
[Agam]
“Mas pulang saja, ya. Istirahat di rumah. Aku nggak apa-apa.”
Begitu permintaan Sara ketika seorang petugas datang membubarkan pertemuan mereka dengan alasan jam berkunjung yang habis. Yuda sudah berusaha bicara dengan mereka agar Agam bisa tetap di sana lebih lama, atau setidaknya menginap. Tapi mereka tetap tidak mengijinkannya. Sara pun juga tidak.
“Lebih baik Mas istirahat di rumah daripada di sini. Aku akan baik-baik saja, Mas.”
Kamu tidak baik-baik saja, Sara. Aku tahu.
Upaya Agam untuk memulangkan Sara ternyata tidak mudah. Bahkan ayah Yuda dengan memiliki pengaruh besar juga tidak dapat memberikan banyak perubahan.
“Mereka punya bukti kuat. Itu yang buat siapapun tidak dapat mengganggu proses penyelidikan mereka, termasuk serigala tua,” begitu kata Yuda tadi.
Tapi setidaknya, dia bisa bersandar pada satu harapan. “Jangan khawatir. Aku kenal beberapa orang di dalam. Mereka akan bantu lindungi Sara. Setidaknya mereka akan kabari aku kalau terjadi sesuatu.”
Ya, itu dulu yang penting. Sara harus baik-baik saja di dalam sana. Jangan sampai ada yang mempersulitnya.
__ADS_1
Tapi, percakapannya dengan Arya tadi begitu dia tiba di rumah, itu juga tidak kalah mengkhawatirkannya.
“Aku sudah lihat rekaman CCTV nya. Pasti ada sesuatu yang salah. Mbak Sara tidak mungkin melakukan itu,” kata Arya saat mereka berbicara di ruang kerjanya.
“Tanpa melihat pun aku tahu itu pasti bukan Sara. Tapi kita tidak punya bukti apa-apa yang bisa membantunya. Waktu kejadian dan waktu dalam rekaman itu cocok semua. Yuda mengatakannya padaku.”
“Apa Mas tidak merasa ini semua terlalu aneh?”
“Aku tahu. Semua bukti begitu mudah didapat. CCTV, apron, seakan-akan memang sudah dibuat untuk Sara.”
Sedikit demi sedikit semua terlihat masuk akal bagi Agam.
Pantas saja, bahkan ayahnya Yuda tidak dapat ikut campur terlalu dalam. Jabatan mereka hampir menyamai. Hanya pengaruh keluarga Yuda saja yang bisa melindungi Sara saat ini.
“Tapi untuk apa Mama melakukan ini semua? Maksudku, apa salah Sara sampai harus melibatkan polisi?”
Benar. Apa salah Sara? Apa sefatal itukah sampai harus melibatkan banyak orang sebuah rencana?
__ADS_1
Atau Mama punya tujuan lain?
Dan telepon dari Yuda seakan membawa jawabannya.
“Sara saat ini dibawa ke ruang interogasi khusus. Dia dikurung di sana sendirian. Hasil laporan untuk residu obat yang tertinggal dalam apron positif CT-312. Dan mereka punya alasan menginterogasi Sara untuk mencari tahu dari mana Sara mendapatkannya.”
Tidak ... Sara ... Sara tidak tahu apa-apa. Apa yang bisa dia katakan? Mereka sengaja mengurungnya di sana!
“Maaf, Agam. Serigala tua sudah berusaha untuk mengeluarkan Sara dari sana. Tapi sekarang semuanya berbalik menudingnya. Mereka menuduhnya ikut terlibat di dalamnya. Gerak-gerik serigala tua sekarang sedang diawasi. Aku juga. Karena aku pernah terlihat di sana.”
Saat panggilan itu diselesaikan, Agam seperti melihat sebuah titik terang dari semua masalah ini.
Benar sekali. Kenapa harus melewati ini semua hanya untuk Sara? Kecuali Mama punya tujuan lain.
Aku harus bicara dengan Mama.
Bersabarlah, Sara. Aku akan mengeluarkan kamu dari sana. Aku akan membawamu pulang.
__ADS_1