
Pelayan pribadinya menjadi sasaran empuknya dalam melampiaskan amarahnya.
Para pelayan itu bergetar ketakutan.
Mereka telah merasakan pukulan cambuk yang sangat luar biasa sakitnya.
Bahkan tangan dan kaki sebagian pelayan itu ada yang patah.
"Dasar wanita Murahan..
"Kenapa ****** itu bisa hidup lagi.
Makinya.
Semua yang dilakukanya telah sia sia.
Racun yang susah payah di dapatknya bahkan telah mengorbankan kehormatannya berakhir sia sia.
Dia tidak menyangka setelah koma dalam lima bulan wanita itu masih bisa membuka matanya.
Seketika dia tertawa dengan mengerikan.
"Hahaha...jangan kau kira wanita ****** sepertimu bisa lolos.
"Aku bersumpah akan mengirimmu ke Neraka. Teriaknya menyeringai.
Dia tidak takut para pelayan pribadinya mengadu ke Putra Mahkota.
Karena para pelayan dan pengawal itu adalah orang orang yang di kirim orang tuanya.
Bahkan pelayan selir ketiga semuanya juga orang orangnya.
Makanya setiap rencananya bisa berjalan mulus selama ini
"Putra Mahkota hanya milikku..hanya aku yang pantas menjadi Permaisurinya.
"Seandainya wanita ****** itu tidak menjebak Putra Mahkota.
"Maka aku yang akan mengandung anak Putra Mahkota.
Batinya. Tatapan matanya sungguh merikan.
Wajah yang biasa seperti Malaikat itu kini tak ubahnya seperti iblis.
Mengingat hanya dialah wanita yang di sukai Putra Mahkota.
Dulu Dia dan Putra Mahkota satu perguruan di Akademi Kultivator.
Walaupun mereka jarang bertemu bahkan mereka tidak pernah saling menyapa Dia yakin Putra Mahkota sangat menyukainya.
Mengingat dialah selir pertama yang di angkat Putra Mahkota.
Memang saat ini Putra Mahkota belum pernah mengunjungi paviliunnya apalagi menyentuhnya . Tetapi dia tetap berfikir Positif kelak selir kelima melahirkan Dialah yang mengasuh anak itu dan mengangkatnya menjadi Permaisuri. Membayangkan itu membuatnya semakin berbunga-bunga dan semakin berambisi melenyapkan Ivona.
Dia tidak perduli ancaman Kasim kepadanya. Dia yakin Kasim itulah yang menambah nambahkan ucapanya itu.
"Awas saja setelah wanita murahan itu kulenyapkan.
Giliranmu yang selanjutnya. Ucapnya sinis.
Sementara di paviliun selir Ke empat. Selir ke dua datang mengunjunginya.
Tidak jauh jauh Mereka berdua membahas selir kelima Putra Mahkota.
"Apakah benar hukuman selir kelima telah di cabut Putra Mahkota?..tanya selir kedua.
Dia tau selir ke empat itu paling cepat dapat informasi mengingat dia tukang gosip murahan di sekitar Istana itu.
"Iya..Aku dengar seperti itu.
"Mungkin besok atau lusa dekrit itu di turunkan kaisar.
"Semua para menteri dan pejabat tinggi tidak ada yang membantah.
"Bahkan mereka tidak berani mengucapkan sepatah katapun. Jelasnya antusias.
"Apa menurutmu Putra Mahkota mencintai selir kelima.?
Selir kedua bertanya dengan getar getir.
"Ckk..Apakah selir kedua harus mempertanyakan itu lagi.
__ADS_1
Balasnya selir keempat sengit.
"Apakah selir kedua melupakan kegilaan Putra Mahkota di Istana utama.
"Jika bukan karena Cinta Putra Mahkota kepada selir kelima tidak mungkin Putra Mahkota melakukan hal sekejam itu.
Ucapnya bergidik ngeri sampai sekarang Dia masih syok membayangkan kejadian itu.
"Aku yakin Putra Mahkota melakukan itu demi anak yang di rahim selir kelima.
Balasnya selir kedua yang masih tidak terima dengan kenyataan yang di dengarnya.
Dia tidak terima kalah dari selir kelima.
Dia juga cantik, putih, bermartabat, menguasai sihir.
Posisi ayahnya juga jauh dari posisi ayah selir kelima.
"Ckk..terserah.
"aku hanya ingin menyelamatkan diri.
Ucapnya pelan.
"Apa kau serius dengan keputusanmu meminta cerai dari Putra Mahkota?
Tanya selir kedua antusias.
Kini saingannya akan berkurang.
"Iya..aku masih waras.
"Aku Lebih mementingkan nyawaku dari pada keinginanku.
Ucapnya.
Lagian Masalah ini sudah di bahasnya dengan orang tuanya dan orangtuanya juga mendukungnya.
Lebih baik mereka kehilangan posisi dari pada Putri mereka.
"Kenapa kau harus mundur.
"Bukankah enak jadi selir Putra Mahkota?
"Kau juga tinggal di tempat yang nyaman dan Mewah.
Tuturnya terkesan Seakan menunjukkan perhatianya.
"Ckk..bilang saja kau bahagia kan?
"Mengingat sainganMu sudah berkurang.
"Lagian aku juga bisa hidup mewah dengan harta kedua orang tuaku.
"Walaupun Paviliunku tidak semewah yang disini. "Setidaknya aku nyaman tinggal dan tidak menjalani aturan yang menyiksa batinku. Ucapnya jujur.
Sungguh dia sangat tersiksa semenjak dirinya memasuki istana ini.
Dia yang biasa hidup bebas sangat terkekang dengan aturan aturan di Istana.
"Terserahlah jika itu maumu.
"Aku sudah mencoba meghentikanmu.
"Jadi suatu saat jangan kau menyesalinya.
"Setidaknya aku sudah membayar hutangku. Mengingat kita satu perguruan di Akademi Kultivator. Terangnya.
"Terimakasih.
"Tapi maaf saya tidak melihat ketulusan mu.
"Dan lagian kita tidak sedekat itu.
Ucap selir keempat sinis.
"Ckk dasar... walaupun kau ingin bercerai dengan Putra Mahkota.
"Saat ini aku masih selir kedua yang harus kau hormati.
Pekik selir ke dua yang gila gila hormat.
__ADS_1
Membuat selir keempat memutar bolanya matanya malas.
"Baiklah..Terimakasih selir kedua.
Ucapnya remeh sambil berdiri.
Dan menunjukkan hormatnya ala-ala selir yang biasa di lakukan sesuai aturan dan budaya Istana kerajaan Phoenix
"Dan perlu ku ingatkan lagi.
"Sepertinya kau harus bisa mengalahkan kelicikan selir pertama.
"Gimanapun kita sama sama satu perguruan dulu.
"Dan selir pertama sudah menguasai sihir tingkat tiga.
Sementara dirimu masih tingkat dua.
Berhati hatilah.
Ucapnya tulus.
"Aku tidak takut.
Balas santai.
Dia tau syarat menjadi Permaisuri setidaknya bisa menguasai sihir
Mengingat itu pikiranya terbayang kepada selir kelima yang tidak bisa melakukan sihir.
Selamanya Dia akan menjadi selir.
Ucapnya seperti berbisik tetapi masih bisa di dengar selir keempat.
"Walaupun selir kelima tidak bisa sihir dan tidak bisa menempati posisi Permaisuri setidaknya dia melahirkan penerus Putra Mahkota.
"Posisinya masih aman. Lagian Putra Mahkota begitu menjaganya.
"Sebaiknya pikirkan posisimu.
"Bersiap siaplah kau di tendang selir pertama . Ucapnya tertawa. kini sifatnya kembali ke mode biasa.
"Kau...
Geram selir kedua.
Kata kata itu seperti kutukan baginya.
Selir kedua langsung beranjak pergi dari Paviliun selir keempat
Sementara selir keempat sangat puas melihat wajah merah padam selir kedua.
"Cihh...Dasar wanita wanita serakah. Umpatnya
Dia tau sifat selir pertama dan kedua.
Mereka mempunyai ambisi dan obsesi yang tinggi.
Dia juga yakin di balik kejadian baracun itu pasti ulah salah satu kedua wanita itu.
Kasihan sekali selir ketiga menjadi korban.
Dan lebih asihan lagi selir ke-lima yang akan jadi mainan rubah rubah licik itu. Batinya.
Di istana Utama tepat di kediaman Putra Mahkota.
Selir kelima masih terlelap dalam tidurnya.
Putra Mahkota Ba Xi'an. Telah selesai dalam urusanya dia kembali ke kamarnya melihat istri yang di rindukan.
Baru beberapa jam di tinggalkan rasa rindu sudah menyeruak di dadanya. Padahal istrinya itu tinggal satu atap denganya hanya jarak ruang kerjanya yang memisahkanya tetapi karena tidak melihat wajah cantik itu tiba tiba saja rasa rindu itu datang dan menumpuk di relung hatinya.
Dia mengecup singkat kening putih itu. Lalu melangkah dari sana Ba Xi'an langsung membersihkan dirinya. Setidaknya saat istrinya sudah bangun Dia sudah bersih dan Wangi. Mengingat itu senyum tipis terukir di bibirnya.
Ivona membuka matanya saat Dia merasakan pergerakan di di tempat tidur itu. Netranya masih sedikit kabur.
"Kau sudah bangun hmm?
Tanya Ba Xi'an lembut. Tangan kanannya mengusap lembut pipi Ivona.
Ivona kembali merasakan getaran di hatinya jantungnya memompa mompa dengan sangat kuat .
__ADS_1
Ditamba dengan aroma yang di keluarkan suaminya itu membuat Ivona semakin berdesir. Seandainya mereka memiliki hubungan istri yang harmonis Dia akan meminta lebih kepada suaminya itu.