
Satya melihat interaksi antara Darren dan juga Jasmine, terlihat sekali jika Darren sangan menyayangi Jasmine..
"Kau terlihat menyayangi Jasmine nak.. "ucap Satya
"Tentu saja, Jasmine adalah duniaku dad... she is my Princess" jawab Darren
"Daddy bangga punya anak sebaik kamu, tetap saling menjaga dan menyayangi satu dengan yang lain ya" Satya mengacak rambut Darren..
"Katakan bagaimana dengan sekolah kalian??"
"Jangan tanyakan hal yang membuat darah tinggiku naik sayang" sahut Bhina..
"Kenapa?" Satya nampak heran
"Putramu yang nomor satu : cerdas, tampan, berbakat, murid berprestasi, dan dia sangat baik..
Putramu yang nomor dua : cerdas, tampan, berbakat, murid berprestasi namun sayang sekali suka berkelahi..
Putrimu satu-satunya : tidak secerdas kedua kakaknya, suaranya merdu, cantik, pusat perhatian, public speaking nya bagus namun sayang sekali aku harus sering dipanggil gurunya karena ia selalu mendandani teman sekelasnya dengan membawa alat make up ku"
"Oh mom, maaf" ucap twins kompak
"Darren, Aldin lebih baik kau berikan sedikit kecerdasan kalian untuk Jasmine, mommy lelah harus berhadapan dengan guru kalian soal akselerasi pendidikan kalian.. Dan kau Aldin berhentilah berkelahi.. Jasmine belajar yang benar"
"Jika aku bisa, dengan senang hati aku akan memberikan kecerdasanku ini pada putrimu mom" ucap Darren..
"Mom, aku hanya membela Jasmine.. aku tak suka bila ada yang merendahkan adikku"
"Tapi tidak dengan cara berkelahi Aldin, itu bisa melukai temanmu"
"Mereka bukan temanku mom, dan ayolah mom aku kan anak laki-laki.. betul kan dad??" Darren mencari pembelaan dari Satya dan Satya mengangguk "Ya kau harus melawan orang yang salah"
Bhina melotot tajam ke arah Satya "Ajari anakmu dengan baik daddy!!!"
"Aku benar, aku tak ingin kelak anakku menjadi pecundang.. Jika memang dia membela haknya dan apalagi membela sebuah kebenaran ku rasa itu hal yang benar.. Daddy rasa daddy harus memasukkanmu ke kelas bela diri nak.. Apa kau setuju??"
"Setuju dad" keduanya bertos ria..
"Aku juga mau" Darren.
"Kalau kau ikut aku pun harus ikut" Jasmine.
"Baiklah semuanya boleh ikut" Ketiga anaknya berlari dalam pelukan Satya yang memberi mereka dukungan..
"Kemarin kalian sudah bikin mommy naik darah, sekarang kalian mau bikin mommy jantungan?? Sungguh anak-anak yang luar biasa.. Okay malam ini mommy tak akan menemani kalian tidur.."
__ADS_1
"Tak masalah ada oma dan opa" Aldin mengerling jenaka..
"Aldin!!!!" pekik bhina..
Satya mengelus-elus punggung bhina untuk menenangkannya "Sudahlah, bela diri bagus agar mereka bisa menjaga diri mereka.. kita tak bisa menjaga mereka selamanya bukan"
"Hmm" Bhina tampak memijit pelipisnya..
.
.
.
Setelah dirasa cukup membereskan urusan di Milan, bhina menyerahkan perusahaan miliknya dan milik Darren untuk dikelola oleh Gilang dan juga Meghan.. Kelak jika usia darren sudah mencapai 20tahun, ia merupakan ahli waris yang sah dan harus memimpin kerajaan bisnis milik orang tuanya..
Bhina dan Satya membawa darren ke Jakarta untuk tinggal bersama mereka hingga usianya cukup untuk memimpin sebuah perusahaan sesuai yang telah diwasiatkan kepadanya..
Bhina dan Satya kembali menikah, hidup mereka sungguh sangat sempurna dengan harta, tahta, popularitas serta kebahagiaan yang mereka miliki dengan ketiga anaknya.. Satya sangat memuja istrinya, setiap kata-katanya ialah perintah untuknya.. Ia menjadikannya ratu dalam hidupnya hingga tak terasa kini usia si kembar sudah mencapai 15 tahun sedangkan darren 20tahun..
Tiba waktunya bagi darren untuk kembali ke Milan untuk meneruskan bisnis keluarga, hal ini tentu saja membuat Jasmine uring-uringan.. Ia masih duduk di bangku SMP kala itu sedangkan Aldin duduk di bangku SMA..
"Jasmine, tolong mengertilah kali ini.. aku harus kembali ke Milan"
"Ya silakan dan aku tak melarangnya.."
"Hmm.. aku mengantuk, besok aku ada ujian.. selamat malam semua" Jasmine mencium mommy, daddy dan saudara kembarnya namun ia melewatkan Darren..
"Apa tak ada ciuman selamat malam untukku juga??" protes Darren.. Jasmine mengabaikannya dan berlalu pergi ke kamarnya.. Aldin sekuat hati menahan tawanya melihat Darren yang sangat frustasi karena kemarahan Jasmine..
"Mom, lihatlah dia marah padaku"
"Sudahlah, ia hanya sedih karena kau akan pergi.. tak lama lagi ia pasti akan menghubungimu.. ia tak akan sanggup jika tak mendengar suaramu nak"
"Tapi mom"
"Lebih baik kau istirahat karena besok penerbanganmu pagi hari"
"Baik mom"
"Wah, sepertinya kali ini kau dalam masalah besar dude dan maaf aku tak bisa membantumu" ejek Aldin
"Dasar sialan"
Aldin pergi meninggalkan Darren yang masih termenung di ruang keluarga menuju kamar Jasmine..
__ADS_1
Tok Tok Tok
Tak ada jawaban dan Aldin membuka pintu kamar "Apa kau bisa tidur?"
Jasmine membalikkan badannya ke arah Aldin "Kau pikir?Biasanya dia yang menemaniku hingga tidur dan mulai sekarang harus melakukannya sendiri..melakukan hal yang tidak pernah menjadi kebiasaanku sejak lahir ke dunia..ini hal terburuk untukku Al"
"Aku bisa menemanimu.. aku tak senang melihatmu sedih.. apa kau mau?"
"Ya tentu saja, walaupun kadang kau jahil kepadaku tapi aku rasa kau lah yang paling menyayangiku.. kemarilah" Jasmine bergeser agar Aldin bisa berbaring di sebelahnya seperti yang biasa dilakukan oleh Darren..
"Apa kau yakin tak ingin berbicara padanya? Bukankah kau sangat menyayanginya.. Besok ia akan pergi Jasmine, kasihanilah dia sedikit saja"
"Justru orang yang paling kita sayang itu adalah orang yang paling menyakiti kita.. Aku harus membiasakan diri tanpanya Al, ku mohon kau mengerti.. Dan yaa semoga dia bisa hidup bahagia setelah ini"
"Wow.. aku tak menyangka kau bisa berkata demikian.. Sekarang lebih baik bagimu untuk tidur anak manis, aku akan menjagamu"
"Terima kasih Al dan tetaplah di sini bersamaku"
"Kita akan selalu bersama adikku.. tidurlah"
Jasmine mengangguk dan mengeratkan pelukannya, setelah ia berhasil tertidur secara perlahan Aldin segera bangun dan membetulkan posisi Jasmine.. Ia beranjak keluar dan kaget karena Darren berdiri di balik pintu..
"Sejak kapan kau ada di sini dude??"
"Sejak kau masuk ke dalam"
"Apa kau mendengar semuanya?"
"Ya tentu saja, hal yang paling menakutkan dalam hidupku akan terjadi.."
"Pergi dan peluklah adikku, karena kau tak akan pernah mendapatkannya setelah ini" Aldin menepuk bahu Darren dan kembali ke kamarnya..
Darren melangkah masuk ke kamar yang sejak ia datang pertama kali ke rumah ini merupakan kamar ternyaman baginya.. Aroma tubuh jasmine memenuhi ruangan itu, dan lihatlah gadis kecil itu sangat menggemaskan saat tidur.. Darren mendekat dan mengusap lembut wajah Jasmine, wajah yang tidak pernah membuatnya bosan untuk selalu memandanginya.. Perlahan ia mencium puncak kepala Jasmine dan berucap "Maafkan aku princess, aku berjanji setelah kau menyelesaikan pendidikanmu aku akan menjemputmu agar kita bisa tinggal bersama kembali.."
Tanpa sadar, jasmine memeluknya, Darren juga melakukan hal yang sama.. Bahkan semalam ia tak tidur karena belum puas rasanya memandangi wajah Jasmine.. Hingga pagi menjelang, Jasmine menggeliat, meregangkan otot tubuhnya dan kaget karena pria di sebelahnya adalah Darren.. Ia merasa bahagia dan sedih di waktu yang bersamaan.. Bahagia karena ternyata Darren menemaninya dan sedih karena hari ini hari perpisahan mereka.. Perlahan Jasmine mengusap wajah Darren, matanya yang indah, hidungnya yang mancung dan turun mengusap bibirnya..
"Apa kau sedang mengagumi ketampananku?" Darren yang tidak benar-benar tidur itu menikmati setiap sentuhan Jasmine, spontan Jasmine menarik tangannya.. Hal itu membuat Darren bangun seketika dan kini posisinya berhadapan dengan Jasmine yang hanya berjarak beberapa centi saja, mereka sangat dekat.. Netral mereka saling mengunci dan detik berikutnya Darren mencium bibir merah muda milik Jasmine.. Jasmine mengerjapkan matanya tak percaya dengan apa yang dilakukan oleh Darren namun ia tak menolaknya.. Percayalah jantung Jasmine kini memompa lebih cepat..
"Dengarkan aku baik-baik princess, mulai hari ini kau adalah milikku jadi jangan biarkan ada laki-laki lain untuk mendekatimu.."
"Kenapa?"
"Karena kau hanyalah milikku princess, belajar yang rajin dan selesaikan pendidikanmu.. Kelak kita akan hidup bersama seperti mommy dan daddy" Darren membawa Jasmine ke dalam pelukannya..
.
__ADS_1
.
.