Cinta Sang Dewa Dingin

Cinta Sang Dewa Dingin
EPISODE. 55


__ADS_3

Semua penghuni aula itu hening.


Mereka terkagum kagum dengan sosok tiga orang yang berjalan melewati para pejabat yang sedang berbaris panjang itu. Para pejabat itu tidak menyangka. Bocah ingusan yang masih merengek dan sering berantam di depan aula istana dulu kini sedang berjalan dengan begitu elegan dan mendominasi.


Aura yang di keluarkan ke tiga pemuda itu sangat mendominasi.


Mereka bahkan tidak berani berpikir  kekuatan yang sudah di kuasai ketiga pemuda gagah itu.


""Salam untuk yang Mulia Kaisar, Putra Mahkota dan Pangeran kecil. Semoga Dewa Agung selalu menyertai yang Mulia Kaisar, Putra Mahkota dan Pangeran kecil.


Ucap mereka serentak dengan suara lantang membuat para penghuni aula itu sedikit merinding.


""Aura orang hebat memang berbeda. Batin mereka masing masing.


""Hahaha...bagus..bagus...


Bocah bocah nakal ini Sudah menjadi kesatria yang hebat sekarang. Untuk itu nanti malam aku akan mengadakan jamuan makan malam untuk penyambutan bocah bocah ingusan ini. Ucap Kaisar di selingi tawa yang sangat menyenangkan dan sesekali di selipkan kata-kata yang membuat ketiga pemuda itu. Mencibir dalam hati.


""Gini-gini kami sudah bisa membuat anak. Batin mereka sambil melirik Putra Mahkota yang hanya memasang wajah datarnya..


Para pejabat Istana yang masih setia berdiri itu. Akhirnya merilekskan sebentar tengkuk mereka yang sudah tegang sejak memasuki Istana.


Suasan yang sedikit longgar itu membuat mereka seakan merasa bisa bernafas lega.


""Kalian bertiga temui aku di ruangan ku.


Titah Ba Xi'an sambil berdiri dan meninggalkan ruang pertemuan itu.


""Rapat selesai.


Ucap Kasim Tua menggema.


"Ckk..dasar baru saja senang sebentar. Gerutu sang kaisar mengikuti anaknya berdiri dan keluar dari sana.


""Ayo cucu kakek yang tampanya seantero kerajaan Phoenix. Nenek sedang menyediakan makanan yang banyak.  Kita akan kesana menghabiskanya. Ucapnya antusias sambil mengendong cucunya yang gembul itu.


""Hore..kakek dan nenek yang terbaik. Ucapnya dengan suara nyaring. Membuat sang kaisar terkekeh kecil sambil mencium pipi gembul cucunya.


Di ruangan Ba Xi'an telah duduk manis ke tiga pemuda tampan itu. Mereka dapat melihat beberapa lukisan seorang wanita dengan mengunakan gaun yang berbeda.


Wanita yang di lukisan itu bermata biru membuat lukisan itu seakan hidup.

__ADS_1


""Cantik...sungguh cantik seperti Dewi yang turun dari langit. Ucap Yuan salah satu pemuda yang masih sibuk memandangi lukisan itu.


""Jangan terlalu lama memandangnya. Ba Xi'an mengingatkan salah satu sahabatnya itu.


""Ckk... Apakah dia kakak ipar selir kelima?


Tanya Yuan antusias.


""Hmm.


""Pantas saja hidupmu merana dirimu ternyata sudah di tinggalkan Wanita yang mempunyai paras yang cantik bahkan dapat meruntuhkan sebuah kerajaan. Ujarnya tanpa rasa takut.


Ba Xi'an melihat sahabatnya itu. Di antara mereka ber empat hanya sahabatnya itulah yang paling berani berbicara kepadanya.


""Tetapi dia sungguh cepat meninggalkanku.


Ucapnya sendu. Sorot matanya terlihat menyimpan sejuta kerinduan yang tidak bisa di luapkanya. Membuat ketiga orang itu membeku. Mereka tidak menyangka sosok Putra Mahkota yang dingin dan kejam akan menjalani kehidupan yang rapuh.


""Cobalah melupakannya. Setidaknya iklaskanlah selirmu itu. Biar hidupnya damai di Alam sana . Ucap Ruan bijak. Dirinya lebih religius di banding temanya yang lain.


""Harus bagaimana lagi supaya aku bisa melupakannya sementara separuh jiwaku telah di bawa pergi oleh istriku itu. S


Ketiga sahabatnya itu diam mematung. Walaupun mereka mendapatkan informasi tentang kehidupan sahabatnya itu yang sangat kacau. Mereka tidak percaya dengan informasi itu. Ternyata setelah mereka melihat dengan matanya sendiri bahkan lebih dari kata kacau. Sahabatnya itu seperti hidup segan mati tak mau.


""Jangan menyerah. Masih ada pangeran kecil yang membutuhkanmu. Buah cintamu yang di tinggalkan selir kelima. Ucap  Xia He. Berkata bijak. Dirinya yang tidak biasa suka ikut campur dengan urusan pribadi para sahabat kini dia ikut memberi semangat kepada sahabatnya itu. Hanya mereka bertiga lah yang paling memahami watak Putra Mahkota Ba Xi'an.


Ba Xi'an memijit pelipisnya. Wajah yang tegas itu di tumbuhi bulu bulu halus. Ba Xi'an bahkan tidak ada waktu membersihkan wajah tampan dan rupawan itu.


""Kapan kalian memasuki hutan Spritual?


Tanya Ba Xi'an mengalihkan pembicaraan.


"Kami bertiga berencana Minggu depan.


"Menurut informasi yang kami terima hutan Spritual itu sudah menaikkan tingkat sihir disana. "Bahkan tingkat rendah yang ada di hutan Spritual itu harus memenuhi standar tingkat lima baru bisa memasuki hutan Spritual tingkat rendah disana.


"Menurutku tingkat sihir yang kami miliki yang masih di tingkatan Raja pasti tidak bisa mencapai tingkat tinggi hutan Spritual itu.


Ucap Ruan dengan lesu.


Ba Xi'an memicingkan matanya dia belum tau informasi mengenai hutan Spritual itu selama tiga tahun ini. Bahkan dirinya menutup diri dari dunia luar.

__ADS_1


""Apakah itu benar?


"Guru pertama yang ada di akademik Kultivator mengatakan tingkatan yang ada di hutan Spritual itu sudah ditingkatkan.


"Guru pertama pernah sekali kesana untuk memastikan informasi itu ternyata itu benar. "Bahkan guru yang biasanya bisa masuk ke tingkat tinggi sekarang sudah tidak bisa lagi.


"Walaupun Guru pertama sekarang sudah tingkat Maharaja guru pertama tidak yakin bisa menerobos tingkatan  itu. 


"Sewaktu  guru pertama kesana guru pertama pernah merasakan aura dari pemimpin mereka disana.


""Pemimpin?


""Iya...konon katanya Pemimpin mereka sosok rubah berekor sembilan yang sudah ratusan tahun mencapai ranah Dewi.


"Menurut rumor sudah ratusan tahun pemimpinya itu meninggalkan hutan Spritual itu. "Makanya sihir hutan itu sedikit lemah.


"Tetapi guru pertama mengatakan mungkin pemimpin mereka pernah datang dan meningkatkan sihir disana.


"Sekarang para Kultivator tidak bisa lagi sembarangan ke hutan itu.


"Dulu bagi Kultivator yang masih sihir tingkat satu akan bebas berkeliaran di hutan tingkat rendah itu untuk mencari hewan suci.


"Sekarang bahkan Kultivator yang menguasai sihir tingkat lima belum tentu bisa memasuki hutan tingkat rendah itu.


Jelas Ruan panjang lebar dirinya yang paling semangat membicarakan hal itu.


""Sekarang akademi Kultivator sedang berusaha keras meningkatkan sihir para murid disana. YUAN menimpali pembicaraan itu.


"Mungkin selama beberapa tahun ini pihak akademi Kultivator belum berani membawa murid-murid ke sana untuk memasuki hutan Spritual itu.


""TeTapi guru pertama berjanji jika semua para murid Akademi menguasai sihir diatas tingkat lima maka tahun ini mereka akan memasuki hutan Spritual itu.


""Apa kalian memerlukan bantuan ku. Ba Xi'an melihat ketiga sahabatnya itu bergantian.


""Bukankah memang harus seperti itu?


Yuan menjawab dengan tidak malunya. Membuat Ruan dan Xia He terkekeh.


""Apakah kau sanggup kehilangan sahabat kecilmu yang tampan-tampan ini?


Yuan berbicara sedikit memuji.

__ADS_1


__ADS_2