu berdua di sini..."


"Biarkan saja sampai petugas keamanan mendobrak pintu kamar mandi ini..." kekeh Feli..


"Dan mereka akan menemukan kita berdua di sini jika kau tak malu..." balas Aldin sambil duduk di toilet menanti Feli yang tampak sedang berpikir keras..


"Baiklah jika memang tak ada cara lain..." Feli mendekatkan diri kepada Aldin dan menciumnya terlebih dulu... Aldin merasa menang saat ini, ia bahkan menarik tubuh Feli untuk duduk di atas pangkuannya... Ia melingkarkan tangannya di pinggang Feli begitu juga Feli yang melingkarkan tangannya di leher Aldin..


Keduanya bertautan cukup lama bahkan semakin lama semakin menuntut lebih.. Tangan Aldin pun sudah berhasil membuka semua kancing baju istrinya.. Feli mencoba mengembalikan kewarasannya sebelum mereka melakukan hal yang lebih dari itu tapi tetap saja sentuhan Aldin mengacaukan pikirannya... Feli menikmatinya bahkan ketika Aldin membuatnya semakin menggelinjang tak karuan...


Feli menghambur ke tubuh Aldin dan memeluknya dengan erat.. Ia merasa bersalah pada Emily tapi dia juga tak bisa mengingkari bahwa laki-laki dihadapannya ialah suami yang sangat ia cintai...


"Aku tak akan pernah melupakan ini Aldin..."


Aldin mengurai pelukannya karena merasa Feli sedang menangis "Kau menangis?? Katakan apa ada yang sakit??? Aku menyakitimu???"


Feli menggeleng dan menjawab "Aku tak akan melupakan fantasimu untuk bercinta di kamar mandi rumah sakit..."


Aldin tergelak mendengarnya walaupun ia menafsirkan hal yang berbeda dari kata-kata Feli baru saja.. Ia membalikkan tubuh Feli lalu menggosoknya dengan lembut...

__ADS_1


"Aku ingin waktu berhenti di sini saja Tuhan... ini sangat indah..." batin Feli...


Mereka akhirnya mandi berdua dan mengulangi adegan panas mereka seolah tak puas jika hanya sekali...


.


.


.


Tak jauh beda dari Aldin dan juga Feli... Jasmine dan Darren juga sedang melakukan sarapan panas mereka.. Sebenarnya Darren bisa saja menahannya namun Jasmine sendiri yang sudah membangunkan sesuatu di bawah sana dengan jemari lentiknya..


"Jasmine.. ingatlah kau masih lemah..." Darren sekuat tenaga menahan juniornya yang semakin tegak berdiri..


"Apa aku sudah tak menarik lagi semenjak hamil???" Lagi-lagi Jasmine merajuk..


"Heii, lebih dari dirimu honey.. Aku jauh menginginkannya tapi aku tidak tega padamu dan juga anak kita... Aku takut jika membuat kalian sakit karena permainanku... Bersabarlah honey..."


"Aku bahkan selalu bercinta saat hamil Angel..." ucap Jasmine yang membuat Darren panas dingin dibuatnya... Ayolah dia pria normal dan memiliki kadar cemburu yang tinggi.. Otaknya tidak karuan saat mendengar Jasmine bercinta dengan Elvano, walaupun ia menyadari bahwa Elvano mantan suami Jasmine tetap saja ia cemburu..


"Kau menantangku honey tapi maaf untuk kali ini turuti apa kata dokter.." Darren segera bangun dan pergi ke kamar mandi, ia butuh air dingin untuk melampiaskan semuanya...


Jasmine terdiam, ia merasa bersalah pada Darren karena membahas mengenai Elvano di hadapannya... Ia memilih menutup matanya untuk menetralkan perasaannya saat ini....

__ADS_1


__ADS_2