
Keempat manusia itu melanjutkan perjalanannya ke dalam hutan Spritual tingkat tinggi itu.
Sedari tadi Ular bertahta permata merah itu berceloteh membuat telinga ke empat pria berbeda sifat itu berdengung.
Ruan sang pemilik ular itu merasa menyesal. Dirinya telah mengontrak ular itu dengan gegabah. Bahkan ular itu tidak segan-segan melilitkan ekornya ke tubuh jenjangnya...membuat Ruan sedikit tidak nyaman.
Ruan merasa ular itu sedikit agresif.
Seekor Rusa emas bertanduk satu sedang santai memakan Rumput. Rusa itu memiliki rambut emas yang cukup panjang. Dari penampilannya dia Rusa berjenis kelamin perempuan.
""Rusa itu sangat cantik. Aku ingin dia jadi hewan kontrak Ku . Ucap Yuan antusias.
Rusa itu berhenti dari aktivitasnya. Lalu dia berbicara
""Tuan jika tuan ingin mengontrakku.
""Aku ingin Tuan berjanji tidak akan menikah sebelum aku mencapai ranah Dewi. Tawarnya. Membuat bibir Yuan berkedut. Selama ini para Kultivatorlah yang menentukan nasib hewan suci kontraknya. Sekarang hewan suci kontrak itulah yang menentukan nasib majikanya.
Ruan dan Xia He terkekeh geli mendengar syarat Rusa emas itu.
""Akhirnya ada juga yang paling agresif dari hewan suciku. Batin Ruan.
""Baiklah.. Yuan menyetujui syarat rusa betina itu. Dia ingin melihat seperti apa wajah rusa betina itu jika sudah berubah menjadi manusia.
""Apa dia ingin melamar menjadi istrimu? Bisik Ruan.
""Mungkin...salahkan ketampananku yang membuat wanita bahkan hewan suci sekalipun jatuh hati. Pujinya kepada diri sendiri.
Membuat sang ular yang mendengarnya ingin muntah.
Di antara ke empat Tuan muda itu lelaki itulah yang paling banyak berbicara sejak tadi.
Walaupun Ular itu suka berbicara menurutnya itu hal wajar karena dia Wanita. Wanita pada umumnya suka bergosip.
Ular itu tidak menyukai pria yang ramah lingkungan.
""Untung Tuan ku pria yang cuek. Jika sama seperti Tuan yang satu ini. Aku yakin hidupku akan merana. Batinya
Yuan telah menjalin kontrak dengan Rusa bertanduk satu itu.
Saat ini rusa itu sudah berubah wujud. Menjadi kecil layaknya seperti anak anjing yang unik dan memiliki tanduk. Bahkan rambutnya yang tergerai itu menutupi sebagian tubuhnya. Yuan sangat menyukai rusa itu sehingga Yuan memeluk Rusa itu dengan erat. Sementara sang Rusa begitu senang mendapatkan perlakuan Tuanya yang hangat.
__ADS_1
Dari jarak tiga puluh meter seekor burung elang Emas sedang bertengker di ranting sebuah pohon. Burung itu menutup kedua mata emasnya. Dia bisa Merasakan aura manusia yang semakin mendekat.
Dia merasakan aura temanya yang sudah menjalin kontrak dengan dua manusia itu. Lalu burung Emas itu mencibir.
""Ciihh...bisa bisanya para wanita gancen itu menawarkan diri dengan mudah.
Burung itu semakin merasakan satu aura yang cukup kuat sedang mendekatinya. Dia membuka mata emasnya dengan malas. Tepat di hadapanya berdiri sosok pria berjubah merah bercorak putih.
""Maukah kau menjalin kontrak denganku?
Suara bariton menyentuh Indra pendengaran burung Emas itu.
""Kau tidak layak. Balas burung emas dengan santai.
Xia He tertekun mendengar perkataan burung Emas itu. Dia tidak ingin memaksa burung itu sehingga di mencoba bersabar.
""Kenapa aku tidak layak?
""Sebentar lagi aku akan mencapai puncak ranah Dewi. Aku tidak suka mempunyai majikan yang lemah. Ejek burung Emas sambil menutup mata emasnya lagi.
Xia He membeku...Dia tau jika hewan suci yang sudah ranah Dewi setidaknya Punya majikan yang sudah mencapai ranah Dewa atau Kaisar. Xia mencoba membujuk Elang Emas itu.
""Saat ini aku masih baru menerobos tingkat Maharaja.
""Bukankah sekarang kalian sudah bebas memutuskan kontrak sebelah pihak. Xia He mencoba mengingkatkan peraturan terbaru di hutan Spritual itu .
Dia tidak menyangka membujuk Hewan suci lebih sulit dari membujuk wanita yang sedang merajuk.
""Ohh...yahh.
"Burung elang Emas itu merasa terkejut mendengar perkataan pria yang di hadapanya itu. Dia tidak menyangka pria itu akan bersikap sopan terhadapnya. Di antara ke empat pria itu dia lebih menyukai sosok yang di hadapanya ini. Walaupun pria ini sosok yang dingin tetapi dia bukan sosok yang kejam.
""Baiklah. Jawab burung Elang Emas itu dengan mudah.
Xia He tersenyum...lalu menjalin kontrak dengan Elang Emas itu. Burung Emas itu terbang ke bahu lebar Xia He dengan santai. Membuat Xia He sedikit tertekun.
Ke empat pemuda itu keluar dari hutan Spritual. Tiga pemuda cukup senang karena telah mendapatkan hewan suci. Berbeda dengan Putra Mahkota Ba Xi'an.
Ba Xi'an merasakan ketidak puasan karena tidak dapat bertemu dengan Elang merah yang ingin di musnahkan itu.
""Aku akan segera kembali. Kalian berhati-hati lah di jalan. Ucap Ba Xi'an
__ADS_1
""Terimakasih Putra Mahkota. Balas ketiga pemuda itu.
""Hmm.
lalu Ba Xi'an menghilang dari pintu masuk hutan Spritual itu.
Setelah Ba Xi'an pergi.
.""kasihan sekali Putra Mahkota. Tidak bisa melampiaskan amarahnya kepada Elang merah itu.
""Aku berjanji jika sihirku semakin kuat. Aku akan mewakili yang Mulia Putra Mahkota membalaskan dendamnya. Ucap Yuan dengan semangat.
Sementara ketiga hewan suci yang mendengarkan celotehan Tuan muda yang satu itu memutar bola matanya malas.
Di dalam kreta kuda. Pengawal di belakang kreta itu melapor kepada Ratunya.
""Yang mulia dari jarak dua puluh kilometer seorang pemuda yang mempunyai sihir tingkat Dewa sedang mengikuti kita yang Mulia. Pemuda itu mempunyai hewan kontrak Serigala yang sudah ranah Dewa yang mulia.
""O ya...Ivona tersenyum tipis.
""Ternyata Pria itu punya seribu nyawa. Cibirnya.
""Jing mi...suruh hewan suci itu Membawa tuanya kembali. Titahnya.
""Baik yang Mulia.
Di jarak yang cukup jauh. Hewan serigala yang penuh semangat mengejar mangsanya dengan sang Tuan tiba-tiba mendengar suara yang bergema di telinganya.
""Jika selangkah lagi kaki Mu maju. Maka ratu akan mengirimmu ke Hutan Neraka Darah. Ancamnya.
Serigala itu mendadak berhenti. Tubuhnya bergetar. Pemilik Suara itu sang pemimpinya di hutan Spritual. Tubuhnya membeku saat pemimpinya mengatakan Ratunya akan mengirimnya ke dalam Hutan Neraka Darah.
Hewan suci itu melakukan penerawangan terhadap kreta yang sedang mereka kejar.
Degg...jantungnya hendak meledak melihat penghuni Kreta itu.
Di dalam kreta itu terdapat Sosok yang sangat di Puja dan di hormati bangsa Hewan suci. Di bandingkan menyentuhnya Dia lebih baik memilih mengobarkan dirinya dari pada mengusik sosok yang Mulia itu.
Bingwen yang mendadak berhenti dari teleportasinya bertanya.
""Kenapa?
__ADS_1
""Tuan hamba sudah menerawang. Aura kreta itu tidak terlihat lagi Tuan.
Bingwen memicingkan matanya. Mereka saat ini sedang berada di tiga jalur persimpangan.