
Cadarnya telah di ganti dengan topi Selayar sampai ke bawah dagu.
""Nikmatilah makan dan minuman ini jangan hiraukan ucapan mereka hibur Zhang sambil mendekatkan beberapa cemilan dan menuangkan teh ke dalam gelas Giok yang sudah kosong.
Dia mencoba menghibur Ivona sementara perasaanya belum terkendali.
Rombongan para petinggi istana Phoenix itu masuk dengan gaya masing-masing mereka saat ini menjadi pusat perhatian oleh para orang-orang nomor satu di setiap kerajaanya.
Mereka memasuki aula itu bermacam ekspresi.
Ada yang menyapa mereka satu-persatu dengan sopan.
Ada juga yang melewati mereka begitu saja seperti menyimpan dendam.
""Ckk..dasar. umpat Jing mi.
Diantara semua pengawal Ivona hanya dialah yang mempunyai emosi yang meledak-ledak.
""Salam kepada Putra Mahkota dan Putri Mahkota kerajaan Giok.
Ucap ketiga suara pemuda bersamaan.
Aura ketiga pemuda itu kini semakin mendominasi dan semakin berwibawa.
Xia He yang menggunakan jubah merahnya membuat wajahnya terkesan dingin dan elegan.
Ruan yang menggunakan jubah biru langit yang memancarkan aura yang lembut dan menyenangkan.
Yuan yang menggunakan jubah kuning cerahnya terkesan mewah sekaligus ceria.
""Wahh...inikah ketiga bocah yang kita jumpai di restoran waktu itu.
Mulut ke tiga pria itu berkedut setelah mendengar kata bocah keluar dari bibir tipis Jing mi.
""Maaf Nona.. kami sudah dewasa.
"Jangan pernah Nona bilang kami ini bocah. Ucap Yuan tidak suka.
""Ckk...di depanku kalian tetap bocah ingusan. Jing mi mencibir.
""Kaau... Yuan menatap nyalang Jing mi.
Walaupun wanita itu mempunyai wajah yang cantik dia tidak akan terlena dengan kecantikannya.
""Jika Nona tidak percaya Nona bisa mencobaku.
""Ayo Nona dimana kita mencobanya? Ajak Ruan
"" Atau kita mencari penginapan di dekat sini?
'"Atau aku meminta kepada Putra Mahkota untuk menyiapkan satu kamar khusus untuk kita mencobanya?
Tanya Ruan dengan raut wajah yang serius. Matanya menatap menggoda wajah cantik yang di depanya itu.
Membuat sikembar dan yang lainya menahan tawa. Mereka baru kali ini bertemu seseorang yang dapat menindas pemimpinya.
Bibir Jing mi berkedut.
" Bisa-bisanya bocah ingusan ini berbicara vulgar.
Batinya dengan wajah yang sudah memerah bak kepiting rebus.
Ketiga pemuda itu duduk tepat di hadapan mereka. Semua pejabat Istana Phoenix itu duduk di belakang para utusan itu. Hanya beberapa yang duduk berhadapan sesuai posisinya.
__ADS_1
""Kaisar....
""Ibu suri
'"Permaisuri
""Putra Mahkota..
""Pangeran kecil.
""Selir pertama
""Selir kedua memasuki Ruangan.
Deg..degg..
Jantung Ivona hampir keluar dari tempatnya tanganya bergetar hebat.
Ke dua tangan itu di genggam Zhang dengan lembut.
""Ada aku...jangan takut ucapnya serak.
Dia dapat merasakan tubuh Ivona yang bergetar. Dia merasa kasihan kepada Ivona. Walaupun wanita itu selalu bersikap dingin. Dia adalah sosok wanita yang rapuh yang membutuhkan perlindungan.
Seandainya Zhang dapat berlatih sihir dia akan melatih dirinya setiap hari tanpa henti untuk menjadi kuat supaya layak di hadapan Ivona dan dapat melindungi Ivona dan Putranya.
Dia ingin wanita cantik dan rapuh itu bersandar di bahu kokohnya.
Sementara Ivona menarik nafasnya dalam-dalam.
"Anggap Dia orang lain.
"Anggap tidak pernah bertemu denganya.
Dia mulai sedikit tenang setelah mengeluarkan beberapa kata seperti motivasi untuknya.
Tangan kirinya di genggam erat oleh Zhang sementara tangan kanannya di genggam erat oleh Putra sulungnya.
""Kalian bisa melepaskan tanganku aku biasa saja.
Ucapnya dan kini kembali ke mode dingin seperti biasa.
Sementara Jing mi yang di belakang Ivona menahan hasrat untuk mencabik-cabik seseorang wanita yang duduk manis di sana.
Sementara wanita yang di tatap merasakan hawa dingin di tengkuknya. Dia mencoba melirikkan matanya kekanan dan kekiri.
Degg...matanya membesar saat melihat mata merah yang seakan melahapnya.
""Ka..kakak? Panggilnya sedikit tergagap.
Dia bertemu dengan kakanya yang sudah di tinggalkannya bertahun-tahun.
""Kenapa kakak disini. Batinya gelisah.
Lalu matanya melihat sosok wanita bercadar hijau.
"Jangan-jangan wanita itu majikan kakak batinya.
Dia tidak menyangka kakaknya yang sudah mengabdikan diri selama ratusan tahun menjaga gua Giok Dewi Phoenix akan meninggalkan Gua itu dan pergi melihat dunia luar.
Bahkan saat ini kakaknya itu mempunyai majikan seorang wanita muda yang bercadar.
""Apa dia masih kakakku?
__ADS_1
"Bagaimana dia bisa kalah dengan seorang wanita muda itu?
"Walaupun wanita itu sudah tingkat Dewi. Itu belum apa-apa di banding kekuatan kakak yang sudah mempunyai separuh kekuatan Dewi Phoenix.
"Bahkan Putra Mahkota Ba Xi'an akan sedikit kewalahan untuk mengalahkannya. Batinya. Segudang pertanyaan telah bersarang di otaknya.
"Bagaimana bisa??
Dia sedikit was-was melihat kakanya yang masih menatap tajam ke arahnya.
Sehingga dia tidak sadar telah mengganggu pria yang di sampingnya.
""Ada apa sayang?
"Kenapa kau merasa gelisah?
"Apa perutmu tidak nyaman?
Sederetan pertanyaan di keluarga pria tampan itu.
"Tidak sayang hanya saja aku sedikit merasa bosan saja. Bisiknya.
"Bosan?
"Acaranya bahkan belum di mulai.
Timpal lelaki itu.
Wanita itu merutuki kebodohannya. Dia hanya memasang senyum manis terhadap pria tercintanya itu.
"Ckk..kau ini bisiknya sambil menjentikkan jarinya ke wajah imut istrinya.
"Bersabarlah..ucapnya sambil menarik pinggang ramping istrinya supaya lebih dekat.
Melihat itu Jing mi hampir muntah darah. Bisa-bisanya adiknya itu memamerkan kemesraannya di hadapanya terlebih di hadapan Ratunya.
Tatapan tajam yang seakan mencabik-cabik adiknya itu membuat sang adik yang berada jauh dari mejanya semakin bergedik.
""Maafkan aku kakak.
Ucapnya sambil menunjukkan wajah bersalahnya ke pada sang kakak.
Sementara yang di tatap semakin mengeluarkan lahar panas dari dalam matanya.
Kedua rubah kakak beradik angkat itu sudah lama berpisah. Lebih tepatnya sang adik yang meninggalkan sang kakak karena merasa bosan hidup di Hutan spritual.
Dia selalu menunggu seseorang untuk mengontraknya tetapi hal itu tidak pernah ada.
Karena dia sudah ranah puncak.
Akhirnya Dia mencoba keluar dari hutan suci itu. Untuk melihat dunia luar yang membuat dirinya setengah mati penasaran.
Dan bertemu dengan sosok laki-laki yang sedang terluka. Dia menyembuhkan pria itu dan merawatnya.
Pertama kali pria itu membuka matanya dia terpana dengan mata suaminya yang memiliki warna biru cerah. Dan dia jatuh hati untuk pertama kalinya dengan laki-laki itu yang kini sudah menjadi suaminya.
Saat itu suaminya belum bisa mengontraknya karena kekuatan suaminya waktu itu masih tingkat laga.
Setelah pria itu berlatih lebih giat akhirnya dia bisa tembus ke Maharaja dan saat ini sudah menembus tingkat Dewa.
Dia Akhirnya dapat menjalin kontrak dengan suaminya.
Bukan cuma itu bahkan suaminya melamarnya dan menjadikanya Putri Mahkotanya.
__ADS_1
Dia pun menerima lamaran suaminya dan saat ini mereka telah menjadi suami istri yang sangat bahagia. Banyak orang yang kagum dengan kedua sosok itu. Sama sama cantik dan juga tampan.