Cinta Sang Dewa Dingin

Cinta Sang Dewa Dingin
EPISODE. 98


__ADS_3

Layaknya sepasang  suami istri yang menjalani kehidupan biasa.


"Aku hanya istirahat. Ucap Kaisar sedikit tersenyum licik. Dia akan membuat istri manjanya itu terkena masalah.


""Ckk..Dasar. umpat Permaisuri.


""Aku akan pergi menemui cucu tampanku.


""Hmm...


""Tutup pintunya rapat.


""Aku tidak ingin terganggu.


Sang Kaisar pura-pura menutup kedua matanya menunggu sang istri pergi dan menghadapi kedua cucu mereka.


Permaisuri tidak terlalu memperhatikan gelagat aneh suaminya. Saat ini dirinya ingin cepat-cepat menghilang dari Kamar itu. Saat dirinya membuka kamar. Permaisuri melihat seluit anak kecil yang di yakini itu adalah cucunya.


Senyum lebar telah terpampang jelas di wajah Permaisuri.


Dirinya tidak perlu lagi repot-repot untuk mengunjungi ke dua cucunya. Karena saat ini kedua anak kecil itu telah berkunjung sendiri ke istananya.


Saat dirinya ingin menyapa kedua bocah kecil itu. Dirinya tidak sengaja melihat wajah datar cucu pertamanya.


""Apakah kakek Kaisar ada?


Tanyanya pada Kasim Tua itu dengan raut wajah yang tidak bisa di bohongi. Bahkan Kasim itu sedikit terintimidasi dengan tatapan tajam milik Pangeran pertama itu.


""Ada Pangeran.


Ucapnya sedikit kaku.


""Tolong bangunkan kakek Kaisar dan sampaikan aku ingin minta tolong kepada kakek Kaisar untuk membangunkan ayah dan ibuku yang tak bangun-bangun bahkan tidak ada yang bisa masuk ke kamar ayah. Aku ingin kakek kesana dan membangunkan ibumu. Ucapnya panjang lebar.


Membuat kedua mata Permaisuri terbelalak.


Akhirnya dia mengerti dengan kekonyolan suaminya itu. Bisa-bisanya suaminya itu tidak mengatakan hal sepenting ini.


"Apakah dia mau mengorbankanku.


Batin Permaisuri.


Permaisuri melangkahkan kakinya sambil berjinjit supaya tidak di dengar kedua cucunya bahkan para dayang yang sudah siap mendampingi Permaisuri terkejut dan meniru cara berjalan Permaisuri


walaupun mereka sedikit binggung mereka tetap melakukannya.


""Brakk.


Kali ini sang Kaisar yang terkejut. Takut cucunya yang memaksakan masuk ke kamarnya.


Saat dirinya melihat istrinya yang masuk dan menutup pintu kamarnya akhirnya sang Kaisar bisa bernafas lega.


"Kau..


Ucap Permaisuri geram.

__ADS_1


Sementara sang Kaisar pura-pura tidak perduli.


Saat sang Permaisuri ingin memaki suaminya suara anak kecil terdengar di depan pintu kamarnya.


""Kakek.. Apakah kakek masih tidur?


Permaisuri langsung melompat ke tempat tidur.


Permaisuri dan Kaisar kalang kabut mereka menarik selimut untuk menutupi semua tubuh mereka supaya tidak terlihat. Dandanan Permaisuri sudah tak terkondisikan lagi. Dirinya tidak perduli dengan riasanya yang sudah berantakan. Saat ini dirinya ingin menyelamatkan diri.


""Mungkin kakek masih lelah seperti yang di bilang Kasim Tua ini kakak. Ucap Ba Xi'O sambil menunjukkan Kasim Tua yang setia berdiri di depan kamar sebagai tameng untuk menghentikan ke dua Pangeran itu. Keringat dingin telah membanjiri tubuhnya dirinya tidak menyangka akan kalah dari anak kecil yang sangat mengintimidasi itu.


""Apakah nenek juga sama?


""Mungkin mereka semua kelelahan kakak.


"Sebaiknya kita kembali saja kak.


""Pasti sebentar lagi ibu dan ayah bangun.


""Ayok. Kak. Ajak Ba Xi'O.


""Maaf telah mengganggu. Ucap Lie Zhu kepada Kasim Tua dan Kasim tua membalasnya dengan anggukan serta senyum teduhnya.


""Setidaknya Pangeran pertama lebih bersikap hangat di bandingkan Putra Mahkota. Batin sang Kasim sambil melihat Pintu besar itu dan mengelengkan kepalanya melihat tingkah Kaisarnya.


""Apakah mereka sudah pergi?


Permaisuri bertanya sedikit ngos-ngosan.


""Huuufff.


""Akhirnya . Ucap Permaisuri lega.


""Aku akan memukul anak Nakal mu itu nanti. Ancam Permaisuri.


Wajahnya sudah merah padam menahan rasa jengkelnya kepada Putra semata wayangnya.


Rambutnya yang berantakan dan berdiri itu membuat Permaisuri terlihat seram. Sampai Sang Kaisar bergidik ngeri.


""Ayah dan anak sama saja sama-sama tidak bisa menahan diri. gerutu Permaisuri dan masih bisa di dengar sang Kaisar.


Kaisar memicingkan matanya.


""Karena hari ini aku sedikit lenggang gimana jika kita melakukan olahraga yang mendebarkan. Godanya kepada sang istri kedua tanganya sudah merangkul pinggang istrinya. Wajah yang sempat menyeramkan baginya kini berubah bak malaikat tanpa sayap.


Pipih Permaisuri bersemu merah.


"Kenapa yang Mulia jadi mengarah kesana. Ucapnya sambil memukul manja dada sang Kaisar.


""Ih..istriku sangat menggemaskan godanya. Dan langsung melakukan aksi orang halal itu.


Sementara di kamar yang mewah dan megah. Ivona mengerutkan keningnya saat Ivona merasakan Badanya terasa berat dan sesak.


Ivona membuka matanya dan terbelalak dengan apa yang di lihatnya. Suaminya menatapnya dengan senyuman nakalnya.

__ADS_1


"Alaram kewaspadaan langsung berbunyi keras di benak Ivona.


Ivona menggeleng menolak suami mesumnya.


""Tii...tidak bisakah kau berhenti?


""Tubuhku sudah lelah. Ucapnya lesu.


Ba Xi'an tidak menghiraukan ucapan sang istri.


Ba Xi'an langsung memopong istrinya itu kekamar mandi.


""Kauu...kau mau kemana membawaku?


""Kekamar mandi aku akan memandikanmu sayang.


Ucap Ba Xi'an masih mengukirkan senyum menggoda.


Di kamar mandi bukanya mandi dengan waktu yang singkat Ba Xi'an memandikan istrinya dengan mandi plus-plus.


Ivona tidak bisa lagi melawan badanya terlalu lemah menolak laki-laki gila itu. Dan sialnya laki-laki itu masih suaminya yang sangat dicintai Ivona.


Setelah Ba Xi'an merasa puas. Dia kembali mengangkat tubuh Ivona ketempat tidur dan langsung membantunya memasang gaun sang istri.


Sebelumnya Dia telah menyuruh sang Kasim mempersiapkan makanan yang bergizi untuk istrinya melalui telepati.


Dia tidak ingin egois walaupun sebenarnya dia sudah sangat egois karena telah menyiksa istrinya habis-habisan.


Ba Xi'an tidak tega membiarkan istrinya melayaninya seharian.


Dengan telaten Ba Xi'an menyuapi sang istri.


""Aku bisa makan sendiri.


""Lebih baik kau makan saja. Ucap Ivona


"Apakah laki-laki ini tidak merasakan lapar. Batin Ivona


Apalagi jika Ivona mengingat di acara  perjamuan itu. Suaminya itu bahkan tidak menyentuh makanan yang di depanya. Suaminya itu hanya meminum teh itu pun hanya beberapa kali.


""Aku akan makan jika sayang sudah kenyang. Jawab Ba Xi'an sambil melap bibir istrinya yang sedikit belepotan karena cara makan istrinya itu yang terburu-buru.


""Pelan-pelanlah masih banyak makanan jika sayang ingin tambah. Ba Xi'an merasa bersalah melihat cara istrinya makan Seperti kesetanan.


""Kau telah menghukumku dengan sangat keji. Ucap Ivona datar.


""Itu bukan hukuman sayang. Itu hadiah.


Ivona memutar bola matanya malas. Telinganya tidak aneh lagi mendengar ucapan absurd suaminya itu.


""Terserah.


Ivona malah senang karena tidak perlu mengeluarkan tenaganya untuk memakai kedua tanganya yang sudah lemas. Bahkan dirinya tidak yakin akan sanggup mengangkat sumpit dan sendok itu.


Hampir seluruh isi meja habis di lahap Ivona jika tidak memikirkan suaminya yang belum makan mungkin dia akan menghabiskan makanan itu tanpa sisah.

__ADS_1


Sementara Ba Xi'an merasa senang. Tidak lama lagi perjuangan tadi malam sampai siang ini akan membuahkan hasil.


__ADS_2