Cinta Sang Dewa Dingin

Cinta Sang Dewa Dingin
EPISODE. 163


__ADS_3

Lian berjalan gontai ke kamar, dia tidak melihat suaminya, auranya juga tidak ada di istana.


Di alam iblis seseorang sejak tadi tidak berhenti berkicau.


"Ckkk.. sebenarnya aku tidak mau datang ke alam ini, Tapi karena tidak ada temanku bercatur, terpaksa aku harus menurunkan levelku".


Ucapnya tak tau malu membuat Kai yang menyaksikan kedua orang itu memutar bola matanya dia sesekali mempelai wajah seorang wanita yang sangat cantik yang sedang duduk manis di pangkuan Kai.


"Tidak bisakah kau mengusir wanita itu, Kau membuat mataku ternodai, Teriak Dewa Agung, Dia ingin sekali menghajar mantan muridnya itu. Gara-gara ke-dua muridnya ini turun harga dirinya Sebagai Dewa yang Maha Agung. Tapi apalah daya Dewa Agung ibarat seorang ayah yang selalu memaafkan kesalahan anak-anaknya.


"Pergilah, Usir Kai kepada wanita itu. Sebelum wanita itu pergi dia mengecup rahang kokoh Kai.


"Ckk..Dewa Agung geleng-geleng kepala melihatnya.


"Apa kau masih merahasiakan semuanya dari Yuze? Tanya Dewa Agung.


Jika bukan kejadian beberapa bulan yang lalu mungkin sampai sekarang dia tidak tau siapa ketua klan alam iblis yang sebenarnya. Awalnya dia ingin mengancam ketua klan iblis supaya tidak menganggu kehidupan Lian. Ternyata malah dia yang di ancam mantan muridnya ini. Dimana hanya muridnya ini mengetahui rahasia Ratu Phoenix terdahulu yaitu wanita yang di cintainya.


"Aku tidak mau Lian menderita," jawab Xue Chen dengan suara beratnya.


"Kamu tau, Yuze sangat mencintai Putri kecilmu itu, jadi berhentilah berfikir yang bukan-bukan tentang Yuze".


Dewa Agung berbicara sesuai fakta yang dilihatnya.


"Guru datang kesini ingin bermain catur atau membahas yang tidak penting?"


Tanya Xue Chen dengan wajah datarnya.


"Ckkk..Kau ini hampir sama sifatnya dengan Yuze". Keluh Dewa Agung.


Di Istana Dewa Putra Mahkota Yuze baru kembali setelah menyelesaikan tugasnya.


Yuze memasuki kamar, di lihatnya istrinya sedang termenung.


Yuze menghembuskan nafas beratnya. Dia tidak ingin istrinya ini terlalu memikirkan sesuatu yang tidak penting.

__ADS_1


"Apa kamu masih memikirkan Xue Chen?


Tanya Yuze dia baru saja mengganti jubah barunya.


Lian hanya diam saja, dia malas merespon suaminya itu dia sudah menyadari kedatangan suaminya sejak tadi tapi Lian pura-pura tidak melihatnya. Lian sedang menyusun rencana supaya suaminya ini dapat menerima ayahnya.


"Haruskah aku berakting seperti dulu. Batin Lian.


Sepertinya harus. Gumanya


Yuze mengerutkan keningnya, karena istrinya berguman tak jelas. Dia merasa istrinya merajuk. Yuze menghampiri istrinya, dia menunduk dilihatnya manik Emas itu sedang mendung.


"Apa kamu ingin mendiamkan suamimu ini, hmm?"


Yuze mengusap wajah lembut itu, dikecupnya hidung mungil yang menggemaskan baginya.


"Hei,,suami lagi berbicara." Panggil Yuze saat tidak melihat respon dari istrinya itu. Lian bertingkah seperti anak kecil menurut Yuze. Yuze Manarik nafasnya dalam, Sesungguhnya istrinya ini masihlah sangat muda jadi wajar jika istrinya sesekali merajuk tak menentu. Yuze harus bisa lebih sabar lagi apalagi umurnya dengan istrinya sangat jauh berbeda, Karena Yuze yang lebih tua, jadi tidak masalah jika dia mengalah terus. Yuze tidak berhenti mengecup hidung Lian dan sesekali menggigitnya.


Lian memundurkan wajahnya kebelakang. dia mengusap hidungnya yang sedikit sakit, dia yakin hidungnya pasti merah.


"Ayo membuat adik untuk sikembar. Pinta Yuze sambil hidungnya mengendus-endus leher Lian membuat Lian merasa geli.


"Aku tidak mau. Tolak Lian dia langsung membaringkan tubuhnya dengan membelakangi Yuze yang mematung melihat tingkahnya.


Yuze tak mundur dia naik ketempat tidur dan memeluk Lian dari belakang.


"Menolak suami itu dosanya sangat besar'". Ujar Yuze.


"Aku adalah Dewi Tinggi, hal itu tidak berlaku untukku. Jawab Lian tenang. Dia bukan lagi Ivona di dunia fana yang di ancam sikit dengan kata-kata itu langsung takut dan pasrah.


Bibir Yuze berkedut istrinya ini sudah lebih pintar di bandingkan yang dulu.


" Maaf, aku tau tidak seharusnya membenci Xue Chen karena perbuatanya yang dulu yang membunuh adikku." ucap Yuze.


Lian berbalik di lihatnya netra legam itu sudah kembali seperti dulu.

__ADS_1


"Maaf, Aku tadi sempat membentakmu.


"Kamu membenciku sayang? Yuze mengecup ke dua mata Lian yang bengkak, hatinya miris dan merasa bersalah telah membuat wanita tercintanya ini menangis.


"Aku ingin mengatakan yang sejujurnya kepadamu dan jika kamu membenciku itu terserahmu, tapi ingatlah jangan pernah membenci ke dua Putra kita


Ucap Lian dengan mulut yang bergetar.


Yuze langsung duduk dia juga menyuruh Lian duduk bahkan Yuze menarik Lian duduk di pangkuannya.


"Ada lagi rahasia yang kamu sembunyikan hmm?


Yuze tidak menyangka istrinya ini masih saja berbohong kepadanya. Jika istrinya ini tidak jujur maka dia akan melahap istrinya ini habis-habisan. dan tidak akan mengizinkanya keluar selama setahun dia akan mengurung istrinya ini.


"Aku.. Lian diam, dilihatnya Netra legam itu yang menunggunya untuk berkata jujur.


"Xue.. Xue Chen adalah Ayahku..Hikss..hikks.


Lian langsung menangis membuat Yuze sedikit binggung.


"Sayang berhentilah menangis, aku tidak mengerti dengan yang kamu katakan barusan. Ucap Yuze, Dia sudah sangat fokus mendengar istrinya berbicara.


"Kamu tau, Xue Chen yang kamu benci itu adalah Ayahku Xi Chen. Seribu tahun yang lalu saat klan naga hitam Menghianati ayah dan ibuku, ayahku menantang hukum alam dan aturan surga, di tengah-tengah ayahku meregangkan Nyawa, dia memberikan sebagian dari darah murninya untuk menyelamatkanku yang masih gumpalan darah dan masih lemah di dalam kandungan ibuku. setelah menyalamatkanku, Ayahku meninggal, lebih tepatnya memasuki raga ketua klan iblis Xue Chen, karena ketua klan iblis Xue Chen telah di bunuh oleh Dewa Neraka karena tidak terima melihat ibuku sudah tidak bernyawa karena di bunuh Xue Chen dan klan Naga Hitam ..hikss..hikkss. Jadi Xue Chen yang sekarang bukan lagi Xue Chen yang kamu benci dulu yang membunuh adikmu..hikss..Dia.. dia ayahku yang berkorban untuk menyelamatkan aku putrinya..Hikss..Jika kau membenciku silahkan..Aku akan pergi meninggalkanmu dan tolong rawat ke dua Putra kita..Aku dan ayahku akan pergi menjauh dari hadapanmu hikss..


Lian menangis segugukan. Yuze terkejut mendengar kebenaran tentang ketua klan iblis Xue Chen yang ternyata Xi Chen, Ayah mertuanya sendiri. Dia melihat istrinya yang menangis dan mengeluarkan air mata jernihnya.


Yuze mengusapnya dengan lembut.


"Kamu takut kepadaku?


Tanya Yuze dengan raut wajah sendunya.


"Haaa..Lian sedikit binggung dengan pertanyaan suaminya itu, lalu dia menggeleng.


"Lalu kenapa kau menyembunyikan hal sepenting ini. Ucap Yuze..

__ADS_1


"Aku..aku takut kamu membenciku dan ayahku karena ayahku klan Iblis, Apalagi kamu tidak pernah menyukai klan Iblis. Jawab Lian sambil menunduk.


__ADS_2