Cinta Sang Dewa Dingin

Cinta Sang Dewa Dingin
EPISODE. 117


__ADS_3

"Ckk, Bisakah air liur mu itu kau hapus.


"Aku jijik melihatnya, Ucap Jing Huli.


Dan dengan percayanya Yu Jie melap bibirnya.


"Pekerjaan apa yang kami lakukan disini?


Tanya Jing Huli tanpa basa-basi


Lelaki berjubah pengawal itu menghembuskan nafasnya, Dia merasa wanita bergaun merah ini sangatlah cerewet.


Berbeda dengan wanita yang di sampingnya.


Wanita itu terlihat anggun.


Wajahnya sungguh sangat cantik.


Pengawal itu sempat berfikir kesalahan apa yang di lakukan wanita cantik itu, Sehingga mendapatkan hukuman melalui pusaran hitam, milik Dewa Hukum.


Pengawal itu membawa Yu Jie dan Jing Huli ke sebuah Paviliun yang sangat asri bagi Yu Jie, Dia belum pernah menjalajahi dunia, Jadi Paviliun itu tempat termewah yang pernah di tempatinya.


"Selama kalian berdua bertugas disini inilah, Tempat tinggal kalian.


Ucap laki-laki itu.


"Terimakasih Dewa. Ucap Yu Jie sambil tersenyum.


"Aku masih Dewa biasa, Belum pantas mendengar panggilan itu.


Ucap pengawal itu merendah, Tetapi hatinya merasa senang.


"Tugas kalian hanya merawat semua taman yang ada di kerajaan ini.


Jelas laki-laki itu.


"Apa?


"Merawat?


"Jika hanya merawat taman, Kenapa tidak kau panggil saja peri bunga.


Ucap Jing Huli kesal.


"Memangnya kami pergi bunga,


Gerutunya.


"Para peri saat ini sedang Turun kedua fana.


"Jika mereka sudah kembali, Maka mereka yang mengambil alih tugas kalian ini.


Jelas laki-laki itu.


"Jadi maksudmu taman seluas ini, Hanya kamu berdua yang merawatnya,


"Kami tidak memiliki kekuatan sebesar itu.


"Apalagi temanku ini, Dia sangat lemah,


"Terbang saja dia harus memerlukan kekuatanmu.


Terang Jing Huli, Dia tidak bermaksud merendahkan kekuatan Yu Jie,


Dia hanya berpikir logis.


"Bisa mati kering Kami. Batinya.


"Kalian bisa Istirahat jika kalian tidak sanggup,


"Jangan kalian paksakan.


Balas Pria itu.


Dirinya sudah berusaha mencari lima belas orang, Tetapi yang dapat hanya dua orang.

__ADS_1


Itupun kekuatanya masih jauh di bawah standar.


"Kalian hanya merawat taman milik Kaisar langit dan Dewa Agung.


"Dan kalian harus ingat, Jangan sesekali kalian memasuki Istana milik Dewa Tinggi Putra Mahkota.


Pesan laki-laki itu.


"Memangnya kenapa. Yu Jie bertanya, Dia sedikit penasaran


"Dia tidak suka jika ada pelayan wanita di istananya.


"Jadi kalian berdua jangan sampai memasuki area terlarang itu,


"Kalian juga di larang berkeliaran sembarangan.


"Kalian berdua bisa menyinggung Kaisar langit dan Dewa Agung.


"Tetapi Jangan kalian coba-coba menyinggung Dewa Tinggi Putra Mahkota, Apalagi sampai melakukan kesalahan di hadapanya.


"Jika kalian bertemu denganya, Kalian harus putar balik.


Pesan laki-laki itu panjang lebar.


Dia harus mengingatkan terus dua wanita muda itu.


Jangan sampai dia kena marah oleh , Para pengawal Dewa Putra Mahkota yang sangat terkenal kejam.


"Tidak penting, Ucap Jing Huli cuek, Dan di angguki Yu Jie, Dia membenarkan ucapan Jing Huli.


Dia tidak tertarik dengan Dewa Tinggi Putra Mahkota itu.


Yu Jie tidak kenal, Jadi dia tidak penasaran.


"Baguslah. Balas laki-laki itu sedikit tenang sekaligus penasaran.


Para Dewi biasa dan Dewi Tinggi sangat memuja sosok Dewa Tinggi Putra Mahkota, Tetapi ke dua wanita yang di depanya ini malah tidak memperdulikanya.


*


Keesokan harinya Yu Jie dan Jing Huli melakukan tugasnya.


"Wah, Kau hebat sekali. Puji Jing Huli, Dia tidak menyangka kekuatan Yu Jie yang tidak seberapa itu langsung membuat para Bunga bermekaran indah.


Yu Jie tersenyum senang, Walaupun hanya membantu bunga-bunga itu berkelopak, Dia merasa sangat hebat.


Di aula istana.


Hal biasa selalu di lakukan, Yaitu Rapat para Dewa dan Dewi tertinggi.


"Apakah kekeringan di dunia fana sudah teratasi?


"Sudah yang Mulia, Jawab Dewa Musim, Ayah dari Heng Yuze


"Bagus, Biarkan para peri tinggal disana untuk beberapa hari,


Memastikan kekeringan sudah teratasi.


Ucapnya.


"Baik yang Mulia.


"Apakah para Dewa dan Dewi yang sedang di Dunia bawah mau menggantikan tugas para peri?


"Mereka menolak Yang Mulia, Hanya dua orang yang bersedia.


"Jawab Dewa Hukum, Dia menerima laporan itu dari pengawalnya.


Kaisar langit menghembuskan nafas beratnya, Sebagian Para Dewa dan Dewi itu teman dekat Mereka.


"Biarkan saja, Jika mereka masih menolak, jangan di paksakan.


"Baik yang Mulia.


"Apakah kalian punya saran, tentang taman-taman Sorgawi?

__ADS_1


Tanya Kaisar ke pada dua sosok di samping kanan dan kirinya.


Taman milik kerajaan langit bukan sembarangan taman, jika taman itu berubah gersang, Maka semua Tumbuh-tumbuhan yang ada di alam semesta ikut Kering.


"Segera kirim Dewi Tinggi untuk mengatasi taman-taman itu, Aku yakin Yang dua orang itu tidak akan sanggup merawatnya. Ucap Heng Yuze datar.


Masalah kecil satupun harus membuatnya turun tangan. Pikir Heng Yuze.


"Baik yang Mulia. Ucap para Dewa dan Dewi penghuni aula itu serentak.


Para Dewi Tinggi yang ada di aula itu merasa gembira, Dengan senang hati mereka melakukan tugas dari Dewa Tinggi Putra Mahkota Heng Yuze.


"Istirahat dulu.


Ucap Jing Huli, dia tidak menyangka taman milik kerajaan langit itu sungguh menguras kekuatanya.


Jing Huli juga sangat heran Yu Jie masih tersenyum riang memberikan kekuatanya untuk taman-taman itu.


"Apakah dia tidak kelelahan. batin Jing Huli.


Awalnya dia meremehkan kekuatan Yu Jie.


Heng Yuze beserta Para sahabatnya keluar dari aula Istana.


"Kami mau ke istanamu, Ucap Dewa Bintang


Dan di angguki Dewa Dewa yang lain.


Heng Yuze hanya memasang tampang datarnya.


Mau di larang juga percuma. Pikir Heng Yuze.


"Suit..Suit.


Dewa bintang bersiul saat melihat sosok wanita bergaun biru muda membelakangi mereka.


Mereka yakin Wanita itu sedang menyalurkan kekuatanya kepada taman-taman itu.


"Apakah mereka yang kau bilang.


"Bisik Dewa Bintang kepada Dewa Hukum,


"Iya. Jawab Dewa Hukum sambil melihat dua sosok Wanita,


Yang satu sedang melakukan tugasnya, Yang satu lagi sedang duduk santai,


Mungkin sedang kelelahan pikirnya.


Heng Yuze memperhatikan sosok gadis yang membelakangi mereka.


Dia sedikit familiar dengan punggung gadis itu,


Matanya juga melirik tusuk rambut wanita itu. Sedikit membuatnya penasaran.


"Eheem..


Dewa Bintang berdehem, Berharap sosok wanita yang di depanya itu berhenti melakukan aktivitasnya,


Tapi sayang, Yu Jie yang terlalu fokus tidak memperdulikan dengan sekitarnya.


Dewa Bintang menggerutu.


"'Apakah dia tuli?


"Bahkan dia tidak memperdulikan kehadiran kita.


Ucapnya.


"Permisi Nona..


"Kami mau lewat.


Ucap Dewa Bintang yang memulai aksinya. Ketiga sahabatnya memutar bola matanya malas.


Yu Jie menghentikan pekerjaan.

__ADS_1


Dia berbalik, keningnya berkerut saat melihat lima pria di hadapanya dengan jubah yang berbeda-beda.


Kelima pemuda itu melongo, Dewa Bintang menelan salivanya melihat gadis remaja yang mempunyai kecantikan yang mampu membuat matanya melotot sempurna.


__ADS_2