Cinta Cuma-Cuma

Cinta Cuma-Cuma
CCC- Bab 87


__ADS_3

Darren baru saja menyelesaikan meetingnya, ia masih saja kesal dengan pertengkaran tadi pagi.. Jasmine meminta izin menghadiri undangan makan malam dari Leon dan Darren tak bisa menerima itu.. Daripada ia dibakar oleh rasa cemburunya lebih baik ia melarangnya terlebih dahulu.. Darren sama sekali tak menghubungi Jasmine sejak tadi pagi berharap Jasmine menyadari alasannya melarangnya karena Darren sangat mencintainya.... Darren merasa bahwa Jasmine beberapa hari ini bersikap dingin padanya..


Mike datang dengan membawa beberapa berkas yang harus di tanda tangani oleh Darren, melihat sahabatnya termenung ia jadi penasaran..


"Ada masalah dude??" pertanyaan Mike barusan membuyarkan lamunan Darren..


"Hmm.. Jasmine berubah.." jawab Darren dengan raut wajah sedih yang tidak bisa disembunyikan..


"Berubah?? Jadi power rangers maksudnya??" ejek Mike..


"Ck! Lagi malas bercanda!!" Darren mengusap wajahnya kasar..


"Sorry.. apanya yang berubah hingga membuatmu jadi seperti ini hmm???" Mike dalam mode serius..


"Aku merasa akhir-akhir ini dia tak sehangat biasanya.. Dia berbeda, bukan seperti Jasmine yang ku kenal... Dia bahkan melakukan hal yang tidak ku sukai.. Berulang kali aku melarangnya bertemu dengan Leon tapi terus saja terulang... Apa Jasmine sudah tak mencintaiku?? Aku pusing memikirkan hal ini.. Kau tahu dia segalanya bagiku... Aku tak mau jika harus kehilangannya lagi.. Cukup waktu itu... Rasanya sangat sakit Mike..."


"Ya aku paham.. Mungkin Jasmine memiliki alasan di balik ini semua.. Oh ya, apa kau sudah melihat berita pagi ini?? Ku kira hal itu yang membuatmu murung..."


"Belum, aku belum menyentuh ponselku.. Ada berita apa memang??" Darren penasaran lalu membuka ponselnya, ia membulatkan matanya tak percaya melihat Jasmine menjadi trending topic pagi ini karena tak bisa memberikan Wilson keturunan...


"Bangsaattt!!! Urus semua media yang memberitakan hal ini Mike.. Jika dalam waktu maksimal setengah jam mereka tak menarik beritanya maka siapkan 20 pengacara untuk menuntut mereka semua!!!" Darren murka, Mike segera mengerjakan semuanya saat ini juga...


Darren segera menghubungi Jasmine untuk menanyakan keberadaannya.. Pesan maupun panggilannya tak ada yang di jawab satu pun... Ini merupakan panggilan ke 7 nya dan akhirnya diangkat...


"Honey..." panggil Darren dengan lembut..


Mendengar jawaban dari sebrang sana membuat Darren menjadi cemas, ia langsung menutup panggilannya, mengambil kunci mobilnya dan pergi menyusul Jasmine..


Setengah jam perjalanan ia sampai ke rumah sakit dan langsung menuju ruang rawat Jasmine.. Sepanjang perjalanan ia mengendarai mobilnya seperti orang gila, ia khawatir dengan keadaan istrinya..


Darren masuk ke ruang rawat Jasmine dan merasa hancur melihat Jasmine yang sedang tidur terlihat lemah dan pucat... "Apa dia baik-baik saja??" tanya Darren..


"Hemoglobinnya rendah makanya dia pingsan kak..." Feli mencoba menjelaskan kondisi Jasmine.. Darren mengangguk paham dan mendekati istrinya lalu melabuhkan sebuah ciuman di kening Jasmine membuat Jasmine menjadi tersadar..


"Kau di sini??" ucap Jasmine lemah, matanya bahkan sudah sembab karena kebanyakan menangis..

__ADS_1


"Ya.. aku disini, aku menjagamu... Lekas sembuh honey..." Darren mencium punggung tangan Jasmine dengan penuh kasih sayang... Karena Darren sudah datang, Feli berpamitan untuk mengunjungi pasiennya sekaligus memberikan ruang bagi suami istri itu untuk mengungkapkan apa yang ingin diungkapkan..


"Darren Wilson..."


"Hmmm..."


"Aku.. aku membebaskanmu untuk menikah lagi..." Sebulir air mata Jasmine kembali terjatuh, ia sadar ia sangat mencintai Darren namun ia juga tak boleh egois..


"Jasmine!! Tarik kata-katamu barusan!!!!" Bentak Darren, ia tak percaya bagaimana Jasmine memiliki pikiran seperti itu... Jasmine menggeleng dan terus menangis, bukan iba tapi Darren justru marah.. Ia menarik nafas panjang dan menghembuskannya kasar, mencoba menahan amarahnya yang bergemuruh di dadanya..


Perlahan Darren membawa Jasmine ke dalam pelukannya "Apa yang terjadi sebenarnya?? Kau tahu bukan jika kau adalah hidupku?? Aku tak peduli bagaimana penilaian orang tentang kita, yang penting kau ada di sisiku.. Itu saja sudah cukup bagiku.."


"Aku seperti wanita yang tak berguna Darren... Aku tak bisa memberimu keturunan..." Jasmine terisak..


"Kita memiliki Angel..."


"Tapi dia bukan darah dagingmu"


"dia putriku walaupun darahku tak mengalir di dalamnya... Aku daddynya dan aku menyayanginya.. Berhenti menyalahkan dirimu sendiri Jasmine..."


"Aku harus bagaimana Darren??" Jasmine menangis pilu membuat hati Darren menjadi sangat sakit..


"Aku hanya takut kau tak mencintaiku lagi Darren..."


"Itu tak akan pernah terjadi..."


Jasmine memeluk suaminya dengan sangat erat dan menumpahkan air matanya di sana, tempat ternyaman nya untuk bersandar..


.


.


.


Feli menuju ruang rawat pasien yang sudah seperti kakaknya sendiri...

__ADS_1


"Kakak..."


"Feliii, baguslah kau datang... aku sangat kesepian..."


"Kau merindukanku kak???"


"Merindukan seseorang.." Ia tengah memeluk sebuah foto..


"Katakan apa yang kau peluk itu foto orang yang kau cintai???" tanya Feli penasaran..


"Ya kau benar sekali Feli..." wanita itu tersenyum manis kemudian ia menyuruh Feli untuk melihat orangnya...


Bagai di sambar petir siang bolong, Feli melihat foto Aldin yang di tunjukkan oleh kakaknya.. Ia mengusap matanya, berharap jika ia salah melihat karna sedang memikirkan suaminya namun gambarnya sama sekali tak berubah..


Apa ini Tuhan???? aku baru saja menemukan pria yang tepat.. batin Feli..


"Feli..."


"Akh... ya.. apa kak??"


"apa kau masih penasaran dengan ceritanya???"


Feli mengangguk dan ia mendengarkan dengan seksama bagaimana kisah Aldin dan Emily... Ya wanita itu adalah Emily, wanita yang sama yang dulu dicintai oleh Aldin... Mendengar kisahnya, Feli sangat takut kehilangan Aldin... Untuk pertama kalinya Feli merasakan patah hati... Tapi wanita di hadapannya itu juga kasihan, ia sebatang kara dan harus menjalani pengobatan kanker darah sendirian karena sudah tak memiliki siapapun... Hanya Feli satu-satunya teman yang ia miliki..


"Apa aku bisa sembuh em???"


"Kau ingin sembuh kakak??"


"Ya.. aku ingin melihat Aldin..."


DEG.. Feli terdiam, bagaimana jika Emily tahu kalau dia menikah dengan Aldin..


"Kau bisa sembuh kak, semoga ada pendonor yang cocok dengan sumsum kakak.."


"Yaaa.. aku menantikan hari itu tiba Feli... Aku ingin mengungkapkan semua perasaanku pada Aldin.. Aku ingin sembuh... Aku harus semangat...."

__ADS_1


"Ya kau benar.. kakak harus semangat..."


Feli menumbuhkan semangat Emily tapi ia sendiri yang mematikan semangat di dalam dirinya.. Di banding dirinya yang baru saja dikenal mungkin Aldin akan lebih memilih Emily... Wanita yang pernah ia cintai dan memiliki kisah... Feli bingung harus bagaimana... Akankah dia menyerahkan kebahagiannya untuk Emily dan Aldin....


__ADS_2