
Mereka menelusuri penjara iblis itu, sedari tadi Huli tidak berhenti menangis, membayangkan wajah ibunya yang sangat merindukan ayahnya, Huli tidak tega melihatnya.
"Seandainya Ayahku tidak di bunuh bibi jahatku itu, Maka hiks, ibuku tidak menderita hiks.
Suara Huli sedikit parau.
Dewa Bulan yang tulus hatinya memeluk Huli.
"Ssst..jangan menangis lagi, semua sudah di takdirkan oleh langit, percayalah ibumu wanita yang kuat.
jelas Dewa Bulan, mengusap-usap punggung rapuh Huli.
"Sepertinya perasaanku kurang enak, bisik Dewa Bintang.
"Akupun merasakan hal seperti yang kau rasakan.
Balas Dewa Matahari.
"Sepertinya benih-benih cinta telah tumbuh di hati ke dua insan itu. Bisik Dewa Matahari.
"Kasihan sekali Dewi Ular, sudahlah Cinta bertepuk sebelah tangan, punya saingan pula.
Ucap Dewa Bintang.
Saat Dewa Takdir ingin menulisnya.
Dewa Matahari dan Dewa Bintang langsung mencegahnya.
"Jangan tulis.
ucap mereka bersamaan.
"Aku takut ketahuan oleh Dewi Ular, Dewa Bulan sudah bersusah payah menghindarinya, Bahkan Auranya sengaja di tutupinya.
"Aku takut terjadi peperangan dalam memperebutkan seorang laki-laki. Aku tidak ingin perjalanan kita di ganggu Dewi Ular.
"Kamu tau kan? jika sesama wanita bertengkar, maka akan terjadi jambak-jambakan.
Terang Dewa Bintang merasa takut.Dia pernah di posisi seperti itu, Yang lebih parahnya ke dua wanita yang memperebutkanya bersama-sama menjambak rambut panjang miliknya.
"Baiklah.
Dewa Takdir langsung mengerti. Dia tidak ingin menyaksikan hal Seperti itu lagi. Dewa Takdir bergidik ngeri membayangkannya.
Saat mereka keluar dari lembah penjara iblis, Sosok berjubah hitam cerah sedang menunggu di luar penjara itu. Mereka tidak berani masuk karena jika klan iblis seperti mereka masuk maka tidak akan bisa keluar lagi dari sana, Sehebat dan sekuat apapun mereka hal itu tidak akan mempengaruhi sihir cahaya yang sudah tertanam kuat di penjara iblis.
Laki-laki itu menyeringai dia tidak sendiri, Dia bersama Kai dan juga tiga wanita yang menggunakan pakaian yang kurang bahan.
"Yuze..
Panggil Laki-laki itu dengan suara beratnya.
Yuze memandang laki-laki itu dengan wajah datarnya.
"Dia siapa?
bisik Lian kepada Dewa Bintang.
"Dia ketua klan iblis. namanya Xue Chen dulunya dia Dewa dari klan Naga Putih.
__ADS_1
Balas Dewa Bintang.
Lian sedikit terkejut mendengarnya, Naga Putih yang memiliki aura suci bisa juga terjerumus dalam kegelapan. Laki-laki itu juga ketua klan iblis. Pikir Lian.
Xue Chen melirik Lian, Dia juga mendengar bahwa Lian menanyakannya.
"Dewi, Jika kamu penasaran. Tanya langsung ke orangnya, jangan tanya ke orang lain, Karena belum tentu yang di katakannya sesuai kenyataan.
Ucapnya dengan suara khas beratnya.
"Yuze, Tidakkah ingin kau memperkenalkan istri cantik mu itu?
Xue Chen berjalan mendekati Yuze dan yang lainnya. Kali ini wajah cantik Lian dapat di lihatnya dengan jelas.
"Cantik, Gumanya.
Yuze yang melihat gelagat aneh dari ketua klan iblis itu langsung menyembunyikan Lian di belakang punggungnya. Yuze menjadi tameng untuk Lian.
Xue Chen tertawa geli, Laki-laki dingin ini bisa bersikap posesif juga pikirnya.
"Dewi Phoenix, Chang Lian.
Lirih Xue Chen menatap penuh makna ke arah Lian.
Lian sedikit takut melihat ekspresi dari ketua klan iblis itu.
"Kau mengenalku? Lian bertanya dan membalas tatapan misterius dari laki-laki itu.
Lian berpindah dan berdiri di samping suaminya Yuze.
"Aku bukan cuma mengenalmu, aku bahkan laki-laki pertama yang mengendongmu.
Yuze memicingkan matanya.
ketua klan iblis ini memang sangat misterius, susah di tebak isi hatinya.
"Aku tidak mengenalmu, jadi kau jangan membohongiku bahwa kau pernah mengendongmu. aku mengingat semua kisah hidupku di masa lampau. Jawab Lian sedikit tidak nyaman.
Xue Chen tersenyum. Dia memperhatikan Yuze kembali lalu pergi dari sana, meninggalkan sejuta pertanyaan yang bersarang di benak Lian dan yang lainnya.
"Siapa Dia? kenapa dia bertingkah aneh, guman Lian.
Yuze mendengar ucapan istrinya.
"Sayang jangan pikirkan ketua klan iblis itu. Dia sangat ahli dalam menyesatkan seorang Dewa dan Dewi.
Ucap Yuze sambil mengusap wajah mulus istrinya. Yuze sebenarnya juga penasaran, tapi dia berusaha untuk bersikap tenang di depan istrinya Lian.
Mereka kembali kekerajaan langit dengan raut wajah yang tidak puas.
Apalagi Dewa Matahari, Dewa Bintang dan Dewa Takdir tidak berhenti membahas tentang sikap sahabatnya Dewa Bulan terhadap Dewi Rubah Huli. Di tambah lagi dengan ke datangan ketua iblis yang sangat jarang menampakkan wajahnya di depan para Dewa dan Dewi kerajaan Langit.
"Istirahatlah, kamu sudah lelah.
Titah Yuze sambil mengecup pelipis Lian.
Lian mengangguk patuh, Sebelum Yuze meninggalkan istrinya dia bermain sebentar pada bibir Lian
Dia sangat merindukan bibir yang menjadi candunya. bibir yang dalam satu hari harus di kecup dan di mainkanya lebih dari sepuluh kali perhari.
__ADS_1
Lian melayani suaminya dengan tulus. walaupun harus mengalami kebas yang berulang-ulang di bibirnya.
Lian membaringkan tubuhnya di tempat tidur empuk milik mereka.
Perkataan ketua klan itu masih terngiang-ngiang di telinganya.
Saat Lian ingin memejamkan matanya di mencium aura yang sedikit familiar.
Sosok berjubah hitam itu hadir di kamarnya.
Lian terkejut batin, Tubuhnya bergetar. Lian mencoba mengeluarkan sihirnya.
"Kekuatanmu itu tidak akan berpengaruh bagiku sekalipun itu kekuatan yang di turunkan Langit.
Terang laki-laki itu dengan suara beratnya.
"kaa..kau siapa?
"Kenapa kau datang kesini? tanya Lian gugup.
Ke tua klan iblis itu dengan mudahnya masuk ke dalam Istana Dewa Tinggi Putra Mahkota. Berarti laki-laki itu memiliki kekuatan yang tidak bisa di remehkan. pikir Lian.
"Apa aku salah datang mengunjungi Putriku.
Ucap Xue Chen sambil tertawa miris.
Bahkan Putrinya sendiri mengusirnya.
"Putrimu?
"Aku Putrimu. Lian langsung menggeleng
"Aku bukan Putrimu, Ayah ku sudah meninggal di Medan perang dengan ibuku.
Terang Lian dengan mata yang sudah berkaca-kaca.
"Chang'er..Lirih Xue Chen.
"Maafkan Ayah telah menjadi ayah yang sangat pengecut, Bahkan aku harus memanipulasi kematianku sendiri saat klan naga hitam menyerang ku di tambah lagi dengan Dewa Neraka yang waktu itu sangat membabi-buta menghancurkan klan Naga karena melihat ibumu sudah tidak bernyawa.
Jelas ketua klan iblis serak.
Dia menatap netra yang sangat di rindukanya, Jika saja dirinya tidak terjerumus pada Dunia ke gelapan yang menyesatkan jiwanya. Mungkin dia dapat memeluk Putri kecilnya ini.
"Tidak ada yang tahu, Bahwa ayah masih hidup. hanya kepadamu saja ayah berani jujur, bahkan klan ayah masih banyak yang tidak mengetahuinya.
"Jagalah dirimu Nak, Apalagi kamu sedang mengandung calon cucuku yang sekaligus dua.
Ucapnya, saat dirinya ingin meninggalkan kamar Putrinya. Dia mendengar pertanyaan dari Putrinya.
"Apa kau benar ayahku? Kenapa kau bisa jatuh ke dalam ke jurang gelapan?
Tanya Lian penasaran, Dia sangat terkejut mendengar perkataan Xue Chen.
Jadi dirinya mencoba bertanya walaupun Lian sedikit takut.
"Cinta..Semua berawal dari sana.
Lirih Xue Chen lalu menghilang dari kamar Putrinya, meninggalkan Lian yang belum puas dengan jawaban ambigu yang di ucapkanya.
__ADS_1