Cinta Sang Dewa Dingin

Cinta Sang Dewa Dingin
EPISODE. 166. END


__ADS_3

"Kau..Dewi ular menatap nyalang Dewa Bulan, dia tidak percaya tangan yang ingin di gapainya itu tega menamparnya.


"Inikan yang kau mau? Ucap Dewa Bulan dengan wajah datarnya.


"Kau bukan mencintaiku, Kau hanya terobsesi kepadaku, dan untuk selanjutnya jangan kau nampakkan wajahmu di depanku ataupun di depan Huli dan jangan ganggu kami ataupun hubungan kami.


"Aku mencintainya, begitu juga dengan Huli, kami sama-sama mencintai, dan kamu tidak ada hak melarang hubungan kami karena kau bukan siapa-siapa bagiku. Teriak Dewa Bulan, menatap tajam Dewi Ular, Dewa bulan tidak ingin hal seperti ini terulang lagi jadi dia harus bersikap tegas kepada wanita yang sangat egois ini, Dewa Bulan langsung membawa Huli dari aula tanpa memperdulikan Dewi Ular yang kecewa akibat perkataanya.


Dewi Ular mematung, air matanya menetes, tangannya di kepal kuat. Laki-laki yang di cintainya sejak di kolam suci dulu kini menolaknya dengan sangat menyakitkan.


Penghuni disana terdiam, mereka tidak berani berbicara.


Kaisar langit hanya bisa menghembuskan nafas beratnya. Dia tidak menyangka Dewa Bulan yang terkenal dengan sikap dewasa dan lembutnya itu kini menunjukkan amarahnya, bahkan dia tidak segan-segan menampar seorang Dewi.


"Apa kau masih berdiri disitu? Tanya Kaisar Langit kepada Dewi Ular yang masih diam seribu bahasa, air matanya yang menjadi ungkapan rasa kecewa dihatinya, Dewi Ular pergi selain sakit hati yang di alaminya dia juga merasa malu.


Di alam Dewa Bulan Dewa yang masih kesal itu langsung mengubah penampilan Jing Huli dan mengobati luka-luka di wajahnya.


"Maafkan aku, Lirihnya.


Jika bukan karena dirinya, mungkin wanita yang sudah menjadi kekasihnya empat bulan terakhir ini tidak akan mengalami luka cakar seperti ini, kini wajah cantik itu mengalami goresan.


"Bertahanlah sedikit biar lukanya sembuh. ucap Dewa bulan sambil mengolesi salep kewajah Huli.


Huli mengangguk patuh, jika sudah berhadapan dengan Dewa yang satu ini maka dia akan berubah menjadi sosok Dewi yang anggun.


Sepanjang jalan Lian termenung dia memikirkan nasib sahabatnya itu.


"Kenapa aku tidak ada tadi saat mereka bertengkar. guman Lian.


"Apa kau ingin di Jambak juga?


Tanya Dewa Matahari,


"Kau tidak lihat kakakmu itu sampai sekarang masih meringis kesakitan. Tunjuknya kepada Dewa Takdir yang berjalan sambil memegang bibir kebangganya.


"Aww..ssttt, Sakitnya


"Jika bukan gara-gara ke dua Dewi yang sangat kejam itu aku tidak akan berakhir seperti ini. keluh Dewa Takdir. entah kenapa dirinya yang selalu kena getahnya.

__ADS_1


"Kenapa kakak tidak menghindar saja? lihatlah bibir kakak itu jadi dower. Ucap Lian sambil bergidik melihat bibir Dewa Takdir yang membengkak.


"mungkin Dewi ular meninggalkan bisanya di sana, Coba saja kita berada di duniaku dulu, mungkin aku akan membawa Kakak kedokter untuk di suntik rabies. Ucapnya


Kelima Dewa itu memutar bola matanya malas. Adik angkat mereka ini selalu saja membahas dunia modern yang menjadi kebangganya itu.


Yuze langsung mengibaskan tanganya.


Kini sahabatnya Dewa Takdir itu telah berubah bibir bengkaknya sudah tidak ada lagi, jubanya juga sudah terganti.


"Terimakasih Dewa Tinggi Putra Mahkota. Ucap Dewa Takdir, kali ini sahabatnya ini melakukan hal yang benar.


"hmmm. jawab Yuze dengan wajah datarnya.


Hari telah berlalu, tahun Ketahun silih berganti, semua Dewa dan Dewi dari segala alam berkumpul dengan teratur, tidak ada yang tidak hadir karena kerajaan Langit itu akan kedatangan dua sosok yang sangat Tinggi. Kini bertambah Dewa pilihan Langit.


Kolam suci milik Yuze saat ini berada di tengah Aula dia sengaja memindahkan kolam sucinya kesana.


Air kolam itu berubah menjadi gelombang dan juga berbentuk pusaran dan di di lapisi kabut putih yang sangat tebal. Burung Phoenix muncul dari dalam dan terbang mengelilingi Aula, diikuti Naga Putih yang memiliki mahkota emas di kepalanya. Semua penghuni aula itu terkagum-kagum.


"Syaapp..!


Sosok dua anak kecil berdiri di tengah aula dengan jubah kebesarannya. Yang paling besar mempunyai Netra emas yang menyilaukan sementara adiknya memiliki Netra Biru sebiru lautan.


"Salam untuk ibu tercinta. Ucap mereka serentak.


Semua penghuni Aula itu langsung tertawa belum apa-apa yang dua sosok itu sudah langsung menjunjung ibunya.


Lian mengusap air matanya yang langsung mengalir deras melihat kedua putranya yang sangat dirindukanya ini.


Yuze tersenyum air mata haru mengenang di netra legam itu.


Lian dan Yuze memeluk Lie Zhu dan Ba Xi'O dengan erat sambil menghadiahi kecupan hangat di kedua pipi montok putranya.


"Hai pangeran kecil, Sapa kelima Dewa dan Dewi yang menjadi sahabat seperjuangan Lian dan Yuze selama ini.


"Sayang mereka adalah paman-paman dan bibimu. ucap Lian


"Perkenalkan Dewa yang tampan penuh pesona ini adalah Dewa Bintang. Ucap Dewa Bintang dengan ciri khasnya. membuat kelima sahabatnya jengah

__ADS_1


"Salam kepada paman Dewa Bintang, Dewa Matahari, Dewa Bulan, Dewi Rubah, Dewa Hukum dan paman Dewa Takdir. Ucap Lie Zhu dan Ba Xi'O serentak.


Kelima Dewa itu langsung memberikan hadiahnya masing-masing.


"Terimakasih paman Dewa dan Bibi Dewi Rubah. Ba Xi'O sangat senang mendapatkan hadiah-hadiah itu, selain itu para Dewa dan Dewi di sana juga memberikan hadiah terbaiknya untuk mereka.


"Ckkk..Kau sangat mirip sekali dengan ayahmu, ucap Dewa Agung yang melihat wajah Lie Zhu yang hanya menampilkan wajah datarnya.


"Apa kau mau jadi muridku? Bisik Dewa Agung dia akan membujuk Lie Zhu supaya Lie Zhu dapat menjadi muridnya. Sementara Ba Xi'O Dewa Agung akan belakangan merayu anak itu, karena anak itu memang mudah bergaul dan sangat mudah di bujuk.


Lian dan yang lainnya Langsung geleng-geleng kepala melihat tingkah Dewa Agung.


"Awas, kau tidak perlu mengajari cicitku, Aku yang akan mengajarinya karena dia dan aku satu alam, Dan dia penerus cucuku selanjutnya. Sarkas nenek Lian mantan Ratu Phoenix.


Dewa Agung menelan ludahnya kasar. Semenjak dia mengetahui Alasan wanita itu meninggalkanya wanita itu semakin cuek dan kasar kepadanya, bahkan mantan Ratu Phoenix itu pergi ke alam iblis hanya untuk memarahi menantunya Xi Chen. Xi Chen yang tidak terima langsung mengadu domba Dewa Agung dan Ratu Phoenix. membuat hubungan keduanya makin renggang. Padahal Dewa Agung sangat berharap hubungan mereka bisa kembali serius ternyata mendapatkan penolakan mentah-mentah dari sang Ratu jutek itu.


"Ibu .Aku ingin bertemu kakek. Ucap Lie Zhu dan Ba Xi'O.


Aula itu langsung hening saat ketua dari klan iblis itu memijakkan kakinya di Aula kerajaan langit, semenjak mereka mengetahui kebenaran yang sesungguhnya mereka kembali mau hidup berdampingan dengan Klan iblis dengan syarat untuk tidak saling mengusik.


Selain Aura pekat dari ketua klan Iblis itu, ketua klan itu juga termasuk sosok yang dingin dan kejam. Itu yang membuat Dewa dan Dewi tidak berani menyinggungnya, mereka juga tidak ingin merasakan kekejaman dari sang ketua alam Iblis itu.


"Salam kepada kakek. Ucap Lie Zhu dan Ba Xi'O.


'"Kemarilah suara berat Xi Chen memanggil kedua cucunya.


Xi Chen mengeluarkan dua mutiara yang sangat berharga milik Dewa Duyung. Dewa duyung yang melihat itu hanya bisa menahan kesalnya, Ke tua alam iblis itu memalaknya hanya karena dia meminta tolong klanya membangun jembatan diatas laut.


"Terimakasih kakek. Ucap mereka serentak.


Setelah acara penyambutan ke Dua Calon Dewa Tinggi itu selesai.


Kini keempat yang saling menyayangi itu duduk di hamparan hijau. Hal yang sudah lama dirindukan Yuze dan istrinya Lian. Dimana mereka akan sama-sama menghabiskan waktu bersama yang penuh kebahagiaan dan kasih sayang.


"Terimakasih sayang, Aku sangat mencintaimu. Ucap Yuze sambil memeluk istrinya.


"Sama-sama sayang aku juga sangat mencintai mu.


Kini hamparan hijau itu telah ramai berkat kehadiran kedua putranya. Kedua putranya Lie Zhu dan Ba Xi'O berlarian kesana-kemari merasakan kelembutan dari rumput-rumput hijau itu.

__ADS_1


"Ibu Ayah. Teriak mereka serentak. mereka menyusul Ayah dan Ibunya dan langsung duduk di pangkuan mereka.


♥️ TAMAT♥️


__ADS_2