Cinta Sang Dewa Dingin

Cinta Sang Dewa Dingin
EPISODE. 78


__ADS_3

Perkataan kasar Ba Xi'an yang telah mencabik -cabik hatinya.


""Sepertinya Dia harus langsung di hukum yang Mulia.


Ucap Kaisar Matahari yang melihat Ivona hanya diam.


"Iya yang Mulia hukumlah wanita itu seberat-beratnya beserta para pengikutnya.


Ucap salah seorang wanita yang tiba-tiba bersujud di depan Ba Xi'an.


Semua orang terkejut melihat wanita itu yang menangis tersedu-sedu.


""Yang mulia...wanita..wanita kejam itu telah membunuh Putra ku hiks..hiks..


""Iya yang Mulia dia juga membunuh Putriku yang berhati lembut yang Mulia .


"Bahkan hukuman mati tidak akan cukup membayar dosa-dosanya yang Mulia. 


Timpal salah seorang wanita.


Ruangan itu kembali riuh...mereka kembali menghina Ivona dan mencaci-maki ivona.


""Dasar wanita iblis..


""Dia pantas mati.


""Tega-teganya dia membunuh orang-orang yang tidak bersalah.


"Dia sangat bernyali besar dia telah berani membunuh Tuan pertama dari kediaman kanselir kiri.


" Dan Nona ke dua dari kediaman Kanselir kanan.


Ucap para penghuni aula itu dengan lantang. Sementara yang di hujat hanya bersikap santai dan malas.


Ivona tetap diam.


Dia masih menantikan mulut-mulut kotor itu menghinanya sesuka hati.


""Yang Mulia...hiks


""Hamba ingin keadilan untuk adik tercintaku yang Mulia.


Ucap wanita berjubah emas dan bergaris warna hitam.


Bahkan bajunya sangat serasi dengan Putra Mahkota Ba Xi'an.


""Bukankah dia selir pertama Putra Mahkota?


""Aku dengar Putra Mahkota sangat menyayanginya.


""Aku ingin sekali ikut membunuh wanita bercadar itu.


"Dia telah membuat wanita berhati malaikat kita menangis. Aku tidak tega melihatnya.


""Aku yakin Putra Mahkota Ba Xi'an juga merasakan sakit hati melihat selir kesayangannya menangis.


Bisik-bisikan itu semakin membuat Ivona terpojok.


""Haa.. sepertinya aku harus mengeluarkan tenagaku untuk menghajar mulut-mulut berbisa itu. Ucap Jing mi..


Sambil Merenggangkan otot-otot di tubuhnya.


Sikap bar-barnya telah di tunjukanya.


Mereka terkejut melihat tingkah pengawal Ivona yang menurut mereka aneh seakan bersiap melawan.


""Apa wanita muda itu ingin siap-siap melawan Putra Mahkota Phoenix.


Bisik mereka terkejut.

__ADS_1


"Sampai saat ini tidak ada yang berani melawan Putra Mahkota yang berkuasa .


""Apa mereka sudah tidak waras? Tanya Yuan.


""Kau yang tidak waras. Ucap hewan suci rusanya.


Mulut Yuan berkedut mendengar ucapan hewan sucinya.


""Apa kau membela mereka.


Tanya Ruan


""Bahkan kami siap mati untuk mereka.


Ucap ketiga hewan suci itu bersamaan membuat ketiga pemuda itu kembali terkejut batin.


Sementara Ivona menelan bulat-bulat rasa sakit di hatinya.


""Yaa...wanita itu tidak akan tergantikan di hati mantan suaminya. Batin Ivona


Matanya sedikit berkaca-kaca.


Sungguh dia akan rapuh jika berhadapan pada sosok yang duduk tegap di atas sana.


"Ibu jangan menangis.


Ucap Lie Zhu.


Jika Ayah melukai ibu. Aku yakin Ayah akan menyesal seumur hidupnya.


Ivona mencoba menunjukkan senyumanya.


"Ibu yakin Ayah mu tidak akan pernah menyesali perbuatanya yang berulang kali menyakiti ibu.


Batin Ivona sambil mengusap Surai Putranya sambil menetralkan perasaanya yang sedikit kacau.


""Nak...bukankah kau sudah terlalu lama diam.


Ivona tidak bisa menahan rasa rindunya untuk wanita Tua itu.


Dia yakin wanita itu akan kecewa jika tau Ivona telah membohonginya.


Sebutir kristal mengalir di pipih mulus Ivona


"Ibu...berhentilah menangis.


Lie Zhu kembali mengingatkan ibunya. Dia tidak ingin ibunya goyah akan beberapa sosok yang di sayangi ibunya di depan sana.


Ivona menghembuskan nafas panjangnya.


""Nenek tidak perlu ikut campur. Lebih baik nenek kembali istirahat. Ucap Ba Xi'an sambil menatap neneknya penuh ke lembutan.


Sejak kematian wanita tercintanya neneknya itu sangat menderita.


Neneknya selalu saja menangis diam-diam.


Ba Xi'an telah kehabisan cara untuk menghibur neneknya yang semakin Tua dan lemah.


Setiap hari neneknya akan menangis dan mengatakan akan menyusul Istri tercintanya.


Mata Ba Xi'an berkaca-kaca mengingat wajah cantik istrinya.


""Apakah kamu tega melihat nenek seperti ini sayang...Batinya.


Rasa sakit yang begitu menusuk hatinya kembali di rasakan Ba Xi'an


""Putra Mahkota kerajaan Giok kemarilah terima Dekrit ku ucap Ba Xi'an yang sudah kembali ke mode datar bahkan lebih dingin dari sebelumnya.


Zhang yang merasa terpanggil melangkahkan kakinya kedepan dan di ikuti dengan yang lain. Walaupun hanya dirinya yang di panggil Ivona dan Pengawalnya mengikutinya. Dia takut terjadi apa-apa terhadap penerus kerajaan Giok.

__ADS_1


Melihat para tatapan orang-orang yang di aula itu seakan ingin menelan mereka hidup-hidup.


Ba Xi'an semakin menggertakkan giginya.


Wanita itu telah terang-terangan melawannya.


Dia hanya memanggil Putra Mahkota Giok tetapi Wanita itu dan semua rombonganya mengikuti Putra Mahkotanya.


""Salam Untuk yang mulia Kaisar dan Putra Mahkota kiranya Dewa Agung selalu menyertai yang Mulia.


Ucap Zhang seorang diri. Membuat suasana disana kembali berbisik-bisik.


Ba Xi'an tetap berwajah datar. Dia bukan sosok yang gila-gila Hormat.


Dia hanya melirik sosok Wanita bercadar itu.


Ba Xi'an merasa Sosok wanita yang berdiri di depanya mengingatkan ba Xi'an kepada istri tercintanya.


Sikap wanita itu sangat mirip jika sudah bertemu denganya.


Cuek dan jarang memberi hormat kepadanya.


"Apakah aku terlalu memikirkanmu sayang.


Batin BA XI'AN.


""Kerajaan mu telah melakukan banyak kesalahan. Dosa kerajaanmu tidak termaafkan. Karena telah melenyapkan tiga nyawa yang tidak bersalah dan juga mencoba meracuni selir kesepuluh maka terimalah titahku.


"Yang pertama, kerajaanmu akan di serahkan kepada keluarga kanselir kanan dan kiri. Sebagai penebus nyawa yang sudah kalian hilangkan.


Ucapan Ba Xi'an sontak membuat orang-orang di sana terkejut tak terkecuali rombongan Ivona.


Badan Ivona bergetar. Sekuat tenaga Ivona tetap menampilkan wajah datarnya menantikan hal yang paling gila dari mantan suaminya.


Dua. Kalian semua akan menjadi budak kerajaan Matahari seumur hidup. Karena kalian telah mencoba menutup-nutupi kebohongan.


Tiga. Untuk wanita yang bercadar hijau itu... Dia akan di hukum gantung. Karena dia Telah membunuh pengawal pertama dan mencoba meracuni selir kesepuluh kerajaan Matahari. Dan Dia juga tidak menghiraukan persidangan.


Ucap Ba Xi'an sedikit tidak nyaman.


Degg...Ivona tersenyum miris. Dia sangat mengagumi mantan suaminya yang baik budi itu...


Cukup.. Batinya.


Hampir Semua orang yang di sana merasa senang.


""Dia pantas menerimanya ucap utusan kerajaan Duyung.


Saat ini dua  keluarga kanselir itu merasa bahagia. Mereka telah memiliki kerajaan bahkan kerajaan itu sudah masuk ke dalam  ke lima belas kerajaan terbesar di dunia.


Sementara selir kesepuluh dan Kaisar merasa bangga. Walaupun kerajaan itu tidak bisa di milikinya dia merasa sudah cukup dengan hasil yang di terimanya.


Wanita itu akan meregangkan nyawa.


Rasa pedih di wajahnya yang penuh benjolan itu tidak di rasakan lagi. Karena dia akan mempunyai seribu cara untuk menyembuhkannya


""Terimakasih yang Mulia.


Ucap keluarga kanselir kanan dan kiri.


" Terimakasih yang Mulia hiks. Hamba akan mengabdikan diri Hamba seumur hidup hamba kepada yang mulia. Ucap selir pertama dengan lembut dan sambil terisak.


Semua orang yang melihat air Mata selir Pertama yang mengalir deras. Merasa kasihan


""Andaikan selir pertama itu masih gadis maka aku tidak akan segan-segan memeluknya dan menghiburnya.


""Iya...lihatlah tubuhnya semakin kurus. Mungkin dia memikirkan nasib adiknya yang sangat Tragis.


""Semua Gara-gara wanita iblis itu.

__ADS_1


""Dewi kita yang lemah lembut menjadi menderita.


Bisik-bisik di aula itu. Membuat perasaan Selir pertama semakin bahagia. Seringai tipis tercetak di bibirnya.


__ADS_2