
Yaitu kehadiran dirinya.
""Bisakah sayang memelukku?
Ba Xi'an berucap sambil bergetar.
Ivona mengeleng.
Lalu mengangguk kemudian tatapan mata Ivona kosong di pikiranya bagaimana cara mengobati suaminya.
BA Xi'an sekuat tenaga memeluk istrinya erat. Mencium aroma tubuh Istri tercintanya
"Jangan menangis.
"Kumohon.
"Bisakah
"Hmm.
Ba Xi'an kembali memohon kepada wanitanya itu saat Ivona kembali menangis dengan tubuh bergetar hebat di pelukanya.
Ja..jangan pergi meninggalkanku.
Ivona berucap serak.
Ucapan istrinya bagaikan ribuan panah yang menusuk jantungnya.
BA Xi'an terdiam.
Dia tidak berani membalas ucapan istri tercintanya.
Ba Xi'an mengeluarkan sesuatu dari jubahnya.
Sebuah tusuk rambut yang sudah di ukirnya penuh cinta beberapa bulan terakhir ini. Tusuk rambut itu sederhana dan terbuat dari kayu yang sangat kokoh. Di ujung tusuk rambut itu terdapat ukiran burung Phoenix melambangkan jiwa istrinya. Mata burung Phoenix itu terdapat setes Darah merah segar milik Ba Xi'an yang membuat tusuk rambut itu menjadi sedikit unik.
Darah itu tidak akan pudar ataupun menghilang karena sudah dilapisi sisik naga terakhirnya dan sudah meresap dengan kayu itu.
""Aku tidak mau.
"Aku akan membuangnya jika kamu tidak berjanji kepadaku untuk tidak meninggalkanku. Rengek Ivona membuat Ba Xi'an tersenyum getir. Rasa sakit yang di rasakannya sama sakitnya saat istrinya meninggalkanya. Dirinya tidak menyangka rasa sakit itu akan datang begitu cepat menghampirinya.
"Jika kamu pergi.
"Aku akan menikah lagi. Dan menjauh dari kerajaanmu.
Ivona bahkan rela mengancam suaminya itu.
"Jika kamu mencintai seseorang kembali.
"Lakukanlah jika itu membuatmu bahagia.
Sekuat tenaga Ba Xi'an mengigit bibir dalamnya dan mengucapkan kata-kata yang menyakiti hatinya.
Ivona menatap tajam suami yang di cintainya itu. Dia tidak menyukai jawaban itu. Dia menginginkan suaminya marah kepadanya dan menunjukkan kecemburuan serta berjanji tidak akan meninggalkanya.
"Aku akan membencimu jika kamu meninggalkanku. Bahkan sampai ke tulang-tulang ku aku akan sangat membencimu.
__ADS_1
Ba Xi'an memejamkan matanya saat mendengarkan kembali perkataan istrinya yang sangat di bencinya itu. Dia paling membenci ucapan istrinya itu.
"Lakukanlah jika hal itu bisa membuat rasa bersalahku setidaknya berkurang.
BA Xi'an menangis pilu sambil mengucapkan kata-kata yang mengoyak batinya.
Ivona memukul-mukul lemah tubuh suaminya. Kenapa suaminya begitu mudah menyerah, mengapa tidak ada lagi di temukan sosok yang tegas dan sosok yang penuh percaya diri di mata legam suaminya seperti dulu.
Ivona semakin menjerit dalam diam memeluk leher suaminya dengan kuat badanya semakin bergetar.
Ini seperti mimpi baginya. Waktu lima tahun bersama masih terasa singkat untuknya dan suaminya. Jika suaminya harus pergi kenapa tidak menunggu sampai anak-anaknya tumbuh dewasa. Atau menunggu dirinya telah siap menerima semua ini.
"Jika kamu pergi aku akan meminum pil pelumpuh ingatan dan aku akan melupakanmu. Ivona tidak habis cara untuk mengancam suaminya hanya untuk mendengar janji suaminya untuk tidak pergi meninggalkanya.
Hati Ba Xi'an semakin berdenyut perih mendengar ucapan kekasih hatinya itu. Dia sebenarnya tau maksud istrinya tetapi Ba Xi'an tidak ingin memberikan harapan palsu untuk wanitanya itu.
Dia tidak ingin berjanji jika janji itu tidak bisa di tempatinya.
""Jika ada kehidupan kedua lagi. Aku berjanji akan membahagiakan mu dan tidak akan pergi meninggalkanmu. Ucap Ba Xi'an sedikit berharap.
""Bukankah manusia itu berinkarnasi. Batinya.
Ivona mengeleng dia memang percaya akan adanya kehidupan kedua sama seperti dirinya yang datang dari zamanya hanya untuk memenuhi jiwanya di Dunia ini.
Tetapi Ivona tidak percaya jika dia akan bertemu lagi dengan Suaminya.
""Jika ada kehidupan selanjutnya. Aku tidak ingin bertemu denganmu lagi.
Sorot Mata Ivona memancarkan keseriusan karena dia hanya ingin hidup menjadi manusia normal layaknya di kehidupanya di masa lalu.
Dia sangat terkejut istrinya tidak ingin bertemu denganya lagi di kehidupan selanjutnya.
"Jika kamu tidak mau bertemu dengan ku.
"Maka aku akan memaksamu sama seperti sebelum-sebelumnya. Ba Xi'an membalas tatapan istrinya dengan raut wajah yang serius. Sorot matanya kembali menajam. Istrinya hanya miliknya.
Dia tidak akan membiarkan istrinya menjadi milik orang lain begitu juga dengan dirinya. Dia tidak akan menjadi milik orang lain selain milik istri tercintanya.
Dengan darah miliknya yang di teteskanya di tusuk rambut istrinya. Maka darah itu yang akan mengikatnya dengan istrinya. Jangankan sisik naga dan darahnya yang setetes itu. Nyawanya akan di korbankannya untuk menemukan wanita tercintanya. Dia akan membolak-balikkan dunia itu hanya untuk menemukan belahan jiwanya.
"Paksakan lah semampumu. Aku tidak akan luluh. Hati Ivona sedikit hangat mendengar ucapan teguh suaminya itu. Ivona mengiyakan semua di dalam hatinya dan berharap perkataan Ba Xi'an akan terwujud.
Ba Xi'an mencium seluruh wajah istrinya itu. Bahkan bibir yang menjadi candunya itu tidak lepas dari ******* lembutnya. Dia tidak akan membiarkan istrinya mengelantur lagi.
Sebelum dirinya meninggalkan istri tercintanya itu dia sudah bersumpah untuk bertemu kembali dengan kekasih hatinya, jika tidak maka selamanya jiwanya tidak akan tenang sekalipun dia memiliki kehidupan yang lebih sempurna dari pada kehidupan sekarang.
Hanya karena kehadiran wanita inilah yang membuat hidupnya utuh dan sempurna dan kebahagiaanya hanya terletak pada istri tercintanya.
""Maaf..
""Maafkan aku saa..yang.
Blurr..mata legam itu sudah tertutup sempurna.
""Degg..
""Ivona membeku dalam dekapan suaminya yang sudah tidak bergerak lagi. Bahkan tangan suaminya masih melingkar kuat di pinggangnya seakan enggan meninggalkanya.
__ADS_1
""Tidakk..tidakk.
""hiks..jangan pergi
"Jangan pergi...ku mohon jangan tinggalkan aku.
""Hiks..Tolong..tolong panggilkan tabib ucap Ivona meraung histeris di ruangan sunyi itu.
Semua orang di istana itu telah bersujud ke tanah saat lonceng menara otomatis berbunyi saat Kaisar itu menutup mata.
Permaisuri memeluk menantunya.
Bibirnya keluh untuk mengucapkan sepata kata untuk menghibur menantunya itu.
Setiap hari saat dirinya mengunjungi Putranya itu.
Putranya itu hanya menitip istri tercintanya.
Bahkan Putranya memohon untuk tetap memantau kehidupan istrinya itu.
Di akhir nafasnya barusan. Putranya itu melirik dan tersenyum kepada kedua orang tuanya dan masih meminta menjaga istrinya. Melalui sorot matanya sebelum tertutup rapat.
Ke dua Putra kembarnya duduk di depan tempat tidur Ba Xi'an sambil mengepal tanganya kuat-kuat mencoba menahan rasa sakit di hatinya.
Mereka masih mengingat perkataan Ayahnya Beberapa tahun ini.
"Jagalah ibumu, jangan buat ibumu sampai meneteskan air mata.
"Jika pun kalian menemukan kehidupan baru dengan pasangan kalian masing-masing tetap ingatlah ibu. Bahagiakan ibumu jika umur Ayah tidak panjang.
"Belajarlah yang gigih agar kalian bisa menjadi kuat dan dapat melindungi ibu.
Ayahnya tidak meminta yang lain.
Ayahnya hanya meminta semua tentang ibunya.
Bahkan semalam ayahnya khusus memanggil mereka untuk mengingatkan kembali semua tentang ibunya.
"Jangan coba-coba menangis di depan ibu.
"Jika Ayah pergi.
"Jangan mengeluh tentang ayah. Jika ayah tidak ada.
"Jangan sering mengeluh kepada ibu.
"Jangan membuat ibu cemas berlebihan
"Apalagi membuat ibu sampai sedih.
"Jaga ibu ya NAK.
"Ayah sangat menyayangi kalian. Ucap ayahnya sambil bergetar dan air matanya mengalir deras.
"Jadilah anak yang kuat dan bisa melindungi ibu.
"Ayah titip ibu Nak. Sang Ayah memeluk mereka dengan erat.
__ADS_1