
Yang paling mengejutkan lagi Ratunya itu bisa jalan-jalan dengan jiwa yang terpisah dari raganya.
Dari situ Jing mi berpikir Ratunya itu reinkarnasi dari salah seorang dewi.
Tapi dia binggung Dewi siapa. Setahunya hanya Dewa atau Dewi tertentu yang menjalani reinkarnasi.
Yang membuatnya semakin bingung. Kenapa Ratunya itu harus berinkarnasi kembali.
Setahunya setiap Dewa dan Dewi yang berinkarnasi akan kembali ke asalnya dan mendapatkan kekuatan Sang Dewi nya.
Bahkan Jing mi pernah juga berpikir bahwa Dewi nya itu sedang menjalani hukuman sangking dia tidak tau lagi harus berpikir tentang apa mengenai Ratunya itu.
""Aku tidak mengerti apa yang kau cerita itu.
"Aku juga tidak mengingatnya.
"Mungkin aku hanya menumpang hidup di Gua Giok itu sebelum kehidupan sesungguhnya menjemputku. Ke kehidupan sekarang ini. Terang Ivona lebih berpikir terbuka.
Jing mi mengerutkan kening.
Dirinya masih binggung.
""Bawalah mereka ke Gua Giok.
""Aku akan menghadapi pusaran itu.
""Tidak..tidak yang Mulia.
Jing mi melarang keras Ratunya itu.
""Apakah kau takut aku mati?
""Atau kau takut mati karena kontrak kita?
Ivona menatap Jing mi sedikit menelisik. Sungguh dia tidak suka melihat Jing mi yang pesimis seperti itu.
""Tenang saja.
"Kekuatanku sudah lama tidak di gunakan .
"Ahh..jika Dewa pemilik pusaran itu ada disini mungkin aku akan ikut juga membantumu untuk membunuhnya. Ivona berucap santai untuk menenangkan ketakutan di hatinya. Sungguh tubuhnya juga bergetar menghadapi pusaran yang semakin lebar itu.
Jing mi mengeleng dia menyadari ke takutan Ratunya itu.
Manusia biasa seperti Ratunya itu tidak akan bisa menenangkan pusaran itu.
Sekalipun Ratunya memiliki kekuatan yang besar hal itu tidak akan mempan.
Jing mi masih ingat Kaisar Ba Xi'an memintanya melindungi Ratunya sekalipun mengorbankan nyawanya.
""Aku ikut Ratu.
Jing mi tidak bisa membiarkan sang Ratu menghadapi maut sendiri.
Dia tidak ingin di bunuh Kaisar kejam itu di Nirwana jika tau istrinya menghadapi sakratul maut.
Mereka keluar saat Jing mi memasukkan Putra adiknya ke ruangan di mensi.
Ivona terbelalak saat melihat kedua Putranya mencoba menenangkan pusaran itu dengan melawannya.
""Lie Zhu..
""Ba Xi'O...Minggir . Teriak Ivona menggelegar.
Melihat pusaran itu yang semakin menggila dan ingin melahap kedua Putranya. Mata biru Ivona menyala-nyala.
Netra biru itu berubah menjadi warna emas.
Tidak ada yang bisa melukai ke dua Putranya sekalipun itu pusaran milik sang Dewa.
""Fiuuutt..
Suara nyaring Seekor burung Phoenix keluar dari tubuh Ivona.
Phoenix itu melebarkan sayapnya. Matanya berapi-api ingin menelan habis pusaran itu.
Ivona menarik kuat ke-dua Putranya dari dalam pusaran yang ingin menelan ke dua Putranya bulat-bulat.
""Ibu..
Lie Zhu dan Ba Xi'O terkejut melihat ibunya menolong mereka dengan mata yang berkobar-kobar
Mereka bergedik melihat sosok baru dari ibunya
"Yang Mulia masuklah keruangan di mensi. Jing mi berteriak setelah menyerahkan ruang di mensi ke pada Lie Zhu.
__ADS_1
""Bibi.
"Maksud bibi apa?
Lie Zhu terkejut.
"Aku akan mendampingi yang Mulia.
"Tolong jaga Putra Kaisar fantasi yang Mulia.
"Dan jadikan Dia penerus Ayahnya.
"Aku memohon kepadamu sebagai kakak angkat ibunya dan sebagai bibi angkat mu.
Ucap Jing mi bergetar. Dia yakin nyawanya tidak akan selamat kali ini.
""Tidak..tidakk.
""Ibu kembalilah.
Pinta lie Zhu memohon air matanya sudah keluar.
Sementara para orang-orang dari Akademi Kultivator dan Kerajaan yang lain telah mengorbankan dirinya untuk menenangkan pusaran itu.
Bukan makin tenang pusaran itu semakin menjadi dan melebar.
""Kita semua akan mati jika Pusaran itu tidak di tenangkan.
Bibir Ivona bergetar.
""Kalian sudah besar.
"Jaga diri kalian baik-baik.
"Nenek dan kakek sudah Tua
"Jangan terlalu sering membuat mereka susah. Pesan Ivona dengan linangan air mata.
""Tidak ibu.
"Ayah sudah meninggalkan kami dua tahun yang lalu.
"Kami tidak ingin kehilangan ibu lagi.
Ivona menangis di tempat.
""Apakah kalian tau.
""Ibu senang saat kalian mengucapkan nama ayah kalian.
""Selama ini ibu berpikir kalian membenci ayah kalian
""Kami tidak pernah membenci Ayah ibu.
""Kami menyayangi Ayah seperti kami menyayangi ibu.
""Kami tidak pernah menyebutkan nama ayah
"Karena kami takut ibu sedih.
"Karena sebelumnya Ayah telah berpesan untuk tidak membuat ibu sedih.
""Jadi kami mohon ibu jangan pergi.
Jelas Lie Zhu panjang lebar. Sosok yang biasa dingin itu harus mengeluarkan suara emasnya untuk menghentikan aksi heroik ibunya itu.
Ivona tersenyum senang.
Akhirnya hatinya tenang setelah mendengar penjelasan Putranya yang dingin itu.
"Maaf.
""Seharusnya kalian bangga ibu berkorban demi kehidupan nyaman Putra ibu.
Ucap Ivona menghibur kedua Putranya itu.
""Jing mi ayok.
""Baik yang Mulia.
""Ingatlah pesan ibu selama ini nak.
Ivona menampilkan senyum terindahnya untuk kedua sang Putra.
Tetapi hatinya begitu hancur saat meninggalkan buah hatinya dengan lelaki yang di cintainya itu.
__ADS_1
""Aku berharap jika ada kehidupan selanjutnya.
""Mari kita jalani kehidupan kita masing-masing sayang.
Batin Ivona.
Sungguh dia tidak sanggup menjalani hidup yang penuh penderitaan ini.
Batin dan jiwanya tidak pernah tenang saat menjalani ke tiga kehidupan ini.
Terutama kehidupan ke tiganya ini.
Ivona akan menyerah. Dia bukan sosok wanita yang kuat. Dia hanya wanita yang rapuh.
walaupun kehidupan pertamanya dirinya tidak ingat sama sekali. Tetapi setelah mendengar penjelasan Jing mi kemungkinan dirinya pernah hidup di Gua Giok.
""Aku menyerah..Jika Dewa memang ada.
"Aku memohon sedikit kebebasan dan tidak ingin bertemu dengan mu lagi.
"Sekalipun aku mencintaimu. Aku tidak ingin rasa cintaku terobsesi denganmu aku tidak ingin rasa cintaku.
"Meracuni akal sehatku. Batin Ivona sungguh-sungguh.
Biarlah ke hadiran ke tiga sosok itu. Adalah kenangan yang indah baginya di kehidupan ketiga ini.
Setelah menjalani beberapa kehidupan Ivona kini lebih berpikir terbuka. Hanya dia lah yang tau rasanya kehidupan yang di jalaninya selama beberapa kali di kehidupanya di dunia yang berbeda-beda.
Ivona memasang formasi untuk melindungi orang-orang yang masih tersisa.
Ivona juga menambahkan formasinya untuk kedua Putrannya dia tidak ingin kedua Putranya itu gegabah dan menyusulnya.
Kedua Putranya itu sudah menjerit pilu memanggil ibunya.
""Ibuuuu...
""Ibu..hiks..
""Ibu..jangan pergi..
""Kami tidak ingin di tinggal ibu hiks.
""Ayah..
""Ayah maaf kan kami yang tidak bisa menjaga ibu.
Raung kedua Putranya.
Ivona dan Jing mi memasuki pusaran itu.
""Bluuur.
Seketika pusaran itu tertutup dan menjadi tanah yang datar.
Semua orang yang masih bernyawa terkejut batin.
Sudah ribuan nyawa yang masuk tertelan pusaran itu tetapi pusaran itu tidak tertutup-tutup bahkan semakin lebar dan semakin mengeluarkan angin kencangnya.
Angin itu berputar-putar kuat di dalam pusaran. membuat benda apapun yang dekat dengan pusaran itu tertelan habis.
Lie Zhu dan Ba Xi'O meraung histeris.
Sosok ibunya tidak ada disana.
""Ibuuuuu...
""Ibuuu..hiks.
Ba Xi'O yang tidak kuat mentalnya pingsan di pangkuan Lie Zhu.
Lie Zhu menangis histeris.
Sungguh nasib mereka sangat memilukan.
Ayah dan ibunya telah pergi meninggalkan mereka.
""Kenapa kau sekejam itu Dewa menghukum kami.
Raung Lie Zhu mengelegar di tempat itu.
Semua orang juga menangis melihat kedua anak itu.
Bahkan semua orang disana sama.
Sama -sama Di tinggalkan orang tercintanya.
__ADS_1