Cinta Sang Dewa Dingin

Cinta Sang Dewa Dingin
EPISODE. 93


__ADS_3

Prinsipnya seorang pria tidak boleh menangis.


""Hentikanlah kegilaan kalian itu. Bersiap-siaplah sebentar lagi kita akan merayakan pesta yang sangat besar dan megah. Ucap Xia He yang merasa kagum dengan sahabatnya di depan sana .


Dirinya tidak menyangka sosok sahabat yang selama ini menjunjung tinggi harga dirinya dan selalu bersikap dingin dan kejam.


Kini telah berubah menjadi sosok yang lemah lembut ,sabar dan lebih manusiawi.


Ivona masih terdiam di tempat saat ini perasaanya tidak menentu.


""Apakah kau mencintaiku?


Ivona bertanya kepada Pria yang sudah menampilkan raut  wajah yang ingin di kasihani itu.


Ba Xi'an tergelak apakah kurang jelas ekspresinya dan kata-kata yang di ucapkanya untuk wanita tercintanya itu.


Ba Xi'an lebih memilih lebih sabar lagi untuk memperjelaskanya.


Kesabarannya masih seluas samudera.


""Sangat...Aku sangat dan sangat mencintaimu.


"Dan aku tidak bisa hidup tanpamu.


""Kamu sayangku, istriku, belahan jiwaku, Nyawaku


"Kamu adalah  segalanya bagiku.


Ba Xi'an mengucapkan kata-kata yang tidak pernah di bayangkanya sebelumnya.


Kata-kata itu seperti mengalir begitu saja mengikuti kata hatinya.


Bibir Ivona berkedut dia tidak menyangka laki-laki yang sangat dingin dan kejam itu akan sangat pandai berangkai kata-kata untuk merayunya.


""Aku jadi curiga bahwa di pernah melakukannya kepada wanita lain.


""Dari bahasanya dia seakan playboy cap kakap. Batin Ivona


Aku belum bisa menerima mu. Jawab Ivona menunduk.


""Kenapa?


""Kamu itu masih istriku.


"Aku hanya ingin mengulangi pernikahan kita yang sempat tertunda tiga tahun yang lalu. Ucap Ba Xi'an melemah.


""Tiga tahun yang lalu?


Ivona binggung.


Tiga tahun yang lalu bukankah pria ini ingin mengangkat selir pertama menjadi Permaisuri dan  mengadakan pesta yang megah untuknya?


""Ee..tunggu dulu bukan kah pria ini bilang bahwa dia tidak menyukai selirnya itu dan tidak pernah menyentuh mereka?


""Oo..shitt jadi aku yang ingin di nikahinya? Batin Ivona terkejut batin.


""Tiga tahun yang lalu aku sudah mempersiapkan pernikahan kita. Bahkan jubah pernikahan kita telah siap.

__ADS_1


""Aku sengaja menyembunyikannya karena ingin memberikan kejutan untukmu. Untuk kamu yang Kucintai.


"Karena kamu telah bertahan melewati koma selama berbulan-bulan dan melahirkan Putra kita dengan selamat.


"Dan aku ingin memulai awal yang baru denganmu beserta Putra kita. Ucap Ba Xi'an sambil mengusap bibir Ivona yang sudah bergetar.


Ivona menunduk. Dia menangis perasaanya kini bercampur aduk, kesal, kecewa, sedih dan marah dan Dia merasa semua yang terjadi ini adalah hal konyol yang pernah di lakukanya.


Ivona merasa sedikit menyesal.


"Kenapa menangis hmm?


"Apakah aku sudah salah menilaimu..hiks.


""Tidak  sayang tidak salah. Akulah yang salah.


"Jangan menangis ya.. Ba Xi'an gelagapan menghadapi wanitanya yang tiba-tiba menangis.


""Iya kamu yang salah. Seandainya kamu dari awal baik padaku dan  bilang semuanya dengan jelas aku tidak akan meninggalkan anakku. Aku akan membawa putra bungsuku juga hiks..hiks. Ucap Ivona sambil terisak-isak.


""Maksud kamu apa sayang?


Ba Xi'an sungguh binggung.


""Aku..aku akan membawa Putra kita pergi.


""Kenapa?


""Bukankah jika aku jujur kamu tidak akan jadi pergi? Ba Xi'an merasa binggung.


""Aku...aku tidak ingin terkurung di Istana seperti yang selalu kau lakukan untukku.. Suara Ivona melengking.


Ba Xi'an menghembuskan nafas panjangnya.


Rencana ingin mengikat istrinya itu supaya selalu  bersamanya kini niat itu harus di urungkan dia tidak ingin istrinya pergi meninggalkanya lagi. Dia tidak ingin mengekang istri tercintanya lagi. Dia ingin membebaskanya dan tetap berada dalam jangkauanya. Karena Ba Xi'an ingin membahagiakan wanita itu. Membuat wanita itu berasa berharga dan sangat istimewa untuknya.


""Iya aku berjanji tidak akan mengurungmu lagi.


""Bahkan kamu bisa pergi keluar masuk istana sesuka hati. Ucap Ba Xi'an walau sedikit kurang rela.


Semua penghuni aula itu terkejut. Mulut mereka berkedut saat sosok wanita yang Mulia itu dengan suara cemprengnya berteriak di depan Putra Mahkota yang berkuasa.


Mereka berpikir masih terbitkah Matahari besok?


Dua sosok yang mepunyai sifat yang mendominasi kini bertingkah gila di atas sana.


Jika kedua sosok itu tidak menakutkan maka mereka akan berbondong-bondong mengusirnya.


Kedua manusia itu telah membuat perasaan mereka naik-turun serta Mata mereka terlalu perih untuk menyaksikan adegan romantis itu.


""Kalian berdua tolong Ingatkan aku...dari mana yang mulia selir kelima Putra Mahkota lewat.


""Memang kenapa?. Jawab guru Pertama penasaran.


""Aku ingin menghindarinya.


Ucap wanita itu dengan mimik wajah tak berdosanya membuat ke dua pria paruh baya di sampingnya ingin menenggelamkan wanita itu.

__ADS_1


Mereka kira wanita itu akan menemui yang Mulia selir kelima untuk menjadikanya muridnya.


""Dasar wanita gila. Batin mereka.


""Aku tetap belum bisa melakukan upacara pernikahan ulang. Ucap Ivona yang sudah tidak menangis lagi.


"Apalagi yang sayang tunggu.


""Apakah sayang merindukan ibu dan ayah mertua?


""Ivona mengangguk. Sebenarnya Ivona sudah pernah menemui ibunya diam-diam beberapa kali. Dan mengatakan kepada ibunya untuk merahasiakannya dari yang lain termasuk ayahnya.


"Tenang saja aku akan mengundang mereka besok. Ucap Ba Xi'an sambil memeluk istrinya.


Ivona tidak tau lagi membuat alasan.


Saat bibirnya berucap dia mendengarkan suara Putra bungsunya.


""Ibu... tidakkah ibu sudah terlalu lama memeluk ayah.


""Ayolah ibu...aku juga ingin ibu peluk dan ibu cium.


"Aku sudah bosan melihat drama kalian ibu.Ucap anak itu sambil mengembungkan pipi montoknya sehingga semakin terlihat gemas.


Ivon tersenyum. Dan melepaskan pelukan hangat suaminya.


""Sinilah peluk ibu.


Ucap Ivona yang sudah berjongkok untuk menyamakan tinggi badan Putranya.


Walaupun Ba Xi'an merasa tidak rela dia tidak boleh egois dan cemburu terhadap Putranya itu.


Seringai Licik terukir di rahang tegas Ba Xi'an.


""Ibu bisakah malam ini ibu menemaniku tidur?


Ibu telah meninggalkanku begitu lama dan pergi bersenang-senang dengan kakak. Sekarang giliran ku yang ibu manjakan. Rengeknya.


Bibir Ba Xi'an berkedut mendengarkan perkataan Putranya itu. Rencana yang disusunnya telah di hancurkan Putranya.


""Iya... ibu akan tidur denganmu malam ini bersama kakakmu..


Ivona akhirnya memutuskan.


Dia tidak ingin lebih egois lagi dan menyakiti orang-orang yang di sayangi.


Ibu Suri dan Permaisuri meneteskan air mata haru. Mereka tidak menyangka akan ada hari ini.


Kaisar yang jarang mengeluarkan air mata berharganya kini butiran kristal itu mengalir di wajah Tuanya.


Akhirnya dia akan melihat senyum Putranya yang selama ini tidak pernah terukir lagi.


''Terimakasih sayang.  Ucap Ba Xi'an


""Aku masih belum bisa memaafkanmu. Aku tinggal demi Putra bungsuku. Ucap Ivona datar.


Ba Xi'an melongo.

__ADS_1


Dirinya tidak menyangka istrinya itu ternyata orang yang pendendam.


__ADS_2