
Sama sama cantik dan juga tampan.
""Berhentilah membuat onar Jing mi.
Suara datar dan dingin menyentuh Indra pendengaran Jing mi.
""Maaf yang mulia.
""Maafkan hamba.
""Hamba tidak sengaja. Ucapnya sedikit takut.
" Berhentilah meminta maaf.
""Atau kau mewakili adikmu minta maaf?
Ucapnya sarkas membuat Jing mi bergetar. Dia tau sejak awalnya Ratunya itu sudah mengetahui keberadaan adiknya. Ke ujung dunia pun Ratunya dapat mengetahui keberadaan adiknya dengan mudah.
Sementara Ivona bersikap tenang dia tidak perduli dengan keberadaan adik Jing mi. Sekarang masalah sebentar lagi menghampirinnya.
Kaisar dan Putra Mahkota duduk dengan gagah di singgasana. Putra Mahkota mengunakan jubah hitam bercorak emas. Membuat dirinya terkesan semakin dingin dan tak tersentuh.
Di sampingnya duduk Seorang anak kecil berpakaian abu-abu cerah. Wajahnya sejak tadi tidak berhenti senyum senang.
Ivona yang melihat itu merasa hatinya terenyuh. Ingin sekali dia memeluk Putra bungsunya dan menghadiahkannya seribu kecupan di wajah mungilnya itu.
""Apa dia mau berjemur gigi?
Lie Zhu berbicara datar saat melihat adiknya yang kadang curi-curi pandang ke arah mereka dan membuat senyumanya semakin mengembang serta menampilkan deretan giginya yang putih dan kecil.
Ivona mencubit gemas pipi montok Putranya dia tau Putranya itu merindukan adiknya. TeTapi dia menyembunyikannya dengan cara berbicara sedikit kasar dari mulutnya.
"Aku juga mau ibu. Bisik Ba Xi'O dari kejauhan. Saat melihat ibunya bercanda dengan kakaknya. Matanya berkaca-kaca menahan rasa rindunya terhadap ibu dan saudara kandungnya.
""Kenapa sayang?
Ucap Permaisuri ke pada cucu kesayangannya sambil mengusap Surai cucunya. Dia merasa cucunya tadi mengucapkan kata ibu.
Ba Xi'O menggeleng kepalanya.
Permaisuri menghela nafas panjang. Dia yakin telinganya tidak salah dengar.
""Terimakasih atas kehadirannya aku sangat bangga ternyata semua lima belas kerajaan terbesar hadir disini. Suara Kaisar menggema di aula itu.
Semua para utusan beserta pejabat istana berdiri. Memberi hormat kepada Kaisar dan Putra Mahkota.
""Salam kepada Kaisar dan Putra Mahkota. Kiranya berkat Dewa Agung selalu menyertai yang Mulia.
Suara lantang dan besar memenuhi aula.
Para utusan duduk setelah di persilahkan Kaisar.
__ADS_1
""Tidak usah terlalu sungkan nikmatilah pestanya. Ucap Kaisar sambil tertawa. Sudah lama dirinya tidak merasakan perjamuan besar seperti ini.
Selama ini perjamuan yang di hadirinya selalu resmi dan tidak ada yang bisa berkutik akibat sosok Putranya yang dingin dan semakin kejam.
Awalnya Kaisar tidak yakin ke lima belas kerajaan terbesar akan hadir semua.
""Yang Mulia maaf mengganggu.
Ucap kaisar Matahari yang tidak bisa lagi menahan gejolak amarahnya.
"Ada apa Kaisar Matahari?
Ucap Kaisar Phoenix sedikit penasaran.
Dia selalu tau Kaisar dari Matahari itu akan selalu membuatnya tidak tenang.
""Aku hanya ingin meminta ke Adilan untuk selir Agungku. Di Restoran ujung jalan ada seseorang yang mencoba meracuni selirku sehingga wajah selirku menjadi hancur.
Ucapnya sedikit sendu.
Dia merasa kasihan kepada selirnya itu karena selirnya itu harus menahan sakit di wajahnya akibat ulah seseorang yang iri dengan kecantikan selirnya.
Kaisar dan yang lain sontak melihat sosok wanita yang di samping Kaisar Matahari. Wanita itu menggunakan cadar warna hitam. Dan sepertinya cadar itu menempel pada kulit wajahnya yang berair. Di keningnya juga terdapat beberapa benjolan yang sudah bernanah bahkan orang-orang yang duduk di sampingnya merasa mual dan tidak selera memakan hidangan yang di depan mereka.
""Ternyata baunya berasal dari wajah selir itu.
""Siapa yang sudah tega meracuni selir yang anggun itu.
""Apa dia tidak takut di hukum.
Suara bisik-bisikan itu menambah rasa geram dan emosi di hati Kaisar langit.
Sementara selir Kaisar Matahari masih sempat-sempatnya menampilkan seringainya. walaupun rasa sakit di wajahnya menggerogoti. Dia merasa puas karena sebentar lagi rasa dendamnya akan terbalaskan.
Matanya menyorot tajam ke arah Ivona.
Sementara yang di tatap duduk tenang dan santai.
""Sebentar lagi maka hidupmu akan tamat wanita murahan. Hinanya dengan senyum liciknya.
""Apakah dia tidak takut mati?
""Berani-beraninya dia menatap yang Mulia dengan mata kotornya. Cibir Jing mi.
"Apa bisa aku tau siapa saja yang ada di restoran itu? Tanya Kaisar Phoenix sedikit prihatin melihat selir kesepuluh Kaisar Matahari.
Kaisar Matahari menyebutkan satu-persatu utusan kerajaan yang menginap di sana.
Nama-nama kerajaan yang di sebut oleh Kaisar Matahari. Sontak para penghuni aula melihat kerajaan yang di sebut tak terkecuali kerajaan Giok.
Ivona dan rombonganya yang menerima tatapan dari penghuni aula itu bersikap datar dan tenang.
__ADS_1
""Dari sekian kerajaan yang kita lihat hanya kerajaan Giok yang bersikap tenang.
""Aku yakin bukan mereka pelakunya.
"Lagian mereka masih kerajaan pendatang baru. Ucap kerajaan Kunlun.
""Bisa saja sikap tenang itu untuk menutupi kegugupan mereka. Ucap kerajaan Teratai Emas .
""Betul juga. Kerajaan Kunlun membenarkannya.
""Putra Mahkota urus segera dan berikanlah keadilan kepada selir kesepuluh Kaisar Matahari. Ucap Kaisar Phoenix menatap Putranya yang sedari tadi hanya diam menampilkan wajah dinginya.
""Lakukanlah.
Titahnya kepada Kasim Tua di sampingnya. Suara Bariton Ba Xi'an membuat detakan di hati Ivona. Ivona memejamkan matanya dua detik. Dia rindu dengan suara Itu.
""Baik yang Mulia.
Kasim Tua itu membuat sihir Aura...dia memasang sihir itu kepada setiap kerajaan yang di sebutkan Kaisar Matahari.
Satu persatu sihir itu melewati begitu saja dan terakhir giliran kerajaan Ivona.
Kasim Tua melihat wanita yang bercadar itu lalu melirik kepada anak kecil yang di sebelahnya. Anak kecil itu menatap tajam Kasim Tua. Membuat Kasim Tua tidak nyaman.
""Kenapa anak itu menatapku. Apa dia punya dendam. Aku hanya menjalankan perintah batinya.
Dia merasa tatapan anak kecil itu sedikit familiar Tetapi otak Tuanya susah untuk mengingat di mana dia pernah mendapatkan tatapan tajam seperti itu.
""Yang mulia aura pemilik racun di wajah selir kesepuluh tidak ada di antara para utusan kerajaan itu. Lapor Kasim Tua.
""Bagaimana bisa?
Selir kesepuluh itu sangat terkejut. Dia menatap rombongan Ivona dengan tajam.
""Yang Mulia hamba yakin Putri Mahkota kerajaan Giok itulah pelakunya ucapnya lantang membuat seisi aula itu terkejut dan semua pasang mata melihat rombongan Ivona. Lebih tepatnya ke arah Ivona.
""Aku rasa hari ini adalah hari tersialnya. Bisik Lie zoo kepada saudara kembarnya.
""Jika wanita busuk itu masih mengoceh aku yakin hidupnya akan sengsara di tangan Ratu. Bisik Elang Tua kepada sosok lelaki satu klanya yaitu Elang Emas. Lelaki berwajah gelap itu mengangguk menyetujui ucapan kakek tua.
""Apa maksudmu?
Suara Kaisar Matahari meninggi.
""Yang Mulia.
""Tadi...tadi malam aku telah menyuruh pengawal pertama mengantar beberapa cemilan ke kamar Putri Mahkota kerajaan Giok. Sebagai ucapan terimakasihku Karena aku merasa bersyukur akhirnya ada harapan untuk Permaisuri sembuh.
Ucapnya bergetar dan menangis terseduh seduh. Sehingga yang melihat itu merasa kasihan.
""Apa itu benar Putri Mahkota?
__ADS_1