
"Jadi kakek siapa?
"Jika Kakek tidak mencuri buah persik Dewa Tinggi.
"Ngapain kakek disini?
"Lebih baik kakek jujur saja.
"Tenang saja, aku akan membelamu di depan Dewa Tinggi Putra Mahkota.
Balas Yu Jie.
Dia akan menjadi pahlawan wanita untuk kakek tua itu.
Dia tidak menyangka istana yang katanya di jaga ketat bisa lolos dari pencuri.
Pencurinya kakek Tua lagi.
Dewa Agung sedikit terkejut mendengar perkataan Yu Jie.
Dia sedikit terharu, Sekaligus tidak senang.
"Kau tidak mengenaliku gadis manis?
Tanya Dewa Agung penasaran.
Semua orang memujanya.
Masa Gadis manis ini tidak mengenalnya.
Dimana harga dirinya sebagai Dewa Tinggi yang Maha Agung.
"Apa kakek mengenaliku.
Bukanya menjawab. Yu Jie bertanya balik.
Dan dengan lugunya Dewa Agung menjawab "tidak.
Dia memang tidak mengenal wanita manis yang di depanya itu.
Jangankan mengenalnya, bertemu saja tidak pernah.
Tapi Dewa Agung sedikit akrab dengan bola mata gadis manis itu.
"Kakek saja tidak mengenalku.
"Aku juga sama. Aku tidak mengenal kakek.
"Dan juga tidak penting.
Jawab Yu Jie santai.
Bibir Dewa Agung berkedut. wanita yang di depanya ini sungguh mempunyai nyali besar.
Sifat gadis manis itu mengingatkannya, pada sosok wanita yang masih tersimpan rapat, di relung hatinya yang paling dalam.
Jika sudah mengingat wanita itu. Dewa Agung akan merasa sedikit dilema.
"Aku kesini bukan mencuri.
"Aku bermeditasi.
Jelas Dewa Agung dengan raut wajah sendunya.
"Apa kakek tidak berbohong.
Yu Jie masih ngotot.
Apalagi melihat wajah Kakek Tua yang tiba-tiba murung itu.
Yu Jie semakin yakin.
"Aku tidak berbohong gadis manis.
Balas Dewa Agung.
Sejak gadis manis itu memanggilnya kakek. Dia merasakan kehangatan di hatinya.
Jika saja dirinya mempunyai keturunan.
__ADS_1
Mungkin saat ini Dirinya sudah mempunyai seorang cucu.
"Kamu mau ngapain kesini?
"Apa kamu mau mencuri?
Dewa Agung mengembalikan kata-kata Yu Jie.
"Aku mau mengambil buah persik ini Kakek.
"Dan aku bukan mencuri.
"Aku sudah di berikan kebebasan oleh Dewa Tinggi Putra Mahkota untuk berkeliaran di istananya ini.
Ucap Yu Jie santai, sambil mengambil buah Persik yang sudah menjadi incarannya itu.
Sementara Dewa Agung tidak percaya dengan ucapan gadis manis yang di depanya.
Jangankan Dia, bahkan Iblis yang di kurung di lembah neraka saja tidak akan percaya dengan ucapanya gadis itu.
"Kakek tidak percaya dengan ucapanku?
Tanya Yu Jie. Dia melihat kakek tua itu menatapnya dengan tatapan rumit.
"Apa di wajahku tertulis kebohongan?
Timpalnya.
Sejauh ini dirinya belum pernah berbohong.
Dia merasa tidak suka karena ada orang yang tidak mempercayai ucapanya.
"Apa perlu kubuktikan kakek?
Tanya Yu Jie dengan raut wajah serius.
"Silahkan buktikan. Balas Dewa Agung sedikit kagum, gadis manis yang mencuri itu mau mengakui kesalahannya. Dia ingin melihat cara muridnya itu mengatasi pencuri yang manis seperti wanita muda ini.
"Jika aku tidak berbohong.
"Apa kakek bersedia memberikanku imbalan.
"Iya..aku akan memberikanmu imbalan.
Jawab Dewa Agung tenang.
Dia memiliki segalanya. Memberikan imbalan kepada gadis manis ini, tidak akan membuatnya kekurangan.
Lagian dia ingin cepat-cepat menyaksikan hukuman untuk gadis manis ini.
"Apa kakek mau memberikan tusuk rambut kakek itu.
Tunjuk Yu Jie kearah rambut Dewa Agung yang tergulung sebagian.
"Apa?
"Tusuk rambutku ini?
Tanya Dewa Agung sedikit terkejut. Bahkan suaranya sedikit meninggi.
Dia tidak menyangka mata gadis manis itu sungguh tau melihat barang berharga miliknya.
"Ckk..Ternyata gadis ini pencuri kelas atas. Batin Dewa Agung.
Tusuk rambut miliknya itu terbuat dari Giok suci.
Tusuk rambut itu juga bisa berubah menjadi pedang dan mengeluarkan sihir es yang sangat Dahsyat. Selain itu, tusuk rambut itu telah di lapisi sihir murni yang sangat besar. Hanya sosok yang berkekuatan Tinggi yang mampu mengontrolnya. Selain itu, Dirinya juga harus seorang Dewa atau Dewi Tinggi.
Awalnya tusuk rambut itu, di buat khusus untuk wanitanya Ratu Phoenix, wanita yang masih di cintainya saat ini.
Dulu Saat Ratu Phoenix itu mendapatkan gelar Dewi Tingginya, Dewa Agung memberikan tusuk rambut itu.
Tetapi setelah Ratu Dewi Phoenix itu menikah.
Dia memulangkan tusuk rambut itu. melalui salah satu muridnya.
"Bagaimana Kakek, Apa kakek mau bertaruh denganku?
Tanya Yu Jie membuyarkan lamunan Dewa Agung.
__ADS_1
Yu Jie sangat senang. Sepertinya hidupnya telah terberkati. Dia selalu saja mendapatkan harta berharga di kerajaan langit ini.
"Aku bukannya tidak mau memberikannya.
"Tusuk rambut ini bukan tusuk rambut biasa.
Jelas Dewa Agung.
Dia tidak mau melihat gadis manis itu menjadi korban keganasan pedang es miliknya.
"Ckk .Bilang saja kakek tidak mau.
"Dasar kakek pelit.
Yu Jie memanyunkan bibirnya. Kakek ini telah mempermainkanya.
"Hee..Gadis manis. Tusuk rambut ini bisa berubah menjadi pedang es.
"Pedang itu juga di lapisi sihir murni yang sangat tinggi.
"Aku tidak mau, kau jadi korban keganasan dari pedang es itu.
"Hanya orang-orang tertentu yang bisa menggunakan pedang itu.
"Kecuali kau keturunan Dewi Tinggi.
Mungkin kau bisa belajar menggunakannya.
"Itupun harus Ku pantau.
Gerutu Dewa Agung sambil memperhatikan Yu Jie.
Menurut Dewa Agung Yu Jie tidak mempunyai kekuatan.
Jika punya, Pasti gadis manis itu sudah menggunakan kekuatanya ke atas pohon persik ini. pikirnya.
Dia bahkan binggung, Entah kenapa ada gadis lemah di kerajaan langitnya.
"Pokoknya aku mau tusuk rambut kakek, Jika tidak maka aku akan berteriak..
"Supaya Dewa Tinggi Putra Mahkota. Melihat kakek.
"Dan Menghukum kakek karena telah mencuri buah persiknya.
"Dan aku tidak mau membela kakek lagi.
Ancam Yu Jie. Dia sudah bersikukuh mendapatkan Tusuk rambut Giok itu.
Karena tusuk rambut itu terbuat dari Giok suci.
Mata Yu Jie sudah sedari tadi meliriknya. Dia paling tidak bisa melihat barang-barang yang yang unik, Apalagi mewah seperti tusuk rambut itu.
Dia juga berfikir, tusuk rambut itu bukan sembarangan tusuk rambut.
Untuk itu Yu Jie ngotot memintanya.
"Kau ini..
Dewa Agung sangat geram.
Dia langsung mengeluarkan tusuk rambut Gioknya. Dia akan memberikan pelajaran sedikit pada gadis manis yang keras kepala itu.
Dia akan membuat wanita manis ini menangis dan meminta maaf kepadanya.
"Ini..
Dewa Agung menyerahkan tusuk rambutnya.
Dia sudah mulai tersenyum senang.
Saat membayangkan wajah Yu Jie yang menangis minta ampun.
"Terimakasih kakek. Kakek memang yang terbaik. Puji Yu Jie.
Dewa Agung sudah siap-siap untuk tertawa.
Entah apa yang terjadi. Tiba-tiba saja Yu Jie bisa terbang dari atas pohon kebawah, berkat bantuan tusuk rambut Giok itu.
Dewa Agung langsung terbelalak. Matanya melotot sempurna.
__ADS_1