Cinta Sang Dewa Dingin

Cinta Sang Dewa Dingin
EPISODE. 118


__ADS_3

"Deg.


Jantung Heng Yuze bergetar, melihat bola mata gadis muda itu.


Gadis itu memiliki warna bola mata biru yang sedikit pudar.


Wajahnya yang cantik, Kulitnya seputih Giok,


Gadis itu mampu membuat Hati Heng Yuze terasa nyeri.


"Hai gadis kecil,


"Bukankah seharusnya kau memberikan kami salam hormat.


Ucap Dewa Matahari.


"Maaf. Ucap Yu Jie menunduk.


"Salam kepada Para Dewa.


Timpal Yu Jie, Membuat kelima sosok dewa itu terbelalak, Mereka tidak percaya dengan apa yang mereka lihat,


"Hanya itu saja?


Dewa Matahari merasa tidak puas,


"Apakah aku harus bersujud, Tanya Yu Jie dengan wajah polosnya.


Dia menyikap gaunya dan ingin bersujud ketanah..


""Eeehh..


"Tidak usah gadis kecil,


Dewa Bulan mencegahnya.


Mereka akan malu jika sampai ada berita tersebar. Yang berisikan


"*Para Dewa tinggi menggertak gadis kecil dan memaksanya bersujud ketanah.**


Akan di mana harga diri mereka jika berita itu sampai tersebar.


Dewa Matahari menelan ludahnya kasar.


Gadis yang di depanya ini sungguh masih kecil.


"Gadis kecil, Kau dari klan mana?


"Apakah kau tidak mengenal kami?


Tanya Dewa Matahari penasaran.


Yu Jie menggeleng,


"Aku tidak mengenal kalian.


Jawabnya tenang.


Bibir kelima dewa itu berkedut, Bisa-bisanya mereka yang Dewa Tinggi tidak di kenal seorang gadis kecil,


Dunia fana saja, Memuja-muja mereka,


Lah gadis di depan mereka malah tidak mengenali mereka, Sementara gadis itu hidup di ruang lingkup Kerajaan langit.


"Pelajaran apa yang di ajarkan leluhurmu?


"Kenapa kau sampai tidak mengenali kami gadis kecil.


Ucap Dewa Bintang, dirinya tidak habis pikir.


"Aku belum pernah belajar dari leluhurku.


Jawab Yu Jie jujur,


Boro-boro ajaran dari leluhur, Keluarganya saja dia tidak tau rimbanya, Pikir Yu Jie.


"Makanya jangan melakukan kesalahan,


"Seharusnya umurmu yang masih kecil seperti ini, harus banyak-banyak belajar, bukan malah berbuat dosa, Ucap Dewa Hukum sedikit geram.


"Memang kau tau dosa apa yang kami lakukan.


Jing Huli, Tiba-tiba menghampiri temanya yang sedang dirundung para laki-laki maniak wanita cantik itu.

__ADS_1


"Glek.


Dewa Hukum langsung menelan ludahnya kasar, Dia tiba-tiba merasa terintimidasi dengan sosok bergaun merah itu.


Dan sialnya dia tidak membawa buku dosanya.


Jika dia membawa buku dosa itu, Maka dengan lantang dirinya akan membaca dosa-dosa ke dua wanita itu.


Jing Huli sangat membenci Laki-laki berjubah hitam itu.


Dia merasa hatinya panas saat melihat sosok berbadan kekar itu.


"Gadis kecil perkenalkan,


"Aku Dewa Bintang,


"Aku Dewa Bulan,


"Aku Dewa Matahari.


"Aku Dewa Hukum.


Ucap mereka satu-persatu, memperkenalkan diri, ada perasaan aneh yang mereka rasakan. Baru kali ini mereka memperkenalkan diri Mereka kepada bawahan mereka, Yang iyanya dengan senang hati mereka memperkenalkan diri,


Coba jika itu terjadi pada orang lain, Mereka yakin tidak akan melepaskanya begitu saja.


"Kalo yang ini, Dia Dewa Tinggi Putra Mahkota.


Dewa Bintang memperkenalkan Heng Yuze yang sejak tadi diam saja, matanya masih menatap lekat wanita muda itu.


"Bukankah kami sangat tampan. Puji dewa Bintang.


Yu Jie menggeleng,


"Jadi kami tidak tampan. Ucap Dewa Bintang merasa tidak terima.


Dia merasa mata wanita itu bermasalah.


"Hanya dia yang tampan di antara kalian.


Tunjuk Yu Jie ke arah Heng Yuze, Membuat Heng Yuze membeku.


Keempat Dewa itu memutar bola matanya.


"Ternyata matanya masih berfungsi, Gerutu Dewa Matahari.


Ucap Dewa Bintang.


"Dia Dewa apa?


Tanya Yu Jie sedikit penasaran.


"Hei, Gadis kecil, Kan sudah keperkenalkan tadi, Dia Dewa Tinggi Putra Mahkota namanya Heng Yuze.


Bahkan namanya lengkap ku ucapkan.


Jelas Dewa Bintang mencoba bersabar.


"Wanita cantik memang menguji kesabaran. Batinya.


"Aku bukan mengatakan Dia, Aku bertanya pada laki-laki yang di belakangnya. Ucap Yu Jie dengan wajah lugunya.


Semua terkejut batin termasuk Heng Yuze.


Mereka melihat kebelakang.


Sosok laki-laki yang berdiri sambil mencatat hasil rapat di aula tadi.


Dia adalah Dewa Takdir.


Kelima pasang mata itu hampir keluar dari sarangnya.


Seumur hidup mereka, baru kali ini ada seorang wanita yang memuji ketampanan Dewa Takdir, Dan sayangnya wanita itu, Wanita cantik pula.


Mata legam Heng Yuze melebar, Dia merasa tidak terima gadis kecil bermata biru pudar itu memuji Dewa yang lain.


Dia merasa pamornya sebagai Dewa tertampan, yang bisa meruntuhkan kerajaan langit telah menurun.


"Kenapa kalian melihatku seperti itu.


Tanya Dewa Takdir, Dia merasa tidak melakukan kesalahan.


"Perkenalkan dirimu.

__ADS_1


"Gadis kecil ini memujimu, Katanya kaulah yang paling tampan di antara kami,


Jelas Dewa Matahari menahan tawanya.


Dia merasa bola mata wanita itu telah terbalik.


"Aku..Tunjuk Dewa Takdir.


"Salam gadis kecil.


"Aku Dewa Takdir.


Ucap Dewa Takdir, merasa senang.


Jarang-jarang dia dapat pujian. Apalagi yang memuji dirinya gadis yang sangat cantik.


Jika suatu saat gadis kecil ini melakukan kesalahan. dia akan bersedia menanggungnya. Pikir Dewa Takdir.


"Salam untuk Dewa Takdir.


"Perkenalkan, Namaku Yu Jie. Aku dari klan burung.


Jawab Yu Jie dengan senyum menawannya.


Kelima Dewa itu merasa jengkel.


Mereka tidak terima dengan pujian Gadis kecil itu.


Hati Heng Yuze sedikit panas.


Membuat tengkuk Dewa Takdir sedikit merinding.


Matanya melirik Dewa Tinggi Putra Mahkota,


Bermaksud memamerkan kebahagianya, Tapi sayang mata legam itu menatapnya dengan tajam. membuat Dewa Takdir membeku.


"Apa Dia cemburu?


"Tumben sekali. Batinya.


Selama ini Dewa Tinggi Putra Mahkota itu tidak perduli dengan apa yang terjadi di sekitarnya, Apalagi jika menyangkut wanita. Dewa itu tidak perduli. Karena hatinya memang sudah beku.


Tapi hari ini Dewa Takdir merasa sedikit aneh.


Dewa yang lain juga menyadarinya.


Mereka merasa Heng Yuze sedang menahan amarahnya.


"Maaf kami harus pergi, Ucap Yu Jie sedikit buru-buru. Dia baru ingat dengan pesan Dewa yang membawa mereka kesini.


Jika bertemu dengan Dewa Tinggi Putra Mahkota harap memutar balik.


Kata-kata itu masih tersimpan jelas di memori otak kecilnya.


Dia tidak mau Dewa Tinggi itu memarahinya.


"Kenapa kalian pergi.


Dewa Bintang langsung mencegahnya, Dia belum puas memandangi wajah cantik Yu Jie.


"Kata Dewa yang membawa kami kesini, Jika bertemu dengan Dewa Tinggi Putra Mahkota. Harus memutar balik.


"Dewa Tinggi Putra Mahkota tidak menyukai pelayan wanita.


Ucap Yu Jie dengan polosnya.


Mereka semua melongo tak percaya.


Apalagi Heng Yuze, Mata legamnya nyaris mencabik-cabik sosok Dewa yang mengatakan hal itu.


Dia tidak terima, lebih tepatnya dia sedikit tidak suka Yu Jie menghindarinya.


"Suruh Pengawalmu menghadap kepadaku.


Ucap Heng Yuze datar.


Dia langsung menghilang Duluan.


"Aku tidak jadi ikut. Ucap Dewa Bintang menghindar.


"Aku juga, Ucap Dewa Takdir, Jangan sampai dia menjadi sasaran empuk Dewa dingin itu.


Dia Masih ingin hidup.

__ADS_1


"Apa yang akan ku lakukan. Ucap Dewa Hukum. Jantungnya sudah berdetak tak karuan. belum lagi pergi ke alam petir, Kini sudah mendapatkan hukuman lagi.


"Sabar ya. Ucap Dewa Matahari. Dan ikut menghilang dari sana.


__ADS_2