
Setibanya di apartemen, Jasmine berlari ke kasur dan menjatuhkan dirinya.. "Aku merindukan tidur berkualitas akhir-akhir ini".
"Bersihkan dirimu honey, kau tak akan nyaman tidur dengan baju pengantinmu itu"
"Hmmm.. sebentar saja aku sangat mengantuk.. Hooahhmm" Beberapa kali Jasmine menguap karena kelelahan.. Akhirnya ia memilih untuk memejamkan matanya daripada menuruti kata-kata suaminya.. Suara dengkuran halus terdengar dari bibir Jasmine.. Elvano membuka sepatu yang masih dikenakan oleh Jasmine dan menggantikan baju pengantin yang dikenakannya dengan piyama tidur.. Ini kali pertama ia memberanikan diri membuka baju Jasmine, jika wanita itu sadar nanti Elvano sudah siap menerima hukumannya.. Walaupun berhak, Elvano tak ingin menyentuh istrinya hingga istrinya sendiri yang menyerahkan dengan sendirinya.. Ia menghormati Jasmine atas kejadian yang belum lama ini menimpanya...
Jasmine terlelap hingga pagi datang, kilau sinar matahari dari jendela kamarnya yang membanginkannya.. Jasmine menggeliat dan perlahan membuka matanya.. Ia mengedarkan pandangan ke sekeliling ruangan namun tak ada suaminya di sana... Aroma sandwich dan susu hangat menggoda indera penciuman Jasmine hingga ia melihat ada setangkai mawar merah dan sepucuk surat di nampan yang berisi sarapan.. Jasmine mengambil mawar itu dan menghirup aromanya kemudian membuka surat yang ditulis oleh Elvano...
___
Selamat pagi nyonya Elvano Rodrigo,
Aku sangat bahagia karena kini kau telah menjadi istriku.. Aku sangat mencintaimu melebihi diriku sendiri, karena terlalu bahagia semalaman aku tak bisa tidur karena sibuk memandangi wajah cantikmu itu..
Maafkan aku yang sudah lancang menggantikanmu piyama tidur., aku hanya ingin tidurmu lebih nyaman.. Sebagai permintaan maaf ku, aku sudah membuatkanmu sarapan pagi ini.. Habiskan sarapanmu karena semalam kau melewatkan makan malammu.. Semoga kau menyukainya..
Sebenarnya aku ingin sarapan denganmu namun aku tak ingin membangunkanmu dan kebetulan pagi ini aku ada rapat penting.. Jika kau bersedia bagaimana jika nanti siang kita makan bersama? Aku akan menjemputmu pada jam makan siang.. Aku juga membelikanmu hp, aku sudah menyimpan nomorku di sana.. Nanti aku akan menghubungimu..
See you honey..
____
Jasmine melihat piyama yang dipakaikan oleh Elvano dan tersenyum, ia menghabiskan sarapannya lalu membereskan tempat tidurnya.. Mulai hari ini ia ingin menikmati peran barunya sebagai seorang istri.. Jasmine membersihkan seluruh apartemen Elvano dan membuat seluruh ruangan sangat wangi..
Jasmine membuka HP pemberian suaminya lalu tertawa terbahak-bahak saat di layar HP itu terpasang wallpaper yang memuat wajah cantiknya saat sedang tidur.. "Dasar suami sialan, kalau ketahuan fansku bisa dihujat dia.."
Jasmine membawa nampan berisi piring kotor ke dapur lalu mencucinya.. Hari ini ia sangat merindukan masakan mommynya, Jasmine berinisiatif untuk memasak walaupun ia belum pernah memasak.. Ia memanfaatkan ponselnya untuk mencari resep ikan bakar madu..
"Mari kita mencoba.. Semangat Jasmine!!! Kamu pasti bisaaa!!! Go Jasmine go Jasmine go!!!!"
Jasmine mengambil semua bahan yang dibutuhkan dan mengikuti video tutorial yang sedang ditontonnya.. Sayang sekali lima jari tangan kirinya harus terluka saat sedang memotong bawang..
"uuuuhhh.. ternyata memotong bawang lebih susah daripada memainkan senapan... Huwaaaa mommyyyyy aku merindukanmu.... Bagaimana mommy bisa melakukan ini semua dengan baik??? Bawang merah ini membuatku menangis.."
Walaupun penuh dengan perjuangan, akhirnya ikan bakar madu ala Jasmine sudah jadi.. Ia mengemasnya dalam kotak makanan bersama dengan nasi putih lalu bersiap untuk pergi ke kantor suaminya.. Ia memang tak tahu dimana kantor suaminya, hanya bermodalkan nama besar perusahan nya saja tak ada satu orang yang tak mengetahui dimana posisi kantor miiik Elvano itu...
Jasmine pergi dengan menggunakan taxi, ia turun dengan menggunakan dress selutut berwarna navy, sangat kontras dengan kulit putihnya.. Jasmine terlihat sangat cantik, ia menuju receptionist untuk menanyakan dimana ruangan Elvano namun sang receptionist memberitahu jika Elvano sedang menghadiri rapat bersama dengan Edward... Jasmine memutuskan untuk menunggu di lobby, kebetulan ini belum jam makan siang..
"Jasmine..* panggil seorang pria..
"Ra.. radit????? Ka-kamu ngapain di sini??"
"Aku kerja di sini.. kamu sendiri ngapain di sini??"
"Mmm.. aku.. aku menunggu Elvano"
__ADS_1
"Aku sudah mendengar berita tentang dirimu di saat hari kelulusanmu.. apa keluargamu tahu jika kau berada di sini???"
"Tidak!!!! ku mohon dit jangan sampai ada yang tahu... please"
"Jasmine, mereka pasti mengkhawatirkanmu.."
"Aku tahu tapi aku belum siap untuk kembali.." Jasmine tertunduk lesu..
"Baiklah aku tak akan memeberitahu mereka, Jasmine aku turut berduka untuk anakmu"
"Terima kasih dit."
Jasmine dan Radit terlibat obrolan dan saling bercanda, mereka dulunya teman satu kampus.. Radit termasuk salah satu pria yang menyukai Jasmine di kampusnya, selain wajahnya yang cantik, Jasmine sangat ramah kepada siapapun bahkan ia tak pilih-pilih dalam berteman..
Tak terasa ada sepasang mata yang memperhatikan interaksi antara Jasmine dan juga Radit..
"Eheeemmm" Suara itu membuat Radit dan juga Jasmine kompak menoleh, Radit menunduk hormat sedangkan Jasmine tersenyum manis..
"Kau sudah selesai rapat?"
"Sudah.." Jawab Elvano singkat lalu berbalik badan dan berjalan menuju lift diikuti oleh seorang wanita dan juga Edward.. Jasmine dan Radit terdiam di tempatnya, Jasmine tampak bingung dengan sikap suaminya yang cepat berubah..
"Apa dia punya kepribadian ganda" lirih Jasmine
"Ohhh tidak apa-apa.. aku hanya ingin pulang..."
"Kebetulan ini jam istirahat, aku bisa mengantarmu pulang jika kau mau.."
"Ahh tidak.. Terima kasih untuk tawarannya.. Sepertinya aku ingin sedikit berjalan-jalan.. Senang bertemu denganmu Radit.."
"Jika begitu mari ku antarkan sampai depan"
"Baik.." Keduanya berjalan keluar bersama..
.
.
.
Di dalam lift,
"Kak, kenapa kakak ninggalin kak Jasmine???" tanya Edward
"Siapa laki-laki tadi??"
__ADS_1
"Dia staf marketing di sini kak.. kebetulan waktu itu aku yang mewawancarai dirinya.. dia dari Indonesia, mungkin teman kak Jasmine"
Tak menggubris kata-kata Edward, Elvano menekan tombol ke lobby kembali membuat dua orang yang bersamanya merasa bingung namun tak menyuarakan apapun.. Begitu pintu lift terbuka, Elvano mencari keberadaan Jasmine dan Radit di ruang tunggu namun sudah tak ada siapapun di sana.. Ia berjalan keluar dan menemukan Jasmine sedang menunggu taksi di lobby.. Elvano menarik tangan Jasmine dan membuatnya untuk mengikutinya.. Kini keduanya menaiki lift menuju ruangan Elvano... Elvano masih diam saja walaupun tangannya masih menggenggam tangan kanan Jasmine..
Begitu pintu lift terbuka, Elvano kembali menarik tangan Jasmine.. Mereka masuk ke ruang kerja Elvano, di sana ada Edward dan seorang wanita yang tadi bersamanya..
"Kau sudah datang sayang" sapa wanita itu, Elvano mengacuhkannya sedangkan Jasmine sedikit terkejut dengan panggilan sayang namun dia diam saja..
"Kak Jasmine.." sapa Edward..
"Hai Ed.."
"Apa yang kakak bawa??" tanya Edward penasaran..
"Ini hanya makan siang saja, nanti aku akan memakannya.." Jasmine tersenyum canggung..
"Siapa dia sayang?? Kenapa kau membawanya kemari??" ucap wanita itu..
"Hai.. aku Jasmine"
"Jasmine mantan kekasih Elvano???" Jasmine mengangguk dan wanita itu tersenyum mengejek..
"Perkenalkan aku Rachel, cinta pertama Elvano" ucap wanita itu dengan sombongnya..
"Ed, antar Rachel pulang" perintah Elvano..
"Tapi aku masih merindukanmu sayang...aku masih ingin bersamamu"
"Aku sedang ingin bersama Jasmine saat ini.. Untuk proyek kerjasama kita, aku sudah melimpakannya pada Edward.. Dia yang akan menanganinya"
"Apa wanita itu sedang menggodamu untuk berbalikan denganmu sayang??"
"Bukankah itu yang sedang kau lakukan nona??" sahut Jasmine..
"Beraninya kau!!! Kau pikir siapa dirimu haa???" Tantang Rachel..
Tanpa berpikir panjang, Elvano menarik Jasmine dan mengecup bibirnya dihadapan Rachel dan Edward..
"Dia istriku.." Jawab Elvano sambil menatap manik mata Jasmine..
"Istri???? Ini tak mungkin.. kalian pasti berbohong.. Bukankah kau dulu bilang jika kita akan menikah Elvano?? Kini aku sudah kembali dan kita bisa menikah"
"Itu dulu sebelum kau pergi meninggalkanku.. Dan sekarang aku sudah memiliki Jasmine" Elvano tak melepaskan pandangannya dari wajah sang istri...
Rachel menatap benci pada Jasmine lalu berlari keluar diikuti oleh Edward..
__ADS_1