Cinta Sang Dewa Dingin

Cinta Sang Dewa Dingin
EPISODE. 59


__ADS_3

Ibuku...suara kecil dan dalam menyentuh Indra pendengaran Ivona.


Anak kecil itu berlari menuju pangkuan ibunya yang sangat di rindukan itu.


Ivona tersenyum, lalu memeluk Putra tampanya itu. Ivona menciumi wajah montok sang putra. Membuat Putranya risih.


""Ibu...ibu tidak bisa lagi menciumku.


"" Sekarang aku sudah besar.


Laki laki dan perempuan tidak bisa bersentuhan.


Kalimat yang keluar dari bibir mungil putranya itu membuat bibir Ivona berkedut.


""Siapa yang bilang itu. Kamu Putra ibu. Hal yang wajar jika seorang ibu mencium Putranya. Ucap Ivona tak suka


""Mengerti? Ivona menekankan kata mengerti.


""Baik ibu. Maafkan aku ibu. Bisik lie Zhu pelan sambil memeluk sang ibu. Menenggelamkan wajahnya di leher ibunya.


Ivona selama tiga tahun ini sudah berjuang untuk mengubah karakter anaknya ini. Ternyata anaknya ini menyerupai sifat ayahnya yang dingin. Bahkan wajah Putranya itu bak pinang di belah dua dengan suaminya. Membuat Ivona sedikit was was. Dia tidak yakin penyamarannya. Walaupun mata dan rambut anaknya sudah berubah warna hijau. Tetapi wajah khas Putranya masih menyerupai sang ayah. Dulu Ivona pernah merias wajah Putranya membuat wajah Putranya sedikit gelap.


Saat itu Putranya sangat marah dan merajuk bahkan anaknya tidak mau makan. Dari situ Ivona kapok dia tidak akan membuat anaknya tertekan lagi.


""Paman Zhang membawa oleh-oleh dari ibu kota...ayo kita makan. Ajak Ivona kepada Putranya itu.


""Baik ibu.


Jing mi dan Zhang mengikuti ke dua ibu dan anak itu.


Jing mi berbisik.


Mana oleh-oleh untukku?


""Udah kukasih semua sama Nona Ivona.


"Ayolah...kita sama sama menikmatinya. Ajak Zhang.


""Ckk..aku kan ingin di asingkan bagianku.


""Hei.. Nona aku tidak sempat membelinya. Waktunya sangat sempit. Kamu tau kan tiga tahun ini aku sudah seperti mayat Hidup tidak ada berhentinya.


""Ayolah...jangan berulah lagi. Yah?


Jing mi memutar bolanya malas. Alasan lelaki itu selalu sama.


Jing mi melewati Zhang sambil menghentak- hentakkan kakinya. Membuat Zhang geleng geleng kepala.

__ADS_1


"Gadis yang sudah berumur ratusan tahun itu masih seperti anak kecil. Batinya.


Selama Zhang bersama ketiga orang itu Zhang paling paham dengan sifat Jing mi yang kekanak Kanakan. Bahkan jika di bandingkan dengan yang Mulia kecil. Yang Mulia kecil lebih bersikap dewasa di bandingkan Rubah licik itu.


""Apa semuanya sudah siap? Tanyanya  Ivona pada Zhang.


""Sudah Nona.


""Jing mi.


"Besok pilihlah sepuluh orang pengawal kita.


"Dua pelayan perempuan.


"Pilihlah mereka tiga orang dari tingkat tinggi.


""Jangan lupa juga masukkan Elang Tua. Dan ke dua serigala kembar itu.


""Baik yang Mulia. Jing mi mengangguk patuh. Sambil menikmati makanan dan minuman kesukaannya itu.


""Kapan tiba kretanya?


""Lusa yang Mulia.


""Bagus...Minggu depan kita akan memulai perjalanan.  Besok Aku akan memperkuat sihir di hutan ini.


"" Kasihan sekali orang-orang Kultivator. Batin mereka.


"Sihir yang baru di tingkatkan Nona Ivona tahun lalu saja sudah membuat para Kultivator itu kocar-kacir.


"Bahkan Sekarang aku tidak bisa lagi membayangkan perasaan mereka . Bisik Zhang kepada Jing mi membuat Jing mengangguk setuju.


Sementara Ivona tidak memperdulikan ucapan ke dua bawahannya itu. Dia hanya ingin melindungi hewan suci dari keserakahan para manusia itu. Sekalipun mereka mampu mengontrak hewan itu.


Jika para manusia itu menggunakannya ke hal-hal yang dapat mengganggu kehidupan masyarakat biasa maka hewan suci itu berhak meninggalkan tuanya.


Tanpa melukai hewan suci itu. Hal itu yang akan di lakukan Ivona besok. Dia akan menanamkan Rasa Kasihan dan kelembutan pada titik pusat nadi para hewan suci itu. Selama ini Ivona telah melihat para Kultivator yang memiliki hewan kontrak mereka memperlakukan hewan kontrak itu untuk menggertak masyarakat yang lemah bahkan tidak segan segan membunuh mereka. Hewan suci adalah hewan yang di pelihara oleh Dewa Dewi untuk menjaga tatanan langit dan tiga alam di muka bumi ini. Jika mereka hancur maka tatanan langit dan tiga alam ini akan goyah.


**


Satu Minggu telah berlalu...


Ke empat manusia itu telah bersiap untuk melakukan perjalanan yang cukup jauh bahkan memakan waktu selama dua bulan.


Ivona menutup aura pondok itu.


""Kenapa yang mulia melakukan itu. Jing mi bertanya dengan penasaran.

__ADS_1


""Aku takut ada orang yang berbuat usil terhadap pondok itu. Jawabnya seenaknya. Membuat Jing mi dan Zhang mengerutkan ke dua alisnya.


Setelah Ivona memberikan wejanganya kepada para hewan suci itu. Kreta kuda mewah dan besar itupun keluar dari hutan Spritual. Para pengawalnya duduk santai di kreta itu sambil merasakan angin sepoi-sepoi yang mengalir lembut di wajah.


Mereka semua merasa bersyukur sang ratu memilih mereka untuk menjadi pengawalnya. Hal ini suatu hal yang tidak pernah terpikir oleh mereka.


Dua pengawal kembar hewan serigala duduk di bagian belakang kereta.


Masing-masing dua pengawal duduk di samping kanan dan kiri kreta.


Dua di dalam kereta Kuda untuk melayani kebutuhan sang Ratu dan yang lainnya.


Dua lagi di depan menjadi kusir kreta kuda. Yaitu Elang merah  Tua dan Elang emas yang masih muda.


""Yang mulia sebentar lagi kita akan tiba di ibu kota.


"Sebelumnya aku sudah memesan tempat privat untuk beristirahat sebentar.


Ucap Zhang mengingatkan Ivona.


""Baik.


Di dekat jendela sebuah restoran yang mewah tempat perkumpulan orang orang kaya dan kuat. Terdapat tiga orang sedang menikmati makananya. Mereka bertiga tidak menghiraukan tatapan para wanita yang memuja.


Sosok ketiga lelaki tampan itu Tuan Muda keluarga Tao Yuan, Chen Ruan dan Xia He.


""Mungkin besok siang kita akan tiba di pintu masuk hutan Spritual. Aku akan menghubungi Putra Mahkota. Ucap Yuan sambil menikmati makananya. Selain banyak bicara mulutnya juga suka mengunyah makanan.


Xia He menyawab


"" Besok pagi saja hubungi yang Mulia Putra Mahkota. Setidaknya hari ini dia masih bisa mengurus urusan kerajaan yang melelahkan itu.


Ruan mengangguk setujuh.


Mereka bertiga telah selesai menyantap makan siangnya.. saat ini mereka sedang bersantai memulihkan tenaga. Mereka sudah lima hari tidak bersantai. Tubuh mereka sangat lelah. Kuda yang mereka gunakan juga butuh istirahat. Jadi hari ini mereka berniat menginap di restoran itu.


""Wahh...kreta kuda siapa itu.


""Mewah sekali.


""Apakah yang di dalam kreta kuda itu seorang Putri Mahkota atau Putra Mahkota.


Bisik bisik pengunjung itu menyentuh gendang telinga ke tiga Tuan muda itu.


Ketiganya sontak melihat kearah pintu.


Mata mereka terbelalak saat melihat seorang wanita cantik dan anggun turun dari kreta itu. Wanita itu di tuntun sangat lembut oleh seseorang pengawalnya.

__ADS_1


__ADS_2