
""Apaa?
Mereka terkejut berjamaah. Jika wanita itu yang mengatakan mungkin mereka tidak percaya. Tetapi saat ini yang mengatakan laki-laki yang jarang membuka suara itu. Laki-laki pendiam dan dingin sebelas dua belas dengan tuanya.
Mereka tidak menyangka pemimpin dari hutan Spritual itu sosok wanita yang sudah berumur ratusan tahun.
Yang lebih membengongkan lagi wanita itu masih tampak muda dan cantik.
Mereka baru mempercayai buku yang selama ini mereka baca bahwa umur dari rubah berekor sembilan itu ternyata benar sudah berumur lebih lima ratus tahun.
Karena selama ini Hewan suci yang mereka punya masih puluhan tahun.
Walaupun ada yang sudah ratusan tahun. Hal itu sangat susah di temui. Karena kebanyakan dari Hewan suci yang sudah umur ratusan akan menetap di puncak hutan Spritual.
Disisi lain Diruang makan. Keluarga Ivona Baron Alexander dan yang lainnya sedang mematung melihat reaksi si kembar yang sedang duduk di depan mereka.
Saat mereka tiba di istana mereka sangat senang saat melihat kedua cucu mereka yang menggemaskan itu.
Tetapi sejak cucu sulung mereka itu meminta bantuan kepada mereka dan mereka menolak secara halus semakin membuat kedua cucunya itu murung.
Membuat mereka merasa bersalah.
Mereka tidak punya keberanian untuk menuruti keinginan ke dua cucunya.
Keluarga Baron Alexander yang sudah berapa kali bertemu dengan Ba Xi'O mereka masih mengerti sifat anak itu jika sudah mode menahan kesal ataupun Amarah.
Tetapi anak kecil yang di samping Ba Xi'O
Baru kali ini mereka bertemu langsung. Mereka tidak mengerti watak anak kecil yang sangat mirip dengan ayahnya Putra Mahkota Ba Xi'an.
Saat mereka menyapa anak itu. Anak itu memang membalasnya dengan sopan tetapi sepertinya kedua anak itu sedang tidak ingin di ganggu apalagi setelah mendengar keluhan mereka. Membuat keluarga Baron itu hanya bisa memandangi ke dua anak kecil yang sedang murung itu.
Saat mereka sibuk melamun
Seorang wanita Tua yang bermartabat datang ke ruangan itu. Senyum indahnya tidak pernah pudar sedari tadi.
""Hai..cicitku yang tampan dan menggemaskan ucapnya ala-ala bahasa wanita yang masih muda.
membuat bibir keluarga Baron berkedut melihat tingkah alay ibu suri itu.
Setelah ibu suri membalas hormat keluarga Baron itu yang tak lain orang tua dari cucu menantunya. Ibu suri duduk manis di kursi kebesarannya.
""Apakah nenek buyut bisa membantuku.
Ucap Lie Zhu langsung ke inti pembicaraanya. Membuat ibu suri terkejut sekaligus senang sekalipun cucunya itu tidak menunjukkan senyumnya setidaknya cucunya itu sudah mau berbicara denganya dan saat ini sedang meminta tolong kepadanya.
Dengan semangat empat lima ibu suri bertanya.
""Apa yang kamu inginkan sayang?
""Aku ingin ibu membangunkan ayah dan ibu.
"Sejak tadi pagi ibu belum sarapan.
"Biasanya ibu selalu teratur sarapan.
'"Tetapi baru satu hari ibu bersama ayah ibu telah melewatkan sarapan paginya.
__ADS_1
"Bahkan waktunya makan siang pun ibu tidak juga bangun.
"Ibu tidak pernah segegabah ini dalam merawat kesehatan tubuhnya.
""Nenek bisakan membantuku Membangunkan ibu?
"Aku takut ibu sakit.
Lie Zhu menatap neneknya dengan wajah polos yang ingin di kasihani.
Sementara sang nenek sudah menelan ludahnya dengan susah payah sejak cucunya itu meminta bantuannya yang ingin membangunkan sang ibu.
Ibu suri merasa kalah telak.
Mau bagaimanapun dia tidak akan bisa memasuki sarang harimau itu.
Dia harus bisa memberi jawaban yang tidak mencurigakan bagi cucunya itu. Dia tidak ingin cucunya itu berfikir dirinya tidak bisa di andalkan sekalipun memang seperti itu kenyataanya.
Tetapi dia ingin tetap mempertahankan harga dirinya di depan para cucunya.
""Sebenarnya nenek ingin membantu mu sayang membangunkan ibu.
"Tapi nenek merasa kasihan karena nenek berpikir ibumu pasti kelelahan.
"Apalagi dua hari yang lalu ibumu banyak mengeluarkan tenaga untuk menghukum orang-orang jahat itu.
Ucap ibu suri menunjukkan wajah simpatinya.
Lie Zhu memicingkan matanya.
""Nenek sama saja dengan nenek dan kakek ini.
Ucap Lie Zhu sambil menunjukkan kakek neneknya.
Ibu suri tergelak mendengar perkataan cucunya itu lalu matanya menatap wajah -wajah yang sedang putus asa.
Sementara Sang Kaisar sudah melangkahkan langkah lebarnya menuju istana Phoenik bahkan dirinya telah menyuruh sang Kasim untuk melakukan makan siangnya di sana.
Saat kakinya memasuki Ruang bersantai Istana Phoenix itu Dia tidak sengaja mendengarkan pembicaraan sang ibu dengan cucu pertamanya.
""Jika nenek tidak bisa membantu. Aku akan pergi menemui kakek Kaisar aku yakin kakek pasti bisa membantuku.
"Ayo dik. Kita ke istana Kakek Kaisar.
"Ayo Kakak ucap Ba Xi'O semangat.
Dirinya paling senang jika sang kakak memanggilnya adik.
Sang Kaisar terkejut dan langsung melirik kekanan dan kekiri.
""Yang Mulia Kaisar.
"Apa yang sedang yang Mulia cari.
Ucap sang Kasim di sampingnya sedikit binggung.
""Ck..kau tidak tau aku ingin mencari tepat persembunyian.
__ADS_1
"Persembunyian?
Beo sang Kasim.
""Apakah telingamu sudah tidak berfungsi?
Tidakkah kamu mendengar ucapan kedua cucuku.
Ucapnya menatap Kasimnya yang mungkin sudah pikun karena termakan usia.
""Tidak baik jika yang Mulia mencari persembunyian.
"Lebih baik kita kembali ke istana yang Mulia. "Untuk kunjungannya lebih baik kita tunda dan kita lakukan besok saja.
Sang Kasim memberi saran bijaknya dan sang Kaisar langsung mengiyakan. Dan pergi dari sana dengan langkah yang lebih lebar. Dirinya tidak ingin bernasib sama dengan sang ibu. Dia akan tetap menjadi sosok yang bisa di andalkan oleh kedua cucunya.
Sepanjang jalan Kaisar mengerutu.
""Apakah Putra Mahkota sudah gila.
" Bahkan Dia kalah dengan anak kecil yang lebih berpikir dewasa dan bijak.
"Bisa-bisanya Dia tidak bisa menahan Dirinya. Ucap sang Kaisar yang sedikit banyaknya telah mengerti dengan apa yang sudah terjadi kepada sosok yang sedang merasakan. CLBK itu (Cinta lama bersemi kembali).
""Brraakk.
Kaisar membuka pintu kamarnya dengan kasar.
Sebelumnya dia sudah meninggalkan pesan untuk sang Kasim.
"Bisakah kau tidak membuatku terkejut.
Permaisuri menatap nyalang suaminya itu.
"Jantung tuanya yang sudah rawan terkena penyakit jantung itu hampir saja copot.
""Maaf sayang...aku kira kamu sudah pergi.
""Maksudmu aku langsung pergi bertemu dengan ke dua cucuku dengan tidak berdandan?
""Memangnya kau...bahkan kau tega meninggalkan istrimu yang sedang merias Diri. Cibir Permaisuri yang sibuk memasang tusuk rambutnya itu.
Dirinya telah di bantu para dayangnya berdandan.
Dan setelah melihat kecermin Permaisuri merasa ada yang kurang.
Akhirnya dia berniat menambahkan riasan rambutnya supaya terkesan lebih cantik dan awet muda bahkan dia menambahkan beberapa sentuhan lembut di kedua pipinya supaya lebih alami.
"Kenapa kau kembali?
"Bukankah kau tadi ingin bertemu dengan ke dua cucu kita.
"Bahkan kau tidak sabar menunggu istrimu. Ledek Permaisuri.
""Maaf. Ucap Kaisar mengalah
"Kenapa kau tidur?
__ADS_1
Permaisuri menatap curiga suaminya itu.
Jika hanya mereka berdua yang berada di dalam ruangan. Permaisuri tidak akan berbahasa formal dengan suaminya.