
"" Tidak akan ada yang bisa melukai kalian. "Bahkan hewan suci di sana tidak akan Sudi bertemu orang orang seperti kalian.
Balas Ba Xi'an sinis.
Membuat Yuan mencibir.
""Ckk..jangan sembarangan. Mungkin jika aku bertemu pemimpin mereka.
"Aku yakin hewan suci Rubah itu akan jatuh hati dengan ketampananku.
Ucapnya penuh percaya diri.
Membuat bibir Ba Xi'an berkedut.
"Apa kau mau sama rubah yang sudah nenek nenek. Xia He menimpali perkataan Ba Xi'an.
""Haa..nenek nenek..? Yuan melongo
""Bukankah rubah itu sudah berumur ratusan tahun. Berarti dia sudah nenek-nenek.
Ruan bahkan terkekeh geli membayangkannya.
""Ckk...kalian... Guru pertama bilang wajah rubah itu masih remaja. Walaupun umurnya sudah ratusan tahun tetapi wajahnya masih lucu dan mengemaskan.
Sorot mata Yuan berbinar-binar seperti remaja yang sedang jatuh cinta. Saat memuji sosok Rubah itu. Membuat ke tiga orang itu geleng geleng kepala.
""Aku pernah mendengar rubah itu di tugaskan Dewi Phoenix untuk menjaga gua Giok.
"Gua itu tempat peninggalan barang barang Dewi Phoenix. Ucap Yuan antusias.
Entah kenapa Ba Xi'an sedikit tertarik dengan cerita itu.
""Asal kalian tau katanya kecantikan Dewi Phoenix dapat meruntuhkan kerajaan langit.
""Bahkan kecantikan selir kelima lewat. Bisiknya kepada ke dua temanya itu Ruan dan Xia He. Tetapi Ba Xi'an yang mempunyai pendengaran yang tajam masih bisa mendengar bisikan sahabat laknatnya itu.
""Ciiih...cibir Ba Xi'an geram di dunia ini tidak ada yang bisa menandingi kecantikan wanitanya.
Yuan melihat kedua sahabatnya itu lalu melirik wajah Putra Mahkota yang masam.
""Bahkan Dewa Agung yang berkuasa tidak berkutik di buatnya.
""Dewa Agung penguasa tiga alam saja sampai tidak bisa melupakan Dewi Phoenix yang konon katanya Dewi itu meninggalkan sang Dewa Agung yang berkuasa tanpa sebab membuat kehidupan kerajaan langit sedikit tergonjang.
""Kasihan sekali...nasibMu tidak beda jauh dari Dewa Agung. Mungkin Dewa Agung ingin kamu merasakan hal yang sama denganya.
Ucap Yuan tanpa filter. Membuat wajah Ba Xi'an menggelap. Sementara Yuan hanya memasang tampang bodohnya.
""Apakah otakMu sedikit miring setelah memasuki tingkat Raja.? Xia He bertanya dengan serius. Dia curiga dengan sahabatnya itu.
__ADS_1
""Entah dari mana sahabat gilanya itu menerima informasi yang bahkan menyangkut Dewa Agung sang penguasa Tatanan alam ini.
""Semoga Dewa Agung tidak Sedang melihatmu yang sedang membicarakan kisahnya. Timpal Ruan sambil menepuk-nepuk punggung Yuan yang bertujuan menyadarkan sang sahabat yang suka berbicara itu.
" Oh Dewa Agung...maafkan hamba mu yang hina ini. Yuan berucap sambil bersujud. Dia tidak akan sanggup jika Dewa Agung sampai murka kepadanya.
Dirinya yang tidak sengaja mendengar kisah itu dari guru pertamanya. Yang suka menonton setiap Opera yang selalu di adakan di pasar malam setiap sekali sebulan.
Ke dua sahabatnya itu tertawa terbahak bahak. Bahkan Ba Xi'an yang tidak pernah tersenyum selain bersama Putra. Ikut menarik ke dua bibir.
""O ya..aku dengar pangeran kecil sudah mulai mahir menguasai sihir. Xia He mengalihkan pembicaraan yang lebih bermutu.
Ba Xi'an menggangguk.
""Hmm..
""Apa pangeran kecil sudah menembus sihir untuk membuka tingkatan? Ruan sangat penasaran.
""Sudah...sekarang Ba Xi'O sudah menerobos sihir tingkat tiga.
Xia He : melongo.
Ruan: menelan salivanya
Yuan: ngiler.
""Kenapa Putramu bisa sehebat itu. Bukankah selir kelima hanya orang biasa yang tidak memiliki sihir. Bahkan rumor yang kami dengar dia hanya seorang wanita yang polos dan juga bodoh.
YUAN bertanya dengan wajah yang masih terkejut tanpa memikirkan ucapanya yang menyakitkan.
Dia tidak menyangka anak kecil yang masih tiga tahun sudah menerobos sihir tingkat tiga. Dirinya saja dulu menerobos tingkat satu pada saat memasuki akademi Kultivator.
""Apakah anak itu keturunan Dewa. Batinya.
Ba Xi'an yang mendengar istrinya di katakan bodoh menggertakkan giginya dia tidak terima dengan ucapan itu.
Dulu memang Ba Xi'an tidak perduli dengan hinaan orang orang kepada istrinya.
Sebelum dirinya mencintai istrinya itu.
Ba Xi'an waktu itu masih cuek dan tidak ambil pusing.
Sekarang Ba Xi'an merasa nyeri di hatinya saat kata BODOH itu mengejek istrinya kembali. Membuat Ba Xi'an tidak terima dan ingin menghajar orang yang di hadapanya itu.
""Walaupun istriku tidak mempunyai sihir tetapi. Istriku mampu mengandung putraku yang memiliki Jiwa Naga di tubuhnya.
""Dan aku tidak suka jika sekali lagi mulut kalian mengatakan istriku Bodoh. Aku tidak segan segan menutup mulut kalian selamanya. Sekalipun kalian sahabatku.
Ucapnya menatap tajam ketiga orang itu.
__ADS_1
Ketiga bersahabat itu membeku dan terkejut batin.
Lalu mengangguk patuh.
"" Siapa yang berani melawan Putra Mahkota yang berkuasa itu. Pikir mereka.
Mereka bertiga serentak berteriak.
""Apaaa...jiwa Naga.?
Jadi pangeran kecil sama denganMu. sama-sama mempunyai jiwa Naga?
Ba Xi'an mengangguk.
Yuan bertepuk tangan.
""Wahh..wahh..Sungguh kerajaan kita di berkati oleh Dewa Agung. Bahkan memberikan penerus yang sangat hebat. Pujinya antusias dan raut kekaguman terpancar di wajah.
Ruan dan Xia He. Mengangguk menyetujui perkataan Yuan sahabat mereka.
Bahkan mereka tidak memperdulikan kata-kata mengancam Putra Mahkota itu.
""Paman bisakah tidak membicarakan ku di belakangku?
Suara nyaring dan kekanak-kanakan muncul di ruangan Putra Mahkota itu.
Ba Xi'O duduk di samping Ayahnya. Ba Xi'O memperhatikan ketiga wajah pamanya itu.
""Paman tunggu beberapa tahun lagi maka aku akan mengalahkan kalian bertiga. Selain aku tampan seperti ayahku aku juga tidak kalah hebat dari ayahku ucapnya dengan raut wajah cemberut.
Ba Xi'O merasa tidak terima karena mereka mengatakan ibunya bodoh dan membahas ibunya yang tidak tau tentang sihir.
"" Jika ibu tidak tau sihir. Lalu kalian ini apa? Batinya kesal.
""Hee...paman tidak berani melawan yang Mulia Pangeran kecil. Paman hanya mengagumi Pangeran kecil yang sangat hebat. Ujar Yuan sedikit takut melihat raut wajah anak itu. Dia takut anak itu menyimpan dendam kepadanya.
""Ckk..ayah sama anak sama saja sama sama menakutkan. Batinya .
""Ibu bukan orang Bodoh. Aku tidak suka jika kalian memanggil ibuku Bodoh.
Ucapnya dengan mata berkaca-kaca. Membuat ketiga orang itu membeku.
""Buah memang tidak jauh dari pohonnya. Batin mereka bertiga.
""Iya maafkan para pamanmu yang tidak laku laku ini yaa..ucap Yuan dengan tulus.
Membuat kedua manusia yang disampingnya menatap ngeri ke pada Yuan.
Bisa-bisanya sahabat yang bermulut ramah itu membawa-bawa mereka.
__ADS_1