
Wanita itu di tuntun sangat lembut oleh
Seorang pengawalnya. Seperti barang berharga yang takut lecet.
Wajah wanita itu tertutup oleh cadar warna hijau. Rambutnya yang warna hijau tergerai indah dan berkilau.
Ivona melangkah anggun memasuki ruangan itu. Tangan sebelah kanannya menuntun putranya Lie Zhu.
""Kita duduk di meja kosong itu saja ucap Ivona datar.
Sambil menuju meja yang berada tepat di samping ke tiga pemuda itu.
""Nona bagaimana ruang pribadinya.
Tanya Zhang sedikit heran. Baru kali ini Nonanya itu duduk di keramaian.
""Batalkan saja.
""Baik Nona. Zhang mengangguk binggung.
Jantung ketiga pemuda itu bertalu-talu. Saat wanita itu duduk di sebelah mereka.
Bahkan mereka melihat salah satu pelayan wanita itu melap kursi dan meja itu dengan cekatan.
Mereka melihat pemilik dan pelayan restoran itu datang menghampirinya.
""Yang Mulia. Lebih baik yang Mulia duduk di ruangan tertutup saja. Ruangannya sudah kami sediakan satu Minggu yang lalu.
"Yang Mulia tidak pantas duduk di kursi yang kotor itu. Terang pemilik restoran itu.
Bibir ketiga pemuda itu berkedut.
""Siapa wanita ini. Bisa-bisanya pemilik restoran ini menyanjungnya sampai ke langit.
Batin mereka.
Mereka tau pemilik restoran itu tidak akan turun tangan langsung kecuali yang datang Putra Mahkota atau seorang Tuan Muda yang berpengaruh.
""Kami disini saja. Kami tidak akan lama.
"Karena kami sebentar lagi akan melakukan kembali perjalanan kami.
Suara lembut Ivona menggetarkan hati para pemuda yang berada di restoran itu.
""Baik yang mulia. U
cap pemilik Restoran dengan sopan.
Ivona duduk dengan anggun. Secepat kilat makanan dan minuman telah tersaji di depanya.
""Kenapa makanan itu tidak di ada di menu makanan kita tadi. Bisik Yuan. Bahkan perutnya mendadak lapar lagi melihat sejumlah makanan yang tersaji di atas meja Ivona.
''""mana tau kami. Tanya saja sama pemilik restoran. Jawab Ruan setengah berbisik.
""Sepertinya wanita itu bukan dari kalangan biasa. Kudengar tadi dari pemilik restoran. mereka sudah menyiapkan tempatnya sejak seminggu yang lalu.
""Aku yakin wanita itu seorang Putri dari kerajaan terkemuka. Bisik Xia He. Tapi matanya melirik wanita yang masih bercadar itu. Dia menantikan wanita itu memakan makananya. Supaya dirinya dapat melihat wajah di balik cadar itu.
Saat mata pemuda itu menantikan Ivona membuka cadarnya. Seorang lelaki tampan dengan cekatan membuka cadar Ivona dan mengantikannya dengan sebuah topi hijau dan mempunyai Selayar hijau. Sehingga Ivona dapat memasukkan makan kemulutnya dengan nyaman.
Ketiga pemuda itu melongo.
Mereka tidak sempat melihat tindakan itu bahkan mereka tidak menyangka cadar itu akan di ganti dengan topi yang membunyai Selayar sampai bawah hidung Ivona.
__ADS_1
Walaupun para tuan muda itu tidak melihat wajah wanita bercadar itu. Mereka sangat terkagum melihat bibir tipis dan dagu putih Ivona. Mereka yakin wajah wanita itu dapat meruntuhkan satu kerajaan.
""Ehem..
dengan langkah penuh percaya diri Yuan melangkah kemeja Ivona.
"" Hai Nona.
Sapa Yuan sambil duduk di depan Ivona.
Meja itu hanya di duduki Ivona dan Putranya. Sementara para bawahannya duduk di meja yang lain.
""Perkenalkan aku tuan muda dari keluar Tao namaku Tao Yuan.
""Namaku Ivona lie Tuan muda. Jawab Ivona ramah. Membuat Yuan besar kepala .
Sebelum dirinya membuka mulut.
Ivona menyambung ucapanya.
""Maaf Tuan. Aku selalu mengikuti etiket keluarga.
Untuk itu bisakah tuan jangan duduk di mejaku.
""Aku tidak suka duduk dengan orang asing. Ucapnya lembut.
Tetapi perkataanya menusuk telinga Yuan membuat Yuan tertekun.
""Maaf Nona. Maaf mengganggu. Ucapnya sambil membungkuk lalu kembali kemejanya.
Kedua sahabatnya itu terkekeh geli melihat wajah merah sahabatnya.
""Ternyata dia Gadis sombong dan angkuh. Untung wajahnya cantik. Jika tidak aku tidak Yakin untuk membiarkannya lolos begitu saja. Bisik Yuan menahan rasa jengkelnya.
Saat Ivona menikmati makananya.
Seorang wanita berparas anggun dan bergaun mewah menghampirinya. Sedari tadi dia menahan rasa irinya saat melihat Ivona menjadi pusat perhatian orang-orang di sana terlebih ketiga Tuan Muda tersohor itu.
Dia sangat emosi melihat sifat Ivona yang sombong.
""Apakah anak kecil ini anakmu?
Dia bertanya dengan sinis.
""Iya..dia Putraku.
""Ohh..kulihat kau di kelilingi para lelaki Tua dan muda apakah kau simpanan mereka?
Ucapnya sambil tersenyum mengejek.
Mata wanita itu melihat satu persatu penampilan pengawal muda Ivona yang mempunyai wajah tampan.
Ivona tidak menjawab. Dia hanya diam. Dirinya sudah memprediksi hal-hal seperti ini. Jadi dirinya tidak sakit hati.
""Hai.. tuan muda Tao. Bersyukur Tuan tidak dekat dekat wanita simpanan ini.
Ucapnya lantang. Membuat ketiga pemuda itu. Menatap Ivona sedikit berbeda. Mereka hampir saja terbuai dengan kecantikan wanita yang di sampingnya itu.
Semua para penghuni restoran itu berbisik bisik.
""Ternyata dia gundik beberapa Pria muda dan Tua.
""Dia tidak lebih dari seorang pelacur.
__ADS_1
Bisik-bisik itu menyentuh Indra pendengaran Ivona yang tajam.
''Hai...wanita cantik
"Apakah kau mau memuaskanku malam ini.
"Aku akan memberimu satu kantong emas.
Ucap seorang pria yang berbadan gemuk dan perut besar. Dia berjalan ke arah Ivona sambil di temani beberapa pengawalnya.
""Salam kepada tuan Muda song. Sapa wanita itu.
""Kuharap kau mau melayani tuan muda Song. Dia anak sulung Kenselir kiri kerajaan ini.
Jangan mengecewakannya. Ucap perempuan itu bangga.
Ivona masih santai. Bahkan dia tidak menggubris perkataan wanita itu. Anaknya yang di sampingnya melakukan hal yang sama. Dia mencoba menahan amarahnya saat mendengar ibunya di hina.
Pria gemuk itu mendekati Ivona saat tanganya menyentuh Selayar topi hijau itu.
"Krak..
"Ahhh...
sebuah Tangan kokoh dan tenaga dalam yang kuat mematahkan pergelangan tanganya.
dan beberapa bagian tubuhnya.
Sebelum mulutnya memaki. Belati kecil menancap tepat di jantungnya. Saat itu juga nyawanya menghilang.
Wanita yang di sampingnya terkejut.
Saat dia mundur ke belakang.
Sebuah tombak menancap di tubuhnya.
Matanya melotot. Detik itu juga nyawanya tidak tertolong lagi
Semua mata di sana melotot sempurna. Mereka tidak menyangka dalam hitungan detik. Dua nyawa telah hilang.
Ketiga pemuda itu terkejut batin mereka tidak menyangka. Kejadian berdarah tepat di samping mereka.
Pemilik restoran itu datang tergopoh-gopoh.
Dia tidak menyangka. Ada manusia yang berani mengolok-olok Ratunya.
Pemilik restoran itu adalah hewan suci yang sudah menikah dengan manusia.
""Maaf yang Mulia telah membuat yang mulia tidak nyaman. Ucapnya bergetar.
""Berangkat. Titah Ivona. Dirinya sudah tidak selera lagi melanjutkan makananya.
""Baik yang mulia.
Sepuluh pengawal di Tamba Jing mi dan Zhang serentak mematuhi perintahnya.
Saat Ivona berdiri.
Sebuah suara bariton menyentuh telinganya.
""Nona..bukankah kau tidak ingin bertanggung jawab.
"Pengawalmu telah membunuh Tuan muda dari Kediaman song.
__ADS_1
"Dan Nona muda dari kediaman Ling.