
"Apa kau menerimanya???" Aldin beralih ke mode jahilnya dengan menggoda kembarannya dan percayalah semua orang menatap Jasmine seolah menunggu jawaban dari mulut wanita itu.. Jasmine menatap satu per satu mata orang yang ada di sana, ia mengambil nafas panjang dan menghembuskannya perlahan seolah melepaskan sebuah beban berat..
"Aku akan tetap di sini bersama keluarga Elvano, aku ingin Angel tumbuh dewasa dan bisa mengenal daddy nya dengan baik.. Aku tahu mungkin ini mengecewakan bagi kalian, aku sudah menjadi anak dan adik serta istri yang gagal tapi aku tak ingin menjadi ibu yang gagal untuk putriku.. Ku mohon kalian bisa mengerti ini" mata Jasmine berkaca-kaca saat mengatakan ini semua begitu juga dengan mereka yang mendengarkan harapan sederhana dari Jasmine..
"Aku tak suka kau berkata seperti itu, kau adikku yang paling berharga dan aku sangat menyayangimu.. Jangan katakan kau gagal menjadi anak, adik serta istri.. Setelah semua yang kau lewati, kau lah wanita terkuat yang pernah ku lihat selain mommy" Aldin menangkup wajah Jasmine yang kini sudah banjir dengan air mata lalu memeluknya dengan sangat erat...
"Kau pasti merindukanku.." ucap Jasmine sambil menangis di pelukan Aldin..
"Sangat.. Aku sangat merindukanmu.. Kembalilah dan mari kita merawat Angel bersama.."
"Kau menyukainya?"
"Ku rasa aku sudah jatuh cinta pada pandangan pertama pada gadis kecil itu.. Dia lebih lucu daripada kau saat masih kecil..."
"Aku membencimu Al.." Jasmine mendorong tubuh kembarannya dan mengerucutkan bibirnya membuat semua orang menjadi gemas dibuatnya... Namun tiba-tiba saja tubuh Darren ambruk ke lantai, membuat semua orang menjadi panik terlebih Jasmine..
Jasmine membawa kepala Darren ke pangkuannya dan membelai wajahnya "Kakak bangun.. ayolah... jangan seperti ini... kakak.. bangunlah... Jangan membuatku khawatir kak..."
Mike datang dengan membawa dokter untuk memeriksa keadaan Darren sedangkan Satya memeluk putrinya yang sedang dilanda kecemasan yang luar biasa.. Setelah dokter selesai memeriksa, Jasmine bertanya tentang keadaan Darren dan sangat bersyukur karena tak terjadi suatu hal yang serius, Darren hanya sedikit lemas karena kehilangan banyak darah.. Jasmine terus menggenggam tangan Darren hingga Darren membuka matanya..
"Kakak sudah bangun... Apa kakak pusing?? Apa kakak butuh sesuatu??"
Darren tersenyum melihat Jasmine sangat memperhatikan dirinya bahkan ia terus memandang tangannya yang digenggam oleh Jasmine "Kau selalu membuatku lebih baik tapi aku selalu saja menyusahkanmu.. Hiduplah dengan bahagia Jasmine.." Darren mengacak rambut Jasmine...
"Dan kau akan hidup bahagia denganku.. bukankah begitu Darren??" ucapan seorang wanita yang baru saja masuk ke ruang rawat Darren tentu saja membuat semua terkejut...
__ADS_1
"emily.." ucap semua orang yang ada di sana terkecuali Jasmine yang langsung melepaskan genggaman tangannya dari Darren dan dibalas dengan tatapan tidak rela oleh Darren..
"Apa maksudmu em??? Katakan kau membenciku tapi jangan kau sakiti adikku" Aldin memerah menahan amarahnya atas ucapan emily..
"Al...aku tidak apa-apa.. tenanglah.." Jasmine mencoba menahan Aldin..
"Apa hubungan kalian berjalan dengan baik?" Jasmine bertanya dengan hati-hati dan secara bergantian menatap Emily dan juga Aldin..
"Hubunganku dengan siapa? Darren? Tentu saja, sejak kecil kami punya impian jika kelak kami dewasa kami akan menikah.. Aku rasa untuk mengakhiri semua drama ini lebih baik kami mewujudkan mimpi itu.. Daripada harus berlarut-larut dengan kisah cinta kalian yang tak pernah ada titik temunya... Aku kasihan pada Darren yang selalu saja menunggumu dan mengemis cintamu.."
"TUTUP MULUTMU EMILY!!!" Kini tangan Aldin sudah mencekik leher emily..
"Al.. lepaskan dia.." ucap Jasmine sembari menatap Darren dengan senyum di wajahnya.. Jasmine mendekat dan merapikan selimut Darren kemudian memberikan kecupan di dahinya..
"Percaya padaku..please" lirih Darren
"permisi kakak, aku harus membawa Angel pulang.. tidak baik baginya berada di rumah sakit.."
Jasmine meninggalkan ruang rawat Darren dengan menggandeng tangan kembarannya agar tak terjebak di sana dan justru memperburuk keadaan.. Satya dan Bhina juga turut berpamitan... Di sana hanya tinggal Darren, Mike dan Emily...
"Kenapa kau melakukannya em?? aku baru saja menemukan wanita yang ku cari selama ini.." tanya Darren..
Emily tak menjawab, ia menangis membuat Darren dan juga Mike menjadi semakin bingung dengan perubahan sikap Emily secara mendadak...
Ruangan menjadi sunyi, hanya sesekali terdengar isak tangis Emily.. Mike dan Darren sudah berusaha sekuat tenaga untuk menenangkannya namun hasilnya nihil..
__ADS_1
Ponsel milik Mike tiba-tiba berdering.. Mike merasa bahagia ketika melihat nama Ellena di sana namun wajahnya menjadi pucat saat mendengar tangis Ellena..
"Heiii dengarkan aku sayang... katakan dengan hati-hati.. ada apa?? jangan panik" Mike mencoba menenangkan lalu Ellena memberinya sebuah kabar yang sangat buruk membuat Mike menjadi pucat..
"Kenapa mike? Apa semuanya baik-baik saja?" Darren mencoba menangkap ekspresi Mike..
"Mobil yang dikendarai Aldin mengalami kecelakaan.." jawab Mike lesu.. Namun kalimat tersebut langsung membuat Emily mengangkat kepalanya...
"Apaaaa????? Siapa saja yang berada di dalam mobil itu???" Tanya Darren penasaran, ia berharap Jasmine dan keluarganya tak bersamanya..
"Aldin bersama dengan Jasmine.." sungguh jawaban yang tak diinginkan Darren..
"Apa mereka baik-baik saja??" Emily sangat panik mendengar kabar ini..
"Entahlah, tapi mobil Aldin melaju sangat kencang dan menabrak tebing hingga akhirnya masuk ke dalam jurang..."
"Apakah seburuk itu??? Apa mereka masih hidup??? Aku harus memastikannya sendiri..." Darren melepaskan selang infus yang ada di tangannya, rasa sakitnya tak ia hiraukan..
"Darren tenanglah.. aku akan ke lokasi kejadian.. Lebih baik kau di sini istirahat agar lekas sembuh"
"Jasmineku.. aku harus memastikannya baik-baik saja... Bagaimana bisa ini terjadi?? Aku tak sanggup jika terjadi sesuatu hal pada Jasmine"
Mereka bertiga bergegas menuju lokasi kejadian untuk memastikan Aldin dan Jasmine dalam keadaan yang baik-baik saja... Namun ketika sampai di sana, Satya dan Ellena tengah berteriak memanggil Aldin dan Jasmine..sedangkan Bhina mencoba menenangkan Angel yang sedari tadi terus saja menangis.. Lokasi sudah dipenuhi oleh tim kepolisian, tentu saja ayah Elvano dan juga Edward sudah ada di lokasi saat mereka mengetahui berita ini... Semua tengah melakukan pencarian, walaupun baru saja Darren mengetahui jika mobil ya g ditumpangi Aldin dan Jasmine meledak..
Tangis Emily pecah, ia menangis sejadi-jadinya dan menyalahkan dirinya sendiri.. Andai saja ia bisa memutar waktu tentu saja ia tak akan mengatakan hal bodoh seperti tadi hingga membuat hal seperti ini terjadi..
__ADS_1