Cinta Sang Dewa Dingin

Cinta Sang Dewa Dingin
EPISODE. 48


__ADS_3

"Yang mulia ingatlah untuk selalu memperhatikan Putra kita.


Ivona hanya berpesan singkat kepada Ba Xi'an. Awalnya Dirinya ingin memberikan kenang kenangan kepada Putra Mahkota tetapi di urungkanya.


Takut suaminya itu curiga. Dia tidak mau gara-gara kesalahan kecil rencananya rusak.


Ba Xi'an tersenyum manis. Bahkan orang orang yang melihat itu seperti mimpi di siang hari.


Putra Mahkota mereka tidak pernah tersenyum. Bahkan Putra Mahkota yang mereka lihat saat ini juga bersikap manja kepada salah satu selirnya.


"""Apakah mereka masih tinggal di kerajaan Phoenix? Batin mereka linglung.


"""Cepatlah kembali aku tidak akan memperhatikan bocah yang sudah merebut waktu istriku. Ucapnya sedikit merajuk.


Membuat bibir Ivona berkedut.


"""Apakah suaminya ini masih cemburu. Batinya sambil geleng geleng kepala. Padahal dua Minggu ini dia sudah mencoba memberikan kasih sayang yang rata untuk kedua bayinya itu. Satu bayi yang kecil dan satu bayi yang sangat besar.


Bahkan suaminya pernah merajuk karna tau dirinya membagi rata waktunya ...untuk dirinya dan putranya


"'istriku hanya bisa bersama anakku selama empat jam selebihnya dia akan bersamaku. Kata kata suaminya itu tak sengaja di dengarnya saat di ruang kerja suaminya...


Bahkan Ivona di suruh Ba Xi'an  mendampinginya  di ruang kerja sepanjang hari.


Ivona hanya bersikap pasrah.


Hitung hitung mengukir kenangan untuk suaminya itu.


""" Jika di ingat batinya miris mengingat lima hari terakhir dia selalu satu ruangan dengan selir pertama.


Ivona yang waktu itu mengalah dan pergi dari sana di biarkan begitu saja oleh Ba Xi'an bahkan suaminya itu tidak ada niatnya untuk mencegah kepergiannya. Tetapi dia masih mengingat kata kata yang menyakitkan itu.


"""Pergilah istirahat..aku masih di sini dengan Ling'er nama selir pertama itu adalah Ling Yue tetapi suaminya itu mempunyai panggilan yang manis untuknya. Yang lebih mirisnya. Suaminya berucap lagi.


"""Aku ingin Ling'er cepat memasuki sihir tingkat tujuh dan menjadi permaisuri kerajaan ini. Dan kita akan mengulangi pernikahan kita dengan sangat megah dan meriah.


Ucap lelaki itu panjang lebar kepadanya. Wajahnya menunjukkan raut kebahagiaan yang tiada Tara.


Ivona menjawab perkataan suaminya itu dengan menunjukkan senyum manisnya kepada lelaki itu sekalipun hatinya tercabik cabik.


"""Bisa bisanya pria itu langsung membahas pernikahannya dengan wanitanya di saat dirinya ingin pergi. Batinya


Saat rasa sakit itu masih mengorogoti  Ivona. Sebuah suara serak menyentuh gendang telinganya.


"""Cepatlah kembali.


Ivona hanya mengangguk.


Air matanya hampir keluar mengingat kata kata yang menyakitkan itu. Lalu dia berbalik dan berjalan ke arah kreta kuda. Saat naik dia berdiri sebentar melihat ke arah suaminya.


""Hanya wanita bodohlah yang kembali dan hanya wanita gila lah yang mempertahankan cintanya. Batinya.


Senyum licik terukir di bibirnya.. dirinya tidak akan menjadi  bodoh dan gila gara gara perasaanya...


Setelah satu bulan lagi Ivona akan terbebas. Bebas dari laki-laki itu.


Dirinya beserta putranya akan menjalajahi dunia ini.


Menaklukkannya lalu merebut putra bungsunya kembali.


Ivona memancarkan wajah bahagianya sekilas.


Degg... Ba Xi'an membeku melihat wajah ceria istrinya itu. Bahkan Dia melihat samar seringai istrinya itu.


Ba Xi'an memperhatikan kembali raut wajah istrinya. Matanya memicing. Hitungan detik istrinya itu telah menampakkan ekspresi yang berbeda. Ba Xi'an kembali menepisnya saat istrinya turun dari kreta kuda dan berlari memeluk tubuhnya.


"""Hanya perasaanku saja.

__ADS_1


Batin Ba Xi'an sempat merasa takut.


Takut dengan pikiranya yang mengila.


Ba Xi'an sungguh sangat sensitif jika menyangkut istrinya itu.


Sementara Ivona yang memeluk Ba Xi'an.


Merasa Bergetar.


"""Hampir saja ketahuan. Batinya.


Dia merasa suaminya itu cenayang.


Bahkan dengan ekspresi saja suaminya itu tau apa yang dia pikirkan.


Ivona terpaksa berlari ala-ala serial India yang biasa di tontonya di Zamanya dulu. Untuk menghapus kecurigaan suaminya itu terpaksa Ivona kembali menenangkan suaminya.


""Memang keputusan yang sangat benar untuk menjauh dari pria ini.


Selain menjaga kesehatan jantung.


Juga menjaga ke stabilan jiwanya. Batinya.


"" Pergilah..sayang harus jaga kesehatan dan harus hati-hati.


Ba Xi'an dapat melihat air mata yang menggenang di ke dua mata istrinya itu.


Ivona mengangguk sampai terisak-isak.


Kemudian Dia berbalik dan memasuki kreta itu. Ivona langsung merasa lega.


""Ternyata aku punya bakat berakting.


Kenapa dulu aku tidak jadi artis saja.


Kreta itu telah menjauh tetapi Ba Xi'an masih menatap lekat kepergian kreta istrinya itu.


Orang orang yang di sana tidak berani beranjak pergi dari tempat itu.


Sementara Kaisar, Ibu Suri dan Permaisuri telah pergi dari sana.


Jika menunggu anaknya itu  mungkin kulit mereka akan terbakar oleh terik matahari.


Di bawah tatapan semua orang yang seakan menerkam sang Kasim . Akhirnya Kasim tua itu mencoba mendekati Ba Xi'an dan mengingatkanya dengan gugup.


""Yang Mulia sudah saatnya kita pergi..


""Sebentar lagi rapat Kerajaan akan segera di ""mulai.


Kasim Tua menyeka keringat di pelipisnya.


Ba Xi'an menatap tajam Kasimnya itu.


"""Apakah kau tidak melihat. Aku sedang memandangi istriku?


Semua orang disana terbelalak.


Sementara bibir Kasim berkedut.


Kreta kuda selir kelima sudah pergi jauh bahkan punggung kreta kuda itu sudah di telan oleh kejauhan.


"""Jika lelaki yang di hadapanya itu bukan Putra Mahkota maka  Kasim tua itu akan menggantungkan pria itu di alun alun ibu kota kerajaan.


"""""Bisa bisanya pria itu mengatakan sedang memandangi istrinya.


Bayanganya saja sudah pergi jauh.

__ADS_1


Batinya kesal.


Setelah menunggu lama. Akhirnya Ba Xi'an pergi dari tempat itu.


Semua orang merasa badan mereka sudah terbakar akibat paparan sinar matahari.


Yang membuat mereka lebih kesal dengan entengnya Putra Mahkota mengatakan.


"""Kenapa kalian ikut memandangi istriku?


Orang orang disana hampir muntah darah.


Siapa juga yang memandangi istrinya.


Walaupun Putra Mahkota itu gila mereka tidak mau ikutan gila.


Bahkan Putra Mahkota itu menatap sendu gerbang istana mereka sejak tadi.


Sementara istrinya sudah pergi jauh sejak dua jam yang lalu.


Mereka tetap disana karena tidak berani meninggalkan Putra Mahkota.


Mereka sangat takut jika mereka akan di hukum akibat tidak menghormati  Putra Mahkota itu.


**


Di ruang rapat kerajaan istana Ba Xi'an hanya diam. Raganya memang di sana tetapi pikiranya terbang jauh. Dirinya menimang nimang sudah sejauh manakah istrinya itu.


"""Apa mereka sudah istirahat?


"""Apa istriku sudah makan siang? Gumanya.


Dan Kasim tua itu masih bisa mendengar suaranya.


Sang Kasim berfikir Jika pengawal Bingwen nanti kembali dia akan memaksa manusia patung itu menukar posisinya.


Sungguh Kasim Tua saat ini hidup segan mati tak mau.


Ba Xi'an mengangkat tanganya di udara...seekor burung roh terbang ke hadapanya.


""Pergilah tanyakan kepada pengawal Bingwen.


""Apakah istriku sudah makan. Titahnya.


Sang burung langsung terbang jauh mengikuti perkataan sang majikan.


Bibir sang Kaisar berkedut melihat tingkah gila anaknya itu.


Bisa bisanya saat rapat penting seperti ini Putranya itu memikirkan istrinya. Yang lebih parahnya lagi Putra gilanya itulah yang menyalin kitab suci seribu lembar dan mengukir Doa di papan Giok.


Jika ada seseorang di aula rapat itu mengatakan Putra Mahkota itu sedang gila maka dia akan memuji orang itu dan memberikanya satu juta keping emas.


"""Akupun pernahnya jatuh cinta.


""Tapi tidak sampai hilang akal.


Gerutunya.


Tetapi sang Kasim masih bisa mendengarnya.


Dan mengangguk seakan menyetujui ucapan Kaisarnya itu.


Sementara semua orang disana hanya bisa diam terpaku melihat tingkah konyol yang di lakukan calon Kaisar masa depan mereka itu.


Mereka tidak berani protes.


""Terserah Putra Mahkota sajalah yang penting anda senang.

__ADS_1


Kira kira itulah di dalam pikiran setiap insan yang berada di aula itu.


__ADS_2