
Degg...jantung Ivona berdetak.
Matanya menatap ke depan..semuanya sunyi. Semua yang hadir disana menatapnya dengan pandangan rumit.
Bahkan Ba Xi'an juga bingung kenapa istrinya itu hanya duduk Diam.
""Nak..majulah kedepan terima Dekrit.
Suara bariton untuk yang kedua kalinya dari sang Kaisar membuyarkan kebingungan Ivona.
Ivona berdiri..mengangkat perut besarnya sedikit susah dan di bantu dua pelayan.
" Hamba menghadap kepada yang Mulia Kaisar. Ivona membungkuk.
"Dekrit Kaisar.
"Karena pengorbanan dan perjuangan selir kelima yang bertahan selama lima bulan dari kejadian beracun dan akhirnya kembali sehat serta kandunganya selamat.
"Yang Mulia Kaisar mencabut hukuman selir kelima untuk di asingkan ke hutan dingin.
" Dan di ganti dengan Berdoa kekuil leluhur selama satu bulan untuk meminta pengampunan serta kejayaan kerajaan Phoenix. Suara lantang Kasim menggema di aula itu.
Ivona membeku...Dirinya tidak menyangka hukumannya di cabut.
Seketika perasaanya campur aduk.
Ivona sudah tidak berniat tinggal untuk lebih lama di Istana yang penuh sandiwara itu.
" Terimakasih hamba ucapkan yang Mulia.
Ivona menerima Dekrit itu dengan perasaan bimbang.
Ibu Suri meneteskan air matanya. Dia tidak menyangka akhirnya cucu menantunya itu akan bebas.
" Apakah ada yang kamu tanyakan sayang? Tanya Ibu Suri. Dia yakin Ivona menyimpan pertanyaan di hatinya.
Ivona memandang Ibu Suri dengan wajah berbinar.
" Yang mulia..
"Apakah hamba bisa membesarkan anak Hamba?
Sorot matanya seakan memohon ke pada sang Kaisar.
Kaisar terkekeh geli...menurutnya pertanyaan itu sudah ada jawabannya barusan dengan Dekritnya.
"Bisa" Kaisar menjawab simpel.
Ivona merasa senang mendengar jawaban Kaisar dia tidak perlu lagi meninggalkan anaknya atau memisahkan anak-anaknya.
" Yang Mulia Bukankah peraturannya setiap keturunan selir. Di besarkan oleh Permaisuri.? "Apalagi selir kelima posisinya sebagai selir sanding yang bisa di turunkan atau di pulangkan kapan saja.
Ucap salah satu Mentri pembukuan.
Salah satu Mentri yang hidup dengan aturan istana.
Dirinya tidak mempunyai ambisi atau sesuatu yang di dukung saat ini.
Tetapi Mentri pembukuan adalah sosok pendeta dari kuil suci yang menjunjung tinggi Dewa Agung.
__ADS_1
Dan menurutnya ucapanya itu sesuatu yang wajar untuk dipertanyakan. Dia tidak pernah berpikir untuk melukai selir pertama.
"Senyum Ivona memudar.
" Memang peraturan Istana seperti itu.
"Tetapi saat ini selir pertama masih menguasai sihir tingkat empat.
" sementara selir kedua masih sihir tingkat tiga. "Jika selir pertama atau selir kedua sudah menguasai sihir tingkat tujuh maka salah satu dari mereka akan di angkat menjadi Permaisuri. "Dan untuk saat ini keturunan Putra Mahkota akan di bimbing oleh Permaisuriku.
"Gimana menurut Putra Mahkota?
Tanya Kaisar.
Dirinya tidak menyangka pertanyaan sepele dari selir kelima akan melebar.
Ba Xi'an sedari tadi menatap lekat Ivona.
Setiap ekspresi yang di tunjukkan Ivona tidak lepas dari pengamatannya.
Ba Xi'an diam...tetapi tanganya bergerak ke udara.
Sebuah bola kristral sihir terbang ke udara.
Lalu bola kristal itu diambil oleh Kasim
" Berikan bola kristal itu kepada selir pertama. Supaya selir pertama cepat naik tingkat dan menguasai sihir tingkat tujuh.
Ucapnya datar.
Ba Xi'an tidak pernah berpikir tindakannya itu telah melukai wanitanya.
Ba Xi'an hanya berpikir jika dirinya sudah mengangkat Permaisuri.
Masalah anaknya dia akan memantaunya sendiri tanpa ikut campur Permaisuri yang baru diangkat.
Mau gimanapun dia tidak suka buah hatinya dengan wanita yang di cintainya didik wanita lain.
Hal itu tidak akan pernah terjadi.
Sementara pengangkatan Permaisuri hanya formalitas saja.
Pelan-pelan dirinya akan mengubah itu semua.
Dan hanya wanitanyalah yang layak menjadi Permaisuri dan membesarkan anak-anaknya nanti.
Sekuat tenaga Ivona menahan perih di hatinya. Dia mencoba mencubit pahanya untuk tetap merasakan sakit dan mencegah air matanya keluar.
Menurutnya tidak ada gunanya menangisi pria yang sudah berulang ulang menyakiti perasaanya.
Bahkan hari ini belum berlalu sehari tetapi Putra Mahkota sudah melukainya dua kali hanya demi selir pertama.
Selir pertama merasa senang dan bahagia menerima bola kristal itu.
Tidak sampai satu bulan lagi dia akan cepat menerobos sihir tingkat tujuh.
Sebentar lagi posisi Permaisuri akan menjadi miliknya. Lelaki yang di cintainya akan hidup berdampingan denganya di Istana utama.
Dan wanita penggoda itu akan di usir dari Istana utama.
__ADS_1
Selir pertama merasa puas.
Pikiran liciknya untuk membunuh Ivona akan segera terlaksana.
Selir kedua memasang wajah murungnya.
Dia merasa Putra Mahkota tidak adil. Dia tau selir pertama tidak akan terkalahkan.
Mau gimanapun selir pertama adalah wanita yang diangkat Putra Mahkota pertama kali menjadi selirnya.
Orang- orang yang hadir di sana kembali berbisik bisik. Ivona tidak memperdulikanya. Lukanya di hatinya cukup lebar hari ini. Dia tidak ingin menambahkannya.
" Nak..kembalilah ketempatmu.
"Aku rasa kaupun sudah mengerti ucap kaisar tersenyum.
Dia tidak tau apakah tindakan Putranya itu melukai selir pertamanya atau tidak sang Kaisar hanya menghembuskan nafas beratnya. Mudah-mudahan Putranya itu bisa menyelesaikan kekacauan ini.
Batinya lesu.
IVONA mengangguk...kembali ke tempat duduknya.
Selir kedua datang menjumpainya...lalu mengangkat teh yang di tanganya tinggi-tinggi dan berguman.
"Nasibmu dan nasibku tidak jauh beda.
"Kita berdua hanyalah sekumpulan orang orang yang tidak mendapatkan kasih sayang Putra Mahkota ucapnya bergetar.
Dan secara tidak langsung menambahkan luka yang semakin lebar di hati Ivona.
Ivona membalasnya dengan mengangkat Teh di tanganya. Rencana awal yang di batalkan sebelumnya kini Ivona akan melanjutkannya.
Ibu mana yang mau anak-anaknya di asuh oleh istri suaminya yang lain. Jika dia sudah mempunyai kekuatan yang sama dengan Putra Mahkota suatu saat dia akan merebut Putranya. Ivona tidak mengharapkan cinta Putra Mahkota lagi. Biarlah rasa cintanya terhadap Putra Mahkota di kuburkanya pelan-pelan sekalipun itu susah.
Ivona kembali ke Istana utama... walaupun acaranya belum selesai tetapi Ivona memberi alasan badanya lelah karena terlalu lama duduk. Dan Ba Xi'an mengizinkannya dengan perasaan cemas melihat wajah istrinya yang tampak kelelahan.
Ivona membaringkan tubuhnya di tempat tidur itu dengan posisi miring. Nafasnya sesak jika tidur terlentang. Kedua mata itu di pejamkanya.
Besok dia akan mencari alasan yang tepat untuk pindah dari Istana utama itu.
Ceklek...
Ba Xi'an melihat tubuh istrinya yang terlelap.
Ba Xi'an mengecup singkat keningnya. Lalu berbisik.
"" Istriku pasti lelah.
Setelah mengantikan pakaian malamnya Ba Xi'an mengistirahatkan tubuhnya yang juga lelah seharian ini.
Dirinya memeluk tubuh Ivona dengan posesif menghirup kuat aroma kesukaannya itu.
Tangan kanannya mengusap usap perut Ivona.
Ivona dapat merasakan gerakan suaminya itu. Dan dia diam saja.
Dirinya terlalu lelah untuk berbicara.
Pagi hari telah tiba...entah kenapa pagi ini terasa dingin.
__ADS_1
Membuat Ivona membuka kedua matanya.
Tadi malam kedua mata itu tidak tidur terlelap.