
Semua mata tertuju kepada Dewa Hukum, Termasuk ke lima sahabatnya, Membuat Dewa Hukum semakin gelisah.
Jantungnya bertalu-talu.
"Apa ada yang ingin kau sampaikan. Ucap Kaisar langit kembali.
"Cepatlah Katakan.
Titahnya.
Dewa Hukum maju kedepan dengan keringat yang sudah membanjiri pelipisnya. Dirinya seperti terkena hujan deras.
"Haa..Hamba yang Mulia. Ucapnya pelan.
"Yang Mulia mohon hukum hamba. Ucap Dewa Hukum langsung bersujud.
Dia tidak sanggup melanjutkan kata-katanya.
Semua penghuni aula terkejut, saat Dewa kekar itu bersujud. Padahal dia belum mengatakan kesalahanya.
"Kesalahan apa yang kau lakukan kali ini. Tanya Dewa Tinggi Putra Mahkota dengan dingin.
"Hamba telah menghukum orang yang tidak bersalah yang Mulia.
"Menghukum orang yang tidak bersalah. Ucap Dewa Agung. Dia sudah normal kembali.
"Peri yang saat ini mengurus taman sorgawi.
"Bukanlah Peri yang melakukan kesalahan yang Mulia.
"Hamba tidak tau kenapa mereka bisa berada di dunia bawah yang Mulia. Jelas Dewa Hukum.
Dia binggung memulai perkataanya dari mana.
"Kenapa kau tidak tau, Bukankah setiap Dewa dan Dewi yang berada di dunia bawah, masuk melalui pusaran milikmu.
Kenapa kau sampai kecolongan seperti ini haa?
Bentak Kaisar Langit sambil memukul meja kebesaranya. Kekesalanya kini semakin bertambah.
Bisa-bisanya dua peri itu menjalani hukuman di dunia bawah tanah, Akibat kecerobohan Dewanya ini.
"Hamba tidak tau yang Mulia.
"Karena kedua peri itu sepertinya lupa ingatan yang Mulia. Ucapnya gugup.
"Lupa ingatan.
Ucap Heng Yuze dengan mata legamnya.
"Jadi peri manis itu lupa ingatan? timpal Dewa Agung. Dia merasa hal ini semakin rumit.
"Braakkk...
Dewa Pengawal yang sedang berjaga di luar terlempar ke dalam aula.
Semua pasang mata penghuni aula itu terbelalak.
Dewa pengawal itu bahkan ikut terkejut batin. Dia tidak sadar saat seorang peri yang sedang memberi makan taman sorgawi. Tiba-tiba menendangnya dengan kuat. Dia tidak menyangka akan menjadi pelampiasan peri itu.
__ADS_1
Saat ini wajah Jing Huli sudah merah padam. Api kemarahan telah terlukis di wajah cantiknya.
Dewa Hukum menelan ludahnya dengan susah payah, tubuhnya semakin menggigil saat wanita yang baru saja, di bicarakan, kini hadir di aula itu, Dan sedang menatapnya penuh dendam.
Wajahnya saat ini bak Dewi Neraka yang siap membakar tubuhnya.
"Apa yang terjadi Nak. Tanya Kaisar langit sedikit mengerutkan keningnya. Dia tidak menyangka peri mungil itu ternyata mempunyai kekuatan yang bisa menumbangkan Dewa pengawalnya yang terlatih.
"Kaisar masih bertanya apa yang terjadi?
"Sementara laki-laki pengecut itu sudah mengakui kesalahanya.
Ucap Jing Huli Semakin kesal.
Dia tidak takut menghadapi Kaisar langit itu. Karena saat ini amarahnya sudah hampir meledak.
Kaisar langit tersedak ludah sendiri.
"Jadi ini peri yang menjadi korban Dewa Hukum. Batinya.
Dia tidak menyangka wanita muda itu sungguh mempunyai nyali besar.
Mata dan pelipis Jing Huli seketika menyala.
Ekor sembilanya muncul di Belakang pinggangnya. Semua penghuni aula itu semakin terkejut.
"Dewi Rubah.
Ucap mereka serentak. Tak terkecuali Kaisar langit. Denyut dikepalanya semakin berat, karena dia harus menghadapi sosok Dewi yang bar-bar itu. Siapa yang tidak kenal dengan sifat dari keturunan Rubah berekor sembilan. Suka marah-marah dan temperamennya yang meledak-ledak.
Dewa Hukum sudah membeku di tempat. Sebentar lagi dirinya akan di terkam rubah ganas itu.
"Pantas saja dia selalu berkata sesuka hati. Ternyata Dia keturunan Dewi rubah yang angkuh itu.
"Dewi mohon kendalikan amarahmu. Ucap penatua dari klan rubah. Dia sangat terkejut melihat Dewinya disini. Selama ini Dewinya itu sudah lama menghilang. Dan bahkan jejaknya tidak dapat di temukan. Siapa sangka Dewinya itu berada di Dunia bawah, akibat kecerobohan Dewa Hukum. Dan lebih mirisnya lagi Dewinya itu menjadi pelayan di kerajaan langit. Sementara di alam Rubah dirinya diratukan. Di tambah lagi Dewinya itu lupa ingatan. Penatua itu bahkan tidak dapat membayangkan kemarahan Dewinya nanti. Walaupun Dewi rubah yang di depanya ini belum di nobatkan. Dia sudah mendapatkan gelar sejak lahir. Karena dia keturunan langsung dari Dewi rubah.
"Kau menyuruhku diam,
"Dia yang menyebabkanku berada disini dan menjadi pelayan.
"Bahkan sewaktu di dunia bahwa, kami selalu mendapatkan ejekan karena masih muda tapi sudah melakukan kesalahan.
"Dan bahkan laki-laki pengecut itu juga menghina kami karena telah melakukan dosa.
"Padahal dia yang menyebabkan kami berada disini.
"Sekarang, Katakan kepadaku.
"Apa aku harus membiarkanya begitu saja?
"Dan membiarkan harga diriku di injak-injak olehnya?
"Tidak , Aku tidak akan membiarkanya.
"Aku akan membalas apa yang telah di lakukanya kepadaku.
"Dan akan kubuat dia bersujud di kakiku SEUMUR HIDUPNYA..Ucap Jing Huli lantang. Mata rubahnya kini menonjol. Ekornya meliuk-liuk kesana kemari, Seakan siap mengikat laki-laki berbadan kekar itu.
Kaisar langit sudah memijit pelipisnya. Menghadapi sifat rubah sama saja menghadapi sepuluh klan sekaligus, Sangat susah untuk di jinakkan.
__ADS_1
"Sabarlah Nak. Aku akan menghukumnya sesuai dengan apa yang kau mau. Bujuk Kaisar langit.
"Tidak..Aku sendiri yang akan menghukumnya.
Tolak Jing Huli mentah-mentah.
"Jadi gadis cantik yang satu lagi dari klan burung mana?
Bisik Dewa Bintang.
Jangan sampai sosok itu juga salah satu keturunan Dewi. Jika iya..Maka siap-siaplah Kerajaan langit di serang.
Dia merasa kasihan melihat sosok Sahabatnya yang kini berdiri tak berdaya.
Badan kekar itu seakan merosot.
Di depan pintu aula kerajaan Langit.
Yu Jie mendengar samar-samar suara teriakan sahabatnya Jing Huli.
"Apa yang terjadi,
"Kenapa dia memasuki ruangan para Dewa Dewi Tinggi itu. Batin Yu Jie.
Dia takut Jing Huli melakukan kesalahan.
"Aku harus melihatnya. Bisiknya.
"Apakah aku boleh masuk?
Tanya Yu Jie kepada Dewa pengawal.
"Ada apa peri.
"Tidak bisa sembarangan masuk ke aula ini, 'Karena sedang ada rapat para Dewa Dewi Tinggi.
Jelas Dewa pengawal itu. Dia saat ini bersikap waspada. Dia tidak mau tiba-tiba di tendang seperti temanya tadi.
"Aku ingin bertemu dengan Dewa Tinggi Putra Mahkota.
"Jika aku tidak bisa masuk,
"Bisakah kau memanggilnya. Ucap Yu Jie sedikit memohon.
Dewa pengawal itu terkejut.
Sampai kapanpun dia tidak akan berani memanggil Dewa Tinggi itu,
Dia takut kena imbasnya.
"Kau siapa?
"Tidak ada yang berani memanggil Dewa Tinggi Putra Mahkota dengan sembarangan.
Ucap Dewa Pengawal.
Dia merasa wanita cantik di depanya ini sudah rada gila.
"Aku berani memanggilnya.
__ADS_1
Yu Jie memasang wajah tak sukanya. dia ingin segera tau apa yang terjadi kepada sahabatnya itu. jangan sampai sahabatnya itu di hukum berat.
Dia tidak mempunyai siapa-siapa selain sahabatnya itu.