
Lian tersenyum saat kakak Dewanya itu saling menggerutu.
"Kak, Huli belum mau ikut rapat? Tanya Lian kepada Dewa Bulan.
"Dia tidak menyukai hal-hal membosankan seperti ini, Jawab Dewa Bulan.
"Jadi kapan kakak menikahi sahabatku Huli? Tanya Lian kembali.
Dewa Bulan tersenyum tipis,
" aku belum tau, mungkin menunggu Huli bisa memegang tugasnya sebagai Dewi Rubah.
Rapat aula selesai.
"Sudah kubilang tadi jangan berbicara saat rapat di berjalan, Kenapa kamu masih keras kepala Hmm,?
Yuze menarik hidung istrinya itu dengan gemas.
"Iya..maafkan aku sayang, bisakah aku tidak usah mengikuti rapat yang membosankan ini? Pinta Lian dengan wajah memelasnya.
"Tidak bisa, Tolak Yuze, keningnya berkerut kenapa istrinya ini tiba-tiba meminta hal itu. Padahal dia semakin semangat mengikuti rapat aula hanya karena keberadaan istrinya ini.
"Kenapa tidak bisa? Dewi Yang lain kenapa bisa tidak ikut rapat. Keluh Lian
"Setidaknya tiga kali dalam seminggu saja aku liburnya. rengek Lian, membuat Dewa Bulan dan yang lain geleng-geleng kepala.
"Sayang bisa di izinkan tidak mengikuti rapat jika sayang hamil. Yuze tersenyum licik.
Semua Sahabatnya langsung pergi meninggalkan Dewa Tinggi Putra Mahkota yang sudah menunjukkan sifat mesumnya.
"Kenapa kamu baru bilang sekarang? Kenapa sewaktu sikembar masih di kandungan kamu tidak meliburkanku. Lian memanyunkan bibirnya suaminya ini telah mempermainkan dirinya.
"Sayang akan ku liburkan jika putri kecil kita sudah hadir disini?
Ucap Yuze sambil mengusap perut rata Lian.
__ADS_1
"Takutnya masih lama putrimu hadir. rengek Lian.
Yuze mengusap wajah mulus istrinya.
"Untuk itu kita harus bekerja lebih keras lagi. Dan berhentilah merengek, Ayo kita pergi ketempat Ayah Xi Chen. Ajak Yuze menarik tangan Lian.
Di alam Iblis Xi Chen menaikkan alisnya melihat tamu yang tak di undang itu.
"Apa yang membuat Dewa Suci ini datang ke tempatku yang hina ini. Tanya Xi Chen dengan suara beratnya.
"Aku sudah tau semua, Chang'er sudah memberitahukan semua tentang ayah kepadaku. Ucap Yuze sambil duduk Tanpa di persilahkan.
Xi Chen terkejut, dia menghembuskan nafas beratnya.
"Jadi apa maumu sekarang? Xi Chen tidak suka berbasa basi dia berbicara keintinya saja.
"Maafkan aku Ayah. Yuze berdiri sambil menunduk, dia meminta maaf kepada mertuanya Xi Chen, Alam iblis bergoyang saat sang Maha besar itu meminta maaf dan menundukkan kepalanya, Hal yang tidak pernah terjadi Karena Sang Dewa Tinggi itu tidak boleh menundukkan kepalanya kecuali kepada Langit.
Xi Chen dan Kai terkejut melihat Dewa Tinggi Putra Mahkota menundukkan kepalanya.
Kai tidak menyangka sosok yang Tinggi itu akan melakukan hal sehina itu di depan ketua klan Iblis.
Alamnya tidak akan berhenti bergoyang jika menantunya sang Dewa Tinggi itu masih menundukkan kepala.
"Terimakasih Ayah. Ucap Yuze, Semua yang di lakukanya itu tulus, Walaupun dia sosok yang Maha Tinggi di hadapan mertuanya ini dia tetap hanyalah seorang menantu. Dia juga ingin menaikkan martabat mertuanya dan untuk menunjukkan ketulusannya bahwa istrinya Chang Lian adalah sosok yang sangat berarti di hidupnya.
Lian terharu melihat sikap suaminya itu, Cintanya bertambah besar untuk laki-laki itu.
Lian tidak menyangka bahwa suaminya rela merendahkan dirinya.
"Sayang. lirih Lian.
"Duduklah Nak titah Xi Chen yang melihat putrinya masih berdiri dan menatap menantunya itu penuh dengan kekaguman.
"Ckk.. Putriku hampir sama dengan ibunya. Batin Xi Chen.
__ADS_1
Setelah berbincang-bincang lama dengan sang Ayah mertua Yuze dan Lian pergi dari sana, sedari tadi istrinya itu tersenyum bahagia.
Bagaimana Lian tidak merasa senang hal yang sangat diimpikannya telah terwujud, suaminya Yuze bisa menerima keadaan ayahnya yang dari dunia kegelapan, walaupun masih ada kecanggungan diantara mereka saat berkomunikasi Lian yakin suatu saat mereka bisa saling terbuka dan juga kompak.
"Kamu senang sayang, Tanya Yuze saat istrinya itu sepanjang jalan menghelanyut manja di lengan kekarnya.
Lian mengangguk antusias
"Terimakasih sayang. Bisik Lian sambil mengecup bibir tegas itu.
"Sama-sama sayang, Hal itu sudah menjadi kewajiban suamimu ini sebagai menantu.
"Maaf, jika aku sempat membuatmu ragu tentangku, sehingga kamu menyembunyikan hal besar ini dariku. Maaf, Ucap Yuze sambil membalas kecupan istrinya.
Keesokan harinya aula istana kerajaan langit gempar dimana sosok Dewi Ular sedang murka, wanita kejam itu tidak terima melihat laki-laki yang sangat di cintainya itu mencintai wanita lain dan sebentar lagi akan menjadikanya Permaisuri.
"Aku tidak terima jika Dewa Agung menikahi wanita ingusan itu. Tunjuk Dewi Ular ke arah Jing Huli. Wajah Huli saat ini sudah sangat hancur, wajahnya tercakar habis di buat Dewi Ular. Sama halnya dengan Dewi Ular, pakaiannya kini sudah compang-camping wajahnya juga terdapat beberapa cakaran ganas dari Dewi Rubah Huli. Huli yang awalnya berniat menghadiri rapat untuk pertama kalinya langsung mendapatkan pukulan ganas dari Dewi Ular. Dewi ular yang sudah mengincar Huli beberapa bulan ini langsung menghampiri Huli dan menjambak rambut panjang Dewi Rubah. Huli terkejut, dia baru saja keluar dari alamnya langsung mendapatkan hal yang memalukan. Huli yang tidak terima langsung membalasnya dia tidak mau kalah. Dan Terjadilah acara Jambak-menjambak dan cakar-cakaran itu. Untung saja Dewa Takdir melihatnya jika tidak kedua sosok itu akan berubah menjadi adona yang menyeramkan. Kedua Dewi itu tidak ada yang mengalah bahkan mereka ikut melampiaskannya ke pada Dewa Takdir. Kini sang Dewa itu duduk dengan wajah yang di tekuk, bibirnya luka, Rambutnya berantakan, yang paling utama buku Takdirnya robek.
Ingin sekali Dewa Takdir memukul kedua Dewi bar-bar itu, jika bukan mengingat mereka seorang wanita pasti dia sudah melayangkan tinjunya sejak tadi.
Kedua sosok itu masih berdiri dengan nafas yang memburu. Sangking emosinya mereka berdua melupakan penampilannya yang bak orang gila saat ini, mereka tidak mempunyai waktu untuk mengubah penampilan yang mengerikan itu.
Para Dewa dan Dewi bergidik ngeri melihat kedua Dewi itu.
"Huli kena karmanya, wajahnya lebih hancur di bandingkan wajahmu tahun lalu, bisik Dewa Bintang kepada Dewa Hukum dan langsung mendapatkan tatapan tajam dari Dewa Bulan.
Kaisar langit memijit pelipisnya masalah percintaan Dewa dan Dewinya harus juga dia yang mengurus.
"Maaf yang Mulia. Ujar Dewa Bulan sambil melangkahkan kakinya kedepan. Dia tau dialah penyebab semua ini.
"Urus segera masalahmu ini. titah Kaisar Langit
"Baik yang Mulia, terimakasih yang Mulia. Ucapnya.
Dewa Bulan melangkahkan kakinya ke hadapan Dewi Ular.
__ADS_1
"Plaaakkk, Satu tamparan keras mengenai wajah Dewi Ular .
Semua orang melongo tak percaya sosok yang hangat dan ramah itu ternyata bisa marah juga.