
Ba Xi'an menggeleng. Mencoba mendekati dan ingin menghampiri Ivona.
""Jangan mendekat teriak Ivona bergetar.
Terjadi sudah yang di takutkanya.
"Apakah ini dirimu?
Ba Xi'an tidak menghiraukan perkataan Ivona dia bertanya sedikit linglung dan semakin mendekati Ivona.
Dan hendak menyentuh wajah wanita yang sudah di depanya dengan jarak satu meter.
"Jangan coba-coba menyentuh wajahku dengan tangan kotormu itu.
Ucap Ivona dingin dan memundurkan langkahnya. Bahkan Dia tidak sadar masih ada beberapa tangga lagi di belakangnya.
""Kenapa?
""Hati-hati masih ada tangga di belakangmu. Ucap Ba Xi'an cemas setelah melihat Ivona yang hendak mundur kebelakang.
Dia takut istrinya itu jatuh dan terluka.
Ba Xi'an menghentikan langkahnya yang ingin memeluk wanita yang sudah dia yakini istrinya.
Ba Xi'an memejamkan kedua mata legamnya mencoba mengikuti permainan istrinya itu.
""Izora... panggilnya lirih.
""Aku bukan Izora.
""Maaf yang Mulia. Nama Putri Mahkota kami Ivona.
Jing mi menjawab dan sudah berdiri di depan Ivona sebagai tameng.
Ba Xi'an memijit pelipisnya.
Bahkan Istrinya mengubah namanya sendiri.
""Sungguh persiapan yang matang. Batinya.
""Aku tidak perduli siapapun namamu. Yang penting Kamu Istriku.
Ucap BA XI'AN dengan lembut.
Sungguh Dia sangat terkejut melihat perubahan istrinya itu. Istrinya itu telah berubah menjadi sosok yang sangat dingin.
""Dan kau..aku harap jangan ikut campur dalam masalah kami. Ba Xi'an menatap tajam wanita yang di depan istrinya.
Jing mi sedikit takut.
""Yang Mulia ayo kita turun saja. Ucapnya melalui telepati.
Semua orang yang di aula itu dan Ke tiga sahabatnya hampir pingsan saat mengetahui sosok wanita di balik cadar hijau itu.
Wanita itu adalah istri tercintanya Putra Mahkota.
Wanita yang sudah mengobrak-abrik hidup Putra Mahkota Ba Xi'an.
Selir kedua menggertakkan giginya Dia sangat menyesali perbuatannya yang mendorong Ivona untuk kedepan.
Seandainya Dia diam. Mungkin wanita itu tidak akan maju dan tidak ketahuan oleh Putra Mahkota.
Sia-sia sudah kebahagiaan yang di rasakan saat yang lalu.
Dia baru percaya takdir memang kejam.
__ADS_1
Baru saja dia bahagia sampai melambung tinggi
Kini dia terhempas jauh sedalam-dalamnya.
""Lebih baik kita duduk dulu?. Pinta Ba Xi'an lembut mata teduhnya menatap netra hijau itu.
Dia tau gelagat Istrinya itu yang hendak mau turun.
""Jlg sepertiku tidak pantas duduk di sana.
Ba Xi'an membeku saat mendengar kata-kata yang menusuk di ulu hatinya.
""Aku minta maaf. Ucapnya bergetar.
Dia saja merasa sesak saat 'kata' itu terucap apa lagi istrinya. Pasti istrinya itu merasa sakit hati saat mengingat kata-katanya.
Ba Xi'an memandang istrinya itu penuh kerinduan. Darah yang di kening istrinya telah membeku. Dadanya terasa sesak melihat luka itu. Luka yang di buatnya sediri.
Suasana di aula itu begitu hening seperti tak berpenghuni. Mereka tidak berani mengeluarkan suara.
Mereka tidak menyangka akan menyaksikan Putra Mahkota yang selama ini bersikap dingin dan kejam.
Akan memiliki hati yang lembut dan sabar jika sudah berhadapan istri tercintanya.
""Kasihan sekali Putra Mahkota.
"Apa yang terjadi sebenarnya?
Bisik Kaisar bintang yang sudah sangat penasaran .
""Sttt..diamlah. ucap Putra Mahkota Bulan.
""Yang Mulia Ratu kami ternyata sudah ada yang Punya. Dan yang Punya Putra Mahkota penguasa.
""Ckk...kau ini.
Putra Mahkota bulan itu merasa jengkel.
''Aku hanya mengagumi wanita itu. Tidak sampai ke tahap jatuh cinta. Gerutunya.
Membuat sang Hewan suci tersenyum mengejek.
""Sayang ke sinilah.
" Aku bukan sayang mu.
"Baiklah istriku.
"Aku bukan istrimu.
Ba Xi'an menghela nafas panjang mencoba bersabar.
""Sayang boleh menghukumku bahkan melukai tubuhku asalkan kembalilah kepadaku.
Ba Xi'an tidak berhenti membujuk Ivona.
Sementara yang di bujuk hanya bersikap acuh tak acuh.
""Bukankah kau ingin membunuhku dengan hukuman mati? Ivona berkata datar.
"Deg...tubuh Ba Xi'an bergetar hebat.
Bahkan ke dua kakinya seakan tidak sanggup menopang tubuh tingginya.
Dia akan menjadi manusia yang paling bersalah dan paling menderita jika hal itu sempat terjadi. Dan dia tidak sanggup membayangkannya. Dan mungkin Dia akan nekat menyusul istrinya.
__ADS_1
""Untung itu tidak terjadi . Batin BA XI'AN merasa lega.
""Maafkan aku...Lirihnya. Bahkan air matanya sudah keluar dari mata legamnya itu.
Rasa sakit dan menyesakkan telah bersatu di hatinya.
Yuan sang sahabat di bawah sana.. pingsan. Dia baru tau sifat terbaru sahabatnya itu. Jantung berserta logikanya terlalu terkejut melihat hal itu.
Semua orang terkejut sekaligus merasa kasihan melihat sosok Putra Mahkota yang rapuh.
""Apapun masalahnya mudah-mudahan Yang Mulia itu memaafkan Putra Mahkota kita...hiks.. hiks..ucap guru ketiga yang merasa terharu. Air matanya telah mengalir di pipi tirusnya itu.
""Iya... mudah-mudahan mantan muridku yang kejam itu di maafkan..hiks.
Ucap guru pertama. Sementara guru kedua geleng-geleng kepala melihat tingkah ke dua orang yang sudah Tua itu.
""Yang mulia maaf...sudah saatnya kita kembali. Ucap kakek Elang Tua kepada Ivona.
Dia merasa takut saat netra legam Ba Xi'an menatapnya dengan tajam...
""Kauu... Ba Xi'an tiba-tiba marah saat dirinya mengetahui sosok kakek Tua yang di depanya itu Hewan suci yang sudah ranah Dewa dan salah satu pembunuh istrinya Beberapa tahun lalu.
""Bingwen.
""Apakah dia hewan suci itu. Tanyannya sambil menatap tajam kakek Elang Tua.
""Iya yang Mulia. Jawab Bingwen sedikit takut. Hewan suci Elang itu adalah pengawal Nonanya. Bukankah sang Nona akan marah jika Putra Mahkota itu menyentuhnya.
""Jauhkan tatapan busuk mu itu darinya.
"Jika kau menyakitinya walau sehelai rambut pun maka aku akan membalaskanya. Ucap Ivona dingin. Dia tidak perduli raut wajah suaminya yang sudah mode Monster.
Ba Xi'an kembali menelan bulat-bulat amarahnya. Dia tidak ingin menambahkan luka di hati Istrinya.
""Baiklah demi sayangku. Ucapnya
Membuat manusia disana terkejut berjamaah.
Bahkan Kaisar tidak tau lagi apa yang di rasakannya saat ini.
Semua yang di rasakan seperti nano-nano akibat tingkah aneh Putranya.
Ivona turun dari atas dia tidak perduli dengan tingkah mantan suaminya itu yang menurutnya sudah gila.
Secepat kilat Ba Xi'an mengambil Putranya yang bernetra hijau itu.
Sejak tadi Dia sudah melirik anak laki-laki itu. Anak itu sangat mirip denganya.
Ba Xi'an ingin membuktikan sendiri.
Belum sempat Ivona bereaksi dan yang lain Ba Xi'an langsung membuat sihir darah.
""Syuup...
Seluruh mata di aula itu terkejut batin.
Bocah kecil itu ternyata anak Putra Mahkota Ba Xi'an. Yang lebih mencengangkan lagi Anak kecil itu sudah berubah.
Dan rupanya bak pinang di bela dua dengan rupa wajah Putra Mahkota.
Mata legamnya, wajahnya, kulitnya semuanya sama. Perbedaanya hanya tinggi dan mimik wajahnya.
Jika sang ayah menakutkan.
Sang anak tampak menggemaskan.
__ADS_1