
""Kau masih punya selir.
""Kau minta sama dia saja apa yang kau katakan barusan .
Sebenarnya Ivona sangat terkejut. Dia berusaha untuk tidak bersikap lunak terhadap Pria itu.
Ba Xi'an yang mendengar penolakan Ivona. Merasa miris.
Ba Xi'an mencoba lebih bersabar.
Kesabarannya masih seluas samudra untuk menghadapi istrinya.
Lebih baik Dia menghadapi sikap keras kepala wanitanya dari pada wanitanya pergi lagi.
""Aku hanya ingin dirimu sayang.
""Aku hanya ingin menikahi satu wanita dan itu hanya kamu.
"Dan aku hanya ingin menjadikan wanita yang kusentuh menjadi ibu dari anak-anakku.
""Aku tidak pernah menyentuh mereka.
"Aku juga tidak menyukai mereka.
Ucap Ba Xi'an dengan nada serius dan penuh permohonan.
Ivona sangat terkejut mendengar ucapan Ba Xi'an.
Perasaan Ivona sedikit bergetar. Ada rasa senang dihatinya saat pria itu tidak pernah menyentuh selir-selirnya itu.
Padahal selama ini Dia selalu berpikir suaminya telah menyentuh mereka.
""Jadi Dia tidak pernah menyentuh mereka. Batin Ivona
Sementara di bawah sudah terdengar bisik-bisik. Mereka melihat selir kedua yang sudah sadarkan diri itu.
""Ternyata Putra Mahkota Ba Xi'an sosok yang setia.
""Dia sangat mencintai Yang Mulia selir kelima sehingga Dia tidak pernah menyentuh selir-selirnya.
""Beruntung sekali Yang Mulia selir kelima mempunyai suami yang setia dan penyayang bahkan Putra Mahkota tunduk kepada yang Mulia selir kelima. Ucap seorang wanita dari kerajaan suci.
""Iya benar..
Segala perkataan para penghuni aula itu telah menyentuh Indra pendengaran selir kedua. Walaupun yang di katakan mereka benar dirinya tetap merasa sakit hati.
Dia masih ingat saat dirinya pertama kali menjadi selir ke dua Putra Mahkota.
" Aku harap kau tau batasanya. Aku tidak akan menyentuh wanita yang tidak aku sukai. Jika kau dan keluargamu ingin hidup tenang maka jangan berbuat masalah dan mengusikku serta menjauhkan dariku.
Ucapan pertama dan terakhir Putra Mahkota saat dirinya ingin mencoba merayunya.
Ivona binggung harus bersikap seperti apa.
""Tidak mungkin kan aku langsung mengiyakan lamaran pria dingin ini. Batin Ivona .
Ba Xi'an merasa cemas melihat keterdiaman Ivona.
__ADS_1
""Aku tidak mau.
""Saat ini aku sangat kecewa. Ucap Ivona sedikit bergetar.
""Kecewa kenapa hmm?
Ba Xi'an langsung berdiri. Dia dapat melihat wajah Istrinya yang terlihat muram.
""Aku tau aku salah.
""Aku berjanji untuk kedepanya aku tidak melakukan hal bodoh lagi. Ucap Ba Xi'an lembut. Dia telah sadar dengan kesalahannya. Karena sifatnya yang selalu mendominasi dan tertutup sehingga dia tidak sadar bahwa hal itu banyak menimbulkan rasa kekecewaan istrinya dan kesalapahaman istrinya terhadapnya.
Andaikan dirinya lebih terbuka kepada kekasih hatinya dan tidak gegabah menghadapi masalah. Terlebih tentang peristiwa beracun beberapa tahun yang lalu. Mungkin istrinya itu tidak kecewa dan tidak akan pergi meninggalkanya.
Ba Xi'an memegang erat kedua tangan Ivona takut wanita itu pergi.
""Maaf...maafkan aku.
""Bisakah sayang memaafkan suamimu ini.
""Dan kita mulai semua dari awal? Bisik Ba Xi'an dengan bibir bergetar..
""Dari pada menikah denganmu lebih baik aku memilih jadi gundik dan memuaskan nafsu Putra sulung kanselir kiri itu. Ucap Ivona tenang.
Ba Xi'an terbelalak mendengar ucapan istrinya. Rasa cemburu di hatinya membayangkan istrinya bersama pria lain selain dirinya membuat emosi Ba Xi'an memuncak.
""Hal itu tidak akan terjadi?
""Aku tidak akan membiarkannya. Ucap Ba Xi'an tegas.
""Jika aku menerimanya. Aku yakin kerajaanku tidak akan jatuh.
""Bukankah kau telah mendukungnya menjadi suamiku?
""Bahkan nyawanya sangat berharga untukmu dan rela memberikan kerajaanku untuk keluarganya bahkan aku juga ingin kau penggal.
""Ahh...aku masih ingat saat tanganya masih memegang daguku dan memegang tanganku.
""Andaikan waktu bisa di putar. Aku akan langsung menerimanya Tampa berfikir panjang.
Ucap Ivona tenang tanpa rasa takut. Dia ingin membalaskan sakit hatinya yang masih bergelora di dadanya.
Tubuh Ba Xi'an Membeku
Respon tubuhnya sudah tak terkendali lagi. Membayangkan Putra kanselir kiri itu menyentuh tubuh istrinya dan menjadikan istrinya menjadi gundiknya membuatnya merasakan Sakit yang luar biasa seperti di tusuk ribuan panah, dadanya begitu sesak serta nyeri tak terkendali. Jika hal itu terjadi maka Dia akan mengila dan membakar semua keluarga kedua kanselir itu hidup-hidup. Amarah Ba Xi'an sudah sampai ke ubun-ubun.
""Bjgn itu...umpatnya. dia ingin m********g dan mbkr habis tubuh pria yang telah menyentuh tubuh istrinya itu.
Mulut semua pengawal Ivona berkedut.
Sungguh Ratunya itu sangat pandai dalam mempermainkan emosi seseorang.
""Bukankah yang mulia sedikit membual. Ucap kakek Tua Elang.
""Biarkan saja jika bisa yang mulia seharusnya menambah sedikit minyak lagi biar Putra Mahkota itu semakin terbakar di tempat. Jawab Jing mi.
Dia masih marah jika mengingat persidangan yang di pimpin oleh Putra Mahkota itu.
__ADS_1
Pria itu tidak segan-segan menjatuhkan hukuman berat kepada mereka terlebih kepada Ratunya. Kata-kata dan cemooh semua orang masih terngiang-ngiang di telinganya.
Putra Mahkota itu ikut-ikutan menghina ratunya. Setidaknya Dia merasakan rasa sakit hati sang Ratu. Bisiknya kepada kakek Elang Tua.
Hasil persidangan Putra Mahkota Ba Xi'an seakan-akan menjadikan mereka manusia yang paling jahat dan tercela. Padahal jika di selidiki lebih dalam lagi pasti mereka tidak akan ada yang berani menghina mereka.
Ratunya yang tidak melakukan apa-apa harus menerima hukuman.
""Apakah dia masih Waras. Cibir Jing mi.
""Hukumlah aku sepuasmu untuk meredamkan amarah dan rasa bencimu kepadaku.
"Tetapi tetaplah bersamaku.
""Aku tidak bisa hidup tanpamu.
""Mari kita menghabiskan hari-hari bersama dan membesarkan anak-anak kita.
"Kamu mau kan?
"Apakah kamu masih ingin menjauh dari Putra kedua kita. Dia setiap hari menangis karena terlalu merindukanmu. Ucap Ba Xi'an sendu.
Sementara anak kecil yang berada di singgasana. Memicingkan matanya.
""Tidakkah yang di katakan ayah itu terbalik?
""Ayah yang setiap hari menangis ibu, bukan aku. Gerutunya dengan suara kecilnya itu.
Permaisuri yang mendengarnya terkekeh geli.
"""Stt ikuti saja kata ayahmu
"Biar ibumu menerima ayahmu lagi. Jelas Permaisuri.
""Apakah cucu nenek tidak merasa senang jika ayah dan ibu bersatu?
""Senang nek..sangat senang.
Ba Xi'O bahkan menjawabnya dengan mata yang sudah berbinar-binar.
""Siapa pria yang di depan sana?
Tanya Yuan linglung. Takut dirinya sudah pindah ke dunia lain.
""Putra Mahkota BA Xi'an sahabat yang kita sayangi.
Ruan menjawab sedikit serak.
""Apakah kamu juga merasakan yang kurasakan?
Yuan kaget melihat mata sahabatnya yang berkaca-kaca.
Dia tau sahabatnya itu memiliki hati yang lembut.
Tetapi dia merasa hal itu sedikit geli.
Sahabatnya itu menangis
__ADS_1