
"Apakah kau pantas menjadi Ratu Phoenix?
"Apakah kau memiliki darah murni Phoenix?
Tanya Heng Yuze dengan wajah tidak sukanya.
Wanita itu penuh dengan kepalsuan bagi Heng Yuze. Jika wanita itu berhasil mengambil hati para Penatua terutama Ratu Phoenix, Tidak bagi Heng Yuze. Dia bisa mengetahui mana yang benar-benar bersih, dan Mana yang bersikap penuh kepalsuan.
Di wajah wanita itu telah terlukis semua.
Ambisi, Amarah, Kecemburuan, Rasa iri, memanipulasi. Semua tertulis di sana.
Wanita itu juga tidak di takdirkan langit untuk menjadi seorang Dewi biasa.
"Kenapa wanita ini sampai bisa memasuki Aula ini. Pikirnya.
Tubuh Xi Lin membeku di tempat saat dua pertanyaan itu keluar dari mulut Dewa Tinggi Putra Mahkota.
Pertanyaan pertama masih bisa di jawabnya. Dia sangat pantas jadi Ratu Phoenix.
Jika pertanyaan ke-dua, Xi Lin tidak bisa menjawabnya karena dirinya tidak memiliki darah Murni Phoenix. Dia hanya dari klan burung biasa yang bisa mencapai Nirwana. Sehingga dirinya bisa menginjak alam Phoenix dan menjadi murid kesayangan Ratu Phoenix.
"Kau bisa menjawab ku?
"Atau di antara kalian ada yang bisa menjawabnya.
"Sekalipun kau merasa memiliki kekuatan yang besar.
"Itu tidaklah seberapa di bandingkan kekuatan milik Dewi Phoenix Murni.
"Kekuatanmu hanyalah seperti debu yang bisa di tiup angin.
Terang Heng Yuze. Mulut pedasnya kembali berucap.
Semua penghuni aula itu terdiam.
Mereka mengerti dengan perkataan Dewa Tinggi Putra Mahkota.
'Di bandingkan dia, Wanitaku ini lebih cocok memegang alam Phoenix.
Ucap Heng Yuze lembut sambil mengusap Surai panjang milik Chang Lian.
"Apa kalian keberatan dengan keputusanku?
Timpalnya sambil melihat satu-persatu penghuni aula itu. Tatapan yang mengintimidasi itu mampu membuat penghuni aula tidak bergerak.
Aura di Aula itu tiba-tiba saja terasa mencekam.
Xi Lin mengepalkan tangannya dengan kuat.
Dia menatap tajam Chang Lian.
Sikap Dewa Tinggi sangatlah lembut kepadanya.
"Wanita muda ini tidak akan mampu memimpin alam Phoenix.
"Hal itu tidak akan ku biarkan.
Batinya sambil menggertakkan giginya.
Dia penasaran siapakah wanita itu?
"Putri Dewi Phoenix saja bisa kubunuh.
"Apalagi wanita muda lemah itu.
"Ciihh.. Pikir Xi Lin dalam hati.
__ADS_1
Hening..
Tidak ada yang berani menolak Sang Dewa yang berkuasa itu.
"Yang Mulia, Wanita itu masihlah sangat muda.
"Apakah dia pantas menjadi pemimpin alam Phoenix. Ucap Xi Lin sambil tersenyum manis.
"Apa maksud mu?
"Apakah kau meragukannya dan menentang keputusan Dewa Tinggi Putra Mahkota?
Suara itu keluar dari mulut Ratu Phoenix.
Dia menatap tajam muridnya itu.
Ratu Phoenix tidak menyangka murid yang di banggakannya telah merendahkan cucunya.
Dia baru tau, Ternyata muridnya ini memiliki ambisi untuk menjadi Ratu di alam Phoenix miliknya.
Penghuni Aula itu kembali terkejut saat sang Ratu mereka membela wanita muda yang belum mereka kenali itu.
Bahkan muridnya yang mereka kira sangat di banggakan itu, Kena marah oleh Sang Ratu.
Mereka semakin penasaran dengan sosok wanita muda dan cantik itu.
Xi Lin terkejut batin saat Sang Ratu Phoenix bertanya kepadanya dengan tatapan tajamnya. Tatapan yang tidak pernah lagi di lihatnya semenjak menjadi murid kesayangan Sang Ratu. Bahkan dia bisa melihat api ke marahan di sana.
Xi Lin semakin membenci Chang Lian.
"Apa yang telah di lakukan wanita rendahan itu?
"Kenapa, Ratu membelanya, Bahkan beberapa hari ini Ratu bersikap dingin kepadaku. Monolog Xi Lin dalam hati.
Dia mengutuk Chang Lian habis-habisan.
"Aku yakin dia belum mempunyai kekuatan yang cukup tinggi.
Terang Xi Lin masih menampilkan senyum teduhnya.
Ratu Phoenix memicingkan matanya. Muridnya itu meremehkan kekuatan cucunya yang telah di turunkan Langit.
"Apakah kau mau merasakan kekuatan miliknya?
Ucap Ratu Phoenix sedikit menyeringai.
"Dan ingat, Jangan panggil aku Guru.
"Panggil aku yang Mulia.
"Bukankah kau sudah di ingatkan?
Ucap Ratu Phoenix dengan datar.
Wanita itu telah menghina cucunya.
Dia ingin menampar mulut wanita itu.
Xi Lin kembali mematung di tempat.
Ternyata Ratu nya itu sudah sangat menyayangi Wanita Muda yang duduk di singgasana itu.
Bahkan Dia sendiri saja tidak pernah menduduki itu. Wanita itu baru datang sudah duduk disana.
Hatinya memanas.
Dia ingin sekali mengeluarkan sihir apinya dan membakar wanita itu hidup-hidup.
__ADS_1
"Majulah, Jika kau ingin menantangku.
Suara lembut dan dingin itu membuat penghuni Aula itu merinding.
Mereka tidak menyangka wanita yang mereka anggap lemah itu mampu membuat mereka ketakutan.
"Siapa wanita ini?
"Apakah Dia Dewi ?
"Tidak mungkin dia seorang Dewi, Sementara dia masihlah sangat muda.
"Kecuali dia pilihan langit. Mungkin mereka akan percaya.
"Lagian hanya Dewa dan Dewi tertentu yang mendapatkan berkat dari Langit.
"Lagian mereka tidak ada mendengar berita tentang Dewi pilihan langit.
Batin mereka bertanya-tanya dalam hati.
"Aku siap melawanmu. Ucap Xi Lin sambil tersenyum sinis. Wajah angkuhnya terpatri di sana.
"Aku akan membunuhmu.
Batin Xi Lin sambil menyeringai. Mumpung ada kesempatan melukai wanita ini. Dia tidak akan melewatkannya begitu saja. Dia akan memberikan penyiksaan yang sangat mengerikan untuk wanita yang masih duduk santai itu.
"Apa dia gila..
Bisa-bisanya dia menantang Dewi Tinggi Phoenix.
Ucap Dewa Bintang melalui telepatinya.
"Orang akan gila jika sudah berhadapan dengan kekuasaan. Jawab Dewa Matahari kesal.
Dia ingin menampar wajah wanita yang meremehkan adik cantiknya Chang Lian.
"Orang yang menganggap dirinya tinggi akan menganggap remeh lawannya.
"Padahal dia tidak menyadari di atas langit masih ada langit. Balas Dewa Bulan.
"Mungkin ini hari terakhirnya. Timpal Dewa Takdir.
Entah kenapa ada sosok wanita rendahan sepertinya di alam Phoenix ini. Membuat nama alam Phoenix yang bermartabat tercoreng akibat sifat angkuh wanita itu. Pikir Dewa Takdir.
Xi Lin maju ke depan.
Dia membuat lingkaran api di Aula itu.
Para penghuni klan Phoenix itu terkejut di tempat. Mereka takut sosok wanita cantik yang duduk di singgasana terbakar oleh Api Phoenix milik Xi Lin.
Jika para klan Phoenix itu sedang getar-getir. Ke empat Dewa muda itu memutar bola matanya malas.
"Ciihh..Hanya api kecil itu yang di banggakannya?
Ucap Dewa Matahari. Sihir api wanita angkuh itu bukan sihir api milik Phoenix langsung. Karena sihir api Phoenix hanya bisa di keluarkan Dewi Phoenix murni.
"Air seniku saja bisa melenyapkan api kecil itu.
Bisik Dewa Takdir dengan bahasa absurd nya..
"Kau masih menggunakan air senimu
"Aku bisa melenyapkan api itu dengan air liurku. Balas Dewa Bintang dengan santai.
Bibir Dewa Takdir berkedut..
Di antara mereka ber enam hanya kekuatanyalah yang masih tergolong rendah. Karena tugasnya Bukan menjaga ke amanan alam semesta. Tetapi menjaga ke rahasiaan alam semesta.
__ADS_1