Cinta Sang Dewa Dingin

Cinta Sang Dewa Dingin
EPISODE. 152


__ADS_3

Jing Huli sungguh kesal.


"Jangan kalian bawa-bawa namaku.


"Aku tidak merindukanya.


Jing Huli langsung membantah perkataan Dewa Bintang.


Dewa Hukum Membuka matanya, Di tatapnya satu-persatu yang berdiri di depanya.


Matanya menatap tajam Jing Huli.


"Wanita ini , Ucapanya selalu saja menyakitkan. Batinya.


"Kalian Pergilah.


Dewa Hukum kembali menutup matanya.


"Hei kalian..Kenapa kalian menganggu yang Mulia Dewa Hukum.


Teriak seorang wanita yang berambut pirang dan menghampiri Ke enam sosok itu.


"Maaf Dewi.


Ucap Dewa Takdir, Menunduk.


"Siapa kalian?


"Berani-beraninya kalian mengganggu yang Mulia.


Wanita itu menatap tajam.


"Maaf Dewi, istri dari Dewa Hukum sedang merindukanya.


Ucap Dewa Bintang.


Wanita itu dan yang lainnya terkejut mendengar perkataan Dewa Bintang.


Dewa Hukum langsung membuka matanya, Dia tidak percaya dengan perkataan Sahabatnya itu.


Dewa Hukum hanya bisa diam saja. Dia juga tidak ingin di ganggu wanita berambut pirang itu.


Karena wanita itu datang setiap hari mengunjunginya.


"Istri Dewa Hukum.


Lirih wanita itu, Matanya menatap ke dua wanita yang di depanya.


"Siapa diantara kalian istrinya.


Tanya wanita itu.


Lian dan Huli hanya diam. membuat wanita itu menggeram.


"Kalian bisu?


Tanyanya sinis.


"Di antara kami tidak ada istrinya. Jawab Huli datar.


Wanita berambut pirang itu kembali menatap Dewa Bintang.


Meminta penjelasan.


"Dia istrinya Dewa Hukum.


"Istri masa depanya, Maksudku.


Ucap Dewa Bintang santai sambil menunjukkan Jing Huli.


"Cihh..Wanita seperti dia tidak cocok untuk yang Mulia Dewa Hukum.


'"Kalian hanya peri-peri rendahan.


Hina wanita itu yang mengira Dewa Bintang dan rombonganya hanyalah peri.


"Maaf Dewi. Ucap mereka serentak.


"Kalian pergi dari sini.


Usir wanita itu seenaknya.


Lian dan yang lainnya meninggalkan Dewa Hukum dan wanita berambut pirang itu.


Dewa Hukum menahan tawanya.


Entah apa yang di rencanakan para sahabatnya itu.


Dia yakin, Mereka tidak akan melepaskan wanita berambut pirang ini begitu saja.


"Dia mengira kita peri.

__ADS_1


Gerutu Dewa Takdir tidak terima.


"Huli, hati-hati sainganmu ada, bisik Dewa bulan ketelinganya. membuat Huli membeku.


Jantungnya bertalu-talu saat Dewa Bulan itu berbisik dan mendekat.


Dewa Bulan merasa sedikit tidak nyaman saat hidungnya mencium aroma tubuh Huli yang membuatnya tiba-tiba panas dingin.


Tapi dia langsung menepis perasaanya itu.


"Aku harus memberikanya pelajaran sedikit.


"Bagaimana jika kita mengubah warna rambutnya itu menjadi Putih.


Ucap Dewa Bintang saat mereka sudah mulai menjauh dari wanita itu.


Bahkan wanita itu masih setia menatap punggung mereka.


"Aku setuju, Lakukanlah


Dewa Matahari yang kesal langsung menyetujui ide Dewa Bintang.


Hanya menjentikkan jarinya rambut wanita itu langsung berubah Putih.


Sementara wanita yang masih memandang sinis itu tidak menyadari rambutnya sudah di warnai oleh Dewa Bintang.


Sekuat tenaga Dewa Hukum menahan tawanya.


"Yang Mulia tidak perlu khawatir.


"Para peri-peri rendahan itu tidak akan menganggu yang Mulia lagi.


Suara wanita itu sangatlah merdu.


Dia juga mengerutkan keningnya saat melihat Dewa Hukum sepertinya ingin tertawa.


"Kenapa dengan yang Mulia. Batinya


"Terimakasih Dewi.


Ucap Dewa Hukum sambil tersenyum, Walaupun dirinya tidak suka mendengar perkataan wanita itu.


Karena wanita itu mengatakan para sahabatnya dan yang lainnya peri.


Dewa Hukum mencoba mengikuti permainan para sahabatnya.


"Kakak kenapa usil sekali.


"Kakak tidak usil, Kakak hanya memberikan dia sedikit kenang-kenangan.


Terang Dewa Bintang santai.


Lian mengelengkan kepalanya.


"Itu masih wajar, Berani sekali dia menghina kita.


Gerutu Huli. Dia bahkan ingin mengubah wajah wanita itu sepuluh ribu tahun lebih Tua.


Mereka melanjutkan perjalanan ke alam Salju.


Salah satu alam yang paling dingin. Melebihi kutub Utara.


Mereka singgah di salah satu restoran yang cukup ramai di sana.


"Disini sepertinya berbau salju semua.


"Apa mie yang di jualnya juga mie yang beku?


Tanya Lian polos.


Dewa Bintang dan Dewa Bulan langsung ngakak.


Sehingga mengganggu para pelanggan restoran itu.


"Hai bocah tengik..Kalian bisa diam?


Teriak salah satu laki-laki yang sudah berumur.


"Siapa yang bocah tengik.


Ucap Dewa Matahari langsung berdiri.


"Kakak duduk saja.


Lian mencekal pergelangan tangan Dewa Matahari yang mau menghampiri laki-laki itu.


"Sayang lepaskan tanganmu.


Titah Heng Yuze dari istananya.


Lian mengangguk. Lalu melepaskan tangan Dewa Matahari.

__ADS_1


"Hati-hati suamimu yang posesif itu sedang memantau. Bisik Huli.


Mereka menyantap hidangan yang ada di depan Mereka.


"Lumayan. Ucap Jing Huli dan di angguki Lian.


"Hei bocah-bocah Tengik, Sepertinya kalian berasal dari keluarga yang kaya.


"Sini, serahkan permata atau kristal yang kalian punya.


Ucap laki-laki tua yang tadi, Dia tidak sendiri.


Laki-laki itu dan kawan-kawanya Menghampiri meja Lian.


"Orang-orang di klan salju ini sungguh kasar-kasar. Ucap Lian melalui telepatinya.


"Sayang pulanglah, Aku sangat merindukanmu.


Ucap Heng Yuze.


Ke empat Dewa itu memutar bola matanya.


Saat mendengar perkataan Heng Yuze.


Dewa Bintang mengeluarkan beberapa bola kristalnya.


"Pergilah kalian. Ucap Dewa Bintang sambil memberikan Bola kristal itu satu-satu.


"Cihh..Kau kira kami mau pergi begitu saja.


"Kami ingin mengajak wanita-wanita ini bersenang-senang dulu.


Ucap laki-laki itu sambil menyeringai.


Matanya menatap Lian penuh nafsu.


"Syaap.


Heng Yuze langsung hadir di tempat itu dan menatap tajam para berandalan itu.


"Yang Mulia Putra Mahkota..Lirih mereka dengan tubuh bergetar.


"Salam untuk Dewa Putra Mereka.


Ucap ke empat Sahabatnya.


"Berani-beraninya kalian menganggu istriku.


Ucap Heng Yuze dengan suara beratnya.


Ke empat klan salju itu terkejut.


Mereka tidak menyangka wanita muda yang sangat cantik itu Istri dari Dewa Putra Mahkota.


"Jadi wanita ini Sang Dewi Tinggi Phoenix?


Tanya mereka dalam hati.


"Pergilah ke alam petir.


"Petir itu tidak akan berhenti sampai kalian menyadari ke salahan kalian itu.


Ucap Heng Yuze Dingin.


Membuat para klan salju itu membeku.


Mereka takut tubuh mereka yang lemah itu tidak sanggup menerima cambukan Petir.


Heng Yuze langsung melayangkan tanganya ke udara. Mencampakkan ke empat sosok laki-laki dari klan salju itu ke alam petir.


"Sayang..Sudah bisa kita Pulang?


Suara Heng Yuze berubah jadi lembut.


Lian memanyunkan bibirnya.


"Bagaimana jika sayang ikut saja.


Ujar Lian Matanya berbinar-binar membujuk suaminya Heng Yuze.


Heng Yuze tersenyum, makanlah aku akan mengikuti kemauan mu.


Ucapnya sambil mengecup singkat bibir manis istrinya.


"Ckk..Tidak di dunia fana, Tidak disini, si Putra Mahkota ini tingkahnya tetap sama.


Batin Jing Huli.


"Kenapa si Dewa Mesum ini datang.


Batin Dewa Bintang.

__ADS_1


Mereka melanjutkan perjalanan ke lembah Iblis. Mereka sengaja ke sana untuk melihat penjara iblis itu. Dan memastikan sihir penjara iblis.


__ADS_2