
Feli terbangun dan mendapati Aldin masih menemaninya, ia mengulurkan tangannya untuk membelai rambut suaminya yang juga sedang tertidur... Merasakan pergerakan di rambutnya, Aldin mencoba mengembalikan kesadarannya.. Betapa bahagianya ia saat melihat Feli tersenyum kepadanya..
"Kau sudah bangun?? Apa kau butuh sesuatu??" tersimpan perhatian di balik kata-kata Aldin..
"Boleh aku memelukmu??" pinta Feli..
"Tentu saja, kau bisa melakukannya kapanpun.. Bukankah kita suami istri.." Aldin tersenyum bahagia dengan permintaan Feli, ia segera merengkuh Feli dan memeluknya... Pelukan yang nyaman seperti pelukan Mommy dan juga Jasmine...
"Maafkan aku..." ujar Feli sembari membalas pelukan Aldin..
"Akulah yang harusnya minta maaf... Aku yang membuatmu dalam kondisi seperti ini... Kau benar aku memang seorang pengecut..."
Feli mengurai pelukannya, hal itu membuat Aldin kecewa karena Aldin masih ingin dipeluk olehnya "Jadi, apakah kau akan menemui Emily setelah operasi nanti??"
"Aku tak mau melakukan hal yang membuat istriku terluka lagi..."
Feli tersenyum simpul dan berkata "Aku tidak terluka.. Temuilah Emily, dia sangat ingin bertemu denganmu.."
"Ya.. kita akan menemuinya bersama nanti.." Aldin kembali merapatkan tubuh Feli ke tubuhnya.. Feli kembali terdiam bersandar di dada bidang suaminya sembari menunggu waktu untuk operasi..
.
.
.
Sementara di sisi lain, sebuah keributan terjadi di ruang rawat Jasmine.. Jasmine yang tengah menikmati sarapannya menjadi tak berselera makan karena kedatangan aunty Darren..
"Wah wah wah... Tuan putri sedang di rawat rupanya...." sindir aunty Darren..
"Ya.. apakah tidak saja kau sedikit berempati kepadaku dengan membawakan buah seperti layaknya seorang tamu aunty??" Jasmine masih dengan nada lembut namun tatapannya sangat tajam...
__ADS_1
"Cih! Memangnya siapa dirimu wahai wanita tak berguna!! Lihatlah kau sangat menyedihkan... Aku akan menunggu waktu dimana Darren akan meninggalkanmu karena kau tak bisa memberinya keturunan..." aunty Darren tertawa terbahak-bahak..
"Wah.. sepertinya aunty senang sekali jika hal itu terjadi..." Jasmine bersedekap dan sejenak seperti sedang berpikir lalu kembali berkata "Jika memang itu yang Darren inginkan, aku sendiri tidak keberatan aunty.. Bahkan hari ini pun jika Darren ingin meninggalkanku juga dia bisa melakukannya.. Aku sendiri tidak memiliki hak untuk melarangnya...."
GLEK
Darren yang baru saja keluar dari kamar mandi karna mendengar kegaduhan pun harus bersusah payah menelan salivanya mendengar pernyataan Jasmine..
"Jasmine!!" Sentak Darren yang membuat aunty Darren terkejut mendapati Darren di sana... Ia pikir Jasmine sedang sendirian.. Jasmine bersikap santai seolah tak ada yang terjadi, ia akui penguasaan dirinya sungguh bagus.. Ia tak ingin menangis dan menjadi lemah karena perkataan dan hinaan dari aunty Darren... Ia memiliki Angel dan keluarga yang sangat menyayanginya jika saja Darren pergi meninggalkannya...
Darren segera mendekat pada istrinya dan berkata "Bukankah sudah ku bilang jika kita akan menua bersama.. Aku tak mempermasalahkan adanya keturunan jadi bisakah kau menarik kata-katamu tadi?? Itu menyakitiku Jasmine.. Itu sama saja kau tidak percaya kepadaku!!"
"Tak ada yang salah dari kata-kataku bukan??" tanya Jasmine
Mengabaikan auntynya, Darren menyerang bibir istrinya dengan kasar lalu menggigitnya.. "Hentikan omong kosongmu itu atau aku akan membuat bibir indahmu itu tak bisa bicara!!" ucap Darren sembari mengusap bibir istrinya sedangkan korban penciuman memutar bola matanya malas..
"Apa bagusnya wanita itu Darren?? Dia bahkan tak bisa memberimu keturunan... Di luar sana banyak wanita yang rela mengantri untuk menjadi istrimu dan BISA memberikanmu keturunan..."
Yang kedua.. asal aunty tahu Jasmine pernah mengandung anakku.. Tapi apa yang ku perbuat??? Aku yang membunuh anakku sendiri dengan tindakanku yang sangat bodoh.. Aku menyakitinya begitu dalam bukan????
Yang ketiga... Jasmine pernah pergi meninggalkanku aunty!!!!! Kau tahu bagaimana aku sangat menderita saat itu hah??? Aku hampir gila aunty!!! HAMPIR GILA!!!! Jika dia sampai meninggalkanku lagi maka bukan hanya keturunan tapi aku sendiri tak yakin bisa hidup tanpanya....
Sekali lagi aku mendengar dirimu merendahkan istriku, kau harus berhadapan dengan pengacarku aunty!!"
"Cih!! Kau akan menyesal nanti Darren!!!" jawab auntynya yang kemudian pergi dengan membanting pintu...
Darren dan Jasmine sama-sama melihat kepergian auntynya yang sangat tidak sopan itu.. Saat ini Darren sangat marah pada Jasmine hingga ia memutuskan untuk duduk di sofa lalu mengambil laptopnya untuk bekerja... Dia butuh pengalihan!!
Sedangkan Jasmine juga tak berniat untuk menyapanya, ia kembali merebahkan tubuhnya karena kepalanya mulai pusing kembali.. Tak lama kemudian rasa mual yang sangat hebat menyerangnya... Ia turun dari tempat tidurnya dan berlari ke kamar mandi lalu memuntahkan semua isi perutnya.. Mendengar Jasmine muntah-muntah Darren langsung berlari ke kamar mandi untuk memastikan kondisi istrinya..
Betapa terkejutnya ia mendapati Jasmine yang duduk bersandar di kamar mandi dengan wajah yang sangat pucat setelah memuntahkan isi perutnya... Darren segera menggendong Jasmine kembali ke tempat tidurnya lalu menyuruh dokter untuk memeriksanya... Seketika Darren curiga dengan makanan yang baru saja di santap Jasmine.. Ia pikir Jasmine keracunan hingga Darren membentak dokter dan perawat di sana..
__ADS_1
"Istriku muntah setelah memakan sarapannya.. Jika terjadi sesuatu padanya aku tak segan-segan menuntut rumah sakit ini!!!" ancam Darren..
"Maaf Tuan, biarkan kami memeriksa nyonya terlebih dahulu" kata dokter yang sedang menangani Jasmine..
Darren tak henti-hentinya menggenggam tanggan istrinya... Rasa cemas dan takut menyelimuti dirinya saat ini...
"Tuan... istri anda baik-baik saja" ucap sang dokter sembari tersenyum..
"Baik-baik saja??? Dia muntah-muntah sampai lemas kau bilang baik-baik saja hah???" Darren semakin naik darah...
"Itu wajar terjadi saat awal kehamilan Tuan... istri anda hamil... Selamat Tuan dan Nyonya... Saya akan memberikan beberapa vitamin yang harus di minum oleh Nyonya.."
Darren tak percaya ini, ia bahkan menjabat dokter itu dan mengucapkan Terima kasih... Ia sangat bahagia kali ini.... Namun sebaliknya, Jasmine malah menangis..
"Sayang.. kau menangis?? Kau tak suka???"
"Aku sangat bahagia Darren.. Sangat bahagia sampai aku menangis.. Katakan apakah dokter tadi berbohong??? Aku tak ingin kecewa Darren, aku terlalu berharap banyak untuk ini..."
Darren tersenyum dan memeluk istrinya "Dia tidak berbohong sayang..." Darren mencium seluruh wajah istrinya karena terlalu bahagia... Bahkan kini ia melakukan penggilan video kepada Satya dan juga Bhina untuk memberitahukan kabar baik ini...
"Hai mom dad.." Sapa Darren dengan wajah yang berseri-seri..
"Kau seperti sedang bahagia nak.. Katakan ada apa???" tanya Satya penasaran...
"Sangat bahagia dad..."
"Kau membuat kami penasaran.. Ohh Astaga, apa kalian sedang di rumah sakit??? Apa yang terjadi??" Bhina panik melihat selang infus di tangan putrinya..
"Ya mom kami sedang dirumah sakit... Jasmine hamil" jawab Darren dengan senyum yang tak pudar di wajahnya...
Satya dan Bhina juga turut bahagia mendengar hal ini, mereka juga memutuskan untuk segera terbang ke Milan menemani Jasmine yang sepertinya tidak dalam kondisi yang baik-baik saja....
__ADS_1